Pengelolaan Utang Negara, Red Notice dari Bank Dunia
Bisnis, JAKARTA — World Bank atau Bank Dunia memberikan alarm untuk pengelolaan fiskal Indonesia yang berisiko
meningkatkan rasio utang. Pasalnya, kebutuhan belanja untuk penanganan pandemi Covid-19 yang besar bakal berlanjut pada
tahun depan. Di sisi lain, prospek penerimaan pajak sejauh ini masih cukup suram.
World Bank
memprediksi defisit
anggaran Pemerintah Indonesia pada
tahun ini mencapai 6% dengan
rasio utang sebesar 37,5% dari
produk domestik bruto (PDB),
lebih tinggi dibandingkan dengan
2019 yang hanya 30,23% dari PDB.
Dengan defisit anggaran yang
tetap dijaga di atas 3% hingga
2022, World Bank memperkirakan
rasio utang Indonesia pada 2022
meningkat signifikan hingga 43%
dari PDB.
Hal itu kemudian berdampak
pada meningkatnya utang publik
dan pembayaran bunga yang diproyeksikan naik menjadi rata-rata
2,4% dari PDB per tahun pada
2021—2022, lebih tinggi dibandingkan dengan 2019 yang hanya
1,7% dari PDB.
Untuk itu, World Bank menyarankan agar pemerintah menyiapkan
strategi untuk menjaga dukungan
fiskal.
Di antaranya adalah menaikkan
tarif PPh orang pribadi berpenghasilan tinggi atau orang kaya,
dan penambahan barang kena
cukai (BKC).
Satu Kahkonen, Direktur World
Bank untuk Indonesia dan Timor
Leste merekomendasikan Pemerintah Indonesia untuk melakukan
reformasi sistem perpajakan sebagai
cara meringankan tekanan fiskal.
Kebijakan perpajakan yang responsif menurutnya sangat diperlukan untuk mendanai penanganan
krisis, menjaga posisi utang, dan
memperluas ruang fiskal di tengah
tekanan pandemi.
Menanggapi laporan World Bank itu, peneliti Indef Bhima Yudhistira mengatakan ada beberapa opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga rasio utang pada tahun-tahun mendatang.
Pertama melakukan realokasi
anggaran lebih konsisten, yakni
mengalihkan penggunaan dana
infrastruktur dan pertahanan pada
APBN 2021 yang cukup besar ke
program vaksinasi.
Kedua mengoptimalisasi penerimaan negara sembari melakukan
evaluasi terhadap insentif perpajakan yang telah dikucurkan.
Ketiga mencari pembiayaan dengan cost of fund yang cukup
rendah, misalnya pinjaman secara
bilateral atau multilateral yang
memiliki tingkat bunga jauh lebih ringan dibandingkan dengan
menerbitkan surat utang.
Pilkada Serentak 2020, Praktik Politik Uang Belum Hilang
Seruan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 yang bersih dan bebas dari praktik politik
uang, belum sepenuhnya terwujud. Lembaga pengawas menemukan sedikitnya 262 dugaan pelanggaran money politic.
Temuan dugaan
pelanggaran politik uang atau
money politic itu
berdasarkan data
yang dihimpun
hingga 17 Desember 2020. Dengan
kata lain, ada potensi tambahan
laporan pelanggaran politik uang
baik yang bersumber dari laporan
masyarakat maupun temuan oleh
Badan Pengawas Pemilihan Umum
(Bawaslu).
Dalam setiap perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Serentak sejak 2015, Bawaslu mencatat ribuan pelanggaran politik
uang yang dilakukan oleh peserta
Pilkada dengan berbagai modus.
Sebagai gambaran pada
2017, Bawaslu mencatat 910
pelanggaran politik uang.
Anggota Bawaslu Ratna Dewi
Pettalolo mengatakan bahwa
tingkat partisipasi
masyarakat melapor adanya
praktik politik uang di Pilkada Serentak
2020tergolong
tinggi. Dari 262 kasus yang telah sampai
pengkajian dan penyidikan,
terdapat 197 laporan masyarakat
dan 65 kasus merupakan temuan
Bawaslu.
Dari berbagai laporan itu,
katanya sudah ada enam putusan
tindak pidana politik uang yang
semuanya dinyatakan bersalah.
Putusan itu tersebar di Kota
Tarakan Kalimantan Utara,
Kabupaten Berau Kalimantan
Timur, Kota Palu Sulawesi Tengah,
Kota Tangerang Selatan Banten,
Kota Cianjur Jawa Barat masing-masing mendapatkan vonis 36
bulan dan vonis Rp200 juta.
SENGKETA MK
Sementara itu, anggota Bawaslu
Fritz Edward Siregar menyatakan
tahapan Pilkada Serentak 2020
belum selesai kendati
proses penghitungan
suara tuntas.
