;

Sengkarut Impor Beras

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Rencana Pemerintah mengimpor beras masih menuai pro dan kontra. Namun, impor komoditas pokok itu seharusnya tidak tabu dilakukan apabila pasokan di dalam negeri terbukti tak mencukupi kebutuhan. Hingga saat ini tidak ada data yang pasti terkait dengan stok beras nasional. Namun, stok yang ada sekarang ini jauh di bawah kebutuhan masyarakat. Badan Urusan Logistik (Bulog) sendiri mengklaim impor beras tak diperlukan karena proyeksi serapan di dalam negeri masih dapat memenuhi konsumsi.

Wacana impor sudah diputuskan dalam rakortas, yang dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait. Rencana impor tidak digulirkan untuk makin menekan harga beras di tingkat petani, mengingat Bulog telah ditugaskan untuk menyerap gabah atau beras dengan harga sesuai dengan acuan yang diatur dalam Permendag No. 24/2020. Intervensi pemerintah akan dilakukan saat terjadi anomali harga atau saat harga beras di pasaran naik ketika stok tersedia.

Rerata harga beras medium di tingkat nasional selama sepekan terakhir masih stabil di posisi Rp 10.600 per kilogram. Pergerakan harga beras ini tak semata-mata disebabkan oleh wacana impor. Panen raya yang bertepatan dengan cuaca dan curah hujan tinggi turut mengakibatkan kadar air dalam gabah tinggi, sehingga kualitasnya cenderung rendah. Beras impor harus masuk pada saat yang tepat, dan kanal tambahan penyaluran beras Bulog juga harus disiapkan. Kehadiran beras impor ini nyatanya tak diikuti dengan penyaluran yang lancar. Bulog melaporkan perusahaan harus mencampur beras impor dan beras lokal dengan komposisi 1:1 karena beras impor berjenis pera yang tak umum dikonsumsi masyarakat. 

(Oleh - IDS)

Banjir Insentif di Otomotif

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Jutaan tenaga kerja terlibat pada bidang usaha ini. Ratusan triliunan rupiah investasi telah digelontorkan produsen lokal dan multinasional di Tanah Air. Namun, pandemi Covid-19 turut menghantam bidang usaha ini. Sepanjang tahun lalu penjualan merosot tajam, karyawan pun banyak yang dirumahkan. Guna menolong kinerja, pemerintah memberikan insentif sebagaimana termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.20/PMK.010/2021. Regulasi tersebut mengatur kebijakan insentif penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor berkapasitas sampai dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4x2, serta memiliki kandungan lokal minimal sebesar 70% dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021.

Besarnya PPnBM Kendaraan Bermotor ditanggung oleh pemerintah diberikan secara bertahap, yaitu 100% untuk Maret—Mei 2021, sebesar 50% untuk periode Juni—Agustus 2021 dan 25% pada September—Desember 2021. Tak cukup itu, pekan ini Presiden Joko Widodo juga secara khusus meminta Kementerian Perindustrian mengkaji kemungkinan perluasan dan pendalaman program relaksasi PPnBM ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor berkapasitas di atas 1.500 cc dengan kandungan lokal di atas 50%. Dari data Asean Automotive Federation (AAF), penjualan mobil di Tanah Air merosot paling dalam. Thailand yang selama ini menjadi 'rival,' sepanjang tahun lalu mampu menahan penurunan penjualan di kisaran 21% menjadi 792.142 unit. Bahkan Malaysia hanya turun 14% dengan total penjualan hampir menyamai yaitu 522.537 unit.

Selain menjaga pasar kendaraan berbahan bakar minyak, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji regulasi terkait dengan kendaraan listrik berbasis baterai. Dalam pemaparan di hadapan Komisi XI DPR RI pada Senin (15/3), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan usulan perubahan kelompok/skema barang kena pajak untuk kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah. Pemerintah berencana menghapus PPnBM untuk kendaraan berbasis baterai dengan nilai investasi minimal Rp5 triliun. Tujuannya adalah menarik investor agar mempercepat pengurangan emisi karbon. Di sisi lain, pemerintah berencana menaikkan pajak kendaraan hybrid. Niat pemerintah menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat patut kita dukung tetapi keinginan tersebut juga harus diikuti dengan langkah nyata dengan menyiapkan ekosistem, infrastruktur, dan pengelolaan limbah baterainya.

