Kencur Hitam India Idola Kaum Pria
Banyak tempat yang dapat dikunjungi bila datang ke wilayah yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Banyuasin ini. Masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani sawah dan berkebun, menjadi salah satu cara warga di sini untuk menarik wisatawan datang.
Tak hanya sawah dan perkebunan, hampir setiap rumah warga juga dipenuhi tanaman hias maupun tanaman obat. Seperti yang dilakukan Hendi. Warga Kampung Sungai Jawi ini membudidayakan sejumlah tanaman, baik itu tanaman hias maupun tanaman obat.
Di perkarangan rumah Hendi, dipenuhi dengan tanaman hias dan juga tanaman obat. Setidaknya, disini Hendi menanam sebanyak 136 jenis tanaman obat baik lokal maupun luar.
Ketika di datangi, Hendi menjelaskan bagaimana ia bisa terpikir untuk menanam tanaman obat. Meski, awalnya ia sibuk membudidayakan tanaman hias yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
“Terpikir untuk menanam tanaman obat, sejak setahun lalu. Memang, tanaman hias bisa menghasilkan dan memiliki estetika. Akan tetapi, hanya untuk hiasan saja tidak dapat bermanfaat. Dari situ, saya berfikir bagaimana bisa membudidayakan tanaman obat,” ujar Hendi, Selasa (16/3/2021)
Ketika itu, Hendi mulai berburu untuk mencari bibit tanaman obat. Berbagai cara dilakukan Hendi untuk bisa mendapatkan jenis-jenis tanaman obat.
Lambat laun, dengan usaha yang dilakukannya setidaknya saat ini Hendi sudah memiliki koleksi 136 jenis. Ia masih terus mencari tanaman obat baik itu lokal maupun luar untuk dibudidayakannya
“Kalau tanaman obat dari luar, ada yang bisa menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Tetapi, ada juga yang tidak bisa menyesuaikan. Ada beberapa tanaman obat yang bisa dengan cepat menyesuaikan seperti jahe hitam dan kencur hitam dari India,” kata Hendi.
Lanjut Hendi, untuk jahe hitam India diperolehnya dari membeli secara online. Begitu pula dengan kencur hitam India. Meski harganya terbilang cukup mahal, tetapi ia tetap ingin membudidayakan tanaman ini.
Seperti jahe hitam India, menurutnya sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh. Cukup dengan merebus daun dan umbinya, bisa langsung diminum untuk menjaga imun tubuh agar dapat mencegah penularan penyakit.
Ada pula kencur hitam India yang ditanamnya. Tanaman ini, biasanya menjadi idola kaum lelaki. Kebanyakan orang yang datang ke Kampung Jawi dan berkunjung ke tempatnya, terutama lelaki memilih untuk membeli kencur hitam India ini.
‘Kalau kencur hitam India ini, manfaatnya untuk meningkatkan vitalitas lelaki dan juga melancarkan peredaran darah. Caranya juga tidak susah, cukup di rebus baik itu daun maupun umbinya. Airnya bisa langsung diminum untuk vitalitas,” ujarnya.
Ketika disinggung mengenai harga jual yang ditawarkan kepada setiap pengunjung, menurut Hendi ia tidak pernah mematok harga bila ada orang yang datang ke tempatnya. Terlebih, untuk warga yang ada di tempatnya bila ingin ikut membudidayakan ia lebih senang hanya memberikan saja.
Bisa ada wisatawan yang datang juga dan bertujuan untuk membudidayakan tanaman obat miliknya. Ia merasa senang, bila banyak orang yang sadar untuk menjaga kesehatan dan ikut membudidayakan tanaman obat.
Hasilkan 180 Ribu Ton Beras dan 5 Ton Gabah
Indralaya, Tribun – Predikat sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sumatera Selatan, tak membuat Pemkab Ogan Ilir mengendurkan produksi pangan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Ogan Ilir berada diposisi lima daerah penyuplai beras terbesar nomor lima di Sumsel.
