;

Danny Bidik Kasus Bansos Covid Makassar

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Tribun Timur

Kasus Bantuan Sosial (Bansos) Covid 19 Makassar, rupanya menjadi perhatian Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Danny Pomanto. Menurut dia, jika hal ini terbukti, adalah sebuah kejahatan terstruktur. Ia mengakui kasus Bansos yang ditangani oleh Dinas Sosial Makassar saat ini masih belum menemui titik terang.

Polda Sulsel melalui Tim penyidik bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus Ditkrimsus), terus melakukan penyidikan. Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni membeberkan bahwa penyidik telah mengantongi nama tersangka. Tetapi, sebelum tersangka diumumkan ke publik, penyidik masih harus menanti hasil audit kerugian negara, yang sedang dirampungkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Adapun kasus ini pertama kali mencuat usai adanya aduan warga pada bulan Mei 2020 lalu. Paket 60.000 sembako yang diberikan kepada masyarakat ini disalurkan melalui Dinas (Dinsos) Makassar selama pandemi Covid-19.

Harga Jagung di Tigabinaga Merangkak Naik

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Dalam sepekan ini harga jagung pipil di tingkat petani Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, merangkak naik menjadi Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram, yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200.

Informasi dihimpun hariansib.com di sejumlah gudang pemipil di Kecamatan Tigabinanga, Selasa (26/1/2021) dalam sepekan terakhir harga jagung di tingkat petani secara bertahap merangkak naik yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200 per kilogram menjadi Rp Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram.


Neraca Dagang RI 2020 Surplus Mendag : Sangat Mengkhawatirkan

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Neraca perdagangan RI sepanjang 2020 surplus US$ 21,7 miliar. Surplus ini disebut yang tertinggi sejak 2012 yang sempat menyentuh lebih dari US$ 20 miliar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut neraca dagang Indonesia 2020 yang surplus sebenarnya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.  Alasannya, impor Indonesia sepanjang periode itu mengalami penurunan yang mendalam. Impor yang merosot bisa mempengaruhi sektor produksi yang dikonsumsi di dalam negeri.

Pelemahan pada sektor produksi itu bisa dilihat dari yang terjadi pada kuartal III-2020 lalu. Beberapa yang mengalami penurunan seperti sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga konsumsi otomotif.

“Kalau kita lihat di situ sektor perdagangan turun 5,3% yoy, transportasi dan pergudangan turun 16,7% artinya perdagangan terganggu, stocking terganggu, kemudian penyediaan akomodasi dan makanan dan minuman turun 11,86%,” paparnya.


Malaysia Masih Kuasai Impor Kalsel

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Banjarmasin Post

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai impor Kalsel pada Desember 2020 mencapai USD 52,31 juta atau naik 85,35 persen dibandingkan November 2020 yang hanya USD 28,22 juta. Sedangkan, nilai ekspor naik sebesar 9,24 persen. Dari USD 509,72 juta menjadi USD 556,81 juta.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Desember di antaranya bahan bakar mineral sebesar USD 41,11 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik senilai USD 5,98 juta dan kelompok kapal laut sebesar USD 3,30 juta.

Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai USD 35.75 juta. Diikuti Singapura, USD 11,71 juta dan Cina sebesar USD 1,81 juta.

Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode Desember barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Cina dengan nilai USD 226,20 juta. Selain Cina, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada Desember juga lumayan tinggi yakni sebesar USD 109,28 juta.


Ekspor Perikanan Prospektif

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, total ekspor perikanan Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai 1.262.000-ton senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6,6 persen dibandingkan ekspor tahun 2019, sementara nilainya tumbuh 5,4 persen.

Di sisi nilai, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS atau 39,21 persen dari total nilai ekspor Indonesia tahun lalu, diikuti tuna-cakalang sebesar 724 juta dollar AS (13,92 persen). Sementara komoditas cumi-sotong-gurita tercatat 509 juta dollar AS (9,79 persen), rajungan-kepiting 367 juta dollar AS (7,05 persen) dan rumput laut 279,6 juta dollar AS (5,2 persen).

Adapun dari sisi volume, ekspor udang tercatat 239.230-ton (18,9 persen), tuna-cakalang yakni 195.710-ton (15,51 persen), rumput laut 195.570-ton (15,5 persen) dan cumi-sotong-gurita 140.040 ton (11,1 persen).

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, komoditas unggulan yang diharapkan mendongkrak ekspor tahun ini adalah udang, rumput laut, tuna-cakalang, dan cumi-sotong-gurita.

Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja mengemukakan, ekspor udang tahun ini ditargetkan sekitar 2,45 miliar dollar AS atau naik 20 persen, sedangkan rumput laut sekitar 300 juta dollar AS atau tumbuh 7,1 persen.


Dompet Digital - Platform Investasi Berkolaborasi

Mohamad Sajili 27 Jan 2021 Kompas

Dompet digital berlomba-lomba bermitra dengan penyelenggara platform investasi untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan, seiring meningkatnya minat investasi masyarakat. Salah satu contohnya, saat ini pengguna layanan dompet digital Ovo bisa membeli produk reksadana PT Bareksa Portal Investasi melalui fitur Invest yang terdapat dalam aplikasi Ovo.

