;

Kas Surplus Rp 18,7 T Keuangan BPJS Kesehatan Masih Reyot

Mohamad Sajili 18 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti buka-bukaan soal kondisi keuangan BPJS Kesehatan masih belum aman meskipun memiliki kondisi surplus arus kas sebesar Rp 18,74 triliun. Ghufron menjelaskan pada PP 84 tahun 2015 keuangan BPJS Kesehatan bisa disebutkan aman apabila kondisi asetnya mencukupi estimasi pembayaran klaim selama satu setengah bulan ke depan, maka BPJS Kesehatan mesti memiliki aset bersih sebesar Rp 13,93 triliun. Namun demikian, menurut Ghufron setelah dihitung-hitung aset BPJS Kesehatan saat ini justru masih minus Rp 6,36 triliun. Jauh sekali dari batas aman di Rp 13,93 triliun, meskipun arus kas BPJS surplus sampai Rp 18,74 triliun.

WTO dan Perdagangan Multilateral

Andriani D 18 Mar 2021 Epaper Compas

Sistem perdagangan multilateral di bawah WTO masih terus dibutuhkan untuk mengelola perdagangan dunia secara baik. Perang dagang yang terjadi antara AS dan China hanya memperjelas bahwa sistem itu semakin dibutuhkan.Tanpa itu, tata kelola perdagangan dapat mengarah pada tindakan unilateral yang agresif dan merugikan seluruh pihak.

Sebagai salah satu negara berkembang penting, Indonesia juga dapat lebih aktif mendukung reformasi itu. Dalam berbagai forum internasional, seperti G-20, Indonesia telah mendorong proses reformasi WTO,termasuk di KTT di Arab Saudi. Indonesia juga bisa mendorong agar pembicaraan mengenai reformasi menjadi agenda resmi WTO dan menggunakan kesempatan KTM Ke-12 untuk mendorong agenda itu. Tentu saja Indonesia perlu merumuskan posisi strategis terkait reformasi ini jika dapat dibicarakan secara resmi di WTO. Sekali lagi, beberapa perubahan dan perbaikan WTO sangat diperlukan agar WTO bisa menjalankan fungsinya dalam mendorong integrasi ekonomi, memantau kebijakan dan aturan perdagangan, serta membantu penyelesaian sengketa. Keberhasilan WTO akan jadi kunci dalam membentuk tatakelola ekonomi dunia yang lebih utuh dan tak terfragmentasi, yang dibutuhkan di masa perubahan pasca krisis ini.


UMKM dan Pariwisata Sumsel Makin Bergairah

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Palembang – Tribun – PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk di Sumsel ada delapan proyek strategi nasional yang akan dibangun. Dari delapan proyek tersebut tiga diantaranya sudah bisa dilalui yaitu Tol Palembang – Indralaya, Tol Pematang Pangang – Kayu Agung dan Kayu Agung – Palembang.

Bahkan dengan sudah beroprasionalnya tol tersebut kini Palembang dengan Lampung semakin terkoneksi, sehingga terus menggerakan roda perekonomian setempat. Seperti dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pariwisata di Sumsel.

Pante Kosta Elsiwi, pemilik Warung Mak El yang ada direst Area KM 277 mengatakan, kalau sebelumnya ia berjualan diluar tol. Namun sejak adanya tol ini ia berjualan di rest area ini, sejak tahun 2020.

“Saya tertarik berjualan di sini karena adanya tol ini. Bersyukur kini bisa berjualan ditempat khusus yang nyaman dan bagus. Terkait pendapatan lumayan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, karena ini berkah adanya tol,” kata Mak El, Selasa (16/3/2021).

Menurut Mak El, dengan adanya tol ini ia cukup terbantu. Ia semakin semangat untuk berjualan, sebab setiap harinya pasti ada pengendara  yang beristirahan dan makan ditempatnya. Setidaknya ada ratusan orang yang singah di reat area ini per harinya. Mak El sendiri menjual berbagai makanan yang siap disantap seperti Lele, Ayam, Soto, Es Kelapa, dan lain-lain.

