Danny Bidik Kasus Bansos Covid Makassar
Kasus Bantuan Sosial (Bansos) Covid 19 Makassar, rupanya menjadi perhatian Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Danny Pomanto. Menurut dia, jika hal ini terbukti, adalah sebuah kejahatan terstruktur. Ia mengakui kasus Bansos yang ditangani oleh Dinas Sosial Makassar saat ini masih belum menemui titik terang.
Polda Sulsel melalui Tim penyidik bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus Ditkrimsus), terus melakukan penyidikan. Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni membeberkan bahwa penyidik telah mengantongi nama tersangka. Tetapi, sebelum tersangka diumumkan ke publik, penyidik masih harus menanti hasil audit kerugian negara, yang sedang dirampungkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Adapun kasus ini pertama kali mencuat usai adanya aduan warga pada bulan Mei 2020 lalu. Paket 60.000 sembako yang diberikan kepada masyarakat ini disalurkan melalui Dinas (Dinsos) Makassar selama pandemi Covid-19.
Harga Jagung di Tigabinaga Merangkak Naik
Dalam sepekan ini harga jagung pipil di tingkat petani Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, merangkak naik menjadi Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram, yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200.
Informasi dihimpun hariansib.com di sejumlah gudang pemipil di Kecamatan Tigabinanga, Selasa (26/1/2021) dalam sepekan terakhir harga jagung di tingkat petani secara bertahap merangkak naik yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200 per kilogram menjadi Rp Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram.
Neraca Dagang RI 2020 Surplus Mendag : Sangat Mengkhawatirkan
Neraca perdagangan RI sepanjang 2020 surplus US$ 21,7 miliar. Surplus ini disebut yang tertinggi sejak 2012 yang sempat menyentuh lebih dari US$ 20 miliar.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut neraca dagang Indonesia 2020 yang surplus sebenarnya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Alasannya, impor Indonesia sepanjang periode itu mengalami penurunan yang mendalam. Impor yang merosot bisa mempengaruhi sektor produksi yang dikonsumsi di dalam negeri.
Pelemahan pada sektor produksi itu bisa dilihat dari yang terjadi pada kuartal III-2020 lalu. Beberapa yang mengalami penurunan seperti sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga konsumsi otomotif.
“Kalau kita lihat di situ sektor perdagangan turun 5,3% yoy, transportasi dan pergudangan turun 16,7% artinya perdagangan terganggu, stocking terganggu, kemudian penyediaan akomodasi dan makanan dan minuman turun 11,86%,” paparnya.
Malaysia Masih Kuasai Impor Kalsel
Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai impor Kalsel pada Desember 2020 mencapai USD 52,31 juta atau naik 85,35 persen dibandingkan November 2020 yang hanya USD 28,22 juta. Sedangkan, nilai ekspor naik sebesar 9,24 persen. Dari USD 509,72 juta menjadi USD 556,81 juta.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Desember di antaranya bahan bakar mineral sebesar USD 41,11 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik senilai USD 5,98 juta dan kelompok kapal laut sebesar USD 3,30 juta.
Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai USD 35.75 juta. Diikuti Singapura, USD 11,71 juta dan Cina sebesar USD 1,81 juta.
Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode Desember barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Cina dengan nilai USD 226,20 juta. Selain Cina, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada Desember juga lumayan tinggi yakni sebesar USD 109,28 juta.
Ekspor Perikanan Prospektif
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, total ekspor perikanan Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai 1.262.000-ton senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6,6 persen dibandingkan ekspor tahun 2019, sementara nilainya tumbuh 5,4 persen.
Di sisi nilai, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS atau 39,21 persen dari total nilai ekspor Indonesia tahun lalu, diikuti tuna-cakalang sebesar 724 juta dollar AS (13,92 persen). Sementara komoditas cumi-sotong-gurita tercatat 509 juta dollar AS (9,79 persen), rajungan-kepiting 367 juta dollar AS (7,05 persen) dan rumput laut 279,6 juta dollar AS (5,2 persen).
Adapun dari sisi volume, ekspor udang tercatat 239.230-ton (18,9 persen), tuna-cakalang yakni 195.710-ton (15,51 persen), rumput laut 195.570-ton (15,5 persen) dan cumi-sotong-gurita 140.040 ton (11,1 persen).
Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, komoditas unggulan yang diharapkan mendongkrak ekspor tahun ini adalah udang, rumput laut, tuna-cakalang, dan cumi-sotong-gurita.
Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja mengemukakan, ekspor udang tahun ini ditargetkan sekitar 2,45 miliar dollar AS atau naik 20 persen, sedangkan rumput laut sekitar 300 juta dollar AS atau tumbuh 7,1 persen.
Dompet Digital - Platform Investasi Berkolaborasi
Dompet digital berlomba-lomba bermitra dengan penyelenggara platform investasi untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan, seiring meningkatnya minat investasi masyarakat. Salah satu contohnya, saat ini pengguna layanan dompet digital Ovo bisa membeli produk reksadana PT Bareksa Portal Investasi melalui fitur Invest yang terdapat dalam aplikasi Ovo.
Presiden Direktur Ovo sekaligus CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui kerja sama dan integrasi itu, Ovo dan Bareksa memberikan alternatif layanan pembayaran investasi secara lebih luas kepada investor. Sinergi Ovo dan Bareksa ini membuat pembayaran investasi reksa dana menjadi lebih mudah.
Tidak hanya Ovo, pada tahun lalu PT Fintek Karya Nusantara penyelenggara dompet digital Linkaja memulai kerja sama dengan platform investasi Bibit.id untuk menjual produk investasi. Terdapat dua bentuk kerja sama, yakni Linkaja menjadi metode pembayaran di aplikasi Bibit, serta Bibit menjadi platform investasi di Linkaja.
Telkomsel dan Gojek Integrasikan Iklan Digital
Operator telekomunikasi Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital. Kali ini, keduanya mengintegrasikan layanan Telkomsel MyAds dengan GoBiz, super app khusus mitra usaha Gojek. “Kami semakin optimistis dalam menatap penguatan kemitraan strategis ini karena melibatkan pelaku UMKM yang menjadi aktor penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia. Terlebih, kita akan dihadapkan pada masa next normal,” kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, dalam keterangannya, Senin (25/1).
Hal tersebut pun memberikan peluang baru bagi para mitra usaha Gojek untuk memperluas pangsa pasar tepat sasaran dan mengembangkan bisnis dengan menjangkau lebih banyak pelanggan baru yang mengandalkan solusi iklan yang terarah dari Telkomsel MyAds. “Kami berharap, kolaborasi antara MyAds dan GoBiz ini dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi UMKM di Tanah Air sekaligus membantu perekonomian negara untuk kembali tumbuh secara berkelanjutan,” imbuhnya
Sementara itu, Co-CEO
Gojek Andre Soelistyo
menuturkan, Gojek terus
mendukung pertumbuhan pelaku UMKM yang
menjadi tulang punggung ekonomi sejalan
dengan program pemerintah membangkitkan
UMKM Indonesia untuk
mendukung pemulihan
ekonomi nasional.
Hal tersebut diwujudkan melalui inisiatif #MelajuBersamaGojek yang
digalakkan sejak pertengahan tahun 2020.
GoBiz merupakan salah
satu solusi komprehensif Gojek untuk memfasilitasi pelaku UMKM go
digital di masa pandemi
Implementasi dari kolaborasi terbaru antara Telkomsel dan Gojek tersebut akan semakin memperkuat sinergi ekosistem keduanya. Sebelumnya, sebanyak lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel telah mendapatkan akses untuk berjualan langsung di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan para mitra reseller/outlet Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital. Telkomsel MyAds merupakan bagian dari Telkomsel DigiAds, solusi periklanan digital lengkap dengan tiga pilar produk utama, yaitu messaging, display, dan rewards.
