Defisit APBN 2021 Masih Terkontrol
JAKARTA – Kementerian Keuangan
(Kemenkeu) mencatat, defisit APBN hingga
31 Maret 2021 atau selama kuartal I tahun
ini mencapai Rp 144,2 triliun, setara dengan
0,82% dari produk domestik bruto (PDB).
Besaran defisit ini mencapai 14,3% dari
target defisit APBN sepanjang tahun yang
ditetapkan sebesar Rp 1.006,4 triliun.
Wakil Menteri Keuangan
Suahasil Nazara menegaskan,
realisasi defisit anggaran itu
masih terkendali dan pihaknya
memastikan akan terus memperhatikan berbagai perkembangan penerimaan dan belanja
negara. Apalagi, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun berjalan tercatat Rp 178,8,
triliun, masih cukup besar meski
turun dibanding posisi akhir
Februari 2021 yang sebesar Rp
209,48 triliun.
“Keseimbangan primer kita
(memang) defisit Rp 65,8 triliun,
naik dibandingkan tahun lalu
yang hanya defisit Rp 2,2 triliun.
Tapi, ini semua dalam koridor
yang bisa kontrol dan akan dipan tau terus. Dengan SILPA
Rp 178,8 triliun ini, kecukupan
kas pemerintah sangat sangat
aman,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita secara
virtual, Kamis (22/4).
Secara rinci, ia memaparkan,
penerimaan negara yang mencapai Rp 378,8 triliun itu terdiri atas penerimaan pajak yang
mencapai Rp 228,1 triliun atau
kontraksi 5,6% dibandingkan
pe riode sama tahun lalu yang
ter catat Rp 241,6 triliun.
Kemudian penerimaan bea
dan cukai yang mencapai Rp
62,3 triliun atau tumbuh 62,8%
dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 38,3
triliun. Selanjutnya penerimaan
negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 88,1 triliun, dan hibah
sebesar Rp 0,3 triliun.
Selanjutnya, sisi belanja negara
hingga 31 Maret 2021 su dah mencapai Rp 523,0 triliun atau sudah
memenuhi 19% dari pagu anggaran yang ditetapkan Rp 2.750
triliun.
(Oleh - HR1)
Tags :
#APBNPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023