Sementara itu Natalia yang merupakan UMKM di Palembang mengatakan, saat pandemi Covid-19 orderan memang sempat menurun. Namun sejak November 2020 pesanan sedikit demi sedikit mulai mengeliat.

“Sekarang zaman serba online jadi banyak orderan yang via online dikirim melalui paket. Terlebih dengan adanya JTTS ini cukup membantu penjualan, karena pengiriman lebih cepat dan orderan semakin mengeliat,” kata Owner Rifera Natalia.

Menurut Natalia, Lampung dan Jakarta merupakan pangsa pasar produknya. Untuk itu dengan adanya JTTS ini pengiriman paket pun menjadi lebih cepat sampai dan pelanggan jadi lebih puas. Bahkan jika ia berlibur ke Lampung bisa sekaligun membawa orderan pelanggan.

“Sejak adanya JTTS semua jadi serba mudah, mau kirim paket cepat sampai. Kalau dulu mau liburan ke Lampung atau Jakarta butuh waktu berjam-jam bahkan bisa lebih dari 12 jam, namun kini cukup 3,5 jam saja dari Palembang – Lampung sampai,” katanya.

Sebagai informasi, Rifera merupakan produk kerajinan yang yang menggunakan bahan limbah kulit kayu, yang diproses secara khusus menjadi tas yang cantik.

“Untuk mengangkat produk lokal bahkan tas kulit kayu Rifera dikombinasikan dengan songket, jumputan, tenun, dan jupri khas Sumsel, sehingga punya daya tarik tersendiri di masyarakat,” katanya.


Gerakkan Pariwisata di Masa Pandemi Secara Virtual

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Palembang – Tribun – Pandemi Covid-19 memukul semua sektor usaha, namun yang paling berdampak yakni sektor pariwisata.

Untuk kembali menggerakan sektor pariwisata, Tribun Network berkerjasama dengan sejumlah asosiasi biro perjalan wisata yakni ASITA, PHRI dan ASPPI yang bakal dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

General Manager Bisnis Sumatera Tribun, MF Ririen Kusumawardhani mengatakan, webinar nasional ini akan berlangsung satu bulan penuh dengan bekal menghadiri potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dari semua provinsi di Sumatera.

Acara akan berlangsung selama empat minggu dengan rincian setiap minggu akan menampilkan semua potensi dan destinasi wisata dari masing-masing kabupaten kota di Provinsi tersebut.

“Contohnya saja Sumsel, satu minggu itu 17 kabupaten kota akan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatifnya sehingga meski di masa pandemi sektor pariwisata masih bisa tetap berjalan walaupun secara virtual,” kata Ririen saat berdiskusi dengan Ketua DPD ASITA Sumsel, Antony, Selasa (16/3/2021).

Sementara itu ketua ASITA Sumsel, Antony mengatakan ASITA siap mendukung webinar nasional ini dan akan memberikan informasi pariwisata di Sumsel.

Selama masa pandemi ini, ASITA juga tetap bergerak dan produktif membuat sejumlah event baik virtual dan offline untuk membangkitkan sektor pariwisata. Misalnya saja pada Januari lalu menggelar event gowes yang diikuti sejumlah kabupaten kota di Sumsel, lalu menjajaki kerjasama dengan provinsi Lampung saling bertukar informasi dan promosi pariwisata sehingga bukan cuma wong Palembang saja yang keerap berlibur ke Lampung saat akhir pekan, tapi juga warga Lampung juga berlibur ke Palembang.