“Kita urutan lima, masih di bawah Banyuasin, OKI, OKU Timur, dan Musi Banyuasin,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, Hasnandar Setiawan, Selasa (16/3)
Hasnandar menjelaskan, berdasarkan data tahun 2020, luas area persawahan di Ogan Ilir yakni lebih dari 46 ribu hektar.
Dari jumlah tersebut, lahan yang berhasil panen tahun lalu seluas 45.226 hektar.
Adapun satu hektar lahan sawah di Ogan Ilir menghasilkan 3,7 ton beras.
“Jadi, tahun lalu Ogan Ilir menghasilkan 180 ribu ton beras dan sekitar 5 ton gabah kering,” jelas Hasnandar
Jumlah produksi beras ini terus ditingkatkan oleh Pemkab Ogan Ilir.
Langkah-langkahnya diantaranya dengan perluasan area tanam baru atau PATB seluas 1.350 hektar lahan, juga di tahun lalu.
Menurut Hasnandar, sejatinya produksi beras Ogan Ilir surplus 45 % atau sebanyak 81 ribu ton.
Namun jumlah ini, kata nandar, akan terus ditingkatkan.
“Selain PATB, kami juga akan mengeduksi masyarakat mengenai masa tanam yang cocok agar panennya maksimal,” ungkap Hasnandar.
Diungkapnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas panen padi di Ogan Ilir diantaranya karena faktor tanah, waktu tanam terlalu lambat sehingga bertepatan dengan musim panas dan bencana alam berupa banjir di wilayah Ogan Ilir.
“Ini persoalan-persoalan yang ingin kami bereskan agar Ogan Ilir bisa surplus terus, nomor satu kalau bisa,” kata Hasnandar.
Tak cuma itu, Pemkab Ogan Ilir ke depannya akan memberikan bantuan kepada petani berupa bibit pertanian unggul guna menunjang kualitas panen.
“Pemkab sedang mendata dan akan memberi bantuan bibit padi unggul seperti Ciherang, Mekongga, IR 24, IT 46, yang terbaik,” tandasnya.
Iming-Iming Menarik Bagi Investasi Mobil Listrik
Pemerintah akan merevisi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk menarik investasi mobil listrik bertenaga baterai ke Indonesia. Tarif PPnBM mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV), misalnya, dipatok 0%, sementara PPnBM mobil hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) ditetapkan antara 5% hingga 7%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis, perbedaan tarif tersebut akan menarik investasi mobil listrik. Dalam aturan yang berlaku saat ini, tarif PPnBM BEV dan HEV masih sama yakni 0%. Jika aturan baru berlaku, pabrikan mobil listrik baterai bisa menikmati tarif 0% jika dalam dua tahun ke depan berinvestasi minimal sebesar Rp 5 triliun.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu juga optimistis, beleid PPnBM 0% mobil listrik bisa efektif mendorong daya beli masyarakat. la mencontohkan, saat China memberi insentif pajak, harga mobil listrik di negeri itu turun dari 3,4 kali menjadi 1,9 kali dari harga mobil konvensional. Selain mendapatkan tarif PPnBM 0%, investor mobil listrik BEV dengan nilai investasi Rp 5 triliun bisa mendapatkan fasilitas insentif tax holiday atau pemotongan pajak penghasilan selama sepuluh tahun.
Baru 6,8 Juta Wajib Pajak Melaporkan SPT Tahunan
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, sampai Selasa (16/3) wajib pajak yang telah menyampaikan SPT Pajak Penghasilan (PPh) baru masuk sebanyak 6,8 juta. Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan Direktorat P2Humas Ditjen Pajak Ani Natalia menyatakan jumlah pelaporan SPT tahunan 2020 tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah pelaporan SPT pada periode yang sama tahun lalu. Pada tahun lalu, Ditjen Pajak mencatat jumlah pelaporan SPT mencapai 7,64 juta SPT. Artinya, jumlah pelaporan SPT tahun ini hingga Selasa (16/3) turun sebesar 11% dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu.
KKP : Garansi Bank untuk PNBP
Puluhan miliar rupiah disetor oleh para eksportir benih lobster atau benur dalam bentuk garansi bank pada 2020 meskipun dasar hukum yang mengatur hal itu belum tuntas. Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim uang itu bukan bagian dari kejahatan korupsi seperti disangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai mekanisme jaminan bank itu merupakan cara mendapatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari kebijakan ekspor benih lobster.
