;

Tambahan Insentif Pajak ke 11 Sektor Usaha

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kontan, 15 April 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tekanan perekonomian akibat Covid-19 menimbulkan persoalan sosial, utamanya kemiskinan dan pengangguran. Ia menambahkan dalam skenario terberat jumlah penduduk miskin akan bertambah 378 juta orang dan pengangguran bakal naik 52 juta orang.

Untuk itu dirinya dan Menko Perekonomian sudah memutuskan untuk menambah 11 sektor usaha yang bisa menerima insentif pajak. Sektor usaha ini berbeda dengan yang telah mendapatkan fasilitas pada paket insentif sebelumnya. Tujuan insentif pajak untuk memperkuat tingkat ketahanan korporasi di tengah tekanan pandemi Covid-19, demikian disampaikan Menkeu usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Selasa (14/4)

Ia menambahkan, selain itu para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) juga akan mendapatkan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dan bantuan lain juga disiapkan berupa dana desa hingga dana dari kementerian dan lembaga (K/L) yang akan disalurkan dalam bentuk proyek-proyek padat karya.

Korona Memangkas Setoran Dividen BUMN

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kontan, 13 April 2020

JAKARTA, Wabah virus corona (Covid-19) berimbas pada sejumlah sektor usaha di dalam negeri termasuk badan usaha milik negara (BUMN) yang mengakibatkan, setoran dividen BUMN ke APBN tahun ini diperkirakan meleset. Outlook dividen BUMN Sepanjang 2020 diperkirakan hanya mencapai Rp 43,8 triliun susut Rp 5.2 triliun dari target awal Rp 49 triliun sebagaimana dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4) lalu. 

Sebelumnya dalam raker antara Menteri BUMN Erick Thohir dengan Komisi VI DPR Jumat (3/4) juga memproyeksikan dividen BUMN baru akan kembali stabil pada tahun 2022 mendatang. Erick menyebut, situasi yang terjadi dampak dari Covid-19 diantaranya: 1 ). Peningkatan Non Performing Loan (NPL) pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM); 2) Cash flow Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina juga terganggu akibat melemahnya nilai tukar rupiah; 3) Pendapatan BUMN sektor pariwisata dan transportasi mengalami penurunan imbas penurunan permintaan (demand), misalnya, PT Angkasa Pura Nasional Indonesia, PT Garuda indonesia Tbk, PT KAI, PT Pelabuhan Indonesia, sampai PT Pelayaran

Di sisi lain, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manlet mengatakan, apabila melihat dari setoran dividen BUMN tahun lalu, BUMN yang menyumbang dividen terbesar adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan menurutnya kinerjanya tidak akan terganggu, bahkan dengan adanya kebijakan work from home (WFH) traffic data pengguna Telkom akan meningkat dan berdampak pada nalknya laba perusahaan, Ia menambahkan menurutnya beberapa kinerja Bank BUMN juga relatif masih baik sehingga seharusnya masih bisa menopang laba contohnya BUMN sektor kesehatan. 

Jaga Rupiah, BI perlu Tahan Bungan Acuan

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kontan, 13 April 2020

Pandemi virus korona Covid-19 tak hanya menekan perekonomian, tetapi juga stabilitas sektor keuangan. Peneliti Ekonomi Senior institut Kajlan Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI Eric Sugandi memandang, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sebaiknya menahan suku bunga acuan dan fokus ke nilai tukar rupiah yang masih rentan akibat tekanan capital outlaws akibat pandemi Covid-19

Hal serupa disampaikan Ekonom Bank Permata Josua Pardede dan Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana ditempat terpisah, mereka melihat pada rapat bulan ini Gubernur BI bakal menahan bunga acuannya, hal ini perlu dilakukan untuk menjaga confidence pelaku pasar di tengah masih tingginya ketidakpastian global akibat Covid-19

Sementara Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef] Bhima Yudhistira menganggap BI justru perlu menurunkan bunga acuan, diharapkan dengan kebijakan suku bunga yang lebih longgar, daya beli masyarakat akan terbantu. Sebab, tidak semua lapisan masyarakat mampu mendapatkan fasilitas keringanan kredit perbankan.

