;

Banjir Sentimen Positif, IHSG Kembali Melanjutkan Penguatan

Yuniati Turjandini 23 Jan 2025 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melanjutkan penguatan ke level 7.257 (+1,05%) pada perdagangan Rabu (22/01/2025), menyusul pergerakan naik dalam beberapa hari terakhir. Banyaknya sentimen positif yang mulai membanjiri pasar, seperti arus masuk (inflow) dana asing, penurunan suku bunga bank BI rate, hingga penguatan nilai  tukar rupiah, menjadi tenaga baru bagi IHSG untuk mencoba menuju 7.500. "Kami perkirakan, pergerakan IHSG sedang berada di fase uptrend dalam jangka  pendek terlebih dahulu. Karena kami masih memiliki  skenario akan adanya koreski dari IHSG," kata Senior Research Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily. Didit mengungkapkan, penguatan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adanya beberapa sentimen revisi aturan devisa hasil ekspor (DHE). Dimana revisi ini mewajibkan menempatkan DHE sebesar 100% dalam negeri dalam kurun  waktu satu tahun. Selain itu, sambung dia IHSG ini juga didukung oleh penguatan emiten-emiten perbankan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan bursa global dan mayoritas regional Asia. (Yetede)

65 Juta UMKM Berpeluang Miliki Tambang Minerba

Yuniati Turjandini 23 Jan 2025 Investor Daily (H)
Usaha UMKM akan mendapatkan prioritas dalam  pengelolaan pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Hal ini merujuk pada revisi Undang-Undang No.3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba yang diusulkan DPR. Adapun jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 65 juta unit usaha. UMKM itu meliputi berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknogi digital. Adapun katagori UMKM berdasarkan aset. Usaha yang maksimal memiliki aset  minimal Rp 50 juta masuk katagori usaha mikro. Bagi usaha yang memiliki aset antara  Rp 50 juta sampai Rp 500 juta masuk kedalam katagori usaha kecil. Sedangkan usaha yang memiliki aset antara Rp 500 juta  sampai 10 miliar merupakan katagori menengah. Berdasarkan catatan Investor Daily, lonjakan pemegang izin tambang pernah terjadi pasca terbitnya UU Nomor 4 Tahun 2009. Beleid ini memberi kesempatan bagi bupati maupun walikota  menerbitkan izin tambang. Dengan terbitnya UU 3/2020 maka wewenang penerbitan itu ditarik ke pemerintah pusat. Alhasil lebih dari 2.000 izin tambang dicabut pemerintah lantaran tidak melakukan pengelolaan konsensi. (Yetede)

Kinerja Kabinet Merah Putih Sudah Mengarah ke Sasaran

Yuniati Turjandini 23 Jan 2025 Investor Daily (H)
Kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam 100 pertama sudah mengarah ke sasaran. Ini terlihat pada dieksekusinya sejumlah program prioritas, seperti MBG, 3 juta rumah, dan swasembada pangan serta energi. Namun, setidaknya ada enam kesalahan yang perlu diperbaiki agar Prabowo bisa mewujudkan Asta Cita, yakni koordinasi antarinstansi yang kurang solid, komunikasi publik yang buruk, pendekatan piece meal, bukan sistematis dan komprehensif. Selain itu, program populasi dengan dampak jangka pendek mendominasi, basis teknokratis kebijakan yang kurang solid dan kental pendekatan politik, serta gap lebar antara narasi besar dan implementasi di lapangan. Ada juga konflik yang kontraproduktif, seperti antara Menteri pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro dan aparatur sipil negara (ASN) kementerian yang dipimpinnya akibat masalah mutasi. Sejumlah ASN Kemendiktisaintek menggelar demo untuk memprotes kebijakan Satryo. Presiden Prabowo menegaskan, kinerja 100 hari Kabiner Merah Putih berjalan secara efektif. Meski sejumlah program belum begitu memperlihatkan hasilnya, ini masih sesuai sasaran-sasaran yang telah ditentukan. (Yetede)

