Kewajiban Kerja Sama OTT Global akan Ciptakan Lapangan Kerja Telko
Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) sangat mendukung rencana pemerintah
mewajibkan penyedia konten
melalui internet (over-thetop/OTT), terutama global,
untuk bekerja sama dengan
penyelenggara jasa telekomunikasi (telko) di Tanah
Air. Harapannya, hal ini akan
mempercepat pemerataan
infrastruktur telko dan menciptakan lapangan kerja.
Kewajiban baru OTT tersebut diatur dalam Rancangan
Peraturan Pemerintah Sektor
Pos, Telekomunikasi, dan
Penyiaran (RPP Postelsiar)
yang merupakan peraturan
turunan dari UU No 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja,
Klaster Postelsiar.
Ketua Umum Apnatel Triana
Mulyatsa memberikan apresiasi dan dukungan kepada pemerintah yang bersikap tegas
untuk menerapkan kewajiban
kerja sama OTT, terutama
global, dengan operator telko
yang dituangkan dalam perubahan RPP Postelsiar.
Dia menjelaskan, salah
satu penyebab pendapatan
operator telko mengalami
penurunan karena kehadiran
layanan OTT global. Pendapatan operator pun tergerus
OTT, sehingga mengakibatkan rendahnya investasi infrastruktur telko di Indonesia.
Hal tersebut berdampak
lebih lanjut kepada rendahnya
penyerapan tenaga kerja di
sektor telko yang selama ini
sangat didukung oleh keberadaan vendor dan aktivitas
bisnis kontraktor operator.
Menurut dia, selama ini, OTT global sudah menikmati keuntungan yang besar dan tidak berkontribusi terhadap pembangunan jaringan telko di Indonesia. Mereka selama ini hanya PPN atas penjualan barang dan jasa. Sedangkan PPN yang membayar pun sejatinya masyarakat Indonesia dan bukan OTT global. Dengan penerapan kewajiban bekerja sama dengan operator telko, Triana berharap, sebagian pendapatan OTT global bisa digunakan untuk percepatan penyediaan jaringan telko di Tanah Air. Hal ini pun dapat mempercepat realisasi program mewujudkan ekonomi digital yang dicita-citakan Presiden Jokowi.
(Oleh - HR1)
Industri Mobil Kekurangan Stok
Industri mobil kekurangan stok pada awal 2021, seiring lebih besarnya penjualan ritel ketimbang wholesales (pengiriman mobil ke dealer) pada 2020. Alhasil, sejumlah pabrikan bakal memacu produksi untuk mengisi stok di dealer. Berdasarkan data Gabugan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah UOB Kay Hian, penjualan ritel mobil tahun lalu mencapai 578.327 unit, sedangkan wholesales 532.052 unit. Artinya, ada selisih sebanyak 46.275 unit. Selisih ini bisa disumbangkan oleh penjualan mobil rakitan 2019 di 2020.
Tahun lalu, penjualan mobil secara
wholesales turun 48%, seiring pelemahan daya beli dan pembatasan sosial
yang dilakukan untuk membendung
penyebaran Covid-19. Pasar mobil
tertekan hebat kuartal I-2020, namun
membaik semester I. Bahkan, pada
November dan Desember 2020, penjualan mobil secara ritel melampaui
IHSG, menandakan penyerapan di
pasar sangat kuat.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, agen pemegang merek (APM) segera menggenjot produksi mobil, mengingat penjualan ritel pada Desember 2020 lebih tinggi dibandingkan wholesales. Data Gaikindo menunjukkan, Desember 2020, penjualan ritel mobil mencapai 68.698 unit atau naik 22,44% dibandingkan November sebanyak 56.105 unit. Sementara itu, pada Desember 2020, wholesales mobil hanya 57.129 unit.
UOB menilai, lebih tingginya penjualan ritel mobil ketimbang wholesales
mengindikasikan permintaan akan
lebih kuat ke depannya. Sebab, penjualan ritel menggambarkan permintaan
mobil sesungguhnya.
“Hal ini juga bakal menurunkan
level stok di dealer, sehingga mereka
harus mengorder mobil lagi ke APM
atau pabrikan. Alhasil, penjualan mobil
bakal tinggi tahun ini,” tulis UOB.
Amunisi Terakhir UMKM Perempuan di Bali
Dalam tradisi Bali ada tiga petuah
bijak yang biasa jadi pegangan
ketika menghadapi kesulitan,
yakni seken (serius), seleg (tekun) dan
beneh (lurus). Petuah itu boleh jadi
ampuh jika ditambah satu “ramuan”
agar bisa menyelamatkan usaha mikro
kecil dan menengah (UMKM) dari
dampak pandemi yakni teknologi.
