;

Ketahanan Industri Gim dan E-sport yang Berkelanjutan

Ekonomi Mohamad Sajili 26 Apr 2021 Kompas
Ketahanan Industri Gim dan E-sport yang Berkelanjutan

Industri gim dan e-sports diyakini akan semakin berkembang pasca pandemi. Berdasarkan catatan Cipto, yang juga VP of Consumer Games dari studio gim asal Bandung, Agate, total belanja Indonesia di pasar gim mencapai Rp 20 triliun per tahun, atau sekitar 1,5 miliar dollar AS.

Bahkan, berdasarkan laporan Peta Ekosistem Industri Game 2020 yang dikeluarkan oleh AGI, sumber pendapatan studio gim Indonesia dari pasar internasional (Rp 30,9 miliar) hampir tiga kali lebih besar ketimbang pasar domestik (Rp 10,6 miliar).

Cofounder dan chief executive officer (CEO) dari tim e-sports RRQ, Andrian Pauline, meyakini bahwa industri e-sports akan berkesinambungan. Menurut dia, saat ini, industri ini masih sangat muda dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai digital entertainment.

Oleh karena itu, Andrian berharap, pemerintah bisa menyalurkan pajak digital yang diambil dari transaksi gim e-sports untuk pengembangan ekosistem gim di Indonesia.

Saat ini, ia mengakui scene gim e-sports berbasis PC, seperti Dota 2 sedang meredup, kalah ramai dibandingkan gim e-sports berbasis mobile, seperti Mobile Legends Bang Bang. Menurut dia, kompetisi Dota 2 di Indonesia sudah jarang digelar. Liga rutin seperti yang digelar untuk kompetisi e-sports lainnya pun tidak ada untuk Dota 2.


Download Aplikasi Labirin :