Perbanyak Stimulus dan Penyaluran Pinjaman
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2021 menjadi Rp253 triliun, meningkat dibandingkan plafon yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu sebesar Rp220 triliun.
Kebijakan ini disambut baik oleh BRI sebagai lembaga keuangan terbesar penyalur KUR. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa perseroan akan terus berkomitmen mendukung kebangkitan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui dua langkah.
Pertama melalui penyaluran stimulus dan kedua via penyaluran pinjaman agar roda usaha pelaku UMKM kembali berputar. Sejak awal Januari 2020 hingga 25 Desember 2020, BRI telah berhasil menyalurkan KUR Mikro senilai Rp125,3 triliun kepada lebih dari 5,2 juta penerima.
Kendaraan Listrik : Insentif Percepat Pengembangan
Pemerintah menargetkan 15 juta kendaraan listrik, yang
terdiri dari 2 juta roda empat dan 13 juta roda dua, beroperasi di Indonesia
pada 2030. Pencapaian target itu dapat menghemat impor BBM setara 77.000 barel
per hari. Penghematan impor BBM akan menghemat devisa 1,8 miliar dollar AS dan
menurunkan emisi gas karbon 11,1 juta ton.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa berpendapat, untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah harus mampu menciptakan pasar kendaraan listrik.
Caranya, antara lain, mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pejabat di lingkungan pemerintahan pusat dan daerah serta kendaraan angkutan umum. Apabila ada permintaan, industri bakal berminat mendirikan manufaktur kendaraan listrik.
Hal lain yang perlu didorong, lanjut Fabby, adalah memperbanyak stasiun pengisian daya baterai kendaraan listrik. Apabila ketersediaan stasiun tersebut memadai, masyarakat akan merasa nyaman dan aman memiliki kendaraan listrik.
BUMN : Indonesia Financial Group Melaju
Indonesia Financial Group, perusahaan induk asuransi, investasi, dan penjaminan milik negara, membukukan aset Rp 76,2 triliun per Desember 2020. Aset secara konsolidasi tersebut tumbuh dari Rp 72,5 triliun per Maret 2020. Adapun total premi bruto Rp 18 triliun dan dana kelolaan konsolidasi Rp 81,8 triliun per akhir 2020.
Direktur Utama IFG Robertus Bilitea saat dikonfirmasi, Minggu (3/1/2021), mengatakan, pertumbuhan aset sejalan dengan tujuan strategis pembentukan induk usaha, yakni menciptakan pertumbuhan bisnis anak perusahaan dengan mengedepankan asas kehati-hatian.
IFG memiliki sembilan entitas anak usaha, yakni PT Jasa Raharja, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PTAsuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Graha Niaga Tata Utama, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Sekuritas, PT Bahana Artha Ventura, dan PT Bahana Kapital Investa.
Distribusi Vaksin : Tenaga Kesehatan Diutamakan
Sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, mulai didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia. Menurut rencana, vaksinasi mulai dilakukan pekan kedua atau ketiga Januari 2021 setelah mendapat izin penggunaan darurat dan ditujukan untuk tenaga kesehatan.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Biofarma Bambang Herianto dalam jumpa pers daring di Jakarta, Minggu (3/1/2021), mengatakan, pihaknya telah menerima 3 juta dosis vaksin Sinovac. Produk itu mulai didistribusikan ke daerah. Distribusi rantai dingin disiapkan sebelum vaksin digunakan.
Vaksin Covid-19 kini dalam proses kajian aspek kehalalannya oleh Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Kajian digunakan untuk mendapatkan fatwa ulama Indonesia dan sertifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menambahkan, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan dalam dua periode dan membutuhkan waktu 15 bulan, yakni Januari 2021 hingga Maret 2022. Periode pertama berlangsung Januari hingga April 2021 dan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan serta 17,4 juta petugas publik di 34 provinsi.
Periode kedua berlangsung 11 bulan sejak April 2021 hingga Maret 2022. Vaksinasi periode kedua ditujukan untuk semua penduduk selain tenaga kesehatan dan petugas publik.
Peraturan Devisa Ekspor Impor Diperlonggar
Bank Indonesia (Bl) melonggarkan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Pembayaran Impor (DPI). Kebijakan bank sentral ini menjadi insentif bagi dunia usaha yang terdampak pandemi Covid-19.