Efek Domino Ketentuan Baru DHE SDA

Yuniati Turjandini 23 Jan 2025 Investor Daily (H)
Presiden Prabowo Subianto menilai wajar soal rencana pemberlakuan  kententuan baru yang akan mewajibkan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) suber daya alam (SDA) sebesar 100% di dalam negeri selama minimal setahun. Namun, pelaku usaha meminta rencana itu ditinjau ulang karena bisa menimbulkan efek domino ke dunia usaha di antara turunnya daya asing ekspor dan pemutusan hubungan kerja. Bila nanti diberlakukan, ketentuan ini juga akan membuat biaya modal kerja yang harus ditanggung pelaku usaha menjadi makin tinggi. Pasalnya jumlah insentif  dan fasilitas khusus  yang disiapkan pemerintah dan bank Indonesia belum mengompensasi beban bunga kredit unutk kebutuhsn modal kerja. Kebijakan ini pun dinilai kontraproduktif terhadap program hilirisasi pemerintah serta mengurangi daya saing investasi dengan negara tetangga. Presiden mengatakan, pada Maret mendatang pemerintah akan mewajibkan semua perusahaan eksportir sumber daya akam menempatkan devisa hasil ekspor mereka di sistem keuangan di tanah Air. ia menilai, kebijakan itu wajar dan masuk akal, mengingat eksportir  mengunakan fasilitas kredit dari perbankan nasional dan kemudian menempatkan keuntungan dari hasil usahanya di bank-bank asal Indonesia. (Yetede)

Turunnya Bunga Acuan Membawa Harapan Baru Kredit

Hairul Rizal 23 Jan 2025 Kontan
Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin ke 5,75% memunculkan optimisme pada sektor perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit di 2025. Sigit Prastowo, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, menyebut penurunan suku bunga memberikan peluang bagi pertumbuhan kredit, terutama di sektor farmasi, kesehatan, dan makanan-minuman yang dianggap lebih tangguh. Kredit Bank Mandiri per November 2024 telah tumbuh 22,69% secara tahunan menjadi Rp 1.283,44 triliun.

Lani Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, optimistis bahwa penurunan bunga dapat menekan biaya dana dan mendorong pertumbuhan kredit di segmen UMKM, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kartu kredit. Bank CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan double-digit untuk KKB dan 10% untuk kredit UMKM, dengan kredit keseluruhan tumbuh 4,65% per November 2024.

Novita Widya Anggraini, Direktur Finance BNI, menargetkan pertumbuhan kredit 8%-10% di tahun 2025, dengan fokus pada segmen korporasi di sektor komunikasi, infrastruktur, dan perindustrian, serta segmen konsumer seperti payroll dan mortgage joint financing. Kredit BNI per Desember 2024 tumbuh 11,62% secara tahunan menjadi Rp 775,87 triliun.

Arianto Muditomo, pengamat perbankan, menilai penurunan BI rate berpotensi menarik minat nasabah untuk mengambil kredit dan menurunkan biaya pinjaman bagi debitur. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada respons pasar. Jika sentimen konsumen dan bisnis masih terpengaruh ketidakpastian global, dampaknya pada pertumbuhan kredit mungkin terbatas.

Sektor perbankan optimis menghadapi 2025 dengan dukungan kebijakan penurunan suku bunga, meski tetap perlu waspada terhadap tantangan global.

Reformasi yang Berbuah Harga Naik

Hairul Rizal 23 Jan 2025 Kontan
Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan penguatan signifikan di awal 2025, dengan kenaikan sebesar 20% sejak Januari, sehingga nilai kapitalisasi pasar kembali berada di atas Rp 100 triliun. Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, penguatan ini dipengaruhi oleh peningkatan gross transaction value (GTV), gross merchandise value (GMV), dan total processing value (TPV) GOTO, di mana GTV inti grup naik 74% menjadi Rp 72 triliun pada kuartal III-2024.

Selain itu, efisiensi operasional, seperti pengurangan cash burn dan biaya pemasaran, berhasil mendorong adjusted EBITDA menjadi positif sebesar Rp 137 miliar pada kuartal III-2024, meskipun rugi bersih GOTO masih tercatat Rp 1,69 triliun. Ryan Winipta, Analis Indo Premier Sekuritas, memproyeksikan adjusted EBITDA GOTO akan meningkat menjadi Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,5 triliun pada 2025, didorong oleh pertumbuhan GTV sebesar 12% dan margin EBITDA segmen on-demand service yang naik.

