;

Geliat Ekonomi & Uang Kripto Bikin Transaksi Saham di Bursa Susut 11%

Fadilla Anggraini 26 Apr 2021 Katadata

Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) menurun signifikan sepanjang pekan lalu, 19-23 April 2021. Terbukti, rata-rata harian nilai transaksi saham hanya Rp 8,65 triliun atau turun 11,3% dari pekan sebelumnya senilai Rp 9,76 triliun. Berdasarkan data BEI, aktivitas yang minim juga tergambar dari rata-rata volume transaksi harian Bursa. Selama sepekan, rata-rata volume transaksi mengalami penurunan 5,95% menjadi 14,765 miliar saham dari 15,699 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Data rata-rata frekuensi transaksi harian pun menurun 12,44% menjadi 897.876 kali transaksi. Padahal pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi mencapai 1.025.495 kali transaksi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo mengatakan ada beberapa faktor penyebab penurunan aktivitas di pasar modal Tanah Air. Seperti faktor ekonomi yang mulai bergerak meski pandemi Covid-19 masih menghantui di seluruh negara. "Ekonomi yang mulai bergerak ini membuat banyak uang di investor ritel yang diputar balik ke sektor riil," kata Laksono kepada awak media beberapa waktu yang lalu. Terlihat dari sektor manufaktur yang semakin ekspansif seiring meningkatnya pertumbuhan produksi dan permintaan baru. Indeks manufaktur atau Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2021 mencapai 53,2. Ini merupakan rekor tertinggi dalam satu dekade pengumpulan data. Selain adanya pengalihan strategi investasi ke sektor riil, Laksono menilai ada faktor kompetisi dengan mata uang digital alias cryptocurrency. Meski begitu, Laksono mengatakan hal ini baru kemungkinan karena belum ada data konkret terkait dengan perpindahan atau persaingan tersebut. Namun, Laksono secara pribadi menyatakan kekhawatirannya terhadap kehadiran cryptocurrency atau biasa dikenal uang kripto tersebut. Ia khawatir karena investor ritel mulai menginvestasikan dananya ke uang kripto walau belum tahu secara pasti seberapa besar penetrasinya di Indonesia.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, uang kripto cukup berisiko untuk dijadikan instrumen investasi. Pasalnya mata uang digital ini tidak memiliki aset yang mendasarinya (underlying asset).

"Berbeda dengan saham yang jelas aset tetapnya. Kita beli kepemilikan atas perusahaan yang fisiknya ada," kata Wafi dalam Market Movers, podcast Katadata.co.id dan KBR episode 2, Senin (26/4). Uang kripto dinilai hanya sebatas transaksi mata uang digital. Itu yang membuat uang kripto tidak masuk BEI tapi uang kripto masuknya bursa berjangka. Dengan tidak adanya underlying asset, membuat sifat dari investasi memiliki risiko yang tinggi.

Realisasi Investasi Kuartal I Capai Rp 219 T Ditopang Modal Asing

Fadilla Anggraini 26 Apr 2021 Katadata

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal I 2021 sebesar Rp 219,7 triliun, naik 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Raihan investasi ini terutama ditopang oleh investasi asing. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi ini juga tumbuh 2,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Penanaman modal asing (PMA) tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau 0,6% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp 111,7 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN)  turun 4,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya namun berhasil tumbuh 4,2% dari kuartal sebelumnya.

"Foreign Direct Investment mulai stabil. Pada kuartal I ini, realisasi modal beda tipis dengan penanaman modal dalam negeri," kata Bahlil dalam Konferensi Pers Virtual Realisasi Investasi kuartal I 2021, Senin (26/4). Dia menjelaskan, porsi PMA dari total seluruh investasi masuk saat ini mencapai 50,8%, sedangkan PMDN mencapi 49,2%. Posisi ini berbanding terbalik dibandingkan kuartal sebelumnya di mana porsi PMDN lebih besar dari PMA. Bahlil mengatakan, Singapura masih menjadi negara terbesar asal PMA di Indonesia, yakni US$ 2,6 miliar. Tiongkok berada di posisi kedua dengan nilai US$ 1 miliar, disusul Korea Selatan US$ 900 juta, Hong Kong US$ 800 juta, dan Swiss US$ 500 juta. "Singapura ini memang belum tergoyahkan," ujar dia.