Pelonggaran aturan itu tertuang di Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/21/PBI/2020 yang berlaku mulai 1 Januari 2021. Beleid ini merupakan perubahan dari PBI Nomor 21/14/PBI/2019.
Ada tiga poin perubahan aturan. Pertama, perubahan aturan selisih kurang nilai DHE. Kedua, perubahan tentang pengkreditan penerimaan DHE. Ketiga, perubahan pengenaan sanksi administratif yang mulai berlaku pada 1 Januari 2022.
Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro menyambut baik relaksasi ini. Ia meminta Bl lebih getol melakukan sosialisasi kepada eksportir. Sebab, ada permasalahan di lapangan.
Toto berharap, pelonggaran aturan ini terus dibarengi dengan mempermudah proses dan arus ekspor barang. Dengan demikian, ekspor mampu menopang proses pemulihan ekonomi nasional sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.
Program PEN : Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2020 Masih Tersisa Rp 192,59 Triliun
Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020 diproyeksikan tidak terserap seluruhnya. Kementerian Keuangan mencatat, per 23 Desember 2020, realisasi program PEN baru Rp 502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp 695,2 triliun. Alhasil, masih ada Rp 192,49 triliun yang belum terpakai.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, anggaran PEN 2020 tidak akan terserap seluruhnya karena tergantung pada kebutuhan program. Misalnya, anggaran penanganan kesehatan sebagian akan dialokasikan untuk pengadaan vaksin dan vaksinasi tahun 2021 senilai Rp 36,4 triliun.
Beberapa anggaran yang masih tersisa banyak di antaranya, anggaran klaster kesehatan tersisa Rp 45,1 triliun, insentif usaha dalam bentuk perpajakan masih ada Rp 65,88 triliun, dan anggaran dukungan badan usaha milik negara (BUMN) dan korporasi tersisa sekitar Rp 52,57 triliun.
Pemerintah bakal melanjutkan program PEN pada tahun ini dengan anggaran mencapai Rp 372,3 triliun. Alokasi tersebut belum termasuk sisa anggaran PEN 2020.
Pilihan Investasi 2020 : Aset Berisiko Makin Menarik di Tahun 2021
Menurut data Coinbase, di akhir tahun lalu kurs bitcoin mencapai USS 28.897,40 per btc. Jadi, sepanjang tahun lalu, harga bitcoin naik 302%.
Harga bitcoin mulai melesat di Oktober tahun lalu. Salah satu faktornya, investor institusi mulai masuk ke bitcoin. Salah satunya Massachusetts Mutual Life Insurance, yang membeli USS100 juta bitcoin awal Desember lalu.
Setelah bitcoin, emas juga memberi cuan lumayan tahun lalu. Jika Anda membeli emas Antam di akhir 2019 di harga Rp 771.000 per gram dan menjualnya saat harga buyback emas Antam mencapai Rp 855.000 akhir tahun lalu, Anda memperoleh cuan sebesar 10,89%.
Tahun ini, instrumen investasi pemberi cuan besar tersebut tetap bisa diandalkan. Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menilai, harga obligasi, misalnya, masih akan naik seiring tren penurunan suku bunga acuan. Yield SUN tenor 10 tahun bisa mencapai rentang 5,5%-5,7%. Saat ini yield sudah 5,86%. Bitcoin juga masih menarik. Christopher menilai harga bisa mencapai USS 100.000 hingga USS 250.000 per btc.
Geliat Perusahaan Rintisan, Gurita Bisnis Alibaba & Langkah Jack Ma di Indonesia
Investasi Alibaba di Indonesia ternyata tak hanya di startup dan e-commerce. Saham sejumlah perusahaan di sektor perbankan dan logistik pun sudah digenggam. Alibaba justru menjadi saham primadona di mata para analis. Pasalnya, situasi ini sebenernya dapat dimanfaatkan oleh investor ritel. Tren jatuhnya harga saham Alibaba justru bisa dimanfaatkan para investor ritel untuk mengeruk keuntungan jangka panjang. Pelan tapi pasti, dalam 2 tahun terakhir perusahaan rintisan miliarder Jack Ma tersebut telah memperluas pengaruhnya di Indonesia ke segmen perbankan. Persaingan di sektor perbankan memang tidak akan mudah.
Manuver bisnis Alibaba di Indonesia bermula pada 11 April 2016. Alibaba mengumumkan pendanaan pertama mereka terhadap Lazada. Alibaba menyuntik perusahaan e-commerce asal Singapura tersebut dengan dana US$ 1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lokasi operasional Lazada. Alibaba memperoleh akses ke platform dengan basis konsumen yang besar dan berkembang di luar China.
Untuk investasi kedua di Lazada, Alibaba tidak sekedar bertekad merebut pangsa pasar e-commerce. Sekitar 10 bulan sebelumnya, Alibaba telah mencaplok 20% saham Ascend Money, perusahaan pembayaran digital asal Thailand yang terkenal dengan layanan bernama True Money. True Money yang telah beroperasi di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja lantas diintegrasikan sebagai salah satu opsi pembayaran yang bisa dipakai untuk layanan Lazada di berbagai negara Asia Tenggara.
Berdiri di tiga kaki e-commerce tampaknya juga belum bikin Alibaba puas. Perusahaan internet dan teknologi ini santer disebut-sebut akan segera berinvestasi di Grab dan OVO. Meski demikian, hingga kini belum ada kesepakatan yang terjalin antara kedua pihak.
Industri Berbasis Kedelai, China Jadi Biang Kerok Aksi Mogok
Membeludaknya permintaan kedelai China ke Amerika Serikat pada Desember 2020 dituding sebagai biang keladi anomali harga komoditas tersebut, yang berujung pada demotivasi produsen tahu dan tempe di Indonesia pada Januari 2021. Sekjen Kementrian Perdagangan Suhanto mengatakan pada Desember 2020, harga kedelai dunia menembus US$ 12,95 /bushels, naik 9% dari bulan sebelumnya senilai US$ 11,92 /bushels. Indikator harga kedelai di FAO pun naik 6% pada rentang yang sama, alias dari US$ 435 per ton menjadi US$ 461 per ton.
Faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia adalah lonjakan permintaan dari China kepada AS selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Akibat aksi China, kontainer di pelabuhan di Los Angeles, Long Beach dan Saavannah AS berkurang sehingga terjadi kemacetan arus pasok ke berbagai negara nett importer kedelai, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data BPS, rerata harga nasional kedelai pada Desember 2020 adalah Rp 11.298 per kg, turun 0,37% secara bulanan dan 8,54% secara tahunan. Namun, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe justru mengalami penyesuaian dari Rp 9.000 per kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500 per kg Desember 2020 atau sekitar 3,33%-5,56%. Importir harus segera melakukan antisipasi pasokan kedelai lantaran stok belum bisa ditambah dalam waktu dekat seiring dengan masalah pengapalan dan ketersediaan kontainer dunia yang masih terbatas.
Perajin akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan pergerakan harga kedelai impor, yaitu sekitar 20%. Terlebih, sejumlah perajin tahu dan tempe di berbagai daerah sudah merencanakan mogok produksi pada awal tahun ini sejalan dengan anomali harga kedelai impor, yang belum sanggup disubtitusi oleh produksi lokal.
800 Pelaku Usaha Urus Sertifikasi Halal
Data dari Dinas Perindustrian Kalsel hingga akhir tahun 2020, yang sudah urusi halal ada sekitar 800 pelaku usaha sektor makanan dalam negeri (MD), dan sebanyak 136 yang urusi badan usaha.
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, Minggu (3/1) menyatakan, dengan sertifikat halal, SNI, dan MD kepada pelaku industri diharapkan, usaha pelaku Industri dapat lebih maju dan diketahui masyarakat dari sebelumnya
Mahyuni menegaskan, dengan adanya sertifikat halal dan SNI, masyarakat tidak perlu takut lagi dalam membeli produk olahan para pelaku Industri di Daerah Kalsel, dikarenakan sertifikat ini menjamin, produk yang diolah berbahan baku halal.
Namun untuk mendapatkan sertifikat ini, pelaku IKM harus bisa memisahkan, antara Dapur tempat mereka memproduksi makanan untuk dijual, dengan dapur rumah tangga untuk mereka makan sehari-hari, dikarenakan hal ini merupakan satu di antara syarat untuk mendapatkan sertifikat halal.