Sementara itu, GoBiz merupakan super app yang diciptakan khusus bagi mitra usaha Gojek guna melengkapi solusi bisnis untuk UMKM di dalam ekosistem Gojek. Sejak 2018, GoBiz telah menjadi andalan para mitra dalam memenuhi kebutuhan bisnis sehari-hari dan mendukung pengembangan usaha. Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler digital terdepan di Indonesia yang telah menggelar lebih dari 233.000 BTS untuk melayani lebih dari 170 juta pelanggan yang tersebar hingga ke wilayah Tanah Air selama 25 tahun. Sementara itu, Gojek merupakan salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, yang memelopori konsep super app dan ekosistem terintegrasi. Gojek didirikan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat mempermudah kehidupan dengan menghubungkan konsumen dengan penyedia barang dan jasa terbaik
BKPM: Realisasi Investasi 2020 Melampaui Target
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target investasi yang ditetapkan tahun lalu sebesar Rp 817,2 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi sepanjang tahun lalu juga mengalami kenaikan 2,1% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year sebesar Rp 809,6 triliun. “Realisasi investasi kita itu mencapai Rp 826,3 triliun dari target investasi kita Rp 817,2 triliun. Artinya ada kenaikan kurang lebih sekitar Rp 9 triliun dari target,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Senin (25/1).
Realisasi investasi di sepanjang tahun lalu didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 413,5 triliun atau 50,1% dari total investasi. Realisasi PMDN ini naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 386,5 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 412,8 triliun, atau berkontribusi 49,9% dari total investasi. Realisasi PMA justru turun 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 423,1%.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait
tetap bertahan PMA meski pandemi
disebabkan kepercayaan investor
terhadap perekonomian dalam negeri.
“Banyak yang bertanya kenapa PMA
bisa sedikit turunnya. Lembaga dunia
mengatakan FDI itu turun 30-40%, tapi
di Indonesia nggak lebih dari 10%,
artinya kepercayaan itu ada,”tegasnya.
BKPM juga mencatat realisasi investasi di Jawa sebesar Rp 408,8 triliun
atau menyumbang 49,5% dari total
investasi. Realisasi di Jawa turun 5,9%
dibandingkan periode sama 2020 Rp
434,6 triliun. Sementara itu investasi
di luar Jawa meningkat 11,3% (yoy)
menjadi Rp 417,5 triliun.
Ke depan, Bahlil memperkirakan dalam rangka hilirisasi dan transformasi ekonomi nilai investasi di luar Jawa seperti di kawasan timur, Sumatera, Kalimantan akan terus meningkat. Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi sepanjang tahun lalu didominasi oleh transportasi, gudang, dan telekomunikasi yang tercatat Rp 144,8 triliun atau 17,5% dari total realisasi PMDN dan PMA.
Ketiga, sektor investasi yang besar
yakni industri logam dasar, barang
logam bukan mesin dan peralatannya
sebesar Rp 94,8 triliun atau 11,5%. Ini
menunjukkan bahwa aktivitas industri
mulai kembali bergeliat. “Industri
sudah jalan, ini bukan data-data asal
bapak senang. Ya tapi ini data yang
bisa diuji dan diverifikasi, saya syukur
jika ada yang mau verifikasi untuk
diskusi,”tuturnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan negara
asal PMA, terbanyak berasal dari Singapura sebesar US$ 9,8 miliar dengan
15.088 proyek, Tiongkok US$ 4,8 miliar dengan 3.027 proyek, Hongkong
US$ 3,5 miliar dengan 2.789 proyek,
Jepang US$ 2,6 milia dengan 8.817
proyek, dan Korea Selatan US$ 1,8
miliar dengan proyek sebanyak 5.468.
Bahlil menambahkan, pihak nya diminta oleh Presiden Jo ko Widodo
(Jokowi) untuk dapat merealisasikan
target investasi di tahun ini sebesar
Rp 900 triliun. Angka tersebut tumbuh
4,8% dari target realisasi investasi yang
dicantumkan dalam sasaran strategi dan
indikator kinerja renstra BKPM sebesar
Rp 858,5 triliun. Target tersebut juga
meningkat 8,91% dari realisasi investasi
sepanjang 2020 sebesar Rp 826,3 triliun.
(Oleh - HR1)
Investasi Tekstil Tembus Rp 6 T
Realisasi investasi di sektor tekstil nasional sepanjang tahun 2020 menembus Rp 6 triliun, naik 29% dibanding tahun sebelumnya Rp 4,6 triliun. Kenaikan investasi terjadi baik dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). “Walaupun ada Covid-19, permintaan tekstil tetap naik, karena terkendalinya impor, sehingga optimisme pengusaha tumbuh dan mereka tetap percaya diri untuk investasi di tengah pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (25/1).