Sebelumnya, pada Senin (15/3/2021), penyidik KPK menyita uang Rp 52,3 miliar dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Gambir, Jakarta Pusat, terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benur. Uang itu berasal dari para eksportir yang telah mendapat izin KKP untuk mengekspor benur pada 2020. Berdasarkan regulasi itu,tarif PNBP hanya mencakup jasa pemeriksaan klinis benih crustacea senilai Rp 250 per 1.000 ekor dan sertifikat kesehatan (HC) Rp 5.000 per sertifikat. Menurut Yusuf, tarif PNBP ekspor benih berdasarkan regulasi itu sangat rendah. Padahal, nilai pasar benih lobster jenis pasir di Vietnam mencapai 5-10 dollar AS per ekor.
Prioritas Serap Beras Lokal
Keputusan pemerintah mengimpor 1 juta ton beras menuai penolakan dari kalangan petani. Selain data produksi tahun 2019 dan 2020 menunjukkan surplus, potensi panen pada semester I-2021 berpeluang meningkat seiring meningkatnya luas tanam. Per 14 Maret 2021, stok beras yang dikelola oleh Bulog mencapai 883.585 ton. Sebanyak 859.877 ton di antaranya merupakan CBP dan sisanya adalah beras komersial. Pengadaan beras atau gabah dari dalam negeri mencapai 70.940 ton dengan alokasi 37.806 ton untuk CBP dan 33.134 ton sebagai beras komersial.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi gabah kering giling (GKG) sepanjang Januari-April 2021 meningkat 26,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 25,37 juta ton. Jumlah ini setara dengan 14,54 juta ton beras. Mengacu data tersebut, Budi menargetkan penyerapan beras produksi dalam negeri bisa lebih dari 500.000 ton hingga tiga bulan ke depan. Perusahaan berupaya stok yang dikelola Bulog pada akhir April 2021 lebih dari 1 juta ton. Oleh karena memprioritaskan produksi dalam negeri, kata Budi.
Percepat Transformasi Digital, Industri Telko Butuh Insentif
JAKARTA - Langkah pemerintah membangun
Palapa Ring dan menyiapkan Satelit Satria untuk
mendigitalkan seluruh wilayah NKRI sudah tepat.
Namun, untuk mempercepat transformasi digital,
pemerintah perlu memberikan insentif kepada
para penyelenggara teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) di Tanah Air.
Insentif yang dibutuhkan industri
TIK di antaranya relaksasi Biaya
Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi,
BHP Telekomunikasi, kewajiban
pelayanan universal (universal service obligation/USO), serta insentif
fiskal untuk investasi penggelaran
jaringan TIK, khususnya di wilayah
nonkomersial atau tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di sisi lain, pemerintah juga
harus lebih intens berkolaborasi dan melibatkan lebih banyak
penyelenggara jasa dan jaringan
telekomunikasi secara masif guna
memperluas penetrasi internet
di wilayah baru dan kawasan 3T.
Melalui langkah tersebut, target
‘merdeka sinyal’ dan menjadikan
Indonesia sebagai bangsa digital
bisa terealisasi lebih cepat.
Renstra 2020-2024
Menurut Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail, pemerintah melalui
Kemenkominfo sudah menetapkan
rencana pembangunan sektor TIK
dalam jangka pendek hingga menengah. “Kolaborasi semua pihak
terkait dibutuhkan untuk merealisasikan seluruh wilayah Indonesia
merdeka sinyal dan meujudkan program Indonesia Digital,” tegas dia.
Renstra tersebut, kata dia,
mengacu pada agenda pembangunan nasional sesuai Perpres No 18
Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020—2024.
Renstra Kemkominfo juga mengacu
pada perkembangan TIK global.
Menurut Ismail, Kemkominfo
pun telah memproyeksikan kebutuhan anggaran sebesar Rp 111,25
triliun untuk merealisasikan Renstra
hingga 2024. Perinciannya, pada
2020 membutuhkan anggaran Rp
8,09 triliun, 2021 sebanyak Rp 26,13
triliun, 2022 sebesar Rp 27,08 triliun,
2023 senilai Rp 24,61 trilun, dan 2024
sejumlah Rp 25 triliun.
