;

Keluarga Bos Samsung Ditaksir Bayar Pajak Warisan Rp156 T

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga mendiang bos Samsung Lee Kun-hee dikabarkan harus membayar pajak dari warisan yang ditinggalkan sang ayah mencapai 12 triliun won atau sekitar Rp156 triliun (asumsi Rp13 per won).

Dilansir dari kantor berita Yanhap, pajak warisan ini harus dibayar kepada pemerintah daerah pada akhir bulan ini. Sebuah sumber berspekulasi bahwa anggota keluarga kemungkinan akan membayar pajak warisan dengan mencicil.

Mereka dapat membayar seperenam aset warisan pada akhir bulan ini dan membayar sisanya selama lima tahun ke depan. Sumber tersebut mengungkap mereka cenderung mendanai pajak warisan mereka dengan dividen saham tetapi bisa mendapatkan pinjaman bank.

Seperti yang diketahui, Kun-hee meninggal pada Oktober tahun lalu dan meninggalkan seorang istri Hong Ra-hee, putra tunggal Jae-yong, dan dua putri yakni Boo-jin dan Seo-hyun.

Rencananya, keluarga akan mengumumkan skema warisan kepada publik. Pengumuman ini dilakukan karena tenggat waktu pembayaran warisan yang semakin dekat.

Mendiang Kun-hee merupakan orang terkaya di Korea Selatan. Dia meninggalkan aset lebih dari 22 triliun won termasuk saham sekitar 19 triliun won.

Selain pajak warisan dan rencana pengumuman pembagian warisan, keluarga Kun-hee pun sedang mempertimbangkan untuk menyumbangkan beberapa karya seni milik Kun-hee ke museum dan pusat seni lokal.

Karya seni dari seniman lokal ini ditaksir mencapai 2-3 triliun won. Tak hanya itu, keluarga pun rencananya akan mendonasikan sebagian hartanya kepada masyarakat.

Pengamat industri berspekulasi bahwa aset Kun-hee senilai 1 triliun akan disumbangkan kepada masyarakat melalui yayasan sosial kesejahteraan.

Dua aksi donasi ini dikabarkan bisa mengurangi pajak warisan keluarga Kun-hee. Pasalnya, pajak yang harus dibayar keluarga diperkirakan mencapai 2 triliun setiap tahun.

Samsung juga dapat mengungkap kepemilikan keturunan atas saham yang diwariskan. Sebagai informasi, Kun-hee memiliki 4,18 persen saham di Samsung Electronics, 20,76 persen di Samsung Life Insurance, dan 2,88 persen di Samsung C&T.

Seorang sumber mengatakan kemungkinan anak laki-laki Kun-hee, Jae-yong yang akan menjadi pemimpin de facto Samsung Group.

Jae-yong mengontrol grup dengan struktur kepemilikan seperti jaring laba-laba yang menghubungkan Samsung C&T, Samsung Life Insurance, dan Samsung Electronics.

Dia hanya memegang 0,7 persen saham di Samsung Electronics tetapi mengendalikan Samsung Group melalui cengkeramannya di Samsung C&T dengan 17,33 persen saham.


Studi: Potensi Ekosistem Startup Jakarta Peringkat 2 Dunia

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Kemenparekraf) mengatakan Indonesia menempati nomor satu di kawasan Asia Tenggara dan nomor kedua di dunia potensi pengembangan startup yang besar.

Dari segi ekosistem berkembang (emerging ecosystem), Jakarta menempati posisi kedua dunia, hanya kalah dari Mumbai, India. Temuan bersumber dari organisasi riset, Startup Genome, yang mendalami 270 ekosistem di 100 negara dunia pada 2020.

Deputi Bidang Ekonomi digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menyebut startup Indonesia menjadi sasaran investasi global di kawasan Asia Tenggara menyusul keberhasilan unicorn dan decacorn RI seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan Traveloka.

"Sebagaimana laporan Global Start Up Ecosystem 2020 menempatkan Jakarta sebagai top 2 emerging startup ecosystem," katanya pada peresmian Bekup 2021.

Berdasarkan laporan Startup Genome, dari empat kategori dengan skor masing-masing 10, Jakarta meraih skor 39 dengan rincian performa 10, pembiayaan 10, jangkauan pasar 10, dan talenta 9. Sedangkan posisi nomor satu, yakni Mumbai mendapat skor sempurna 40.

