Telkomsel dan Gojek Integrasikan Iklan Digital
Operator telekomunikasi Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital. Kali ini, keduanya mengintegrasikan layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz, super app khusus mitra usaha Gojek. “Kami semakin optimistis dalam menatap penguatan kemitraan strategis ini karena melibatkan pelaku UMKM yang menjadi aktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia. Terlebih, kita akan dihadapkan pada masa next normal,” kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, dalam keterangannya, Senin (25/1).
Hal tersebut pun memberikan peluang baru bagi para mitra usaha Gojek untuk memperluas pangsa pasar tepat sasaran dan mengembangkan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru yang mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds. “Kami berharap, kolaborasi antara MyAds dan GoBiz ini dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi UMKM di Tanah Air sekaligus membantu perekonomian negara untuk kembali tumbuh secara berkelanjutan,” imbuhnya
Sementara itu, Co-CEO
Gojek Andre Soelistyo
menuturkan, Gojek terus
mendukung pertumbuhan pelaku UMKM yang
menjadi tulang punggung ekonomi sejalan
dengan program pemerintah membangkitkan
UMKM Indonesia untuk
mendukung pemulihan
ekonomi nasional.
Hal tersebut diwujudkan melalui inisiatif #MelajuBersamaGojek yang
digalakkan sejak pertengahan tahun 2020.
GoBiz merupakan salah
satu solusi komprehensif Gojek untuk memfasilitasi pelaku UMKM go
digital di masa pandemi
Implementasi dari kolaborasi terbaru antara Telkomsel dan Gojek tersebut akan semakin memperkuat sinergi ekosistem keduanya. Sebelumnya, sebanyak lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel telah mendapatkan akses untuk berjualan langsung di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan para mitra reseller/outlet Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital. Telkomsel MyAds merupakan bagian dari Telkomsel DigiAds, solusi periklanan digital lengkap dengan tiga pilar produk utama, yaitu messaging, display, dan rewards.
Sementara itu, GoBiz merupakan super app yang diciptakan khusus bagi mitra usaha Gojek guna melengkapi solusi bisnis untuk UMKM di dalam ekosistem Gojek. Sejak 2018, GoBiz telah menjadi andalan para mitra dalam memenuhi kebutuhan bisnis sehari-hari dan mendukung pengembangan usaha. Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler digital terdepan di Indonesia yang telah menggelar lebih dari 233.000 BTS untuk melayani lebih dari 170 juta pelanggan yang tersebar hingga ke wilayah Tanah Air selama 25 tahun. Sementara itu, Gojek merupakan salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, yang memelopori konsep super app dan ekosistem terintegrasi. Gojek didirikan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat mempermudah kehidupan dengan menghubungkan konsumen dengan penyedia barang dan jasa terbaik
BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mengalami kenaikan 2,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year sebesar Rp 809,6 triliun. “Realisasi investasi kita itu mencapai Rp 826,3 triliun dari target investasi kita Rp 817,2 triliun. Artinya ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 9 triliun dari target,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Senin (25/1).
Realisasi investasi di sepanjang tahun lalu didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi. Realisasi PMDN ini naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 386,5 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun, atau berkontribusi 49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait
tetap bertahan PMA meski pandemi
disebabkan kepercayaan investor
terhadap perekonomian dalam negeri.
“Banyak yang bertanya kenapa PMA
bisa sedikit turunnya. Lembaga dunia
mengatakan FDI itu turun 30-40%, tapi
di Indonesia nggak lebih dari 10%,
artinya kepercayaan itu ada,”tegasnya.
BKPM juga mencatat realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun
atau menyumbang 49,5% dari total
investasi. Realisasi di Jawa turun 5,9%
dibandingkan periode sama 2020 Rp
434,6 triliun. Sementara itu investasi
di luar Jawa meningkat 11,3% (yoy)
menjadi Rp 417,5 triliun.
Ke depan, Bahlil memperkirakan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi nilai investasi di luar Jawa seperti di kawasan timur, Sumatera, Kalimantan akan terus meningkat. Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang tercatat Rp 144,8 triliun atau 17,5% dari total realisasi PMDN dan PMA.
