;

Industri Mobil Kekurangan Stok

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 03 Feb 2021 Investor Daily, 3 Februari 2021
Industri Mobil Kekurangan Stok

Industri mobil kekurangan stok pada awal 2021, seiring lebih besarnya penjualan ritel ketimbang wholesales (pengiriman mobil ke dealer) pada 2020. Alhasil, sejumlah pabrikan bakal memacu produksi untuk mengisi stok di dealer. Berdasarkan data Gabugan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah UOB Kay Hian, penjualan ritel mobil tahun lalu mencapai 578.327 unit, sedangkan wholesales 532.052 unit. Artinya, ada selisih sebanyak 46.275 unit. Selisih ini bisa disumbangkan oleh penjualan mobil rakitan 2019 di 2020. 

Tahun lalu, penjualan mobil secara wholesales turun 48%, seiring pelemahan daya beli dan pembatasan sosial yang dilakukan untuk membendung penyebaran Covid-19. Pasar mobil tertekan hebat kuartal I-2020, namun membaik semester I. Bahkan, pada November dan Desember 2020, penjualan mobil secara ritel melampaui IHSG, menandakan penyerapan di pasar sangat kuat.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, agen pemegang merek (APM) segera menggenjot produksi mobil, mengingat penjualan ritel pada Desember 2020 lebih tinggi dibandingkan wholesales. Data Gaikindo menunjukkan, Desember 2020, penjualan ritel mobil mencapai 68.698 unit atau naik 22,44% dibandingkan November sebanyak 56.105 unit. Sementara itu, pada Desember 2020, wholesales mobil hanya 57.129 unit. 

UOB menilai, lebih tingginya penjualan ritel mobil ketimbang wholesales mengindikasikan permintaan akan lebih kuat ke depannya. Sebab, penjualan ritel menggambarkan permintaan mobil sesungguhnya. “Hal ini juga bakal menurunkan level stok di dealer, sehingga mereka harus mengorder mobil lagi ke APM atau pabrikan. Alhasil, penjualan mobil bakal tinggi tahun ini,” tulis UOB.

Download Aplikasi Labirin :