(Oleh - HR1)

Sidang Korupsi Ekspor Benur, Aliran Uang Edhy Diungkap

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Sidang pemeriksaan saksi kasus ekspor benur mengungkap bahwa eks Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo memberikan sejumlah fasilitas kepada sespri dan istri yang digunakan untuk belanja barang mewah. Anggia Tsalonika Kloer, Sekretaris pribadi (Sespri) mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, mengaku pernah diberikan mobil hingga disewakan unit apartemen. Hal itu diungkapkan Anggia saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan izin ekspor benih bening lobster alias benur dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito. 

Pemilik PT DPPP didakwa memberikan suap senilai total Rp 2,1 miliar yang terdiri dari US$ 103.000 (sekitar Rp 1,44 miliar) dan Rp 706, 05 juta kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Anggia awalnya diincar oleh jaksa soal bagaimana dia bekerja sebagai sespri. Jaksa menanyakan fasilitas yang diterima Anggia selain gaji dan perjalanan dinas. Namun, dia mengaku tidak mengetahui soal biaya sewa apartemen tersebut.  

Pengadilan Tipikor juga meminta kesaksian dari Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo. Dalam sidang tersebut terungkap bahwa Edhy memberlikan jam tangan Rolex untuk Iis sebagai ulang tahun pernikahan di Hawaii. Iis diketahui ikut ke Hawaii dalam rangka perjalanan dinas Edhy Prabowo pada 17 - 24 November 2020. Iis mengaku bahwa Edhy menyerahkan uang tunai US$ 50.000 kepada dirinya sebelum berangkat ke Hawaii. Rombongan beberapa kali melakukan transit yakni di Incheon, Korea Selatan, San Fransisco, serta Los Angeles, Amerika Serikat karena harus melakukan tes PCR di daratan Amerika. Selanjutnya, Iis juga berbelanja sejumlah pakaian di factory outlet di San Fransisco maupun ke gerai Salvatore Ferragamo.

(Oleh - IDS)

Relaksasi Pajak Properti, Hunian Premium Naik 25%

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Surabaya - Penjualan properti di Jawa Timur diprediksi terus meningkat seiring adanya relaksasi pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% mulai Maret - Agustus 2021. Penjualan properti mengalami perbaikan pada akhir 2020 hingga awal 2021. Dengan tambahan stimulus dari pemerintah tentu akan menambah gairah pasar khususnya kelas premium. Momen stimulus dan kondisi harga properti yang relatif sempat terkoreksi seharusnya menjadi kesempatan investor maupun end user untuk membeli properti.

Saat ini, kesempatan investor untuk masuk di sektor properti karena akan ada keuntungan di masa depan. Dengan potensi-potensi tersebut diyakini tahun ini penjualannya bisa naik 70% dibandingkan tahun lalu. Selain stimulus pemerintah, saat ini perbankan juga banyak menghadirkan berbagai program KPR/KPA dengan promo suku bunga yang cukup bersaing. Pengembang tahun ini lebih optimistis dengan produk rumah yang sudah digarap sejalan dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi, percepatan program vaksinasi, ditambah dengan adanya stimulus pemerintah.

(Oleh - IDS)

Revitalisasi Tanjung Adikarto Kulonprogo, Memantik Sektor Perikanan Diy

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Yogyakarta - Pemerintah berkomitmen untuk melakukan studi ulang proyek strategis nasional Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulonprogo DIY yang sudah lama mangkrak. Namun, proyek untuk pelabuhan perikanan tersebut memiliki sejumlah tantangan dalam pembanguna, utamanya kondisi alam. Pelabuhan Tanjung Adikarto adalah proyek Pemerintah Provinsi DIY yang konstruksinya dimulai sejak 2005. Namun perkembangannya gagal berlanjut. 