Posisi ketiga ditempati Zurich, Swiss dengan skor 37. Lalu disusul oleh Helsinki, Finlandia, dengan skor sama dengan Zurich. Kelima ada Guangzhou, China, dengan skor 33.

Sedangkan, untuk kategori ekosistem startup secara global, peringkat masih dipegang oleh kota-kota di Amerika, Eropa, dan China seperti Sillicon Valley, New York, London, Beijing, Boston, Tel-Aviv, Los Angeles, Shanghai, Seattle, dan Stockholm.

Telkomsel Tambah Modal ke Gojek, Telkom Ungkap Alasannya

Fadilla Anggraini 27 Apr 2021 Katadata

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. memberi penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), untuk menambah modal investasi ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun. VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaan-perusahaan lain. Hal itu dilakukan untuk mengakselerasi dan memperkuat kapabilitas digital. baik melalui partnership (kemitraan) maupun investasi.

Sebelumnya, pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek Indonesia. Investasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi anak usaha pelat merah itu untuk untuk memberi layanan di luar batas konektivitas telekomunikasi.

"Telkom percaya kolaborasi dan sinergi ini dapat memberi layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan," ujar Andi dalam pernyataan tertulis, menjawab permintaan penjelasan dari BEI terkait aksi korporasi perseroan.

Sebelumnya, rencana penyuntikan modal tambahan dari Telkomsel ke Gojek berasal dari pernyataan Presiden Direktur Telkomsel Setyanto Hantoro. Menurut dia, aksi korporasi itu diharapkan dapat membuahkan hasil positif kepada decacorn di Tanah Air tersebut. "Jadi, Telkomsel memiliki opsi untuk berinvestasi hingga US$ 450 juta di Gojek dalam waktu setahun sejak investasi pertama," ujar Setyanto dikutip dari Reuters. Sumber Reuters mengatakan, investasi tambahan Telkomsel kepada Gojek membuat perusahaan telekomunikasi ini menjadi salah satu dari delapan investor terbesar decacorn. Sebelumnya, ada beberapa investor besar yang berpartisipasi dalam pendanaan yakni, induk Google, Alphabet, Alibaba, dan Softbank.

Beli Daging Semakin Gampang

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Kompas

Sejumlah pebisnis pangan menyediakan layanan pembelian pangan sumber protein hewani beku secara dalam jaringan atau daring. Pilihan layanan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat membeli dan menjangkau daging sapi, kerbau, dan ayam.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata nasional harga daging sapi di pasar tradisional, Senin (26/4/2021), Rp 120.150 per kilogram (kg). Harga ini lebih tinggi dibandingkan pada awal April 2021 yang berkisar Rp 119.650 per kg.

Budi mengatakan, penjualan daging beku secara daring ini tidak melibatkan pihak ketiga. Menurut dia, semakin banyak perpanjangan tangan, biayanya semakin tinggi dan masyarakat berisiko menanggung beban harga tersebut. Apabila ada pihak ketiga yang ingin bekerja sama, mereka mesti menjual dengan harga yang sama seperti Perum Bulog. Penjualannya pun diawasi.

Masyarakat yang ingin membeli daging beku sapi atau kerbau secara daring dapat mengunjungi toko virtual iPangananDotCom di Shopee. Berdasarkan pantauan, harga yang tertera pada produk sudah termasuk dengan ongkos kirim.

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita mengatakan, layanan pembelian daging beku daring tersebut berada di Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Solo. Masyarakat di daerah lain dapat membeli daging dengan harga yang sama secara fisik di jaringan toko Rumah Pangan Kita yang terdiri atas 53.000 unit.

Dia mengatakan, pengiriman pembelian daging beku secara daring akan dilakukan pada hari yang sama. Apabila pemesanan pada pagi atau siang hari, konsumen dapat memperolehnya pada sore atau malam hari. Jika pemesanan pada sore atau malam hari, pengiriman diproses pada keesokan harinya. Bulog juga menyiapkan dukungan layanan selama 24 jam.