Presiden Direktur Ovo sekaligus CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui kerja sama dan integrasi itu, Ovo dan Bareksa memberikan alternatif layanan pembayaran investasi secara lebih luas kepada investor. Sinergi Ovo dan Bareksa ini membuat pembayaran investasi reksa dana menjadi lebih mudah.

Tidak hanya Ovo, pada tahun lalu PT Fintek Karya Nusantara penyelenggara dompet digital Linkaja memulai kerja sama dengan platform investasi Bibit.id untuk menjual produk investasi. Terdapat dua bentuk kerja sama, yakni Linkaja menjadi metode pembayaran di aplikasi Bibit, serta Bibit menjadi platform investasi di Linkaja.


Telkomsel dan Gojek Integrasikan Iklan Digital

R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Operator telekomunikasi Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital. Kali ini, keduanya mengintegrasikan layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz, super app khusus mitra usaha Gojek. “Kami semakin optimistis dalam menatap penguatan kemitraan strategis ini karena melibatkan pelaku UMKM yang menjadi aktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia. Terlebih, kita akan dihadapkan pada masa next normal,” kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, dalam keterangannya, Senin (25/1). 

Hal tersebut pun memberikan peluang baru bagi para mitra usaha Gojek untuk memperluas pangsa pasar tepat sasaran dan mengembangkan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru yang mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds. “Kami berharap, kolaborasi antara MyAds dan GoBiz ini dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi UMKM di Tanah Air sekaligus membantu perekonomian negara untuk kembali tumbuh secara berkelanjutan,” imbuhnya 

Sementara itu, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menuturkan, Gojek terus mendukung pertumbuhan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi sejalan dengan program pemerintah membangkitkan UMKM Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui inisiatif #MelajuBersamaGojek yang digalakkan sejak pertengahan tahun 2020. GoBiz merupakan salah satu solusi komprehensif Gojek untuk memfasilitasi pelaku UMKM go digital di masa pandemi

Implementasi dari kolaborasi terbaru antara Telkomsel dan Gojek  tersebut akan semakin memperkuat sinergi ekosistem keduanya. Sebelumnya, sebanyak lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel telah mendapatkan akses untuk berjualan langsung di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan para mitra reseller/outlet Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital. Telkomsel MyAds merupakan bagian dari Telkomsel DigiAds, solusi periklanan digital lengkap dengan tiga pilar produk utama, yaitu messaging, display, dan rewards. 

Sementara itu, GoBiz merupakan super app yang diciptakan khusus bagi mitra usaha Gojek guna melengkapi solusi bisnis untuk UMKM di dalam ekosistem Gojek. Sejak 2018, GoBiz telah menjadi andalan para mitra dalam memenuhi kebutuhan bisnis sehari-hari dan mendukung pengembangan usaha. Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler digital terdepan di Indonesia yang telah menggelar lebih dari 233.000 BTS untuk melayani lebih dari 170 juta pelanggan yang tersebar hingga ke wilayah Tanah Air selama 25 tahun. Sementara itu, Gojek merupakan salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, yang memelopori konsep super app dan ekosistem terintegrasi. Gojek didirikan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat mempermudah kehidupan dengan menghubungkan konsumen dengan penyedia barang dan jasa terbaik 

BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target

R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mengalami kenaikan 2,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year sebesar Rp 809,6 triliun. “Realisasi investasi kita itu mencapai Rp 826,3 triliun dari target investasi kita Rp 817,2 triliun. Artinya ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 9 triliun dari target,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Senin (25/1). 

Realisasi investasi di sepanjang tahun lalu didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi. Realisasi PMDN ini naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 386,5 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun, atau berkontribusi 49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait tetap bertahan PMA meski pandemi disebabkan kepercayaan investor terhadap perekonomian dalam negeri. “Banyak yang bertanya kenapa PMA bisa sedikit turunnya. Lembaga dunia mengatakan FDI itu turun 30-40%, tapi di Indonesia nggak lebih dari 10%, artinya kepercayaan itu ada,”tegasnya. BKPM juga mencatat realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun atau menyumbang 49,5% dari total investasi. Realisasi di Jawa turun 5,9% dibandingkan periode sama 2020 Rp 434,6 triliun. Sementara itu investasi di luar Jawa meningkat 11,3% (yoy) menjadi Rp 417,5 triliun.

Ke depan, Bahlil memperkirakan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi nilai investasi di luar Jawa seperti di kawasan timur, Sumatera, Kalimantan akan terus meningkat. Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang tercatat Rp 144,8 triliun atau 17,5% dari total realisasi PMDN dan PMA.

Ketiga, sektor investasi yang besar yakni industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 94,8 triliun atau 11,5%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas industri mulai kembali bergeliat. “Industri sudah jalan, ini bukan data-data asal bapak senang. Ya tapi ini data yang bisa diuji dan diverifikasi, saya syukur jika ada yang mau verifikasi untuk diskusi,”tuturnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan negara asal PMA, terbanyak berasal dari Singapura sebesar US$ 9,8 miliar dengan 15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong US$ 3,5 miliar dengan 2.789 proyek, Jepang US$ 2,6 milia dengan 8.817 proyek, dan Korea Selatan US$ 1,8 miliar dengan proyek sebanyak 5.468.