Butuh Insentif
Wakil Ketua Umum ATSI/Presdir
Smartfren, Merza Fachys mengakui,
untuk mewujudkan transformasi
digital secara menyeluruh membutuhkan kolaborasi semua pemangku
kepentingan (stakeholders).
Ketua Umum Apjatel, Muhammad
Arif Angga menjelaskan, program
yang dijalankan Badan Aksesibilitas
Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo sudah berjalan
cukup baik untuk membangun akses
internet ke wilayah 3T.
Bakti bertugas membangun jaringan telekomunikasi di wilayah 3T dari
iuran biaya hak penggunaan (BHP)
frekuensi operator telekomunikasi
yang disebut USO. Juga rencana peluncuran satelit Satria-1 pada kuartal
III-2023.
Perihal rencana implementasi
5G, Arif menyarankan agar regulasi
di pusat dan daerah diharmonisasi
dengan baik. Soalnya, pembangunan
kedua infrastruktur ini akan sangat
masif jika 5G diterapkan.“Kita bisa
mulai dari kota-kota besar dulu karena investasinya pasti sangat besar,”
kata dia
Perlu Kolaborasi
Sementara itu, Group Head Corporate Communications XL Axiata,
Tri Wahyuningsih mengemukakan,
pembangunan jaringan akses internet
berteknologi mobile broadband 4G
LTE sangat dipengaruhi beberapa
faktor, seperti spektrum frekuensi,
ketersediaan jaringan transmisi/
transport, lokasi site, ketersediaan
infrastruktur jalan, serta infrastruktur
pendukung lainnya, seperti listrik dan
transportasi.
Salah satu solusinya, menurut
Tri Wahyuningsih, adalah menjalin
kolaborasi di antara stakeholder yang
terlibat.
Solusi lainnya adalah memanfaatkan teknologi yang cocok untuk mempercepat pembangunan infrastruktur
jaringan akses broadband di daerah
3T, remote, atau rural, di antaranya
teknologi satelit berkapasitas data
besar (high throughput satellites/
HTS) dan teknologi alternatif lain,
seperti high altittude platform station
(HAPS).
12.548 Desa
Dirjen SDPPI Kemenkominfo,
Ismail mengatakan, dalam Renstra
2020-2024, Kemenkominfo menetapkan peta jalan (roadmap) untuk
mencapai tujuan utama pembangunan
TIK. Pertama, mempercepat perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.
Kedua, melakukan transformasi
digital di sektor-sektor strategis, di
antaranya pemerintahan, layanan
publik, bantuan sosial, pendidikan,
kesehatan, perdagangan, industri,
dan penyiaran agar utilitisasi infrastruktur meningkat.
“Ketiga yaitu percepatan integrasi
pusat data nasional, mempersiapkan
SDM talenta digital. Sedangkan keempat, kami menyiapkan berbagai
hal yang berkaitan dengan regulasi,
skema pendanaan, dan pembiayaan
transformasi digital,” ucap dia.
Berdasarkan data Kemenkominfo,
dari total 83.218 desa dan kelurahan
di wilayah Indonesia, masih terdapat
12.548 (15,07%) desa dan kelurahan
yang belum terjangkau jaringan internet 4G LTE. Sebanyak 9.113 (73%)
desa dan kelurahan di antaranya
merupakan wilayah 3T.
Di daerah-daerah tersebut, jaringan
internet bakal dibangun Kemenkominfo melalui Bakti. Sisanya, 3.435
desa dan kelurahan (27%) yang masuk
wilayah non-3T (komersial) akan
dibangun operator telekomunikasi.
Dirjen SDPPI, Ismail mengemukakan, Kemenkominfo akan memfasilitasi penggelaran infrastruktur
jaringan 5G di enam ibu kota provinsi
di Jawa yang dianggap paling siap,
lima destinasi wisata super prioritas,
dan satu industri manufaktur. “Untuk
itu, Kemkominfo mulai melelang pita
frekuensi 3,5 GHz yang akan digunakan untuk perluasan akses internet
4G dan kemungkinan 5G,” papar dia.