Niko Margaronis, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti potensi efisiensi bisnis on-demand service yang dapat menghasilkan margin EBITDA hingga 1,4%. Ia juga mengapresiasi strategi GOTO dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan bisnis pinjaman melalui Goto Financials (GTF) hingga 20% secara triwulanan.

Komitmen pemegang saham utama, seperti Alibaba, untuk tidak menjual saham selama lima tahun ke depan dan keberlanjutan dana buyback juga turut mendukung stabilitas harga saham GOTO. Menurut Ryan, rekomendasi "buy" diberikan dengan target harga Rp 90 per saham, sedangkan Nafan memberikan target lebih optimistis di Rp 100 per saham.

Dengan prospek yang menjanjikan melalui efisiensi operasional, pertumbuhan bisnis on-demand service, dan inovasi berbasis AI, GOTO diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya di pasar pada 2025.

Strategi SRTG: Investasi US$ 150 Juta untuk Perkuat Portofolio

Hairul Rizal 23 Jan 2025 Kontan
Pada tahun 2025, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berfokus pada pengembangan portofolio investasi dengan menyiapkan dana investasi sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta. Menurut Devin Wirawan, Direktur Investasi Saratoga, kondisi pasar yang relatif tenang memberikan kesempatan bagi SRTG untuk berinvestasi di perusahaan dengan valuasi yang wajar. Pada 2024, SRTG telah melakukan divestasi pada PT Deltomed Laboratories, meskipun Devin menyebutkan bahwa mereka belum berencana menjual portofolio lainnya pada tahun ini. Beberapa perusahaan portofolio SRTG, seperti MGM Bosco Logistics, ZAP, dan Brawijaya Hospital, masih dalam tahap pengembangan, dan SRTG berharap dapat membawa beberapa perusahaan ini untuk IPO pada waktu yang tepat.

SRTG juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dengan adanya IPO PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang diperkirakan dapat meningkatkan net asset value (NAV) mereka pada akhir 2024. Meskipun Paulus Jimmy, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, memproyeksikan pendapatan dividen SRTG sedikit lebih rendah pada 2025, AADI dan MPMX diharapkan dapat menyokong pendapatan dividen.

Steven Prasetya, Equity Research Analyst di Samuel Sekuritas, menilai bahwa SRTG berpotensi memperoleh keuntungan lebih lanjut dari investasi di AADI, yang sejak IPO telah mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan analisis ini, Samuel Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham SRTG dengan target harga Rp 3.000, sementara Sucor Sekuritas memberikan target harga Rp 2.500.

Aturan Baru DHE: Harapan Kuatkan Rupiah

Hairul Rizal 23 Jan 2025 Kontan
Pemerintah Indonesia memastikan akan menerapkan aturan wajib parkir 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) dalam sistem keuangan domestik minimal selama 12 bulan mulai Maret 2025. Kebijakan ini diiringi dengan insentif, seperti pajak 0% untuk bunga DHE dan penggunaan DHE sebagai agunan untuk kebutuhan rupiah di dalam negeri. Langkah ini bertujuan meningkatkan cadangan devisa negara dan mendukung perekonomian nasional.

M Rizal Taufikurahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengungkapkan bahwa kebijakan DHE SDA ini akan memperkuat stabilitas rupiah, meningkatkan pasokan dolar AS, dan membantu mencapainya target pemerintah untuk menambah devisa sebesar US$ 90 miliar pada tahun ini. Dengan aliran devisa yang lebih besar, pasokan dolar akan meningkat dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang pada Januari 2025 masih melemah di level Rp 16.300 per dolar AS.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, sepakat bahwa kebijakan ini dapat mencapai target devisa dan memperkuat rupiah dalam jangka pendek. Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa cadangan devisa yang lebih tinggi akan memperkuat makroekonomi, meningkatkan kepercayaan investor asing, dan menurunkan biaya korporasi. Penempatan DHE dalam sistem keuangan domestik juga dapat meningkatkan likuiditas perbankan, yang berpotensi mendorong pertumbuhan kredit dan investasi.

Namun, Hosianna Evalita Situmorang, Ekonom Bank Danamon, memperingatkan bahwa kebijakan ini berisiko membebani eksportir, terutama jika nilai tukar rupiah tidak stabil. Jika eksportir mencari cara untuk menghindari kewajiban konversi DHE atau jika kebutuhan valuta asing tetap tinggi, dampak positif kebijakan ini terhadap rupiah bisa berkurang.