Bali merupakan rumah bagi 4,32
juta penduduk dan juga mesin pariwisata Indonesia. Secara akumulatif
selama periode Januari-Desember
2020, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 1,05 juta,
merosot tajam 83,26% dari periode
yang sama tahun 2019 sebanyak 6,27
juta kunjungan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho
menyadari betul multiplier effect dari
pandemi. Pihaknya selalu menekankan
akselerasi pemasaran via digital bagi
UMKM yang menjadi binaan BI. Saat
ini, BI provinsi Bali telah membina
sebanyak 34 pengusaha UMKM.
Meski begitu, Trisno menyadari tak bisa menyentuh semua sektor UMKM lantaran keterbatasan sumber daya manusia. Namun, minimal UMKM hasil binaan BI bisa memberikan contoh bagi UMKM lain untuk bisa bertahan dan berkembang selama masa pandemi. Salah satu contoh yang bisa diteladani ialah pengusaha UMKM perempuan yang menonjol dari sisi kreativitas dan manajemen keuangan. Hal ini tercermin dari wawancara Investor Daily sebelumnya dengan pemilik Bali Tangi, Meiga Collection dan Bali Collection. Ketiga perempuan pengusaha UMKM ini menerapkan manajemen utang yang sangat hati-hati, serta mempraktikan penjualan via digital.
Temuan UNDP juga menguak perbedaan cara mengelola keuangan
berdasarkan gender. Bagi UMKM
perempuan, mayoritas kesulitan utama
yang dihadapi selama pandemi ialah
membayar utang. Sementara pengusaha UMKM laki-laki cenderung kesulitan membayar biaya sewa. Selain itu,
lebih dari 37% UMKM milik perempuan
mengalami penurunan pendapatan
antara 40-60% akibat pandemi.
Survei UNDP ini dilakukan kepada
1.100 responden UMKM di 15 provinsi
di Indonesia pada Agustus 2020. Sebanyak 60% di antaranya berasal dari
Jawa, dan 40% berada di luar Jawa.
Hasil riset WEConnect International
beserta anggota Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC)
selama 2020, ditemukan sebanyak
34% pengusaha perempuan mengalami
peningkatan kegelisahan yang menurunkan produktivitas selama pandemi.
Dalam hal pembagian waktu, 27%
pengusaha perempuan mengalami
tambahan tanggung jawab atas anak
ataupun orang tua yang membuat
waktu untuk urusan bisnis berkurang.
Presiden Direktur Bank OCBC
NISP, Parwati Surjaudaja, mengatakan
laporan McKinsey per September
2020 lalu memperkirakan PDB global
akan berpotensi meningkat 26% pada
2025, jika terwujud kesetaraan gender
sepenuhnya. Untuk di Indonesia,
menurut data McKinsey, PDB Indonesia berpeluang bertambah US$135
miliar pada 2025 jika bisa mewujudkan
kesetaraan gender.
Dengan fakta-fakta tersebut, Bank
OCBC NISP yakin perempuan memiliki peran yang sangat besar untuk
mendorong perekonomian, termasuk
di Indonesia. “Kesetaraan gender ini
bukan bicara isu sosial atau moral saja,
tapi juga untuk kemajuan ekonomi dan
kesejahteraan bangsa,” kata dia.
Sementara itu, pemerintah telah memastikan program Bantuan Langsung
Tunai (BLT) kepada UMKM akan
kembali digelontorkan pada 2021. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),
Airlangga Hartato, mengemukakan
pemerintah pusat akan berkerja sama
dengan pemerintah daerah untuk
gerakan UMKM go digital dan bantuan
modal untuk ekspansi UMKM juga
diupayakan merata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga
Uno turut menjanjikan pinjaman lunak
sebesar Rp 9,9 triliun bagi pelaku pariwisata di Bali. Pinjaman ini berupa
penempatan uang negara di perbankan
yang disalurkan ke pelaku usaha lewat
program PEN.
Rp 34 M untuk Makassar, Rp 9,9 T ke Bali
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekrai) Sandiaga Uno mengumumkan rencana paket jumbo stimulus sektor pariwisata, Selasa (2/2/2021).
Pertengahan November 2020 lalu, Kadis Pariwisata Makassar Rusmayani Madjid mengumumkan, dana hibah yang akan diberikan sebesar Rp 48,8 miliar, 70% untuk hotel dan restoran. Besar dan kecilnya dana hibah yang akan diterima tiap hotel dan restoran tergantung pajak 2019 .