Pemprov DIY memproyeksikan Tanjung Adikarto sebagai sentra perikanan laut dengan orientasi ekspor. Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi DIY memperkirakan pembangunan konstruksi pelabuhan menelan dana Rp 447 miliar. Sebagian besar anggaran tersebut hanya digunakan untuk membangun pemecah gelombang. Belum siapnya infrastruktur pemecah gelombang jadi penyebab utama mangkraknya proyek. Pemecah gelombang ini berperan penting untuk memudahkan kapal yang nantinya akan masuk ke dermaga. 

Jika pelabuhan tersebut sudah beroperasi secara penuh, Adikarto bisa menampung sebanyak 400 kapal berukuran hingga 150 Gross Tonnage (GT). Dengan begitu, pelabuhan ini digadang mampu meningkatkan kapasitas produksi perikanan laut di DIY. Potensi hasil tangkapan ikan dari pelabuhan ini diprediksi mencapai 27.400 ton per tahun atau senilai Rp 276 miliar per tahun. Proyeksi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan volume perikanan tangkap di DIY selama ini. Posisi Tanjung Adikarto yang berhadapan langsung dengan laut terbuka yakni Samudra Hindia membuat lokasi pelabuhan rawan diterjang gelombang besar. Karakter pantai yang berpasir juga meningkatkan risiko sedimentasi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pemecah gelombang menjadi prioritas karena berperan vital pada operasional pelabuhan.

(Oleh - IDS)


Krakatau Steel Ekspor 20.000 Ton Baja ke Eropa Maret ini

R Hayuningtyas Putinda 18 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan mengekspor 20.000 ton baja ke Eropa pada Maret 2021.Direktur Utama KRAS, Silmy Karim mengatakan pada periode Januari-Februari 2021 penjualan produk baja Krakatau Steel mengalami peningkatan menjadi 311.758 ton dibandingkan volume penjualan di periode yang sama di tahun 2020 sebesar 290.645 ton. 

Secara keseluruhan, dari total volume penjualan HRC dan CRC sebesar 1.603.732 ton di tahun 2020, porsi ekspor sebesar mencapai 12% yaitu 128.341,9 ton. Di 2021 diperkirakan Krakatau Steel akan dapat meningkatkan volume penjualan HRC dan CRC hingga 2.040.000 ton dengan target ekspor sebesar 155.000 ton atau meningkat 17,20% dibandingkan tahun 2020. Secara spesifik, target pengiriman ekspor baja Krakatau Steel ke Eropa sebesar 100.000 ton di tahun 2021.

"Melalui Pelabuhan Cigading yang dimiliki PT KBS, Eksport baja ke eropa sudah berjalan dengan baik. pengiriman ke Negara tujuan Portugal adalah negara dengan tujuan pengiriman ekspor terbanyak ke Eropa yakni sebesar 7.500 ton, kemudian Spanyol dengan total hampir 7.000 ton, serta Italia sebesar 6.000 ton," kata Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). 

(Oleh - HR1)

Kas Surplus Rp 18,7 T Keuangan BPJS Kesehatan Masih Reyot

Mohamad Sajili 18 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti buka-bukaan soal kondisi keuangan BPJS Kesehatan masih belum aman meskipun memiliki kondisi surplus arus kas sebesar Rp 18,74 triliun. Ghufron menjelaskan pada PP 84 tahun 2015 keuangan BPJS Kesehatan bisa disebutkan aman apabila kondisi asetnya mencukupi estimasi pembayaran klaim selama satu setengah bulan ke depan, maka BPJS Kesehatan mesti memiliki aset bersih sebesar Rp 13,93 triliun. Namun demikian, menurut Ghufron setelah dihitung-hitung aset BPJS Kesehatan saat ini justru masih minus Rp 6,36 triliun. Jauh sekali dari batas aman di Rp 13,93 triliun, meskipun arus kas BPJS surplus sampai Rp 18,74 triliun.