Kebijakan DHE SDA diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap perekonomian, asalkan para eksportir mematuhi aturan dan kondisi eksternal tidak menghambat implementasinya.

KPPU Jatuhkan Denda Rp 202 Miliar untuk Google

Hairul Rizal 23 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan bahwa Google LLC terbukti melakukan praktik monopoli dengan menggunakan posisi dominannya untuk membatasi pasar dan perkembangan teknologi melalui penerapan Google Play Billing System (GPBS). Dalam perkara No. 03/KPPU-I/2024, KPPU menjatuhkan denda sebesar Rp202,5 miliar kepada Google dan memerintahkan penghentian kewajiban penggunaan GPBS di Google Play Store. Selain itu, Google juga diwajibkan untuk mengumumkan kesempatan bagi para pengembang aplikasi untuk mengikuti program User Choice Billing (UCB) dengan insentif pengurangan biaya layanan minimal 5% selama satu tahun.

Ketua Majelis Komisi KPPU, Hilman Pujana, menjelaskan bahwa Google telah melanggar beberapa pasal dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 terkait praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Google dikenakan sanksi setelah terbukti membatasi metode pembayaran yang tersedia dan menyebabkan dampak negatif bagi para pengguna aplikasi serta pengembang, seperti meningkatnya biaya dan penurunan transaksi. Namun, Google menolak putusan tersebut dan berencana untuk mengajukan banding.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menghormati putusan KPPU dan menyebutnya sebagai peringatan bagi platform digital lainnya untuk menjaga prinsip persaingan yang sehat. Di sisi lain, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak mencatatkan penerimaan pajak sektor ekonomi digital yang meningkat signifikan pada 2024, dengan tujuan menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi pelaku usaha konvensional maupun digital.



ID Food Ikut Memasok Bahan Baku Makan Bergizi Gratis

Yuniati Turjandini 22 Jan 2025 Tempo
Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pangan ID Food ikut memasok bahan baku untuk program makan bergizi gratis (MBG). Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto mengatakan perusahaannya telah terlibat aktif dalam pelaksanaan program MBG sejak awal. ID Food saat ini memasok bahan baku ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tangerang, Bandung, Bogor, hingga Palu. Ke depan, tak tertutup kemungkinan ID Food untuk memasok kebutuhan bahan baku di 190 dapur MBG yang ada di berbagai daerah."Seiring bertambahnya skala program, kami akan meningkatkan volume pasokan dan memperluas titik distribusi dengan menggandeng yayasan serta koperasi yang mengelola SPPG," kata Sis Apik melalui keterangan tertulis pada Rabu, 22 Januari 2025.

Saat ini, bahan baku yang ID Food pasok ke SPPG termasuk garam, gula, beras, minyak goreng, tepung terigu, hingga kecap manis. Sis Apik berujar ID Food juga berencana menambah jenis bahan baku yang disalurkan, seperti telur dan daging ayam. Nantinya, ID Food akan mengambil pasokan bahan baku telur dan ayam dari para peternak lokal. Penyaluran bahan baku tersebut akan bekerja sama dengan asosiasi peternak yang ada di berbagai daerah. "Telur ayam dan daging ayam yang akan dipasok ke MBG merupakan hasil produksi 100 persen dari peternak lokal," ucap Sis Apik.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Philips J. Vermonte sebelumnya mengatakan BUMN bisa turut mendanai program makan bergizi gratis. Keterlibatan BUMN bisa terjadi setelah program ini berkembang selama beberapa tahun. “Nanti kalau multi-years dia berkembang, masyarakat mungkin berpartisipasi, pihak swasta dan lainnya,” ujar Philips kepada wartawan usai memantau pelaksanaan makan bergizi di SLB Negeri 5 Jakarta, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 21 Januari 2025. Philips menjelaskan, program andalan pemerintahan Prabowo Subianto ini tak hanya dicanangkan untuk multi-years, tapi multi-decades. Setelah beberapa tahun, ujar dia, sumber-sumber pendanaan juga akan berkembang. “Ada ekonomi lokal, ada supporter dari masyarakat, mungkin korporasi, mungkin BUMN dan lain-lain,” tuturnya. (Yetede)

Pilihan Editor