Buka Layanan Klinik Industri Kecil Menengah
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni MT mengatakan, ada 73.000 merek industri di Bumi Lambung Mangkurat, namun persentase yang terdaftar sangat kecil.
Merek dagang yang terdaftar itu sangat penting, Sebab, jika ada orang lain yang menggunakan merek dan logo sama satu terdaftar resmi, maka ada konsekuensi hukum, bisa kena denda bahkan bisa minta royalti atas pemakaian merek maupun logo.
Pelaku IKM dapat berdiskusi dan bimbingan cara pendaftaran izin usaha industri, izin usaha mikro kecil menengah, cara mendapatkan nomor induk berusaha, serta cara mendapatkan izin usaha industri, mendaftarkan merek, hak cipta, hak paten, PIRT.
Klinik IKM ini bisa dilihat di media sosial yaitu Facebook dan Instagram. “Jika produk kita terlegalisasi maka keuntungannya adalah adanya kepercayaan masyarakat. Sebab, konsumen sekarang sudah cerdas, mereka memilih produk yang terjamin dan ada legalitas,” kata Wahyuni.
Pasca Evaluasi Bisnis 2020, GPEI Tetapkan 5 Opsi untuk Proyeksi Peningkatan Ekspor 2021
Kalangan dunia usaha di sektor ekspor yang terhimpun dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) menetapkan lima opsi sebagai agenda yang akan diajukan kepada pemerintah sebagai pertimbangan dan dorongan dalam proyeksi peningkatan prospek maupun volume ekspor dari Indonesia pada tahun 2021 ini.
“Kelima opsi atau agenda yang ditetapkan GPEI itu sebenarnya merupakan masalah krusial yang sudah terjadi selama ini, bahkan terasa semakin serius dan perlu perhatian khusus selama masa pandemi Covid-19. Kelima hal itu meliputi 1. Masalah standar kontainer di Indonesia. 2. Alokasi subsidi untuk sektor UMKM. 3. Target ekspor jangka menengah hingga 2023. 4. Daya saing dan kompetisi produk berkualitas ekspor, dan 5. Masalah kemudahan regulasi atau birokrasi,” ujar Ketua Umum GPEI Provinsi Sumut Khairul Mahalli kepada pers di kantornya, jalan Setiabudi Medan, Senin (4/1).
Petani di Sumut Kurang Bergairah Tanam Kedelai, Produksi Selama 2020 hanya 3946 Ton
Para petani di Sumatera Utara kurang bergairah bertanam kedelai karena bersaing harga dengan kedelai impor yang harganya jauh lebih murah dengan produk lokal. Umumnya petani bertanam kedelai setelah panen padi.
Data diperoleh SIB, kebutuhan kedelai di Sumut 95 % dipenuhi dari impor dan kualitasnya cukup baik,ketimbang kedelai produk lokal yang bentuknya kecil.
Yuspahri mengatakan, selama tahun 2020 produksi kedelai di Sumut hanya 3.946 ton dari luas panen 2.532 hektar dengan prosuktivitas 15, 59 kwintal per hektar.
Perkecil Ukuran Hingga Naikkan Harga
Harga kedelai impor melonjak berdampak terhadap pengrajin tahu dan tempe di berbagai tempat. Ada yang memilih menghentikan sementara produksi, ada mentaktisi dengan mengurangi jumlah maupun ukuran produksi, ada juga tetap berproduksi seperti biasa.
Saat ini harga kedelai impor tercatat Rp9.200 hingga Rp 10.000 perkilogram (kg). Padahal, harga kedelai sebelumnya berkisar Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per kg.
Produsen tahu di Kabupaten Majene, Ahmad Suhaedi mengatakan produksi tahu miliknya terpaksa dikurangi akibat dampak kenaikan harga bahan baku itu.
Pria asal Jawa Timur ini menjelaskan, biasanya membeli kedelai seharga Rp7.500 per kilogram, namun kini sudah mencapai Rp9.400 per kilogram. “Naiknya 1.900,” ujamya. Meski demikian, la tidak menaikan harga tahu yang dipasarkan. Ahmad Suhardi mengakali dengan cara memperkecil ukuran tahu.
Dana Pensiun, Dana Kelolaan Makin Moncer
Dana kelolaan industri dana pensiun di Tanah Air diproyeksi makin moncer pada 2021. Kestabilan kondisi lembaga keuangan bakal terasa sampai industri dana pensiun. Kemampuan pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program dana pensiun bakal turut terkerek. Selama pandemi Covid-19, industri dana pensiun tergolong kebal. Berdasarkan statistik dana pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2020, industri itu membukukan aset Rp 303,9 triliun atau tumbuh 7,04% dibandingkan dengan capaian pada November 2019 yakni Rp 293,9 triliun.
Para pelaku industri dana Pensiun perlu meningkatkan kualitas investasi sering adanya potensi peningkatan dana kelolaan. Selain itu, manajemen risiko harus diperketat agar dana yang dipercayakan para peserta dana pensiun tetap terjaga. Namun, industri membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Aset industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tumbuh sehingga bisa melampaui Rp 100 triliun. Capaian itu menjadi tolok ukur bahwa industri dana pensiun mampu mencetak pertumbuhan lebih tinggi.
Impor Komoditas Pangan, Lampu HIjau Gula, Tanda Bahaya Kedelai
Di sektor makanan dan minuman (mamin), isu kelangkaan stok gula kristal rafinasi (GKR) mulai menemui titik terang. Setelah mengalami krisis suplai bahan baku akibat keterlambatan izin impor pada kuartal IV/2020, pabrikan rafinasi akhirnya mengamankan lagi lampu hijau untuk mendatangkan gula kristal mentah (GKM) pada awal 2021.
Masalah kelangkaan GKR bagi produksi industri mamin untuk saat ini sudah bisa diredam. Terlebih, alokasi yang diberikan Kemendag sudah sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian. Jika izin impor GKM tak kunjung diterbitkan, kelangkaan GKR akan berimbas pada anjloknya produktivitas industri mamin. Dampaknya adalah kekosongan stok produk mamin di pasaran, efisiensi tenaga kerja di sektor mamin, serta penurunan produktivitas sektor hulu seperti peternak dan petani yang memasok daging, susu, buah, dan lainnya.
Tren Mobilitas Di Tengah Pandemi, Mobil Pribadi Mampu Unjuk Gigi?
Meski Covid-19 telah meluluhlantakkan penjualan otomotif hampir sepanjang 2020, pandemi setidaknya telah mengubah prespektif masyarakat dalam memilih moda transportasi sehari-hari. Pandemi virus corona menyebabkan mobilitas pribadi lebih besar dan dengan demikian meningkatkan kepadatan lalu lintas. Kendaraan modern dengan perangkat lunak prediktif kini menjadi bagian penting dari solusi kebutuhan mobilitas orang. Selain mobil, sepeda juga semakin meningkat akibat pandemi virus corona.
Secara keseluruhan, mobil adalah bagian dari perjalanan harian bagi kebanyakan orang. Di AS, Jerman, dan Prancis, lebih dari stengah dari mereka yang disurvei mengaku menggunakan kendaraan setiap hari atau hampir setiap hari dan sekitar sepertiga melaporkan mengendarai mobil setidaknya sekali sepekan. Sebagai konsekuensi dan penyebaran global virus corona, kebiasaan mobilitas sehari-hari telah berubah secara siginifikan di seluruh dunia.
Industri otomotif perlu melakukan transformasi digital agar dapat memnuhi permintaan pelanggan yang diprediksi melonjak pada 2021. Melalui penerapan teknologi akan muncul kekuatan baru bagi industri otomotif, terutama dalam hal meningkatkan kualitas pelayanan dan interaksi dengan konsumen. Situasi penuh ketidakpastian akibat pandemi akan melambungkan jual beli mobil bekas. Pelaku industri juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan memberikan transaksi yang lebih aman.
Target Penerimaan Pajak, Beban Berat Tahun Pemulihan
Penerimaan pajak pada tahun lalu diprediksi tenggelam di kisaran -17,9% sampai dengan -18,2%. Angka tersebut mengacu pada tren penerimaan pajak pada bulan terakhir tiap tahun. Realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari-November 2020 tercatat mencapai Rp 925, 34 Triliun. Dengan menggunakan skema penghitungan diatas, maka proyeksi penerimaan pajak sepanjang tahun lalu berada di kisaran Rp 1.088,37 triliun - Rp 1.093,14 triliun. Target penerimaan pajak 2021 dipatok sebesar Rp 1.229,6 triliun. Angka itu tumbuh 2,5% dibandingkan dengan outlook APBN 2020 senilai Rp 1.198,8 triliun.
Kinerja penerimaan pajak sepanjang 2020 mencatatkan hasil -16%. Setoran pajak memang cukup seret sejalan dengan masih belum pulihnya ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Kinerja penerimaan pajak penghasilan (PPh) orang pribadi masih cukup solid. Sementara kinerja pajak pertambahan nilai (PPN) yang mencatatkan penurunan dalam rentang proyeksi sebesar -14%. Kinerja PPh Badan biasanya sejalan atau tidak jauh berbeda dibandingkan dengan performa PPN. Kontraksi pertumbuhan pajak akan relatif cukup dalam. Hal ini berbeda dibandingkan dengan kontraksi di sektor ekonomi yang justru menurutnya lebih baik.
Pandemi cukup menekan penerimaan negara, hal itu berdampak pada membengkaknya defisit anggaran menyusul besarnya kebutuhan belanja yang harus digelontorkan oleh pemerintah. Tantangan 2021 masih kuat, vaksinasi tak mengurangi beratnya beban fiskal pemerintahan di tahun pemulihan ini. Langkah yang bisa dilakukan di antaranya mengerem stimulus fiskal, atau makin gencar berburu sumber penerimaan baru.