(Oleh - HR1)
Gaikindo Sambut Positif Diskon PPnBM untuk Mobil 2.500 Cc
JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif
rencana pemerintah memperluas
cakupan jenis mobil yang memperoleh relaksasi Pajak Penjualan atas
Barang Mewah (PPnBM). Rencana diskon PPnBM untuk mobil
dengan volume silinder hingga 2.500
cc diyakini bakal menggairahkan
pasar mobil dan mempercepat kebangkitan industri otomotif dalam
negeri setelah terdampak pandemi.
“Masyarakat juga mendapat manfaat. Industri tumbuh, sehingga
perekonomian juga cepat pulih ya.
Harapannya begitu,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara kepada Investor Daily, Selasa
(16/3/2021).
“Presiden menyampaikan, kalau
dilihat memang insentif bisa diperluas untuk di atas 1.500 cc asalkan
TKDN-nya 70% itu mungkin bisa
jadi pertimbangan,” ujar Menkeu di
depan Komisi XI DPR, Selasa (16/3).
Saat ini, pemerintah telah memberikan diskon PPnBM untuk pembelian mobil baru mulai Maret
hingga Desember 2021 dengan
kapasitas silinder hingga 1.500 cc.
Diskon ini diberikan dalam tiga
tahap, yakni tahap pertama periode
Maret-Mei 2021 dengan besaran
diskon PPnBM 100%, kemudian periode Juni-Agustus 2021 diskon 50%,
dan periode September-Desember
2021 dengan diskon 25%.
Direktur Administrasi, Korporasi
dan Hubungan Eksternal Toyota
Motor Manufacturing Indonesia
(TMMIN), Bob Azam, berharap
perluasan relaksasi PPnBM ini dapat
meningkatkan penjualan mobil.
“Negara lain kan pasarnya
sudah mencapai 70%-80% seperti sebelum Covid-19, kita
masih level 50%. Jadi 50% itu kan
dibawah keekonomian. Keekonomiannya mungkin sekitar
70%. Jadi kalau ini berlarut-larut,
tekanan terhadap efisiensi untuk
penerima kerja akan semakin besar. Jadi memang harus segera,”
kata Bob kepada Investor Daily.
Di samping itu, dia berharap perluasan diskon PPnBM ini memberikan multiplier effect bagi
perekonomian nasional. Pasalnya, industri otomotif memiliki
lapisan yang cukup dalam yang
melibatkan antara lain Agen
Pemegang Merek (APM) mobil,
distributor, dan supplier
(Oleh - HR1)
Indonesia Terdepan Adopsi Layanan Digital di Asean
JAKARTA – Sebanyak 84% konsumen di Indonesia
sudah mulai beralih ke layanan/platform digital
untuk terhubung dengan sejumlah merek (brand)
sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Menurut
studi VMware Digital Frontiers 3.0, angka tersebut
tertinggi di Asia Tenggara (Asean) dan sembilan
negara yang disurvei.
Sejumlah organisasi di bidang layanan
finansial (57%), ritel (54%), dan edukasi
(36%) menjadi sektor terdepan di Indonesia yang berhasil meraih peningkatan
tertinggi dalam menghadirkan layanan
digital, dengan membandingkan kondisi
sebelum dan sesudah pandemi.
Country Manager VMware Indonesia
Cin Cin Go mengatakan, Indonesia
memperlihatkan komitmennya yang
sigap dalam mendukung terwujudnya
digital-first di masa depan. Hal ini ditandai dengan makin tingginya kebutuhan
konsumen untuk menikmati layanan
dan pengalaman secara digital.
“Ini menjadi landasan bagi perusahaan
untuk lebih gencar dalam mewujudkan
transformasi guna memenuhi kebutuhan
dan ekspektasi dari pelanggan mereka,”
tutur Cin Cin Go, dalam pernyataannya,
seperti dikutip Selasa (16/3).