Di Bali, Sandiaga mengaku tengah mendorong usulan program pinjaman lunak (soft loan) sebesar Rp 9,9 triliun untuk membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti hotel dan restoran.
Selain rencana menggiurkan pinjaman lunak, Sandiaga juga akan mendorong penambahan pinjaman lunak (soft loan) yang difokuskan untuk parekraf skala mikro di Bali. Ia menyebut angka usulan untuk soft loan berupa paket mikro ini berada di kisaran Rp 3,5 triliun.
Sehingga jika dihitung secara total, ia meminta pemerintah mengucurkan stimulus sebesar Rp 13 triliun lebih, khusus untuk sektor parekraf.
Biofarma Ubah Kemasan Sinovac - 11 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba di Indonesia
Bahan baku atau bulk vaksin corona dari perusahaan asal Cina, Sinovac tiba di Indonesia pada Selasa (2/2) kemarin. Ada 11 juta dosis bulk (curah) vaksin corona Sinovac yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 11 juta dosis bulk itu terdiri dari 10 juta dosis ditambah overfill.
Juru bicara vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto menuturkan, jutaan bulk Sinovac ini akan segera diproduksi oleh Bio Farma menjadi vaksin jadi dalam waktu secepatnya. Dia juga menjelaskan, nantinya vaksin corona buatan Bio Farma akan memiliki kemasan yang berbeda dengan CoronaVac produksi Sinovac.
Meski terdapat perbedaan kemasan antara CoronaVac dengan Covid-19 Vaccine produksi Bio Farma, Bambang memastikan tidak akan ada perbedaan kualitas dari vaksin itu sendiri. “Namun, tidak membedakan kualitas vaksin Covid-19 tersebut, “ tutup dia.
Pengusaha Tahu dan Tempe di Bandar Keluhkan Tingginya Harga Kedelai
Pengusaha tahu dan tempe di Kecamatan Bandar mengeluhkan tingginya harga kedelai saat ini. Karena dengan tingginya harga kedelai omset penjualan jadi menurun. Hal ini seperti diucapkan oleh Rudi pengusaha pabrik tahu dan Dede pengusaha tempe di Kecamatan Bandar.
Saat ini, katanya harga kedelai import satu goni 50 kilogram mencapai Rp 430 ribu. Sebelumnya hanya sekitar Rp 310 ribu. Sementara kedelai lokal tidak pernah didapat lagi di pasaran, sehingga dirinya terpaksa membeli kedelai impor walaupun mahal.
Holding Baterai Kuasai Hulu Hingga Hilir
Pemerintah ingin Indonesia Battery Holding (IBH) menguasai rantai pasok kebutuhan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) alias electric vehicle (EV) dari hulu sampai hilir.
Investasi pengembangan industri EV dari hulu hingga hilir dengan kapasitas cell hingga 140 Gigawatt hour (GWh) membutuhkan dana antara USS 13,4 miliar hingga USS 17,4 miliar.
Indonesia Battery Holding terdiri dari PT Pertamina, PT PLN, Mind Id dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Dari sisi hulu, sebagai anggota holding, Mind Id dengan anak usahanya ANTM akan memasok bijih nikel sebagai bahan baku hingga bahan antara baterai EV.
Di sisi hilir, PT Pertamina akan mendukung manufaktur produk hilir, yang meliputi pembuatan battery cell, battery pack dan sejenisnya. Kemudian PT PLN akan berperan dalam penyediaan infrastruktur pengisian EV seperti SPKLU dan SPBKLU serta Energy Management System (EMS).
Kunjungan Turis Asing Tahun 2020 Anjlok 75%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di sepanjang tahun 2020 hanya 4,02 juta kunjungan. Jumlah itu merosot 75,03% year on year (yoy). Adapun jumlah kunjungan wisman pada bulan Desember 2020 sebesar 164,1 ribu kunjungan. Angka ini juga turun sebesar 88,08% yoy.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut, jumlah turis asing yang berkurang drastis tak lepas dari kebijakan pembatasan untuk meredam pandemi Covid-19 yang berdampak ke sektor pariwisata. “Ke depan, masih ada tantangan berat bagi sektor pariwisata bila pandemi ini masih ada. Makanya pemerintah akan fokus ke wisatawan domestik, “ kata Suhariyanto.