Investor Besar Dibalik Reli Bitcoin
Reli harga bitcoin hingga mencapai rekor tertinggi tembus US$ 30.000 untuk pertama kalinya pada Sabtu (2/1) pekan lalu dan naik lebih dari 300% sepanjang 2020 antara lain didorong oleh masuknya investor-investor. Pada Senin (4/1) siang di Asia, menurut data CoinDesk, bitcoin diperdagangkan pada harga US$ 32.668,93. Mata uang digital ini sudah hadir sekitar 10 tahun lebih. Tapi popularitasnya baru naik tahun lalu di kalangan investor. Kalanganan yang bullish berpendapat bahwa bitcoin dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, mirip dengan peran emas. Beberapa miliarder kondang Wall Street terang-terangan mendukung mata uang digital ini. Faktor pendorong yang kedua reli bitcoin sekarang ini adalah para investor ritel yang tidak mau ketinggalan kesempatan. Banyak yang sudah membuka rekening di bursa kripto karena pembeliannya sekarang sudah lebih mudah
14 Proyek Migas Segera Beroperasi
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 14 proyek hulu migas beroperasi
pada 2021. Proyek migas ini akan menopang target produksi minyak tahun ini yang
ditetapkan sebesar 705 ribu barel per hari (bph) dan gas 5.638 juta kaki kubik
per hari (million standard cubic feet per dayMnscfd).
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, 12 proyek diantaranya di luar proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasi ke-12 proyek ini tercatat sebesar US$ 354 juta. “Dan akan memberikan tambahan produksi minyak 27 ribu bph dan gas 492 MMscfd,” kata dia dalam jumpa pers daring, akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, beberapa proyek yang dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun depan ini diantaranya, Proyek Seng Segat di Blok Bentu oleh EMP Bentu Ltd, Proyek Bambu Besar, Akasia Bagus, dan Pengurasan Minyak Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery/EOR) Lapangan Jirak oleh PT Pertamina EP, dan Proyek KLD di Blok Offshore North West Java (ONWJ) oleh PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Pengembangan Lapangan Sidayu dan West Pangkah di Blok Pangkah dikerjakan oleh PT Saka Energi Indonesia. Proyek West Pangkah mencakup pengeboran empat sumur dengan proyeksi produksi minyak sekitar 2.000 bph dan gas 23 MMscfd. Selanjutnya, Lapangan Sidayu mencakup pengeboran tiga sumur dengan produksi minyak sekitar 7.000 bph dan gas 3,9 MMscfd. Berikutnya, Proyek Merakes oleh ENI Indonesia mencakup pengeboran enam sumur bawah laut serta pembangunan sistem pipa bawah laut yang akan terhubung dengan fasilitas produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau. Puncak produksi Lapangan Merakes diperkirakan bisa mencapai 60.305 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Proyek Bambu Besar direncanakan dapat memproduksi minyak sekitar 1.600-1800 bph. Proyek Akasia Bagus ditargetkan menghasilkan minyak 2.500 bph dari pengeboran enam sumur. Terakhir, Proyek Seng Segat sempat ditargetkan beroperasi di 2019. Proyek ini diperkirakan bisa menghasilkan gas 60 MMscfd.
Proyek JTB senilai US$1,53 miliar terdiri dari pengerjaan FEED (Front End Engineering Design), Land Acquisition (Pengadaan Tanah), Kontrak EPC Early Civil Works, Kontrak EPC GPF serta Drilling (Pemboran Sumur). Proyek ini ditargetkan menghasilkan gas bersih sebesar 192 MMScfd. Selanjutnya, Tangguh Train-3 diproyeksikan mencapai puncak produksi gas sebesar 700 MMScfd dan minyak 3.000 bph. Konstruksi fasilitas darat proyek senilai US$ 8,9 miliar ini telah mencapai 88,27% dan fasilitas lepas pantai 98,27% per September lalu.
SKK Migas memproyeksikan produksi sejumlah blok
migas yang menjadi andalan justru bakal turun di tahun depan, yakni Blok Cepu,
Blok Rokan, dan Blok Mahakam. Namun, produksi minyak diperkirakan lebih rendah
dari 2020 lalu. “Rata-rata produksinya sekitar 165 ribu bph di 2021,” tuturnya.
Produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 170 ribu bph. Untuk itu pihaknya akan mendorong rencana investasi
pengeboran oleh Chevron senilai US$ 154 juta dapat terealisasi penuh sampai
Juli 2020. Mengacu data SKK Migas, dana ini untuk pengeboran 11 sumur di 2020
dan 107 sumur di 2021. “Setelah pindah [pengelolaannya] ke Pertamina akan
mengebor hingga 84 sumur, ini sedang diskusi bagaimana bisa capai ini dengan
waktu singkat,” jelas Jaffee, Deputi Perencanaan SKK Migas