WTO dan Perdagangan Multilateral

Andriani D 18 Mar 2021 Epaper Compas

Sistem perdagangan multilateral di bawah WTO masih terus dibutuhkan untuk mengelola perdagangan dunia secara baik. Perang dagang yang terjadi antara AS dan China hanya memperjelas bahwa sistem itu semakin dibutuhkan.Tanpa itu, tata kelola perdagangan dapat mengarah pada tindakan unilateral yang agresif dan merugikan seluruh pihak.

Sebagai salah satu negara berkembang penting, Indonesia juga dapat lebih aktif mendukung reformasi itu. Dalam berbagai forum internasional, seperti G-20, Indonesia telah mendorong proses reformasi WTO,termasuk di KTT di Arab Saudi. Indonesia juga bisa mendorong agar pembicaraan mengenai reformasi menjadi agenda resmi WTO dan menggunakan kesempatan KTM Ke-12 untuk mendorong agenda itu. Tentu saja Indonesia perlu merumuskan posisi strategis terkait reformasi ini jika dapat dibicarakan secara resmi di WTO. Sekali lagi, beberapa perubahan dan perbaikan WTO sangat diperlukan agar WTO bisa menjalankan fungsinya dalam mendorong integrasi ekonomi, memantau kebijakan dan aturan perdagangan, serta membantu penyelesaian sengketa. Keberhasilan WTO akan jadi kunci dalam membentuk tatakelola ekonomi dunia yang lebih utuh dan tak terfragmentasi, yang dibutuhkan di masa perubahan pasca krisis ini.


UMKM dan Pariwisata Sumsel Makin Bergairah

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Palembang – Tribun – PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk di Sumsel ada delapan proyek strategi nasional yang akan dibangun. Dari delapan proyek tersebut tiga diantaranya sudah bisa dilalui yaitu Tol Palembang – Indralaya, Tol Pematang Pangang – Kayu Agung dan Kayu Agung – Palembang.

Bahkan dengan sudah beroprasionalnya tol tersebut kini Palembang dengan Lampung semakin terkoneksi, sehingga terus menggerakan roda perekonomian setempat. Seperti dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pariwisata di Sumsel.

Pante Kosta Elsiwi, pemilik Warung Mak El yang ada direst Area KM 277 mengatakan, kalau sebelumnya ia berjualan diluar tol. Namun sejak adanya tol ini ia berjualan di rest area ini, sejak tahun 2020.

“Saya tertarik berjualan di sini karena adanya tol ini. Bersyukur kini bisa berjualan ditempat khusus yang nyaman dan bagus. Terkait pendapatan lumayan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, karena ini berkah adanya tol,” kata Mak El, Selasa (16/3/2021).

Menurut Mak El, dengan adanya tol ini ia cukup terbantu. Ia semakin semangat untuk berjualan, sebab setiap harinya pasti ada pengendara  yang beristirahan dan makan ditempatnya. Setidaknya ada ratusan orang yang singah di reat area ini per harinya. Mak El sendiri menjual berbagai makanan yang siap disantap seperti Lele, Ayam, Soto, Es Kelapa, dan lain-lain.

Sementara itu Natalia yang merupakan UMKM di Palembang mengatakan, saat pandemi Covid-19 orderan memang sempat menurun. Namun sejak November 2020 pesanan sedikit demi sedikit mulai mengeliat.

“Sekarang zaman serba online jadi banyak orderan yang via online dikirim melalui paket. Terlebih dengan adanya JTTS ini cukup membantu penjualan, karena pengiriman lebih cepat dan orderan semakin mengeliat,” kata Owner Rifera Natalia.

Menurut Natalia, Lampung dan Jakarta merupakan pangsa pasar produknya. Untuk itu dengan adanya JTTS ini pengiriman paket pun menjadi lebih cepat sampai dan pelanggan jadi lebih puas. Bahkan jika ia berlibur ke Lampung bisa sekaligun membawa orderan pelanggan.