Dia menuturkan,
semua elemen
pengawas di
daerah masih harus menghadapi proses gugatan
perselisihan
hasil penghitungan suara di
Mahkamah Konstitusi (MK).
Berdasarkan data MK hingga
pukul 19.00 WIB, sudah ada 113
pengajuan permohonan gugatan
perselisihan hasil Pilkada 2020.
Satu peserta Pilkada Seren tak
2020 yang siap bertarung di MK
adalah pasangan Akhyar NasutionSalman Alfarisi yang merupakan
calon wali kota dan calon wakil
wali kota Medan. Gugatan yang
diajukan meminta MK menggelar
pemungutan suara ulang di
1.060 TPS yang
tersebar di
15 kecamatan.
Kedua, kubu Akhyar-Salman juga mencium adanya dugaan pelanggaran penggunaan struktur pemerintah yang dilakukan oleh aparatur penyelenggaraan negara baik pemerintah tingkat pusat maupun pemerintah tingkat daerah yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.
Ketiga, adanya dugaan pelanggaran terstruktur seperti penggerakan massa pemilih dari luar
daerah untuk menggunakan surat
suara pada saat pemungutan
suara
Impor Gula Mentah, Rembesan Gula Rafinasi Disorot
Adanya rembesan gula rafinasi
untuk industri makanan dan
minuman ke pasar konsumsi
menjadi sinyal bahwa impor
gula mentah yang dilakukan selama ini jauh di atas kebutuhan.
Sekretaris Jenderal DPN
Asosiasi Petani Tebu Rakyat
Indonesia (APTRI) M. Nur
Khabsyin menjelaskan bahwa
gula rafinasi yang diedarkan
sebagai gula konsumsi dikemas dalam plastik berwarna
putih dengan ukuran 1 kilogram.
Penggantian karung gula
rafinasi dan gula konsumsi
pun menjadi salah satu modus yang banyak digunakan.
Oleh karena itu, APTRI
mengharapkan pemerintah
meninjau kembali pelaksanaan revisi Permendag 1/2019.
Di sisi lain, Asosiasi Gula
Indonesia (AGI) berpandangan perlu adanya pendataan
mengenai realisasi impor gula
mentah yang dialokasikan
untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi guna menyikapi
temuan rembesan gula rafinasi di pasar.
Direktur Eksekutif AGI Budi
Hidayat mencatat sejak September 2019—Maret 2020,
pemerintah telah menerbitkan
persetujuan impor 786.502
gula mentah untuk kebutuhan
konsumsi. Sebanyak 252.630
ton di antaranya dilaporkan
telah terealisasi 100% per 1
April 2020 ketika harga gula
menyentuh Rp19.000 per kilogram di tingkat eceran akibat
pasokan yang berkurang.
Budi pun mengemukakan
bahwa dia belum menerima
laporan soal temuan rembesan gula tersebut. Meski
demikian, dia tak memungkiri
jika pasokan gula cenderung
memadai.
Tax Holiday, KBLI Bertambah Demi Investasi
Terdapat empat bidang usaha dan 11 jenis produksi atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang bisa
mendapatkan stimulus berupa fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan atau tax holiday dari Pemerintah Indonesia.
Pemerintah memperluas jumlah sektor
usaha yang bisa
mendapatkan fasilitas pengurangan
pajak penghasilan
badan atau tax holiday.
Langkah itu dilakukan
melalui penerbitan Peraturan
Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) No. 7/2020
tentang Rincian Bidang Usaha
dan Jenis Produksi Industri
Pionir serta Tata Cara Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak
Penghasilan Badan.
Total terdapat 11 Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang ditambahkan
dalam daftar penerima tax
holiday tahun ini. Dengan
demikian, total KBLI yang bisa
memperoleh fasilitas perpajakan tersebut menjadi 185.
Sebelumnya, dalam Peraturan
BKPM No. 8/2019, fasilitas tax
holiday hanya bisa dimanfatkan oleh 174 KBLI.
Adapun, sektor yang paling
banyak mendapatkan penambahan KBLI yang diberikan
fasilitas perpajakan adalah
industri pengolahan berbasis
hasil pertanian, perkebunan,
atau kehutanan yang menghasilkan bubur kertas (pulp)
tanpa atau beserta turunannya.
Jumlah industri yang ditambahkan sebagai penerima tax
holiday mencapai enam KBLI.
Selanjutnya, terbanyak kedua
adalah industri kimia dasar
organik yang bersumber dari
minyak bumi, gas alam, dan/
atau batu bara tanpa atau beserta turunannya yang terintegrasi. Terdapat tiga KBLI yang
ditambahkan sebagai penerima
tax holiday.