Dia menjelaskan, konsumen Indonesia menjadi yang terdepan terkait
dengan tingkat penerimaan dalam merengkuh pengalaman digital (digital
experiences). Menurut studi VMware
yang bertajuk ‘Digital Frontiers 3.0
Study’, sejak tahun lalu, delapan dari 10
konsumen Indonesia, atau 84% sudah
mulai beralih ke layanan digital untuk
terhubung dengan brand.
Fakta tersebut pun menjadikan Indonesia berada di jajaran terdepan di
antara negara-negara lain di kawasan
Asia Tenggara yang menjadi target
studi dengan angka rerata penerimaan
layanan digital 78%.
Bahkan, Indonesia mengungguli
sejumlah negara maju dalam survei
tersebut, yakni Amerika Serikat yang
penerimaan layanan digitalnya baru
40%, Perancis 41%, Jerman 44%, dan
Inggris 34%.
Dari semua negara yang disurvei,
konsumen Indonesia juga merasa paling nyaman memberikan kepercayaan
ke perusahaan dalam mengakses data
personalnya agar sebagai pelanggan
dapat menikmati pengalaman digital
yang lebih baik.
Kepuasan Konsumen
Sementara itu, 64% konsumen di Indonesia juga mengaku bahwa kejadian
global tahun 2020 telah memaksa mereka
untuk beralih ke layanan digital dan merasakan pengalaman digital yang lebih baik.
Angka tersebut sedikit di bawah
rerata di Asia Tenggara (69%). Namun,
persentasenya masih jauh melebihi
negara-negara maju yang disurvei, yakni
Amerika Serikat dan Prancis sama-sama
baru 40%, Jerman 33%, dan Inggris 33%.
Bahkan disebutkan bahwa lebih dari
separuh (56%) konsumen di Indonesia
menyatakan akan beralih ke produk
maupun layanan kompetitor jika pengalaman digital yang dirasakan jauh
dari harapan. Karena itu, penting bagi
perusahaan untuk mengakselerasi
tumbuhnya inovasi.
Digitalisasi Sektor
Studi VMware Digital Frontiers 3.0
juga menyebutkan, sejumlah sektor
industri di Indonesia menjadi yang
terdepan dalam memenuhi ekspektasi
pelanggan di sepanjang tahun 2020.
Responden menyampaikan bahwa
organisasi-organisasi di sektor layanan finansial (57%), ritel (54%), dan
edukasi (36%), berhasil menghadirkan
pengalaman digital yang kian meningkat kepada konsumen dibandingkan
sebelum pandemi Covid-19.
Perusahaan di sektor layanan finansial (58%) dan ritel (38%) juga paling
dipercaya di antara sektor lain.
(Oleh - HR1)
Pemerintah Targetkan 100 Koperasi Modern dan Formalkan 2,5 Juta UKM
JAKAR TA – Pemerintah
melalui Kementerian Koperasi
dan UKM menargetkan pada
2021 mampu mencetak 100
koperasi modern dan mendorong sebanyak 2,5 juta usaha
mikro bertransformasi menjadi
sektor formal.
Staf Khusus Menteri Bidang
Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan UKM Riza
Damanik mengatakan, pihaknya juga menargetkan bakal
menaikkan kontribusi ekspor
sebesar 15,26%, meningkatkan
rasio kewirusahaan menjadi
3,55%, menaikkan rasio kredit
perbankan di atas 20%, serta
kemitraan strategis antara
UMKM dan usaha besar. Kemenkop UKM akan melakukan
pemetaan risiko usaha untuk
mendorong target penciptaan
koperasi modern dan UMKM
naik kelas.
Adapun rasio kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia
masih di bawah 20%. Jauh dari
Singapura (39%), Thailand
(50%), Malaysia (51%), Jepang
(66%), apalagi Korea Selatan
(81%). Pemerintah menargetkan rasio kredit perbankan bisa
mencapai 22-30% hingga 2024.
“Itulah sebabnya, salah satu
terobosan Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Cipta Kerja (UU Cipta Kerja)
yang diturunkan menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 7
Tahun 2021 adalah penguatan
skema pembiayaan,” ucap Riza
(Oleh - HR1)