KSSK Susun Paket Kebijakan Terpadu untuk Dunia Usaha
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
menyusun paket kebijakan terpadu untuk mendorong dunia
usaha menjadi motor penggerak utama bagi percepatan
pemulihan ekonomi. Melalui focus group discussion
(FGD) dengan 25 asosiasi yang mewakili 20 sektor usaha,
KSSK telah melakukan pemetaan serta identifikasi isu dan
persoalan riil yang dihadapi oleh sektor usaha.
“Selanjutnya ini menjadi rujukan dan pertimbangan utama dalam merumuskan paket kebijakan terpadu untuk peningkatan pembiayaan dunia usaha dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/2). Sri Mulyani menyebutkan kebijakan insentif fiskal akan diberikan karena adanya penurunan kinerja usaha yang berdampak pada pendapatan serta kondisi arus kas sektor usaha.
Secara umum, kata dia, implementasi kebijakan untuk 2021 merupakan keberlanjutan dari insentif perpajakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni PPh 21 DTP, pembebasan pemungutan PPh 22 impor, dan keringanan angsuran pajak PPh 25. Selanjutnya, kata Menkeu, pemerintah juga menyediakan beberapa fasilitas kepabeanan untuk membantu beban biaya produksi dunia usaha seperti fasilitas kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Kawasan berikat (KB) memberikan insentif berupa penangguhan bea masuk dan/atau tidak dipungut pajak dalam rangka impor. Kemudian KITE menyediakan insentif berupa pembebasan atau pengembalian bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang dan bahan yang diimpor untuk tujuan diolah, dirakit atau pasang dan hasil produksinya untuk tujuan ekspor.
Sri Mulyani juga mengatakan, ada lima langkah kebijakan untuk mendukung prospek pemulihan ekonomi Indonesia tahun ini. Kelimanya adalah pertama, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman secara nasional maupun di masing-masing daerah. Kedua, mempercepat realisasi kebijakan fiskal terutama dari sisi belanja negara. Ketiga, mendorong pertumbuhan kredit perbankan dari sisi permintaan maupun penawaran. Keempat, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial. Kelima, mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya terkait pengembangan UMKM.
Menkeu memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV-2020 dalam kondisi normal, di tengah kondisi perekonomian dalam negeri yang berangsur membaik. Hal ini didukung oleh kebijakan dan sinergi yang erat antara otoritas terkait melalui langkah-langkah luar biasa. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, sejumlah kebijakan moneter, makroprudensial, termasuk sistem pembayaran, ditempuh bank sentral untuk mendukung pemulihan dan mendorong pembiayaan dunia usaha. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan terpadu KSSK dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional. Dari sisi moneter, BI akan melanjutkan stimulus kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar.
Pajak Dividen Mitra Investasi LPI Hanya 7,5%
Pemerintah menetapkan
tarif pajak penghasilan (PPh) Pasal 26 atas
dividen yang diterima mitra asing Lembaga
Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia
Investment Authority (INA) sebesar 7,5%.
Ketentuan ini berlaku untuk investasi subjek pajak luar negeri (SPLN) pada masa
kepemilikan maupun exit yaitu saat mitra investasi menarik modal dari instrumen LPI.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
mengatakan, tarif 7,5% relatif kecil dibandingkan negara lain dan ketentuan yang
berlaku saat ini. "Aturan selama ini PPh 26
dengan tarif 20% atau entitas SPLN membayar sesuai dengan P3B (Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda)," ujar Menkeu
dalam rapat kerja secara virtual bersama
Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (1/2).
Secara rinci Menkeu menyebut akan membuat dua skema perlakuan perpajakan. Pertama, jika dana dividen itu diinvestasikan kembali di Indonesia dalam jangka waktu tertentu, maka akan diklasifikasikan sebagai bukan objek pajak. Sementara jika tidak diinvestasikan kembali di Indonesia maka hanya dipotong PPh 7,5%. Saat ini, setiap penghasilan mitra investasi dari luar negeri atas selisih lebih nilai likuidasi dengan nilai investasi akan dipotong PPh Pasal 26 dengan tarif 20%. Sedangkan jika menggunakan tarif dalam P3B dari 71 perjanjian yang dimiliki Indonesia dengan yurisdiksi lain untuk mengatur dividen, rata-rata besaran tarifnya adalah 10%. Dengan demikian, Menkeu berharap, perlakuan pajak saat pembayaran kembali kepada mitra investasi luar negeri atau periode exit ini dapat menarik investor untuk tetap mengalihkan dananya ke dalam negeri dan terus menjalin kerja sama dengan LPI.
(Oleh - HR1)