“Warga Lampung tertarik dengan wisata kuliner Palembang yang menawarkan beragam kuliner yang lezat dan juga wisata Sungai Musinya tidak kalah menggoda,” ujar antony. Dia mengatakan saat akhir pekan kadang bisa dengan mudah ditemukan kendaraan dengan nomor polisi BE dari Lampung yang berwisata ke Palembang hanya sekedar menikmati pempek, pindang, atau mie celor juga berpergian ke Pulau Kemaro. Meski jumlahnya memang masih sedikit disbanding dengan Plat kendaraan BG yang memenuhi parkiran di Pantai Lampung saat akhir pekan.

Kemudian akses hal ini membuat bisnis pariwisata ikut terdongkrak, hanya saja saat pandemi memang wisata dalam negeri terpukul karena masyarakat masih takut berpergian dengan pesawat. Sementara itu wisata luar negeri yang menjadi andalan juga sulit menjualnya karena kebijakan regulasi Negara yang ditujuh belum mengizinkan didatangi.

Dia berharap temuan vaksin dan sejumlah event virtual pariwisata akan bisa segera membangkitkan pariwisata Sumsel juga nasional seperti dulu lagi. Masyarakat juga bisa berlibur dan semua usaha yang berkaitan dengan pariwisata kembali bangkit.


Kencur Hitam India Idola Kaum Pria

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Banyak tempat yang dapat dikunjungi bila datang ke wilayah yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Banyuasin ini. Masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani sawah dan berkebun, menjadi salah satu cara warga di sini untuk menarik wisatawan datang.

Tak hanya sawah dan perkebunan, hampir setiap rumah warga juga dipenuhi tanaman hias maupun tanaman obat. Seperti yang dilakukan Hendi. Warga Kampung Sungai Jawi ini membudidayakan sejumlah tanaman, baik itu tanaman hias maupun tanaman obat.

Di perkarangan rumah Hendi, dipenuhi dengan tanaman hias dan juga tanaman obat. Setidaknya, disini Hendi menanam sebanyak 136 jenis tanaman obat baik lokal maupun luar.

Ketika di datangi, Hendi menjelaskan bagaimana ia bisa terpikir untuk menanam tanaman obat. Meski, awalnya ia sibuk membudidayakan tanaman hias yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

“Terpikir untuk menanam tanaman obat, sejak setahun lalu. Memang, tanaman hias bisa menghasilkan dan memiliki estetika. Akan tetapi, hanya untuk hiasan saja tidak dapat bermanfaat. Dari situ, saya berfikir bagaimana bisa membudidayakan tanaman obat,” ujar Hendi, Selasa (16/3/2021)

Ketika itu, Hendi mulai berburu untuk mencari bibit tanaman obat. Berbagai cara dilakukan Hendi untuk bisa mendapatkan jenis-jenis tanaman obat.

Lambat laun, dengan usaha yang dilakukannya setidaknya saat ini Hendi sudah memiliki koleksi 136 jenis. Ia masih terus mencari tanaman obat baik itu lokal maupun luar untuk dibudidayakannya

“Kalau tanaman obat dari luar, ada yang bisa menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Tetapi, ada juga yang tidak bisa menyesuaikan. Ada beberapa tanaman obat yang bisa dengan cepat menyesuaikan seperti jahe hitam dan kencur hitam dari India,” kata Hendi.

Lanjut Hendi, untuk jahe hitam India diperolehnya dari membeli secara online. Begitu pula dengan kencur hitam India. Meski harganya terbilang cukup mahal, tetapi ia tetap ingin membudidayakan tanaman ini.

Seperti jahe hitam India, menurutnya sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh. Cukup dengan merebus daun dan umbinya, bisa langsung diminum untuk menjaga imun tubuh agar dapat mencegah penularan penyakit.

Ada pula kencur hitam India yang ditanamnya. Tanaman ini, biasanya menjadi idola kaum lelaki. Kebanyakan orang yang datang ke Kampung Jawi dan berkunjung ke tempatnya, terutama lelaki memilih untuk membeli kencur hitam India ini.

‘Kalau kencur hitam India ini, manfaatnya untuk meningkatkan vitalitas lelaki dan juga melancarkan peredaran darah. Caranya juga tidak susah, cukup di rebus baik itu daun maupun umbinya. Airnya bisa langsung diminum untuk vitalitas,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai harga jual yang ditawarkan kepada setiap pengunjung, menurut Hendi ia tidak pernah mematok harga bila ada orang yang datang ke tempatnya. Terlebih, untuk warga yang ada di tempatnya bila ingin ikut membudidayakan ia lebih senang hanya memberikan saja.

Bisa ada wisatawan yang datang juga dan bertujuan untuk membudidayakan tanaman obat miliknya. Ia merasa senang, bila banyak orang yang sadar untuk menjaga kesehatan dan ikut membudidayakan tanaman obat.


Hasilkan 180 Ribu Ton Beras dan 5 Ton Gabah

Fadilla Anggraini 17 Mar 2021 Tribun Sumsel

Indralaya, Tribun – Predikat sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sumatera Selatan, tak membuat Pemkab Ogan Ilir mengendurkan produksi pangan.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Ogan Ilir berada diposisi lima daerah penyuplai beras terbesar nomor lima di Sumsel.

“Kita urutan lima, masih di bawah Banyuasin, OKI, OKU Timur, dan Musi Banyuasin,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir, Hasnandar Setiawan, Selasa (16/3)

Hasnandar menjelaskan, berdasarkan data tahun 2020, luas area persawahan di Ogan Ilir yakni lebih dari 46 ribu hektar.

Dari jumlah tersebut, lahan yang berhasil panen tahun lalu seluas 45.226 hektar.

Adapun satu hektar lahan sawah di Ogan Ilir menghasilkan 3,7 ton beras.

“Jadi, tahun lalu Ogan Ilir menghasilkan 180 ribu ton beras dan sekitar 5 ton gabah kering,” jelas Hasnandar

Jumlah produksi beras ini terus ditingkatkan oleh Pemkab Ogan Ilir.

Langkah-langkahnya diantaranya dengan perluasan area tanam baru atau PATB seluas 1.350 hektar lahan, juga di tahun lalu.

Menurut Hasnandar, sejatinya produksi beras Ogan Ilir surplus 45 % atau sebanyak 81 ribu ton.

Namun jumlah ini, kata nandar, akan terus ditingkatkan.

“Selain PATB, kami juga akan mengeduksi masyarakat mengenai masa tanam yang cocok agar panennya maksimal,” ungkap Hasnandar.

Diungkapnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas panen padi di Ogan Ilir diantaranya karena faktor tanah, waktu tanam terlalu lambat sehingga bertepatan dengan musim panas dan bencana alam berupa banjir di wilayah Ogan Ilir.

“Ini persoalan-persoalan yang ingin kami bereskan agar Ogan Ilir bisa surplus terus, nomor satu kalau bisa,” kata Hasnandar.

Tak cuma itu, Pemkab Ogan Ilir ke depannya akan memberikan bantuan kepada petani berupa bibit pertanian unggul guna menunjang kualitas panen.

“Pemkab sedang mendata dan akan memberi bantuan bibit padi unggul seperti Ciherang, Mekongga, IR 24, IT 46, yang terbaik,” tandasnya.


