UMKM dan Pariwisata Sumsel Makin Bergairah
Palembang – Tribun – PT Hutama Karya (Persero) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk di Sumsel ada delapan proyek strategi nasional yang akan dibangun. Dari delapan proyek tersebut tiga diantaranya sudah bisa dilalui yaitu Tol Palembang – Indralaya, Tol Pematang Pangang – Kayu Agung dan Kayu Agung – Palembang.
Bahkan dengan sudah beroprasionalnya tol tersebut kini Palembang dengan Lampung semakin terkoneksi, sehingga terus menggerakan roda perekonomian setempat. Seperti dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pariwisata di Sumsel.
Pante Kosta Elsiwi, pemilik Warung Mak El yang ada direst Area KM 277 mengatakan, kalau sebelumnya ia berjualan diluar tol. Namun sejak adanya tol ini ia berjualan di rest area ini, sejak tahun 2020.
“Saya tertarik berjualan di sini karena adanya tol ini. Bersyukur kini bisa berjualan ditempat khusus yang nyaman dan bagus. Terkait pendapatan lumayan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, karena ini berkah adanya tol,” kata Mak El, Selasa (16/3/2021).
Menurut Mak El, dengan adanya tol ini ia cukup terbantu. Ia semakin semangat untuk berjualan, sebab setiap harinya pasti ada pengendara yang beristirahan dan makan ditempatnya. Setidaknya ada ratusan orang yang singah di reat area ini per harinya. Mak El sendiri menjual berbagai makanan yang siap disantap seperti Lele, Ayam, Soto, Es Kelapa, dan lain-lain.
Sementara itu Natalia yang merupakan UMKM di Palembang mengatakan, saat pandemi Covid-19 orderan memang sempat menurun. Namun sejak November 2020 pesanan sedikit demi sedikit mulai mengeliat.
“Sekarang zaman serba online jadi banyak orderan yang via online dikirim melalui paket. Terlebih dengan adanya JTTS ini cukup membantu penjualan, karena pengiriman lebih cepat dan orderan semakin mengeliat,” kata Owner Rifera Natalia.
Menurut Natalia, Lampung dan Jakarta merupakan pangsa pasar produknya. Untuk itu dengan adanya JTTS ini pengiriman paket pun menjadi lebih cepat sampai dan pelanggan jadi lebih puas. Bahkan jika ia berlibur ke Lampung bisa sekaligun membawa orderan pelanggan.
“Sejak adanya JTTS semua jadi serba mudah, mau kirim paket cepat sampai. Kalau dulu mau liburan ke Lampung atau Jakarta butuh waktu berjam-jam bahkan bisa lebih dari 12 jam, namun kini cukup 3,5 jam saja dari Palembang – Lampung sampai,” katanya.
Sebagai informasi, Rifera merupakan produk kerajinan yang yang menggunakan bahan limbah kulit kayu, yang diproses secara khusus menjadi tas yang cantik.
“Untuk mengangkat produk lokal bahkan tas kulit kayu Rifera dikombinasikan dengan songket, jumputan, tenun, dan jupri khas Sumsel, sehingga punya daya tarik tersendiri di masyarakat,” katanya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023