;

Kendaraan Listrik : Insentif Percepat Pengembangan

Ekonomi Mohamad Sajili 04 Jan 2021 Kompas
Kendaraan Listrik : Insentif Percepat Pengembangan

Pemerintah menargetkan 15 juta kendaraan listrik, yang terdiri dari 2 juta roda empat dan 13 juta roda dua, beroperasi di Indonesia pada 2030. Pencapaian target itu dapat menghemat impor BBM setara 77.000 barel per hari. Penghematan impor BBM akan menghemat devisa 1,8 miliar dollar AS dan menurunkan emisi gas karbon 11,1 juta ton.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa berpendapat, untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah harus mampu menciptakan pasar kendaraan listrik.

Caranya, antara lain, mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pejabat di lingkungan pemerintahan pusat dan daerah serta kendaraan angkutan umum. Apabila ada permintaan, industri bakal berminat mendirikan manufaktur kendaraan listrik.

Hal lain yang perlu didorong, lanjut Fabby, adalah memperbanyak stasiun pengisian daya baterai kendaraan listrik. Apabila ketersediaan stasiun tersebut memadai, masyarakat akan merasa nyaman dan aman memiliki kendaraan listrik.

 


Download Aplikasi Labirin :