“Sejak adanya JTTS semua jadi serba mudah, mau kirim paket cepat sampai. Kalau dulu mau liburan ke Lampung atau Jakarta butuh waktu berjam-jam bahkan bisa lebih dari 12 jam, namun kini cukup 3,5 jam saja dari Palembang – Lampung sampai,” katanya.

Sebagai informasi, Rifera merupakan produk kerajinan yang yang menggunakan bahan limbah kulit kayu, yang diproses secara khusus menjadi tas yang cantik.

“Untuk mengangkat produk lokal bahkan tas kulit kayu Rifera dikombinasikan dengan songket, jumputan, tenun, dan jupri khas Sumsel, sehingga punya daya tarik tersendiri di masyarakat,” katanya.


Gerakkan Pariwisata di Masa Pandemi Secara Virtual

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Palembang – Tribun – Pandemi Covid-19 memukul semua sektor usaha, namun yang paling berdampak yakni sektor pariwisata.

Untuk kembali menggerakan sektor pariwisata, Tribun Network berkerjasama dengan sejumlah asosiasi biro perjalan wisata yakni ASITA, PHRI dan ASPPI yang bakal dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

General Manager Bisnis Sumatera Tribun, MF Ririen Kusumawardhani mengatakan, webinar nasional ini akan berlangsung satu bulan penuh dengan bekal menghadiri potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dari semua provinsi di Sumatera.

Acara akan berlangsung selama empat minggu dengan rincian setiap minggu akan menampilkan semua potensi dan destinasi wisata dari masing-masing kabupaten kota di Provinsi tersebut.

“Contohnya saja Sumsel, satu minggu itu 17 kabupaten kota akan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatifnya sehingga meski di masa pandemi sektor pariwisata masih bisa tetap berjalan walaupun secara virtual,” kata Ririen saat berdiskusi dengan Ketua DPD ASITA Sumsel, Antony, Selasa (16/3/2021).

Sementara itu ketua ASITA Sumsel, Antony mengatakan ASITA siap mendukung webinar nasional ini dan akan memberikan informasi pariwisata di Sumsel.

Selama masa pandemi ini, ASITA juga tetap bergerak dan produktif membuat sejumlah event baik virtual dan offline untuk membangkitkan sektor pariwisata. Misalnya saja pada Januari lalu menggelar event gowes yang diikuti sejumlah kabupaten kota di Sumsel, lalu menjajaki kerjasama dengan provinsi Lampung saling bertukar informasi dan promosi pariwisata sehingga bukan cuma wong Palembang saja yang keerap berlibur ke Lampung saat akhir pekan, tapi juga warga Lampung juga berlibur ke Palembang.

“Warga Lampung tertarik dengan wisata kuliner Palembang yang menawarkan beragam kuliner yang lezat dan juga wisata Sungai Musinya tidak kalah menggoda,” ujar antony. Dia mengatakan saat akhir pekan kadang bisa dengan mudah ditemukan kendaraan dengan nomor polisi BE dari Lampung yang berwisata ke Palembang hanya sekedar menikmati pempek, pindang, atau mie celor juga berpergian ke Pulau Kemaro. Meski jumlahnya memang masih sedikit disbanding dengan Plat kendaraan BG yang memenuhi parkiran di Pantai Lampung saat akhir pekan.

Kemudian akses hal ini membuat bisnis pariwisata ikut terdongkrak, hanya saja saat pandemi memang wisata dalam negeri terpukul karena masyarakat masih takut berpergian dengan pesawat. Sementara itu wisata luar negeri yang menjadi andalan juga sulit menjualnya karena kebijakan regulasi Negara yang ditujuh belum mengizinkan didatangi.

Dia berharap temuan vaksin dan sejumlah event virtual pariwisata akan bisa segera membangkitkan pariwisata Sumsel juga nasional seperti dulu lagi. Masyarakat juga bisa berlibur dan semua usaha yang berkaitan dengan pariwisata kembali bangkit.


Pilihan Editor