Dia menuturkan bahwa Korea Selatan biasanya berada di posisi nomor lima atau enam. Namun, Negeri Gingseng ini menggeser negara lain seperti Jepang seiring investasi pembangunan Pabrik Hyundai di Indonesia. Menurut dia, pabrik tersebut akan segera rampung sehingga Indonesia bisa memproduksi mobil listrik pada Maret hingga April 2022. Investasi Korea Selatan dalam pembangunan pabrik itu sebesar US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 20 triliun. Bahlil berpendapat bahwa investor asing sudah mulai berani menanamkan modalnya di luar Jawa. Hal tersebut terlihat dari mulai masifnya investasi PMA di luar Jawa pada kuartal I 2021, yakni di Riau Rp 8,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp 8,4 triliun, dan Sulawesi Tenggara Rp 8 triliun. Meski demikian, tujuan investasi asing juga masih ada di Pulau Jawa seperti di DKI Jakarta Rp 14,7 triliun dan Jawa Barat Rp 21,1 triliun. "Kalau investor dalam negeri cenderung cari aman di tempat yang infrastrukturnya sudah bagus," katanya. Menurut Bahlil, wilayah Luar Pulau Jawa menjadi tujuan utama investasi yakni 52,1% atau Rp 114,4 triliun. Angka itu naik 11,7% dibanding kuartal I 2020. Sementara realisasi investasi di Jawa turun 2,7% menjadi Rp 105,3 triliun atau 47,9% dari total investasi periode laporan.

Dilihat dari sektornya, investasi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berhasil menduduki peringkat pertama dengan nilai Rp 29,4 triliun. Kemudian, disusul sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 27,9 triliun dan transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 25,6 triliun.

Selanjutnya, ada sektor industri makanan Rp 21,7 triliun yang memang tumbuh pesat di tengah pandemi. Pada peringkat kelima, terdapat sektor listrik, gas, dan air Rp 20,2 triliun. Dengan nilai investasi pada kuartal I 2021, tenaga kerja berhasil terserap 311.793, tumbuh sedikit lebih baik dari penyerapan 295 ribu orang pada kuartal IV 2020 dan 303 ribu orang pada kuartal I 2020. Dengan demikian, tren penyerapan tenaga kerja oleh investasi semakin meningkat. Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menilai, geliat manufaktur dan investasi akan mendorong pemulihan ekonomi pada paruh pertama 2021. Ini karena pesatnya pertumbuhan impor pada Maret 2021 yang  naik 26,55% secara bulanan atau 25,73% secara tahunan menjadi US$ 16,79 miliar.

Pertumbuhan pesat impor yang mendukung investasi utamanya terlihat pada pertumbuhan impor bahan baku yang melonjak 25,82% secara tahunan dan impor barang modal 33,8%. Sementara, impor barang konsumsi naik 13,4% secara tahunan. "Karena ada vaksin dari Tiongkok, susu dari Selandia Baru, raw sugar dari India, dan mesin AC dari Thailand," kata Suhariyanto dalam Konferensi Pers Pengumuman Ekspor dan Impor Maret 2021, Kamis (15/4).

BNI Bidik Pertumbuhan Kredit 9% Tahun Ini, Apa Sektor yang Prospektif?

Fadilla Anggraini 26 Apr 2021 Katadata

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menargetkan kinerja kredit sepanjang 2021 bisa tumbuh pada kisaran 6-9% dibandingkan tahun lalu. Di tengah masih lesunya perekonomian dalam negeri akibat pandemi Covid-19, bagaimana strategi BNI dalam menyalurkan kredit? 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, sektor yang sangat prospektif pada tahun ini adalah jasa kesehatan. Hal ini sejalan dengan stimulus dan program vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan sejak pertengahan Januari 2021 lalu.

"Karena pemerintah banyak support (dukungan) perbaikan di jasa kesehatan. Jasa kesehatan dan sosial jadi andalan sehingga bisa memiliki pertumbuhan tertinggi," kata Royke dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/4).