Tujuh Sektor Industri Menikmati Harga Gas Murah

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kontan, 15 April 2020

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, beleid Kebijakan Peraturan Menteri ESDM Nomor 8/2020 tentang Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri telah menetapkan tujuh sektor industri yang berhak menikmati harga gas US$ 6 per mmbtu, dari sebelumnya kisaran US$ 8-US$ 12 per mmbtu.

Meski Konsekuensinya penurunan harga gas industri berpotensi memangkas penerimaan negara. Ketetapan ini sudah berdasarkan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengapresiasi kebijakan pemerintah di saat kondisi pasar yang lemah akibat wabah Cond-19 dan pelemahan rupiah sejak awal tahun

Namun, Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGAS mengatakan penurunan harga gas tak langsung terwujud. Sebab penyalur gas bumi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih menunggu kebijakan tambahan seperti penugasan ke BUMN, penetapan harga gas di hulu, insentif bank BUMN penyalur gas bumi

Prospek Sektoral Emiten Farmasi Masih Seksi

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Bisnis Indonesia, 15 April 2020

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis Indonesia, di tengah gejolak pasar akibat pandemi COVID-19, sembilan saham emiten farmasi kompak melaju di teritori hijau dalam 1 bulan. Penguatan dipimpin oleh saham KAEF dan INAF. Di sisi profitabilitas, mayoritas emiten mengantongi pertumbuhan laba bersih pada 2019.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro kepada Bisnis mengatakan Perseroan terus ber upaya men dukung pemerintah da lam penanggu langan penyebaran COVID-19 di Indonesia meski dibayangi terhambatnya pasokan bahan baku obat. Ganti menambahkan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) telah menyiapkan mitigasi risiko, seperti mencari sumber bahan baku alternatif ke India, Korea Selatan dan Eropa.

Senada, Sekretaris Perusahaan Phapros (PEHA) Zahmila Akbar mengatakan saat ini perseroan memiliki persediaan beberapa kategori obat untuk peng adaan di pasar reguler bagi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Untuk bahan baku obat, PEHA memiliki 2-3 sumber alternatif. 

Hingga Februari 2020, lanjutnya, penjualan Phapros tercatat naik 10% secara tahunan, hal ini juga dialami oleh Kalbe Farma (KLBF) sebagaimana dilansir Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata yang mengutarakan sampai saat ini wabah COVID-19 tidak berdampak signi?kan terhadap kegiatan operasi grup dan perseroan telah menargetkan pertumbuhan penjualan bersih pada 2020 sebesar 6%-8% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 5%-6%

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan saham sektor farmasi terbilang defensif di tengah pandemi corona dan sahamnya berpotensi naik lebih tinggi apabila market recovery. Hal serupa disampaikan Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma yang menyebutkan emiten farmasi berpeluang bertumbuh karena banyak orang yang memerlukan obat, vitamin, dan alat kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Tantangan yang ada adalah bahan baku yang mayoritas diimpor dari China serta tingginya permintaan obat generik yang membuat margin laba tipis.

Secara teknikal, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengungkapkan saham PT Indofarma Tbk (INAF) yang dalam sebulan terakhir melonjak 90 % juga masih berada pada tren menguat dengan support terdekat Rp1.070. Ia menambahkan, selama masih berada di level kisaran Rp1.070, INAF masih berpeluang untuk bergerak positif

Ekonomi Global Mungkin Resesi Parah

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Investor Daily, 15 April 2020

Gita Gopinath, kepala ekonom IMF mengatakan “Ekonomi global tahun ini sangat mungkin akan mengalami resesi terburuk sejak Depresi Besar, melampaui apa yang terjadi pada masa krisis finansial global satu dekade lalu”. Dalam skenario terbaik, IMF memperkirakan ekonomi dunia mencatatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 9 triliun dalam dua tahun ke depan. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan PDB Jerman dan Jepang saat ini.

Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi bahwa infeksi Covid-19 akan memuncak di sebagian besar negara pada kuartal II 2020. Lalu kemudian menurun sepanjang paruh kedua tahun ini. Kemudian secara bertahap kegiatan bisnis dan langkah-langkah pembatasan lainnya dilonggarkan atau dicabut.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pekan lalu mengatakan, stimulus fiskal sebesar US$ 8 triliun yang dikucurkan pemerintah di seluruh dunia ini kemungkinan tidak cukup. IMF dan Bank Dunia berharap ada lebih banyak keringanan utang bagi negara-negara miskin.

IMF memperkirakan beberapa negara di Asia kemungkinan terhindar dari resesi tahun ini dan bakal bangkit pada 2021, jika pandemi Covid-19 dapat diatasi. IMF memprediksi Tiongkok yang memimpin pemulihan ekonomi tersebut.

“Negara-negara berkembang di Asia diproyeksikan menjadi satu-satunya wilayah dengan tingkat pertumbuhan positif pada 2020, yakni 1,0%. Meski-pun angka itu lebih dari 5 poin persentase di bawah rata-rata pada dekade sebelumnya. Sedangkan wilayah lain diproyeksikan mengalami perlambatan parah atau kontraksi langsung dalam kegiatan ekonomi,” demikian pernyataan IMF.

IMF juga memprediksi Tiongkok bakal bangkit kembali tahun depan dengan pertumbuhan 9,2%. Sedangkan India, negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia diperkirakan tumbuh 1,9% pada 2020 sebelum melonjak 7,4% pada tahun depan. Pertumbuhan Indonesia sendiri diperkirakan hanya akan ada di kisaran kenaikkan 0,5%, tahun ini sebelum naik 8,2% pada 2021.

Di sisi lain, IMF memperkirakan negara-negara di Asia dengan kekuatan ekonomi yang lebih maju seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Singapura dan Hong Kong, termasuk Thailand dan Malaysia  akan jatuh ke dalam resesi.

Sanofi-GSK Siapkan Vaksin Covid-19 untuk 2021

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Investor Daily, 15 April 2020

PARIS – Dua raksasa farmasi dunia, Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) akan bekerja sama membuat vaksin virus corona Covid-19, yang diharapkan dapat memasuki fase pengujian klinis tahun ini. Dengan demikian diharapkan dapat tersedia pada paruh kedua 2021.

CEO Sanofi Paul Hudson mengatakan, dalam menghadapi krisis kesehatan global luar biasa ini, tidak ada satu pun perusahaan yang dapat sendirian mengupayakan adanya vaksin itu.

Menurut pernyataan bersama kedua perusahaan pada Selasa (14/4), Vaksin ini akan mengombinasikan antigen yang dikembangkan Sanofi yang merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi adjuvan dari GSK - substansi yang memperkuat respons imun yang dipicu oleh vaksin.

Sanofi dan GSK mengungkapkan, upaya bersamanya didukung oleh pendanaan dan kolaborasi dengan Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat (AS). Direktur BARDA Rick Bright mengatakan, pengembangan vaksin Covid-19 yang diperkuat adjuvan itu berpotensi dapat mengakhiri wabah ini. Dan akan membantu dunia untuk lebih siap menghadapi wabah-wabah akibat virus korona di masa depan

Pemulihan Ekonomi China Ekspor Impor Membaik, Terhambat Pada Pengiriman

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Tingkat penurunan ekspor dan impor China pada Maret 2020, berdasarkan data yang dirilis, tidak sedalam penurunan pada Februari. Ini seiring dengan mulai berproduksinya pabrik-pabrik di China.

Para pelaku pasar keuangan global menarik napas lega setelah data bea dan cukai China, Selasa (14/4/2020), menunjukkan aktivitas ekspor dan impor China pada Maret 2020 membaik lebih dari perkiraaan survei sebelumnya dari Bloomberg. Namun disisi lain, Para ekonom memperkirakan aktivitas pengiriman barang dari dan ke China tahun ini masih akan tertekan karena pandemi Covid-19 telah membuat aktivitas bisnis di seluruh dunia terhenti.