Ketiga, sektor investasi yang besar
yakni industri logam dasar, barang
logam bukan mesin dan peralatannya
sebesar Rp 94,8 triliun atau 11,5%. Ini
menunjukkan bahwa aktivitas industri
mulai kembali bergeliat. “Industri
sudah jalan, ini bukan data-data asal
bapak senang. Ya tapi ini data yang
bisa diuji dan diverifikasi, saya syukur
jika ada yang mau verifikasi untuk
diskusi,”tuturnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan negara
asal PMA, terbanyak berasal dari Singapura sebesar US$ 9,8 miliar dengan
15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong
US$ 3,5 miliar dengan 2.789 proyek,
Jepang US$ 2,6 milia dengan 8.817
proyek, dan Korea Selatan US$ 1,8
miliar dengan proyek sebanyak 5.468.
Bahlil menambahkan, pihak nya diminta oleh Presiden Jo ko Widodo
(Jokowi) untuk dapat merealisasikan
target investasi di tahun ini sebesar
Rp 900 triliun. Angka tersebut tumbuh
4,8% dari target realisasi investasi yang
dicantumkan dalam sasaran strategi dan
indikator kinerja renstra BKPM sebesar
Rp 858,5 triliun. Target tersebut juga
meningkat 8,91% dari realisasi investasi
sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun.
(Oleh - HR1)
Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T
Realisasi investasi di sektor tekstil nasional sepanjang tahun 2020 menembus Rp 6 triliun, naik 29% dibanding tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun. Kenaikan investasi terjadi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). “Walaupun ada Covid-19, permintaan tekstil tetap naik, karena terkendalinya impor, sehingga optimisme pengusaha tumbuh dan mereka tetap percaya diri untuk investasi di tengah pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/1).
Dia menambahkan, langkah pengendalian impor oleh pemerintah juga memicu optimisme di kalangan investor, mengingat potensi pasar dalam negeri yang cukup besar. Iklim investasi yang positif semakin didukung oleh omnibus law yang diharapkan dapat semakin mempermudah investasi baru. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (25/1), investasi yang masuk ke sektor tekstil masih didominasi penanaman modal asing. Pada 2020, PMA di sektor padat karya tersebut mencapai US$ 279,8 juta atau sekitar Rp 3,94 triliun atau hampir dua kali lipat dibanding PMDN yang sebesar Rp 2,1 triliun. Investasi asing di sektor tekstil tersebut tumbuh 17,12% dibanding tahun 2019 yang sebesar US$ 238,9 juta. Dana asing tersebut masuk ke 1.782 proyek sektor tekstil nasional.
Senada dengan Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita
Wirawasta mengapresiasi langkah
KPPI yang telah memulai penyelidikan safeguard impor produk pakaian
dan aksesoris pakaian. Dia berharap,
besaran safeguard dapat menahan
impor sekaligus memulihkan kondisi
industri pakaian jadi, sehingga bisa
mendorong pertumbuhan industri
TPT dari hilir sampai ke hulunya.
(Oleh - HR1)
Potensi Devisa Tenaga Kerja Indonesia di Jepang Capai Rp 750 T
Potensi devisa dari tenaga kerja Indonesia di Jepang mencapai Rp750 triliun. Berbagai bidang kerja yang bisa diisi tenaga kerja Indonesia adalah mulai perawat (caregiver) hingga industri. “Dalam 10 tahun ke depan, Jepang membutuhkan sekitar 8-10 juta pekerja terdidik Indonesia untuk bekerja di berbagai jenis dan sektor industri. Dengan program Goes To Japan, Indonesia memerlukan investasi Rp. 15 triliun untuk membentuk 1 juta lulusan SMK-Sarjana yang siap kerja di Jepang, tetapi potensi devisa negara bisa mencapai sekitar Rp. 750 triliun; sebuah investasi yang tidak mudah dicapai oleh BUMN yang besar sekalipun,” kata Komisaris PT. Duta Global Insan Indonesia (DGII) Prof. Ace Suryadi, M.Sc, Ph.D, yang juga Dewan Pakar dan Ketua Pusat Kajian Kebijakan Pendidikan Nasional PGRI dalam webinar Duta Global to Japan yang digelar DGII bersama Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) pekan ini.
Melihat potensi tersebut,
Direktur Utama DGII Endraswari Safitri menyampaikan
sangat penting untuk menyosialisasikan peluang kerja dan
belajar di Jepang.