Sektor lainnya yang tak kalah prospektif adalah sektor informasi dan telekomunikasi. Pasalnya, dengan adanya pandemi Covid-19, semua orang berusaha atau berinteraksi melalui menggunakan media digital. Sektor telekomunikasi dan informasi, memiliki masa depan lebih baik. 

Royke mengatakan, sektor industri pengolahan manufaktur juga menjadi sektor prospektif pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang diyakini membuat peningkatan di beberapa sektor manufaktur, industri kimia, farmasi obat-obatan, makanan minuman, dan minyak sawit mentah. 

Tahun ini juga diyakini, sektor perdagangan menjadi lebih baik karena pada beberapa kesempatan, pemerintah memberikan banyak insentif. "Antara lain menurunkan diskon pajak PPnBM, itu banyak mempengaruhi perdagangan," kata Royke menambahkan. 

Menurut Royke, sektor yang paling menarik adalah sektor energi terbarukan yang menjadi salah satu komitmen BNI ke depannya. "Ini jadi target pertumbuhan masa depan BNI di sektor energi terbarukan," kata Royke.

Kebakaran Lahan Kalteng Meluas

Mohamad Sajili 26 Apr 2021 Kompas

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah kembali marak, yang dalam seminggu terakhir terjadi tiga kasus yang diduga disengaja. Hingga kini, setidaknya 227,49 hektar lahan terbakar.

Tiga kebakaran itu terdapat di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Sukamara. Meski dapat dipadamkan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi warga Kalteng.

Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng menunjukkan, pada Januari 2021 hingga Minggu (25/4/2021) terdapat 437 titik panas di 14 kabupaten dan kota. Selain itu, terdapat 99 kejadian kebakaran lahan dengan luas mencapai 227,49 hektar. Ukuran ini hampir seluas kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kotawaringin Barat menjadi wilayah dengan luas kebakaran paling besar, hingga mencapai 77,15 hektar. Salah satunya terdapat di Kilometer 15 Jalan Pangkalan Bun ke Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Wilayah ini terbakar hebat pada Maret lalu.

Selain Kotawaringin Barat, Kota Palangkaraya kini menjadi perhatian karena dalam seminggu terakhir terdapat setidaknya dua kebakaran dengan luas terbakar 39,23 hektar. Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Kalteng Kibue mengungkapkan, kebakaran yang terjadi diduga karena disengaja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya Emi Abriyani menyatakan, kebakaran di Palangkaraya disebabkan warga sengaja ingin membuka lahan. ”Di lokasi kebakaran terdapat bekas tebasan rumput dan lahan sudah dibersihkan dengan cairan kimia yang membuat tanaman cepat mati atau kering. Kalau sudah di-roundup (cairan kimia), tinggal lempar saja, api- nya pasti terbakar,” ujarnya.


Ketahanan Industri Gim dan E-sport yang Berkelanjutan

Mohamad Sajili 26 Apr 2021 Kompas

Industri gim dan e-sports diyakini akan semakin berkembang pasca pandemi. Berdasarkan catatan Cipto, yang juga VP of Consumer Games dari studio gim asal Bandung, Agate, total belanja Indonesia di pasar gim mencapai Rp 20 triliun per tahun, atau sekitar 1,5 miliar dollar AS.

Bahkan, berdasarkan laporan Peta Ekosistem Industri Game 2020 yang dikeluarkan oleh AGI, sumber pendapatan studio gim Indonesia dari pasar internasional (Rp 30,9 miliar) hampir tiga kali lebih besar ketimbang pasar domestik (Rp 10,6 miliar).

Cofounder dan chief executive officer (CEO) dari tim e-sports RRQ, Andrian Pauline, meyakini bahwa industri e-sports akan berkesinambungan. Menurut dia, saat ini, industri ini masih sangat muda dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai digital entertainment.

Oleh karena itu, Andrian berharap, pemerintah bisa menyalurkan pajak digital yang diambil dari transaksi gim e-sports untuk pengembangan ekosistem gim di Indonesia.