Sementara itu, Ketua Bidang
Keuangan dan Perbankan
Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani mengatakan penambahan
bidang usaha penerima tax
holiday menjadi angin segar
bagi pelaku bisnis di tengah
himpitan resesi. Menurutnya, selama ini pemerintah hanya menyampaikan
data terkait dengan komitmen
dan realisasi sebuah perusahaan, serta jumlah tenaga kerja
yang terserap.
Evaluasi ini, lanjutnya,
sangat penting sebagai bentuk
pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat, serta
untuk mengetahui potensi
pajak yang hilang akibat pemberian tax holiday.
Perekonomian Jelang Tutup Tahun, Pendapatan Negara Terpukul Pandemi
Pendapatan negara hingga November 2020 mengalami penurunan sebesar 15,1% secara tahunan menjadi
Rp1.423 triliun dibandingkan dengan 2019 yang mencapai Rp1.676 triliun.
Sementara itu, kalangan ekonom menilai
bahwa kondisi yang
sedang krisis karena
pandemi Covid-19
berdampak langsung pada penerimaan negara,
khususnya pajak. Begitu pula
dengan produksi meski pemerintah mengklaim kondisi perlahan membaik.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penerimaan tersebut sudah
mencapai 83,7% berdasarkan
Peraturan Presiden (Perpres)
72/2020.
Sri Mulyani menjelaskan
bahwa berdasarkan komponennya, penerimaan pajak tercatat
sebesar Rp925,34 triliun atau
mencapai 77,2% dari target
Rp1.198,8 triliun.
Adapun untuk penerimaan
negara bukan pajak (PNBP),
tercatat sebesar Rp304,9 triliun.
Capaian tersebut telah melebihi 100% target, yaitu Rp294
triliun.
Selain itu, hibah juga melebihi target karena berhasil terkumpul Rp9,3 triliun. Perpres
72/2020 mematok penerimaan
hibah sebesar Rp1,3 triliun,
sehingga realisasinya 714,1%
Jika diperinci, belanja
pemerintah pusat mencapai
Rp1.558,7 triliun, sehingga pengeluaran tersebut 78,8% dari
target Rp1.975,2 triliun.
Adapun, untuk transfer ke
daerah dan dana desa (TKDD)
sebesar Rp748 triliun. Dalam
hal ini tingkat pencapaiannya sudah 97,9% dari target
Rp763,9 triliun. Di sisi lain
keseimbangan primer defisit
adalah Rp582,7 triliun dan
berdasarkan Perpres 72/2020
dipatok Rp700,4 triliun, sehingga tercapai 83,2%.
Dihubungi secara terpisah,
ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan bahwa baik
pendapatan maupun belanja
pemerintah jauh dari pencapaian karena tahun ini penuh
dengan ketidakpastian. Pandemi Covid-19 menjadi masalah
utamanya.
Penerimaan yang masih
83,7% disebabkan banyak
sektor industri lesu, sehingga
hampir semua merugi dan
akibatnya sulit membayar
pajak.
“Di sisi lain aktivitas
ekonomi juga menurun.
Kalau menurun, pajak
seperti PPn menurun,”
katanya.
Adapun untuk 2021, menurut
dia, akan berbeda perlakuannya karena fokus pemerintah
pada meningkatkan kapasitas
produksi, tidak lagi sepenuhnya
bantuan sosial. Distribusi vaksin
Covid-19 pada triwulan I diharapkan bisa menjadi pengubah
permainan.
“Sehingga mobilitas masyarakat jadi lebih bagus untuk
triwulan II, III, dan IV. Kalau
konsumsi domestik sudah pulih,
paling tidak 3,5% pertumbuhan ekoonmi sudah di tangan,”
ucapnya
Ekspor Kolang Kaling Raya Simalungun Naik 100 Persen
Pertumbuhan ekspor kolang-kaling Raya, Kabupaten Simalungun kian membaik. Permintaan dari luar negeri naik 100 persen.
“Kami tetap jaga kualitas kolang-kaling. Nilai ekspor dalam sebulan terakhir melebihi target pemasaran, naik dari 20 ton menjadi 40 ton,” kata Reno Karno Saragih, agen pengumpul kolang-kaling di Raya, Senin (21/12).
Kolang-kaling Raya pada mulanya diekspor ke Filipina dan Vietnam. Guna memaksimalkan pemasaran, diperluas ke Singapura dan Thailand. Untuk bisa mencukupi permintaan luar negeri, pihak Reno berusaha mengumpulkan kolang-kaling dari berbagai daerah bahkan dari luar Kabupaten Simalungun.