Sebagai langkah awal, DGII
dan UIA sudah menandatangani
Nota Kesepahaman (MOU)
dengan Liana Segrus, Co, Ltd –
Jepang sebagai Registered Supporting Organization. “Isi MOU
tersebut adalah kerjasama
untuk bidang akademik dan
pengiriman tenaga kerja terdidik ke Jepang. Kami dapat
menjamin, jika anak lulus dalam
pendidikan bahasa jepang dan
karakter, maka dapat langsung
berangkat ke Jepang,” ujar
Endraswari.
Apalagi, tambah Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU (Komisaris Independen PT Telkom Indonesia, TBK) ke depannya Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, ini akan menjadi permasalahan di bidang ketenaga kerjaan. Shinji Kurata, HR Department Advisor, Hitowa Holding Co.Ltd menjelaskan, salah satu tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di Jepang adalah tenaga kerja perawat. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2006 di Tokyo ini memiliki jasa pelayanan, yaitu pelayanan keperawatan untuk orang tua, anak-anak, individu, dan juga jasa pelayanan makanan.
Yoichiro Higashi, GM Business Development Group The
Nishiniphon Shimbun, Co.Ltd.
menjelaskan The Nishinippon
Newspaper adalah surat kabar
yang telah berdiri sejak 1876.
NNP ini adalah anggota dari
Actis Group Foreign Employment Center (AGFEC) salah
satu asosiasi ketenagakerjaan
asing di Jepang yang terbesar
di Kyushyu, imbuhnya.
Menanti Realisasi Investasi Pabrikan Mobil Listrik
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Senin (25/2) mengatakan, empat perusahaan besar akan mendorong segera merealisasikan investasinya, yang merupakan industri hulu-hulir mobil listrik.
Pertama, Contemporary Amperex Technology Co Limited atau CATL yang berencana membangun industri baterai terintegrasi dengan nilai foreign direct investment (FDI) mencapai US$ 5,2 miliar. Kedua, LG Energy Solution Ltd dengan nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar untuk industri baterai terintegrasi.
Ketiga, Badische Anilin-und Soda-Fabrik atau BASF berencana membangun industri precursor dan katoda. Keempat, Tesla, Inc. yang akan membuat ekosistem industri mobil listrik. Namun, Bahlil belum bisa menyampaikannya berapa nilai investasi BASF dan Tesla tersebut.
BKPM menargetkan realisasi investasi 2021 sebesar Rp 858,5 triliun. Angka tersebut naik 3,9% dibandingkan dengan realisasi 2020. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamanatkan realisasi investasi 2021 bisa mencapai Rp 900 triliun.
Terduga Penyuap Pengadaan PCR Ditangkap
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dibantu tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Senin (25/1/2021), menangkap dua orang di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kedua orang itu, yakni Imel Anitya dan Teddy Gunawan Joedistira, dari PT Genecraft Labs.
Diduga merupakan pemberi suap pengadaan alat pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) senilai Rp 1,36 miliar serta pengadaan bahan medis habis pakai dan reagen pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar pada program percepatan penanganan Covid-19 Pemprov Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2020.
Suap diduga diberikan kepada oknum pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 13 persen dari nilai kontrak.
Tantangan Mengelola Wakaf
Pengembangan lembaga keuangan berbasis sistem wakaf berpotensi besar di Indonesia. Potensi aset wakaf per tahun bisa mencapai Rp 2.000 triliun, sedangkan potensi wakaf uang Rp 188 triliun.
Presiden berharap gerakan ini tidak hanya meningkatkan literasi dan edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah, tetap juga menjadi upaya memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.
Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Tbk sekaligus Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, menyatakan Bank Syariah Mandiri yang ditunjuk pemerintah menjadi penerima wakaf uang akan mengelola wakaf tersebut melalui produk yang sudah disiapkan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Badan Wakaf Indonesia dan para nazir wakaf uang pada 2020 telah memobilisasi wakaf uang dan menginvestasikannya pada wakaf tunai berbasis sukuk (CWLS) ritel. Saat ini sudah terkumpul Rp 54 miliar dalam bentuk CWLS. Imbal hasil CWLS digunakan untuk membiayai beragam program sosial.
