Sebulan Jual 100 Rak Tanaman Hias
Makin banyaknya yang pelihara tanaman hias, rupanya makin menggiurkan juga bagi pekerja serta pengusaha mebel untuk membuat rak dari kayu olahan untuk tanaman hias.
Rudy Iskandar, Owner Work Shop Kalimantan Ukir, Minggu (3/12) membenarkan, memang tanaman hias lagi tren, sehingga rak kayu untuk tanaman hias juga laku keras.
“Dalam satu bulan ratusan unit yang kami jual. Bahan dasarnya dari Kayu Ulin. Model rak tanaman hias ini saya jual di harga mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp 250.000 tergantung bentuk dan ukuran,” kata Rudy Iskandar.
Wisatawan Tembus 1.500 Orang
Setelah menikmati libur panjang Natal dan tahun baru, hari ini masyarakat berstatus karyawan, aparatur sipil negara dan lainnya, kembali beraktivitas. Terkait itu, pada Minggu (3/1) kemarin, warga membludak memadati objek wisata di Kabupaten Kotabaru.
Satu di antaranya Pantai Gedambaan. Pengelola wisata setempat mencatat sedikitnya 1.200 orang datang bersama keluarga atau pun kerabat. Meski tergolong cukup banyak, namun ternyata angka itu justru lebih sedikit dibanding sehari sebelumnya, Sabtu (2/1). Pengunjung Pantai Gedambaan yang berjarak 14 kilometer dari ibu kota kabupaten itu mencapai 1.500 lebih.
Hal itu dikemukakan Kepala UPT Objek Wisata Pantai Gedambaan, Zulham Fatoni kepada BPost, kemarin.
Kinerja Industri, Syariah Tetap Tangguh di Tengah Pandemi
Kinerja industri keuangan syariah disebut tetap tangguh, di tengah pandemi yang tecermin pada fungsi intermediasi dan pertumbuhan total aset. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan industri keuangan syariah berhasil tumbuh mengesankan selama 3 dasawarsa sejak bank syariah berdiri pertama kalinya di Tanah Air.
Hingga September 2020, Sri Mulyani memaparkan total aset keuangan syariah, tidak termasuk saham, telah mencapai Rp1.710,16 triliun atau setara dengan US$114,64 miliar dengan pangsa pasar 9,69%. Aset tersebut meliputi aset perbankan syariah sebesar Rp575,85 triliun, industri keuangan bukan bank yang syariah sebesar Rp111,44 triliun, dan pasar modal syariah sebesar Rp1.022,87 triliun. Dari sisi aset, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu naik 10,97 persen secara tahunan, dibandingkan dengan bank konvensional yang pertumbuhannya tercatat sebesar 7,7% secara tahunan
OJK pun menyambut positif pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk., hasil merger tiga bank syariah BUMN agar
menjadi katalis perkembangan keuangan syariah nasional karena bisa menjamah segmen mikro
Pemulihan Manufaktur, Industri Keramik Kian Kokoh
Industri keramik nasional terus bergeliat dan makin membaik setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Produsen keramik memproyeksikan rerata utilisasi pada 2021 akan meningkat ke level 72,5%, kendati sebelumnya sempat anjlok hingga 30% pada kuartal II/2020. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan sejumlah faktor yang mendukung pemulihan industri keramik lebih cepat, di antaranya stimulus penurunan harga gas tertentu yakni US$6 per MMBtu dan pemberlakuan safeguard untuk produk impor China, India, dan Vietnam sebagai upaya mendukung industri dalam negeri.
Dari sisi produksi, dia memproyeksikan pada 2021 akan mendekati 400 juta m2. Jika angka itu tercapai, maka Indonesia berpotensi memperbaiki peringkat produsen terbesar di dunia menjadi ranking 6 atau 7, naik dari posisi pada 2019 di peringkat 8.
Penyampaian SPT Tahunan, Kepatuhan Wajib Pajak Meningkat
Kepatuhan formal wajib pajak pada tahun ini meningkat sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memperpanjang batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, rasio kepatuhan formal wajib pajak telah mencapai 76,86%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan capaian sepanjang tahun lalu yang tercatat hanya mencapai 72,9%. Dari sebanyak 19 juta wajib pajak yang telah menyampaikan SPT Tahunan, otoritas fiskal telah menerima sebanyak 14,6 juta SPT Tahunan yang meliputi wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak pada tahun ini memang cukup tertekan sejalan dengan banyaknya wajib pajak yang memanfaatkan insentif fiskal.
Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto menilai kebijakan pemerintah yang memperpanjang batas waktu penyampaian SPT Tahunan memang efektif meningkatkan kepatuhan. Menurutnya, ini adalah tren positif yang wajib dijaga pada tahuntahun mendatang, termasuk ketika relaksasi dihentikan saat pandemi Covid-19 telah berakhir.
Aturan Era Baru Liburan, Menilik Importasi Alat Covid-19
Aturan mengenai kewajiban melakukan rapid test antigen (RDT-Ag) dan polymerase chain reaction atau PCR bagi para pelancong menuai banyak polemik. Terlebih, tidak ada sanksi bagi pelanggarnya. Aturan yang diumumkan dan masa berlakunya yang terlalu berdekatan itu membuat masyarakat kalang kabut. Contohnya, SE No.3/2020 dari Satgas yang isinya mewajibkan masyarakat melakukan rapid test antigen saat menggunakan moda udara dan kereta api diterbitkan dan berlakunya 19 Desember 2020, tetapi surat baru beredar pada 20 Desember 2020. Di sisi lain, tidak ada sanksi dalam pelanggaran SE dari Kemenhub maupun Satuan Tugas. Sinisme publik juga muncul karena harga PCR dan rapid test antigen yang kepalang mahal hingga potensi kongkalikong dalam bisnis alat pendeteksi Covid-19 itu. Dalam penelusuran yang dilakukan Bisnis, harga sekali rapid test antigen berkisar Rp.300.000—Rp500.000, sementara harga patokan resmi Kementerian Kesehatan maksimal Rp250.000—Rp275.000. Di sisi lain, jika mengacu bahan paparan dari Menteri Luhut Binsar Pandjaitan, harga dasar rapid test antigen sebenarnya jauh di bawah patokan maksimal pemerintah maupun harga yang beredar di pasaran.
Terkait dengan importir, juga mengalami banyak pergeseran. Pada Agustus lalu, Bisnis mencatat, adanya perusahaan jasa keamanan yang mendapat rekomendasi mengimpor alat penanganan Covid-19. Namun pada Desember 2020, muncul tiga nama baru, yakni Jenny Cosmetics, Draeger Medical Indonesia, dan Pusat Keuangan Kemhan. Dalam penulusuran Bisnis, PT Jenny Cosmetics adalah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik sejak 1980, dan merupakan importir alat Covid-19 terbanyak US$25,7 juta atau Rp363,8 miliar. Bisnis telah berupaya mengonfirmasi perusahaan yang bersangkutan dengan mengirimkan pertanyaan melalui surat elektronik yang tercantum dalam laman resmi Jenny Cosmetics. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari perusahaan. Selanjutnya, juga ada PT Drager Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan di bidang teknologi dan medis. Perusahaan tersebut telah mengimpor alat penanganan Covid-19 senilai US$18,9 juta atau Rp267,5 miliar
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea & Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat mengatakan sesuai dengan mekanisme yang diatur, dalam konteks importasi alat penanganan Covid-19, otoritas tak pernah memandang latar belakang perusahaan.
Proyek Strategis Nasional, Waskita Garap 26 Proyek di Jawa
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyatakan terlibat dalam pembangunan 44 proyek strategis nasional dengan porsi terbanyak di Pulau Jawa. Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, dari total 44 proyek strategis nasional (PSN), sebanyak 26 proyek ada di Jawa.
Dari total proyek garapan perseroan, dia menegaskan sektor pekerjaannya yaitu seputar konektivitas, sumber daya air, kelistrikan, dan proyek gedung. Beberapa proyek PSN yang telah selesai dibangun emiten berkode saham WSKT itu misalnya tol layang JakartaCikampek II, tol Kanci-Pejagan, tol Pejagan-Pemalang, tol Pemalang-Batang, dan tol Batang-Semarang. Selain itu, jalan tol Solo-Ngawi, tol Ngawi-Kertosono, tol SalatigaKartasura, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Kertajati Majalengka, serta Bendungan Gondang. Destiawan juga menjamin 11 ruas jalan tol yang akan didivestasikan pada 2021 telah sesuai dengan kriteria premium yang bakal menarik bagi investor.