Masuknya komoditi kolang-kaling Raya ke luar negeri setelah dijalin kerjasama dengan PT Furnindo Sagala Perkasa yang berkantor pusat di Tanah Tinggi-Jakarta. Kualitas kolang-kaling Raya tidak diragukan lagi sehingga diminati konsumen dari luar negeri.
Jelang Natal Harga Aneka Daging dan Telur Semakin Melonjak
Harga aneka jenis daging ayam dan telur yang diperdagangkan H-4 menjelang Natal, Senin (21/12) kembali melonjak, seperti daging ayam broiler sebelumnya Rp 32.000 per Kg naik menjadi Rp 36.000 per Kg, daging ayam kampung dari Rp 55.000 per Kg menjadi Rp 65.000 per Kg, sehingga dikeluhkan masyarakat.
Demikian juga dengan harga telur ayam broiler dari sebelumnya Rp 40.000 per papan, naik menjadi Rp 48.000 per papan, telur ayam kampung dari sebelumnya Rp 2.500 per butir menjadi Rp 3.000 per butir, telur bebek dari Rp 2.000 per butir menjadi Rp 2.500 per butir.
Bangun Pusat Riset Herbal di Toba Luhut Gandeng Dua Kampus China
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membangun pusat riset tanaman herbal di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
“Dari Pak Luhut, inisiatif pribadi beliau, beliau akan buat sekitar 500 hektare di Toba untuk kebun herbal, “ kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto dalam webinar di Jakarta, Senin.
Seto menuturkan untuk mendukung rencana tersebut, Luhut pun telah berkomunikasi dengan dua universitas asal China yang terkenal akan riset tanaman herbalnya, yakni Zhejiang Chinese Medical University dan Yunnan University.
Luhut juga disebutnya akan mengundang produsen obat herbal eksisting seperti Dexa-Medica atau perusahaan lainnya untuk ikut melakukan kerja sama riset.
Dalam kunjungan kerjanya ke China Oktober lalu, Luhut yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas kerja sama pengembangan pusat konservasi, penelitian dan inovasi tanaman obat China-Indonesia di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Bank Kalsel Siap Laksanakan Perintah Jokowi untuk Percepat Akses Keuangan Daerah Melalui Mekanisme Ekosistem Keuangan Daerah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) hari ini. Kamis (10/12/2020). Rakornas ini diselenggarakan memuat beberapa agenda, seperti diskusi interaktif, peluncuran roadmap TPAKD 2021-2025, penyampaian arahan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemberian penghargaan TPAKD 2020.
Pada rakornas tersebut, Presiden Jokowi meminta agar TPAKD menghadirkan inovasi sesuai dengan karakter kelompok-kelompok sasaran. “TPAKD harus lebih aktif terlibat untuk mendorong pendirian kelompok-kelompok usaha, kelompok-kelompok tani, terutama koperasi.”
Menjawab arahan Presiden Jokowi, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) sebagai salah satu cara untuk mendukung percepatan akses keuangan daerah. “Bank Kalsel siap laksanakan arahan Presiden Jokowi, dengan penerapan EKD. Kami juga siap mendukung dan bersinergi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso maupun Mendagri Tito Karnavian untuk bersama menerapkan arahan tersebut.”
Konsep ini telah disetujui oleh Pemprov Kalsel yang disisipkan dalam Rancangan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Tentang Optimalisasi Penerimaan Pendapatan Daerah dan draftnya telah disampaikan ke Kemendagri untuk dikaji lebih dalam. “Harapannya konsep EKD ini dapat segera terealisasi, “ tutup Agus.
Untuk diketahui, konsep EKD yang diinisiasi oleh Agus Syabarrudin dapat memberikan benefit bagi masyarakat luas yang terlibat langsung maupun tidak langsung,.
QRIS Kalsel Capai 53.716 Merchant
Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) terus alami pertumbuhan seiring digitalisasi transaksi terlebih di masa pandemi.
Di pengujung 2020, jumlah merchant QRIS secara nasional sebanyak 5.459.644 merchant dan di Kalimantan sebanyak 240.418 merchant atau 4,4 persen dari jumlah nasional. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8.48 persen dari Oktober 2020 yang tercatat sebesar 49.517 merchant.
Sementara, Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Kalsel pada November 2020 secara nominal mengalami kontraksi sebesar 7,50 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2020 yang tumbuh sebesar 6.09 persen.
Selanjutnya transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada November 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 21,15 persen dan 21,70 persen apabila dibandingkan Oktober 2020. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi LNPRT menjelang Pilkada 2020.
Transaksi ATM Debet di Kalsel pada Oktober 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 20,91 persen dan 14,77 persen, transaksi kartu kredit secara nominal maupun volume pada Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen dan 32,7 persen bila dibandingkan dengan September 2020.