Hingga 20 Desember 2020, total wakaf tunai yang terkumpul dan dititipkan di bank sebesar Rp 328 miliar. Adapun proyek-proyek yang dilakukan berbasis wakaf sudah mencapai Rp 597 miliar.
Alat Tes Covid-19 Genose Disambut Positif Pengguna Angkutan Umum
Masyarakat pengguna angkutan publik jarak jauh menyambut baik rencana pemerintah untuk memanfaatkan alat tes Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose.
Dari keterangan tertulis yang dikutip Kompas, Senin (25/1/2021), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, alat deteksi Covid-19 Gadjah Mada Electric Nose (GeNose) akan digunakan secara acak pada moda transportasi bus dan kereta mulai 5 Februari 2021.
Alat ini berbeda dengan alat tes lain yang ada sekarang. GeNose menggunakan embusan napas untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hasil pemeriksaan tes menggunakan sistem kecerdasan buatan dan bisa selesai hanya dalam waktu beberapa menit dengan tingkat akurasi di atas 90 persen.
Selain cepat, pemeriksaan dengan GeNose juga berbiaya sangat murah, yakni Rp 15.000-Rp 25.000. Budi menjelaskan, pengecekan Covid-19 dengan GeNose dilakukan pertama kali di moda transportasi kereta api dan bus karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada biaya pengecekan Covid-19 dengan tes cepat (rapid) antigen atau PCR.
Konglomerasi Perbankan Semakin Menggurita
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menujukkan pertengahan tahun 2020, total asset konglomerasi keuangan sudah bernilai Rp 7.486 triliun. Angka itu setara 63,6% dari total aset Sistem Jass Keuangan (SJK) secara industri.
Dari jumlah total asset tersebut dominasi konglomerasi keuangan dipimpin oleh entitas utama yakni perbankan sebesar 95,7%.
Dua teratas diisi grup pelat merah. Grup Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di puncak dengan aset Rp 1.404,9 triliun. Menyusul Grup Bank Mandiri dengan aset Rp 1.375,4 triliun. Posisi ketiga diiisi grup swasta, yakni Bank Central Asia (BCA) dengan aset Rp 983,8 triliun.
Dari BUMN datang dari penggabungan tiga bank syariah milik bank BUMN yakni PT Bank Mandiri Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk dan PT Bank BNI Syariah. Bank hasil merger itu nantinya akan memiliki modal inti Rp 20,4 triliun. Malah tahun 2022 bank yang bernama Bank Syariah Indonesia ini bisa naik ke BUKU IV dengan modal inti minimum Rp 30 triliun.
Bawang Putih, Darurat Akurasi Izin Impor
Izin impor bawang putih didesak segera terbit untuk menjaga kepastian pasar, di tengah kondisi stok carryover sebanyak 175.000 ton yang diproyeksi hanya cukup memenuhi kebutuhan kuartal I/2021. Ketua II Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino menjabarkan kebanyakan importir mengantongi surat persetujuan impor (SPI) yang baru diterbitkan pada Oktober dan November 2020, serta masih dalam proses merealisasikan impor sampai dengan 31 Desember 2020
Bagaimanapun, dia memperingatkan keamanan stok bawang putih akan sangat bergantung pada tingkat konsumsi bulanan. Konsumsi bawang putih selama pandemi cenderung turun dari yang normalnya mencapai 48.000 ton per bulan menjadi 40.000 ton sebulan. Menurutnya, turunnya konsumsi bawang putih tidak terlepas dari aktivitas industri yang terbatas selama pandemi. Konsumsi dari usaha katering yang memasok makanan ke para pekerja pun turun.
Komisioner KPPU Taufik Ariyanto mengatakan potensi gejolak harga bawang putih bisa kembali terulang jika impor tidak dilakukan pada masa kritis, yakni Maret, karena stok awal April diyakini akan defisit. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto pun melaporkan potensi berkurangnya pasokan bawang putih mulai April 2021. “Sekarang masih ada stok sisa 2020 yang berjumlah 134.000 ton. Sehingga untuk akhir Januari perkiraan sisa stok 85.000 ton, akhir Februari 42.000 ton. Mulai Maret, April sudah mengalami shortage untuk kebutuhan
(Oleh - HR1)