Bahlil menambahkan, pihak nya diminta oleh Presiden Jo ko Widodo (Jokowi) untuk dapat merealisasikan target investasi di tahun ini sebesar Rp 900 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,8% dari target realisasi investasi yang dicantumkan dalam sasaran strategi dan indikator kinerja renstra BKPM sebesar Rp 858,5 triliun. Target tersebut juga meningkat 8,91% dari realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun.

(Oleh - HR1)

Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T

R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Realisasi investasi di sektor tekstil nasional sepanjang tahun 2020 menembus Rp 6 triliun, naik 29% dibanding tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun. Kenaikan investasi terjadi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). “Walaupun ada Covid-19, permintaan tekstil tetap naik, karena terkendalinya impor, sehingga optimisme pengusaha tumbuh dan mereka tetap percaya diri untuk investasi di tengah pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/1). 

Dia menambahkan, langkah pengendalian impor oleh pemerintah juga memicu optimisme di kalangan investor, mengingat potensi pasar dalam negeri yang cukup besar. Iklim investasi yang positif semakin didukung oleh omnibus law yang diharapkan dapat semakin mempermudah investasi baru. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (25/1), investasi yang masuk ke sektor tekstil masih didominasi penanaman modal asing. Pada 2020, PMA di sektor padat karya tersebut mencapai US$ 279,8 juta atau sekitar Rp 3,94 triliun atau hampir dua kali lipat dibanding PMDN yang sebesar Rp 2,1 triliun. Investasi asing di sektor tekstil tersebut tumbuh 17,12% dibanding tahun 2019 yang sebesar US$ 238,9 juta. Dana asing tersebut masuk ke 1.782 proyek sektor tekstil nasional. 

Senada dengan Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengapresiasi langkah KPPI yang telah memulai penyelidikan safeguard impor produk pakaian dan aksesoris pakaian. Dia berharap, besaran safeguard dapat menahan impor sekaligus memulihkan kondisi industri pakaian jadi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan industri TPT dari hilir sampai ke hulunya.

(Oleh - HR1)

Potensi Devisa Tenaga Kerja Indonesia di Jepang Capai Rp 750 T

R Hayuningtyas Putinda 26 Jan 2021 Investor Daily, 26 Januari 2021

Potensi devisa dari tenaga kerja Indonesia di Jepang mencapai Rp750 triliun. Berbagai bidang kerja yang bisa diisi tenaga kerja Indonesia adalah mulai perawat (caregiver) hingga industri. “Dalam 10 tahun ke depan, Jepang membutuhkan sekitar 8-10 juta pekerja terdidik Indonesia untuk bekerja di berbagai jenis dan sektor industri. Dengan program Goes To Japan, Indonesia memerlukan investasi Rp. 15 triliun untuk membentuk 1 juta lulusan SMK-Sarjana yang siap kerja di Jepang, tetapi potensi devisa negara bisa mencapai sekitar Rp. 750 triliun; sebuah investasi yang tidak mudah dicapai oleh BUMN yang besar sekalipun,” kata Komisaris PT. Duta Global Insan Indonesia (DGII) Prof. Ace Suryadi, M.Sc, Ph.D, yang juga Dewan Pakar dan Ketua Pusat Kajian Kebijakan Pendidikan Nasional PGRI dalam webinar Duta Global to Japan yang digelar DGII bersama Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) pekan ini. 

Melihat potensi tersebut, Direktur Utama DGII Endraswari Safitri menyampaikan sangat penting untuk menyosialisasikan peluang kerja dan belajar di Jepang.  Sebagai langkah awal, DGII dan UIA sudah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Liana Segrus, Co, Ltd – Jepang sebagai Registered Supporting Organization. “Isi MOU tersebut adalah kerjasama untuk bidang akademik dan pengiriman tenaga kerja terdidik ke Jepang. Kami dapat menjamin, jika anak lulus dalam pendidikan bahasa jepang dan karakter, maka dapat langsung berangkat ke Jepang,” ujar Endraswari.

Apalagi, tambah Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU (Komisaris Independen PT Telkom Indonesia, TBK) ke depannya Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, ini akan menjadi permasalahan di bidang ketenaga kerjaan. Shinji Kurata, HR Department Advisor, Hitowa Holding Co.Ltd menjelaskan, salah satu tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di Jepang adalah tenaga kerja perawat. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2006 di Tokyo ini memiliki jasa pelayanan, yaitu pelayanan keperawatan untuk orang tua, anak-anak, individu, dan juga jasa pelayanan makanan. 

Yoichiro Higashi, GM Business Development Group The Nishiniphon Shimbun, Co.Ltd. menjelaskan The Nishinippon Newspaper adalah surat kabar yang telah berdiri sejak 1876. NNP ini adalah anggota dari Actis Group Foreign Employment Center (AGFEC) salah satu asosiasi ketenagakerjaan asing di Jepang yang terbesar di Kyushyu, imbuhnya.

Pilihan Editor