Indonesia Terdepan Adopsi Layanan Digital di Asean
JAKARTA – Sebanyak 84% konsumen di Indonesia
sudah mulai beralih ke layanan/platform digital
untuk terhubung dengan sejumlah merek (brand)
sejak pandemi Covid-19 tahun lalu. Menurut
studi VMware Digital Frontiers 3.0, angka tersebut
tertinggi di Asia Tenggara (Asean) dan sembilan
negara yang disurvei.
Sejumlah organisasi di bidang layanan
finansial (57%), ritel (54%), dan edukasi
(36%) menjadi sektor terdepan di Indonesia yang berhasil meraih peningkatan
tertinggi dalam menghadirkan layanan
digital, dengan membandingkan kondisi
sebelum dan sesudah pandemi.
Country Manager VMware Indonesia
Cin Cin Go mengatakan, Indonesia
memperlihatkan komitmennya yang
sigap dalam mendukung terwujudnya
digital-first di masa depan. Hal ini ditandai dengan makin tingginya kebutuhan
konsumen untuk menikmati layanan
dan pengalaman secara digital.
“Ini menjadi landasan bagi perusahaan
untuk lebih gencar dalam mewujudkan
transformasi guna memenuhi kebutuhan
dan ekspektasi dari pelanggan mereka,”
tutur Cin Cin Go, dalam pernyataannya,
seperti dikutip Selasa (16/3).
Dia menjelaskan, konsumen Indonesia menjadi yang terdepan terkait
dengan tingkat penerimaan dalam merengkuh pengalaman digital (digital
experiences). Menurut studi VMware
yang bertajuk ‘Digital Frontiers 3.0
Study’, sejak tahun lalu, delapan dari 10
konsumen Indonesia, atau 84% sudah
mulai beralih ke layanan digital untuk
terhubung dengan brand.
Fakta tersebut pun menjadikan Indonesia berada di jajaran terdepan di
antara negara-negara lain di kawasan
Asia Tenggara yang menjadi target
studi dengan angka rerata penerimaan
layanan digital 78%.
Bahkan, Indonesia mengungguli
sejumlah negara maju dalam survei
tersebut, yakni Amerika Serikat yang
penerimaan layanan digitalnya baru
40%, Perancis 41%, Jerman 44%, dan
Inggris 34%.
Dari semua negara yang disurvei,
konsumen Indonesia juga merasa paling nyaman memberikan kepercayaan
ke perusahaan dalam mengakses data
personalnya agar sebagai pelanggan
dapat menikmati pengalaman digital
yang lebih baik.
Kepuasan Konsumen
Sementara itu, 64% konsumen di Indonesia juga mengaku bahwa kejadian
global tahun 2020 telah memaksa mereka
untuk beralih ke layanan digital dan merasakan pengalaman digital yang lebih baik.
Angka tersebut sedikit di bawah
rerata di Asia Tenggara (69%). Namun,
persentasenya masih jauh melebihi
negara-negara maju yang disurvei, yakni
Amerika Serikat dan Prancis sama-sama
baru 40%, Jerman 33%, dan Inggris 33%.
Bahkan disebutkan bahwa lebih dari
separuh (56%) konsumen di Indonesia
menyatakan akan beralih ke produk
maupun layanan kompetitor jika pengalaman digital yang dirasakan jauh
dari harapan. Karena itu, penting bagi
perusahaan untuk mengakselerasi
tumbuhnya inovasi.
Digitalisasi Sektor
Studi VMware Digital Frontiers 3.0
juga menyebutkan, sejumlah sektor
industri di Indonesia menjadi yang
terdepan dalam memenuhi ekspektasi
pelanggan di sepanjang tahun 2020.
Responden menyampaikan bahwa
organisasi-organisasi di sektor layanan finansial (57%), ritel (54%), dan
edukasi (36%), berhasil menghadirkan
pengalaman digital yang kian meningkat kepada konsumen dibandingkan
sebelum pandemi Covid-19.
Perusahaan di sektor layanan finansial (58%) dan ritel (38%) juga paling
dipercaya di antara sektor lain.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023