Target Lifting Minyak Bumi Kian Menantang

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Kompas

Sampai akhir Maret 2021, realisasi produksi siap jual atau lifting minyak sebanyak 676.200 barel per hari atau masih lebih rendah dari target APBN yang sebanyak 705.000 barel per hari. Pandemi Covid-19 pada 2020 menyebabkan investasi hulu minyak dan gas bumi merosot dan jumlah pengeboran sumur berkurang. Kondisi ini membuat target produksi 1 juta barel per hari di 2030 kian menantang.


Demikian pula lifting gas bumi yang pada triwulan I-2021 terealisasi sebanyak 5.539 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dalam APBN, target lifting gas bumi adalah 5.638 MMSCFD. Namun, lifting gas bumi saat ini masih lebih tinggi dari realisasi pada 2020 yang sebanyak 5.462 MMSCFD.

SKK Migas mencatat, Blok Cepu di Jawa Timur yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd adalah penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia saat ini, yaitu 213.000 barel per hari. Berikutnya adalah Blok Rokan di Riau yang menghasilkan 165.000 barel per hari. Masa operasi Blok Rokan oleh PT Chevron Pasific Indonesia akan berakhir pada Agustus mendatang dan pengelolaan berikutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero).

Dari sisi investasi, SKK Migas menargetkan realisasi tahun ini 12,4 miliar dollar AS atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar 10,5 miliar dollar AS. Hingga triwulan I-2021, realisasi investasi hulu migas adalah 2,4 miliar dollar AS. Adapun penerimaan negara hingga periode yang sama sebanyak 3,29 miliar dollar AS atau 45 persen dari target 7,28 miliar dollar AS.

PMA Kuartal I Rp 111,7 Triliun

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Tribun Timur

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, realisasi investasi pada kuartal I 2021 mencapai Rp219,7 triliun dari target investasi sebesar Rp 900 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 2,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter/Gtog) dan 4,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 311.793 orang.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual menilai pertumbuhan positif dari realisasi investasi menandakan pemulihan ekonomi telah muncul untuk domestik maupun global. Dia juga bilang, rapor investasi kuartal I-2021 baik karena bagian dari sektor manufaktur sudah mulai mendominasi.

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, Penanaman Modal Asing (PMA) berupa investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) mulai tumbuh stabil setelah menurun di kuartal sebelumnya, dibanding Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pada kuartal ini, BKPM mencatat realisasi PMA sebesar Rp 111,7 triliun, atau naik 0,6 persen (gtog) dan 14.09 triliun. Sedangkan PMDN mencapai Rp 108 triliun, naik 4,2 persen secara kuartalan.


Harga Rumah Naik di Tengah Kucuran Insentif Properti

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Kontan

Saat pemerintah mengguyur insentif untuk mendorong daya beli di sektor properti, harga rumah justru mulai merangkak naik.

Hasil riset Housing Finance Center (HFC) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memperlihatkan, harga rumah secara nasional naik 5,24% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Maret 2021.

Kenaikan harga rumah tersebut ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada hunian tipe 35 dan 70. Harga rumah kedua tipe naik masing-masing sebesar 5,54% dan 5,49%.

Kenaikan ini beriringan dengan Kementerian Keuangan menerbitkan PMK 21/2021 pada awal Maret yang berisi insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk harga rumah tapak dan rumah susun hingga Rp 5 miliar.

Bl juga memberikan relaksasi rasio loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti menjadi maksimal 100% mulai Maret sampai Desember 2021. Alhasil, nasabah bisa mengajukan kredit properti dengan uang muka (DP) 0%.


Investasi Padat Modal Mulai Naik Kuartal I-2021

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Kontan

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat: Realisasi investasi sepanjang kuartal l-2021 mencapai Rp 219,7 triliun, naik 4,3% year on year (yoy).

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi kuartal I-2021 mengklaim investasi menunjukkan pemulihan investasi terutama investor asing. "Aktivitas PMA sudah mulai normal dengan beradaptasi pada pandemi dan perkembangan dunia, " kata Bahlil saat Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal I-2021, Senin (26/4).

Bahlil menyebut pembangunan pabrik mobil Hyundai di Deltamas, Cikarang, Bekasi yang menjadi pendorong investasi Korea Selatan. "Salah satunya karena pembangunan pabrik Hyundai, yang pada 2022 nanti di Maret-April mobil listrik bisa kita produksi, " ujar Bahlil.