Konsumsi BBM Naik, Permintaan Trans-Jawa Naik 400%
Konsumsi bahan bakar minyak PT Pertamina (Persero) sepanjang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 terpantau naik 400% di sepanjang Tol Trans-Jawa. Pejabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Marthia Mulia Asri mengungkapkan kenaikan tertinggi pada tanggal 23—25 Desember 2020, yang mencapai 636 KL per hari. Adapun, konsumsi tertinggi terdapat di 2 SPBU Rest Area tol arah Surabaya, yaitu KM 379 A dan KM 429 A.
Marthia menerangkan peningkatan konsumsi BBM di Tol Trans-Jawa yang tertinggi adalah produk Pertamax Turbo dan Pertamax, khususnya untuk BBM jenis gasoline. Menurutnya Pertamax Turbo dan Pertamax dipilih karena kualitasnya yang mampu memberikan performa terbaik bagi mesin kendaraan, khususnya untuk menempuh perjalanan
jauh semasa libur panjang. Peningkatan konsumsi Pertamax Series juga diikuti dengan peningkatan konsumsi BBM berkualitas jenis gasoil, yaitu Pertamina Dex dan Dexlite.
Anggaran Infrastruktur, Tangkap Peluang Jalan Tol
Bisnis jalan tol bakal banyak terbantu oleh besarnya kue anggaran infrastruktur yang disediakan pemerintah hingga 2024 sehingga sejumlah emiten bersiap menangkap peluang itu. Selain emiten pelat merah seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk., swasta juga akan menikmati kue bisnis pembangunan jalan tol. Pasalnya, swasta yang berkecimpung dalam pembangunan jalan tol masih terbatas. Salah satu perusahaan swasta yang siap menangkap peluang itu, PT Nusantara Infrastructure Tbk. Presiden Direktur Nusantara Infrastructure, Ramdani Basri mengatakan pemerintah menganggarkan kurang lebih Rp2.035 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia pada periode 2020—2024. Dari total tersebut, sekitar 30% atau Rp623 triliun disediakan oleh pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sisanya, sekitar Rp1.435 triliun diharapkan datang dari swasta. Dalam waktu dekat, emiten dengan kode saham META ini siap ikut lelang proyek jalan tol JORR Elevated Cikunir—Ulujami. Perseroan pun telah membentuk konsorsium Jakarta Metro Expressway bersama PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Di dalamnya, META memegang porsi kepemilikan terbesar. Jalan tol tersebut akan dibangun sepanjang kurang lebih 20 kilometer dengan nilai investasi Rp20 triliun— Rp21 triliun.
Gula Konsumsi, Impor Jadi Opsi Amankan 2021
Indonesia diproyeksi mengimpor gula mentah sebanyak 646.944 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada rentang Januari—Mei 2021. Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, usulan volume impor tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi teknis yang dilaksanakan pada 23 November 2020 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Alokasi impor diberikan sebagai bagian dari pelaksanaan Permenperin No. 10/2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku dalam Rangka Pembangunan Industri Gula. Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud tidak langsung menjawab ketika Bisnis meminta konfirmasi.
Namun, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengungkapkan volume impor merupakan insentif bagi pabrik dan besaran alokasinya mengacu pada neraca gula. Rochim menambahkan alokasi tersebut masih bersifat tentatif dan bisa berubah sesuai perkembangan neraca gula. Berdasarkan perkiraan Kementerian Pertanian, stok akhir gula pada 2020 ditaksir mencapai 1,47 juta ton.
Alokasi impor sebagai tindak lanjut Permenperin No. 10/2017 telah dilaksanakan pada 2019 dan 2020 dengan volume masing-masing 470.802 ton dan 401.440 ton. Guna menanggulangi permasalahan stok dan harga gula yang terjadi pada semester I/2020, pemerintah juga menugasi 3 BUMN untuk mengimpor 150.000 ton gula kristal putih (GKP).









