Peredaran Uang Menyentuh Rp 9.200 Triliun, Pertumbuhan Terhambat
JKN Sebagai Pilar Stabilitas Pelayanan Kesehatan
Perbankan Masih Bergulat dengan Tingginya Biaya Dana
Menteri Kehutanan Tak menjawab saat Ditanya Pendapatnya Tentang Kabinet Merah Putih
Nono Sampono, Dirut PT yang Punya Sertifikat HGB di Pagar Laut Tangerang
Starbucks Angkat Bicara Larangan Pakai Fasilitas Tanpa Beli Tak Berlaku di Indonesia
Upaya Tak Kenal Lelah Mengejar Dana Murah
Kalangan perbankan di Indonesia akan terus melanjutkan strategi optimalisasi pengumpulan dana murah, terutama melalui tabungan, sepanjang tahun ini. Meskipun Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan, tantangan likuiditas dan biaya dana masih menjadi kendala bagi pasar keuangan. Beberapa bank, seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Central Asia (BCA), dan PT Bank Oke Indonesia, mengandalkan dana murah untuk menjaga kestabilan operasional dan meningkatkan daya saing di tengah tekanan likuiditas yang ketat. Strategi ini terbukti berhasil bagi BNI, yang mencatatkan pertumbuhan laba dan tabungan yang signifikan berkat transformasi digital. Bank-bank ini juga mengoptimalkan layanan dan produk mereka untuk mempertahankan likuiditas dan menghadapi tantangan ekonomi.