Bahlil menyampaikan Hyundai memiliki nilai investasi sebesar sebesar USS 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Perkembangannya, hingga saat ini sudah terealisir Rp 13 triliun hingga Rp 14 triliun. Dengan kenaikan investasi Korea Selatan, negara KPop ini menjadi negara ketiga terbanyak berinvestasi di Indonesia setelah Singapura dan China.

Adapun realisasi investasi dari Singapura senilai US$ 2,6 miliar. Sedangkan di posisi kedua ada China dengan realisasi investasi sebanyak US$ 1 miliar di kuartal l-2021. Sementara keempat, Hong Kong sebesar USD 800 juta. Kelima, Swiss sebesar USS 500 juta.


Siap Tangkal Serbuan Impor Ayam Brasil

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Kontan

Kekalahan Indonesia melawan Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memungkinkan adanya impor ayam dari Negeri Samba itu. Impor ayam Brasil berpotensi menekan harga jual ayam yang kini di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram (kg).

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo mengatakan, impor daging ayam dari Brasil sulit dihindari mengingat harga pokok produksi (HPP) ayam Brasil berkisar Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan HPP ayam di Indonesia yang berkisar Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kg.

Tingginya HPP ayam di Indonesia tak lepas dari harga pakan yang cukup mahal, di mana sebagian di antaranya harus impor. "Jagung di Indonesia mahal dan kita bukan penghasil kedelai, sehingga harus impor, " ujar dia kepada KONTAN, Sabtu (25/4).

Perihal tantangan masuknya daging ayam impor dari Brasil, Masa mengakui justru menjadi motivasi bagi WMUU untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing dengan produk impor. Menurut dia, tugas pelaku industri unggas juga turut mendukung peternak lokal.

Untuk menghadapi impor ayam Brasil, Widodo Makmur Unggas menyiapkan strategi mempertahankan pasarnya. Maha mengatakan, saat ini WMUU sudah menjalankan kerjasama strategis dengan berbagai perusahaan industri olahan dan distributor.

Korporasi Lokal Suntik Lagi Perusahaan Teknologi

Mohamad Sajili 26 Apr 2021 Kontan

Perputaran dana investasi di perusahaan teknologi semakin kencang. Bukan hanya pemain global, konglomerasi nasional juga berlomba membenamkan investasinya di perusahaan aplikasi super (super app).

Kabar terbaru, PT Telkomsel (anak usaha Grup Telkom), mengkaji opsi menambah investasi di Gojek. Telkomsel masih memiliki ruang untuk berinvestasi hingga US$ 300 juta atau Rp 4,37 triliun pada perusahaan ride-hailing dan pembayaran digital itu.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro menjelaskan, pihaknya memiliki opsi untuk berinvestasi di Gojek hingga USS 450 juta dalam waktu satu tahun sejak investasi pertama dilakukan. Adapun investasi pertama Telkomsel ke PT

Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada November 2020 senilai USD 150 juta atau Rp 2,16 triliun. "Kami sedang mengkaji opsi USS 300 juta agar bisa dilakukan lebih cepat setelah melihat hasil positif dari kolaborasi yang sudah dijalankan sejak awal tahun 2021," kata Setyanto.

Selain Grup Telkom, Gojek juga diguyur dana dari Grup Astra. Sejak awal investasi tahun 2018 hingga kini, ASII sudah menyuntikkan US$ 250 juta di Gojek.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda menilai, investasi Telkomsel di Gojek akan memanaskan kompetisi ekonomi digital di Indonesia. Selain Grab yang dikabarkan akan IPO, Shopee kian ekspansif dengan masuk bisnis layanan pesan antar makanan.

Presiden Komisaris SEA Group Indonesia yang menaungi Shopee, Pandu Sjahrir menyebutkan, perusahaan teknologi akan terus berkembang di Indonesia sehingga membutuhkan pendanaan jumbo. Pria yang juga menjabat Komisaris

Potensi pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia masih cukup besar. Menurut Pandu, secara umum porsi e-commerce di Indonesia masih kecil dibanding bisnis konvensional (off-commerce). "Kita paling hanya 3%-4% dari off-commerce. Di AS, porsi e-commerce 20%-25%, di China 20%. Jadi masih ada potensi tumbuh lima kali lipat dari sekarang, " ungkap dia.


Pilihan Editor