Menurut kepala ekonom dari Zhonghai Shengrong Capital Management di Beijing, Zhang Yi, Angka perdagangan di atas ekspektasi tersebut tidak berarti telah bebas dari masalah, Ia memper kirakan produk domestik bruto (PDB) triwulan I-2020 China yang akan dirilis Jumat (17/4) akan menunjukkan kontraksi 8 persen. Jika itu terealisasi, berarti terjadi kemerosotan PDB China pada triwulan pertama sejak 1998.

Gambaran sebaian impor yang lebih baik mencermin kan bahwa pengiriman yang macet di pelabuhan sedang di buka lagi dan dikebut. Namun, konsumsi domestik China masih lemah, terlihat antara lain terlihat dari penurunan impor bijih besi.

Selamatkan Produsen Pangan

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Badan Pusat Statistik mencatat penurunan nilai tukar petani terjadi di semua subsektor, yakni mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Situasi itu menjadi tanda turunnya kesejahteraan petani yang merupakan produsen pangan. Kondisi itu tidak menguntungkan di tengah potensi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dalam laporan "Anticipating The Impacts of Covid-19 in Humanitarian and Food Crisis Contexts", menyebutkan Indonesia bisa mengatasi ancaman krisis pangan melalui strategi yang memprioritaskan kesejahteraanan petani sebagai produsen pangan sebaliknya disrupsi pada produksi dan rantai pasok pangan akibat pandemi Covid-19 bisa menjadi bencana bagi populasi yang tergolong rentan.

Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja memiliki pendapat yang sama terkait hal ini, dengan menjaga kesejahteraan petani melalui kepastian penyerapan (hasil panen dengan harga layak) maka petani dapat memiliki kemampuan memproduksi pangan. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa berpendapat menambahkan, kelancaran logistik pangan memegang peran kunci. Jika terganggu, produk petani tak terserap, sementara harga di tingkat konsumen naik.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang penanganan Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, meminta jajarannya mendorong produksi pangan dalam negeri dan memberi perhatian pada peringatan FAO soal potensi gangguan pangan di banyak negara akibat pandemic. Sejumlah produsen pangan justru menghadapi ironi. Para peternak ayam rakyat, misalnya, justru memangkas produksi untuk menyesuaikan penurunan permintaan. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko menyebutkan, peternak ayam pedaging memotong 50 persen produksinya seiring permintaan yang turun. Situasi tak menguntungkan juga dihadapi para petani tebu. Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia Soemitro Samadikoen khawatir harga gula produksi petani akan tertekan seiring makin gencarnya impor gula. 

Pemerintah saat ini tengah mengarahkan dana desa untuk bantuan tunai melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat miskin atau kehilangan pekerjaan akibat pandemic . Pihaknya memperkirakan alokasi untuk 74.953 desa mencapai Rp 22,4 triliun.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Selasa (14/4/2020), mengatakan, pandemi Covid-19 memengaruhi pergeseran pemetaan produk dan ketersediaan pasar ekspor, khususnya industri kecil dan menengah (IKM). Untuk itu, perwakilan atase perdagangan dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (indonesian Trade Promotion Center/ITPC) terus mengkaji dan memetakan ulang produk unggulan ekspor sesuai kondisi terbaru setelah pandemi Covid-19 merambah ke ratusan negara dan mendisrupsi rantai perdagangan global.

Menurut Jerry, untuk mendorong kemudahan ekspor, pemerintah sudah mengeluarkan stimulus nonfiskal yang ditujukan bagi pelaku ekspor. Hal itu, misalnya, berupa efisiensi proses logistic, penyederhanaan aturan larangan pemba tasan atau tata niaga terhadap ekspor maupun impor, khususnya impor bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi serta lobi-lobi dengan negara lain di tingkat bilateral untuk menjamin pintu pasar tetap terbuka di tengah pandemi.

Sementara Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri Indonesia Handito Joewono mengatakan, beberapa IKM membutuhkan dukungan pemerintah diantaranya untuk membuka akses pasar internasional, informasi terkait kondisi pasar di sejumlah negara serta akses regulator ekspor (trading house) yang bisa membantu pengiriman produk dalam jumlah lebih besar.

Pilihan Editor