Saat ini, ia mengakui scene gim e-sports berbasis PC, seperti Dota 2 sedang meredup, kalah ramai dibandingkan gim e-sports berbasis mobile, seperti Mobile Legends Bang Bang. Menurut dia, kompetisi Dota 2 di Indonesia sudah jarang digelar. Liga rutin seperti yang digelar untuk kompetisi e-sports lainnya pun tidak ada untuk Dota 2.


Dari Kayu ke Petrokimia, Prajogo Pangestu Terkaya Ke-3 di RI

R Hayuningtyas Putinda 25 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Prajogo Pangestu mendaki puncak orang terkaya di Indonesia. Setelah Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, Forbes mendapuk Prajogo sebagai orang terkaya ke-404 di dunia dan ketiga di Indonesia dengan kekayaan sebesar US$6,3 miliar atau setara Rp91,3 triliun per Selasa (20/4).

Prajogo tercatat bertahan sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia dalam dua tahun terakhir, meskipun Forbes menaksir kekayaan Prajogo turun US$92 juta. Kekayaan itu diketahui menyusut di tengah perjuangan perusahaan menghadapi pandemi covid-19.

Beruntung pada awal tahun ini, saham perusahaan mulai bangkit bergerak menguat. Ia menaungi PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan juga PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (PTIA).

(Oleh - HR1)

Anjlok Diserbu Sentimen Negatif

Mohamad Sajili 24 Apr 2021 Kontan

Setelah terus-menerus menguat beberapa waktu terakhir, pekan ini nilai mata uang kripto berguguran. 

Bitcoin memimpin penurunan harga duit kripto ini. Harga bitcoin turun 18,23% sepekan terakhir. Per pukul 20.20 WIB kemarin, kurs bitcoin USS 48.881,22 per BTC. Harga bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di level USS 64.829 per BTC, Selasa (13/4) lalu. Artinya, harga bitcoin sudah turun 24,60% dari level tertinggi.

Penurunan harga bitcoin tersebut juga diikuti mata uang kripto lain. Dogecoin termasuk cryptocurrency yang mencetak penurunan paling dalam. Bila dihitung dalam sepekan hingga kemarin, harga DOGE merosot 11,40%. Tapi kapitalisasi pasarnya merosot hingga 31,23%.

Penurunan bitcoin dan mata uang kripto besar lainnya dipicu pemadaman listrik besar-besaran di Xianjian, China. Akibatnya, seluruh transaksi bitcoin menjadi sangat lama untuk dikonfirmasi sehingga jadi sentimen negatif, " kata Gabriel Rey, Chief Executive Officer Triv. id, jumat (23/4).

Meski begitu, sentimen negatif masih membayangi pasar bitcoin. Pelaku pasar kini mencermati kasus penyelidikan dugaan penipuan yang dilakukan pendiri bursa kripto di Turki, Thodex. Faruk Fatih Ozer, pendiri Thodex, kini dikabarkan kabur membawa dana investor hingga USS 2 miliar. Pelaku pasar juga mengkhawatirkan rencana Presiden Amerika Serikat menaikkan pajak orang kaya. Ini menimbulkan ketidakpastian di pasar kripto.


E-Commerce Merajai Platform Utama Ekonomi Digital

Mohamad Sajili 24 Apr 2021 Kontan

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sister Pembayaran Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta mengatakan, e-commerce menjadi platform utama ekonomi digital. Volume transaksi e-commerce secara kuartalan pada Maret 2021 mencapai 548 juta transaksi. Angka ini naik 99% year on year (yoy). Adapun secara nominal capai Rp 88 triliun, tumbuh 52% yoy.

Digital banking yang terdiri dari internet banking, SMS banking, dan mobile banking juga meningkat kuartal l-2021 dengan kenaikan volume 28% menjadi 1.493 jutransaksi dan secara nominal tumbuh 23% yoy jadi Rp 8.233 triliun. Uang elektronik bank dan non bank juga berkembang pesat dengan volume transaksi 1.162 kali dengan nilai Rp 61,4 triliun kuartal l-2021. Secara nominal tumbuh 33%.

Sedangkan secara volume turun 10% yoy karena ada pembatasan aktivitas. Sehingga penggunaan uang elektronik di jalan tol menurun. Uang elektronik untuk transaksi di e-commerce sudah lebih dari 40%. Sehingga secara nominal tumbuh tinggi, tutur Filianingsih, dalam webinar Indonesia Banking School, Jumat (23/4).