Iming-Iming Menarik Bagi Investasi Mobil Listrik

Mohamad Sajili 17 Mar 2021 Kontan

Pemerintah akan merevisi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk menarik investasi mobil listrik bertenaga baterai ke Indonesia. Tarif PPnBM mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV), misalnya, dipatok 0%, sementara PPnBM mobil hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) ditetapkan antara 5% hingga 7%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis, perbedaan tarif tersebut akan menarik investasi mobil listrik. Dalam aturan yang berlaku saat ini, tarif PPnBM BEV dan HEV masih sama yakni 0%. Jika aturan baru berlaku, pabrikan mobil listrik baterai bisa menikmati tarif 0% jika dalam dua tahun ke depan berinvestasi minimal sebesar Rp 5 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu juga optimistis, beleid PPnBM 0% mobil listrik bisa efektif mendorong daya beli masyarakat. la mencontohkan, saat China memberi insentif pajak, harga mobil listrik di negeri itu turun dari 3,4 kali menjadi 1,9 kali dari harga mobil konvensional. Selain mendapatkan tarif PPnBM 0%, investor mobil listrik BEV dengan nilai investasi Rp 5 triliun bisa mendapatkan fasilitas insentif tax holiday atau pemotongan pajak penghasilan selama sepuluh tahun.

Baru 6,8 Juta Wajib Pajak Melaporkan SPT Tahunan

Mohamad Sajili 17 Mar 2021 Kontan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, sampai Selasa (16/3) wajib pajak yang telah menyampaikan SPT Pajak Penghasilan (PPh) baru masuk sebanyak 6,8 juta. Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan Direktorat P2Humas Ditjen Pajak Ani Natalia menyatakan jumlah pelaporan SPT tahunan 2020 tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah pelaporan SPT pada periode yang sama tahun lalu. Pada tahun lalu, Ditjen Pajak mencatat jumlah pelaporan SPT mencapai 7,64 juta SPT. Artinya, jumlah pelaporan SPT tahun ini hingga Selasa (16/3) turun sebesar 11% dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu.

KKP : Garansi Bank untuk PNBP

Mohamad Sajili 17 Mar 2021 Kompas

Puluhan miliar rupiah disetor oleh para eksportir benih lobster atau benur dalam bentuk garansi bank pada 2020 meskipun dasar hukum yang mengatur hal itu belum tuntas. Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim uang itu bukan bagian dari kejahatan korupsi seperti disangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menilai mekanisme jaminan bank itu merupakan cara mendapatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari kebijakan ekspor benih lobster.

Sebelumnya, pada Senin (15/3/2021), penyidik KPK menyita uang Rp 52,3 miliar dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Gambir, Jakarta Pusat, terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benur. Uang itu berasal dari para eksportir yang telah mendapat izin KKP untuk mengekspor benur pada 2020. Berdasarkan regulasi itu,tarif PNBP hanya mencakup jasa pemeriksaan klinis benih crustacea senilai Rp 250 per 1.000 ekor dan sertifikat kesehatan (HC) Rp 5.000 per sertifikat. Menurut Yusuf, tarif PNBP ekspor benih berdasarkan regulasi itu sangat rendah. Padahal, nilai pasar benih lobster jenis pasir di Vietnam mencapai 5-10 dollar AS per ekor.

Prioritas Serap Beras Lokal

Mohamad Sajili 17 Mar 2021 Kompas

Keputusan pemerintah mengimpor 1 juta ton beras menuai penolakan dari kalangan petani. Selain data produksi tahun 2019 dan 2020 menunjukkan surplus, potensi panen pada semester I-2021 berpeluang meningkat seiring meningkatnya luas tanam. Per 14 Maret 2021, stok beras yang dikelola oleh Bulog mencapai 883.585 ton. Sebanyak 859.877 ton di antaranya merupakan CBP dan sisanya adalah beras komersial. Pengadaan beras atau gabah dari dalam negeri mencapai 70.940 ton dengan alokasi 37.806 ton untuk CBP dan 33.134 ton sebagai beras komersial.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi gabah kering giling (GKG) sepanjang Januari-April 2021 meningkat 26,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 25,37 juta ton. Jumlah ini setara dengan 14,54 juta ton beras. Mengacu data tersebut, Budi menargetkan penyerapan beras produksi dalam negeri bisa lebih dari 500.000 ton hingga tiga bulan ke depan. Perusahaan berupaya stok yang dikelola Bulog pada akhir April 2021 lebih dari 1 juta ton. Oleh karena memprioritaskan produksi dalam negeri, kata Budi.

Pilihan Editor