Dia menambahkan, langkah pengendalian impor oleh pemerintah juga memicu optimisme di kalangan investor, mengingat potensi pasar dalam negeri yang cukup besar. Iklim investasi yang positif semakin didukung oleh omnibus law yang diharapkan dapat semakin mempermudah investasi baru. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (25/1), investasi yang masuk ke sektor tekstil masih didominasi penanaman modal asing. Pada 2020, PMA di sektor padat karya tersebut mencapai US$ 279,8 juta atau sekitar Rp 3,94 triliun atau hampir dua kali lipat dibanding PMDN yang sebesar Rp 2,1 triliun. Investasi asing di sektor tekstil tersebut tumbuh 17,12% dibanding tahun 2019 yang sebesar US$ 238,9 juta. Dana asing tersebut masuk ke 1.782 proyek sektor tekstil nasional.
Senada dengan Rizal, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita
Wirawasta mengapresiasi langkah
KPPI yang telah memulai penyelidikan safeguard impor produk pakaian
dan aksesoris pakaian. Dia berharap,
besaran safeguard dapat menahan
impor sekaligus memulihkan kondisi
industri pakaian jadi, sehingga bisa
mendorong pertumbuhan industri
TPT dari hilir sampai ke hulunya.
(Oleh - HR1)
Potensi Devisa Tenaga Kerja Indonesia di Jepang Capai Rp 750 T
Potensi devisa dari tenaga kerja Indonesia di Jepang mencapai Rp750 triliun. Berbagai bidang kerja yang bisa diisi tenaga kerja Indonesia adalah mulai perawat (caregiver) hingga industri. “Dalam 10 tahun ke depan, Jepang membutuhkan sekitar 8-10 juta pekerja terdidik Indonesia untuk bekerja di berbagai jenis dan sektor industri. Dengan program Goes To Japan, Indonesia memerlukan investasi Rp. 15 triliun untuk membentuk 1 juta lulusan SMK-Sarjana yang siap kerja di Jepang, tetapi potensi devisa negara bisa mencapai sekitar Rp. 750 triliun; sebuah investasi yang tidak mudah dicapai oleh BUMN yang besar sekalipun,” kata Komisaris PT. Duta Global Insan Indonesia (DGII) Prof. Ace Suryadi, M.Sc, Ph.D, yang juga Dewan Pakar dan Ketua Pusat Kajian Kebijakan Pendidikan Nasional PGRI dalam webinar Duta Global to Japan yang digelar DGII bersama Universitas Islam As Syafiiyah (UIA) pekan ini.
Melihat potensi tersebut,
Direktur Utama DGII Endraswari Safitri menyampaikan
sangat penting untuk menyosialisasikan peluang kerja dan
belajar di Jepang.
Sebagai langkah awal, DGII
dan UIA sudah menandatangani
Nota Kesepahaman (MOU)
dengan Liana Segrus, Co, Ltd –
Jepang sebagai Registered Supporting Organization. “Isi MOU
tersebut adalah kerjasama
untuk bidang akademik dan
pengiriman tenaga kerja terdidik ke Jepang. Kami dapat
menjamin, jika anak lulus dalam
pendidikan bahasa jepang dan
karakter, maka dapat langsung
berangkat ke Jepang,” ujar
Endraswari.
Apalagi, tambah Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU (Komisaris Independen PT Telkom Indonesia, TBK) ke depannya Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, ini akan menjadi permasalahan di bidang ketenaga kerjaan. Shinji Kurata, HR Department Advisor, Hitowa Holding Co.Ltd menjelaskan, salah satu tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di Jepang adalah tenaga kerja perawat. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2006 di Tokyo ini memiliki jasa pelayanan, yaitu pelayanan keperawatan untuk orang tua, anak-anak, individu, dan juga jasa pelayanan makanan.
Yoichiro Higashi, GM Business Development Group The
Nishiniphon Shimbun, Co.Ltd.
menjelaskan The Nishinippon
Newspaper adalah surat kabar
yang telah berdiri sejak 1876.
NNP ini adalah anggota dari
Actis Group Foreign Employment Center (AGFEC) salah
satu asosiasi ketenagakerjaan
asing di Jepang yang terbesar
di Kyushyu, imbuhnya.