Nilai transaksi mobile banking PT Bank Central Asia Tbk (BCA) naik 37,1% menjadi Rp 852 triliun pada Maret 2021. Secara volume, transaksi lewat aplikasi BCA mobile tumbuh 62% yoy menjadi 2,08 miliar kali.

Head of Communications OVO Harumi Supit bilang, setahun pandemi merchant OVO meningkat lebih dari dua kali. Saat ini, ada lebih dari 1,5 juta merchant. Total payment value (TPV) online merchant meningkat 238% sejak awal pandemi sampai akhir 2020, jelas Harumi.

Berdasarkan laporan Sea Group kuartal IV 2020, dompet digital SeaMoney, induk ShopeePay, mencatat lebih dari 10 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia.


Janji Insentif Baru Bagi Peritel dan Pengelola Mal

Mohamad Sajili 24 Apr 2021 Kontan

Pemerintah terus berupaya menggenjot konsumsi masyarakat demi mengungkit pertumbuhan ekonomi. Yang terbaru pemerintah menjanjikan insentif pajak kepada pelaku usaha ritel dan pusat perbelanjaan atau mal. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan hal ini Jumat (23/4). Menurut Airlangga insentif ini sebagai respon atas adanya usulan dari pelaku usaha ritel dan pengelola pasar modern atau mal. "Pemerintah sedang mempersiapkan yang sejalan dengan industri otomotif dan properti dalam waktu singkat akan diumumkan, " katanya. Hanya saja Airlangga tidak memberikan perincian apa bentuk insentif pemerintah ini. la juga tidak menyebut apakah ada alokasi anggaran baru untuk insentif ini, atau hanya merelokasi dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah ada.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan insentif pajak dalam program PEN 2021 dengan total sebesar Rp 56,72 triliun. Hingga 16 April 2021 realisasinya telah mencapai Rp 14,95 triliun atau setara dengan 26,4% terhadap pagu anggaran.

Sebelumnya, pemerintah memberi insentif PPnBM mobil dan PPN perumahan. Insentif ini efektif mendongkrak kinerja dua sektor itu.


Defisit APBN 2021 Masih Terkontrol

R Hayuningtyas Putinda 23 Apr 2021 Investor Daily, 23 April 2021

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, defisit APBN hingga 31 Maret 2021 atau selama kuartal I tahun ini mencapai Rp 144,2 triliun, setara dengan 0,82% dari produk domestik bruto (PDB). Besaran defisit ini mencapai 14,3% dari target defisit APBN sepanjang tahun yang ditetapkan sebesar Rp 1.006,4 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, realisasi defisit anggaran itu masih terkendali dan pihaknya memastikan akan terus memperhatikan berbagai perkembangan penerimaan dan belanja negara. Apalagi, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun berjalan tercatat Rp 178,8, triliun, masih cukup besar meski turun dibanding posisi akhir Februari 2021 yang sebesar Rp 209,48 triliun. “Keseimbangan primer kita (memang) defisit Rp 65,8 triliun, naik dibandingkan tahun lalu yang hanya defisit Rp 2,2 triliun. Tapi, ini semua dalam koridor yang bisa kontrol dan akan dipan tau terus. Dengan SILPA Rp 178,8 triliun ini, kecukupan kas pemerintah sangat sangat aman,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Kamis (22/4).

Secara rinci, ia memaparkan, penerimaan negara yang mencapai Rp 378,8 triliun itu terdiri atas penerimaan pajak yang mencapai Rp 228,1 triliun atau kontraksi 5,6% dibandingkan pe riode sama tahun lalu yang ter catat Rp 241,6 triliun. Kemudian penerimaan bea dan cukai yang mencapai Rp 62,3 triliun atau tumbuh 62,8% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 38,3 triliun. Selanjutnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 88,1 triliun, dan hibah sebesar Rp 0,3 triliun. Selanjutnya, sisi belanja negara hingga 31 Maret 2021 su dah mencapai Rp 523,0 triliun atau sudah memenuhi 19% dari pagu anggaran yang ditetapkan Rp 2.750 triliun.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor