Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif
Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.
Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.
(Oleh - HR1)Bursa Cryptocurrency, Kolaps Di Turki, Bagaimana Di Indonesia?
Salah satu exchanger mata uang kripto terbesar di Turki yakni Thodex, menyatakan tidak mampu untuk melanjutkan operasionalnya, setelah pendirinya membawa kabur aset nasabahnya. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu investor khawatir dana mereka lenyap. Apalagi pihak berwenang Turki juga sedang berupaya mencari pendiri Thodex yang melarikan diri dari negara tersebut. Melansir Bloomberg Jumat (23/4/2021), fenomena tersebut memunculkan kebingungan akan berapa banyak nasabah Thodex yang terpengaruh, serta berapa banyak uang yang telah hilang. Sementara itu, Chief Executive Officer Thodex Faruk Fatih Ozer berjanji untuk mengembalikan uang investor dan kembali ke Turki untuk menyelesaian permasalahan yang telah dilakukannya. Pemerintah juga telah memblokir rekening perusahaan dan menggerbek kantor pusat di Istanbul. Adapun kerugian ditaksir mencapai US$2 miliar, menurut surat kabar Haberturk. Selain itu, pengacara para korban mengatakan uang yang diinvestasikan oleh sekitar 390.000 pengguna aktif menjadi tidak dapat diambil kembali.
Inflasi mencapai 16,2 persen pada Maret, lebih dari tiga kali lipat dari target bank sentral sebesar 5 persen. Sementara itu nilai tukar lira Turki telah melemah 10 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menurut data dari coingecko.com, pada akhir pekan lalu, volume perdagangan di pasar kripto Turki naik tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 1,2 miliar dari pekan sebelumnya. Di sisi lain regulasi di Turki cukup longgar bagi badan usaha untuk mendirikan bursa penukaran mata uang kripto. "Di sini, seseorang dapat membangun pertukaran kripto hanya dengan modal 50.000 lira (sekitar US$6.000)," kata Oguz Evren Kilic, seorang pengacara yang mewakili pengguna Thodex.
Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dengan populernya aset kripto, maka perlu diperkuat regulasi yang mengakomodasi aspek keamanan bagi para investor. Terlebih, pemerintah sedang mengupayakan adanya bursa berjangka khusus untuk aset kripto. Seperti diketahui pembentukan bursa berjangka untuk aset kripto telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto.
CEO Indodax Oscar Darmawan menyebutkan aturan aset kripto di Indonesia bisa dikatakan cukup detail dan diatur ketat. Hal itu dilakukan untuk memitigasi agar tidak terjadi fenomena seperti di Turki. “Kita harus menyadari di Turki sendiri aturan kripto di sana masih tidak jelas berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.
(Oleh - HR1)
Petani Milenial, Agro Jabar Jadi Offtaker
Satu bulan setelah kick off Petani Milenial, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mulai menjalankan Program Pembudidaya Ikan Milenial (PIM). Budi daya ikan perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah dan Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, Selasa (27/4/2021). Pada budi daya ikan perdana ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama kegiatan PIM antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Hermansyah dan Direktur utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar dan juga simbolis penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat: Menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, Mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.
Direktur PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar adalah menggandeng pihaknyasebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kemudian Penyediaan Opex: bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB,” katanya dalam keterangan resmi. Kurnia juga memastikan bahwa BUMD yang dia pimpin sudah melangkah lebih awal untuk menggenjot usaha di sektor pangan dari mulai melon, jahe hingga rencana peluncuran beras Juara pasca Lebaran mendatang. Dalam program PIM pihaknya akan berdiri di ujung sebagai offtaker.
(Oleh - HR1)
Ekonom Proyeksi Ekonomi Tumbuh di Bawah Target 5 Persen
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 masih berada di kisaran negatif, yakni minus 0,5 hingga 1 persen.
Sementara pertumbuhan atau ekspansi ekonomi diprediksi baru terjadi pada kuartal II hingga akhir 2021, yakni di kisaran 4-5 persen. Sehingga sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih di level 3-4 persen.
"Jadi memang ini pertumbuhan ekonominya masih di bawah target pemerintah yakni di atas 5 persen, karena pertumbuhannya tidak diikuti oleh pemulihan konsumsi rumah tangga yang jadi penyumbang terbesar PDB hingga 55 persen," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi' yang digelar CORE Indonesia, Selasa (27/4).
Menurut Faisal, pemulihan konsumsi rumah tangga pada kuartal I tahun ini masih relatif terbatas bahkan sangat lamban. Hal ini terlihat dari inflasi inti yang belum merangkak naik.
Bahkan pada Maret, untuk pertama kalinya inflasi masuk ke zona negatif atau mengalami deflasi yakni minus 0,03 persen.
"Jadi belum ada indikasi peningkatan dari sisi konsumsi yang cukup kuat," ucapnya.
Begitu juga jika dilihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang rata-rata masih pesimis. Memang, pada Maret tahun ini, IKK mulai menunjukkan optimisme. Namun itu berasal dari masyarakat berpengeluaran tinggi yakni di atas Rp5 juta.
Dia pun melihat indikasi peningkatan konsumsi dari sektor otomotif karena meningkatnya penjualan kendaraan roda empat hingga 11 persen pada Maret lalu. Akan tetapi, hal tersebut menurutnya tak akan berkelanjutan karena pertumbuhannya ditopang oleh diskon Pajak Pembelian Barang Mewah (PPnBM).
"Jadi memang cukup bisa mendorong pembelian kendaraan bermotor sampai akhir tahun padahal kondisinya relatif lesu sebelum pandemi. Catatan kami perkirakan stimulus ini masih belum sustainable karena respons dari konsumen memanfaatkan adanya diskon, tidak murni merupakan demand yang betul-betul ingin membeli kendaraan," tandasnya.
Kerugian Ekonomi Akibat Macet Jabodetabek Capai Rp71,4 T
Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengungkapkan kemacetan yang terjadi di daerah terpadat di Indonesia, Jabodetabek, mengakibatkan kerugian ekonomi senilai Rp71,4 triliun per tahun.
Kepala BPTJ Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan kerugian berasal dari pemborosan bahan bakar minyak (BBM) dan menurunnya produktivitas karena hilangnya waktu masyarakat selama terjebak macet.
Dari kajiannya, per hari terjadi pemborosan BBM sebanyak 2,2 juta liter di enam kota metropolitan yang menjadi acuan. Sedangkan, nilai waktu yang hilang dinyatakan sebesar 6 juta orang-jam per hari.
Belum lagi, kerugian lingkungan yang diakibatkan. Kemacetan, menurut Polana, mengurangi kualitas lingkungan untuk masyarakat di kota terkait.
"Ujung-ujungnya tentu mengakibatkan kerugian ekonomi. Di Jabodetabek akibat kemacetan yang luar biasa terjadi kerugian sebesar Rp71,4 triliun per tahun, akibat pemborosan waktu dan BBM," katanya pada diskusi BPTJ bertajuk Skema Pembelian Layanan Buy The Service (BTS) di Kota Bogor, Rabu (28/4).
Lebih jauh ia mengatakan kemacetan kronis di Jabodetabek disebabkan oleh keengganan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik atau massal. Ia menyebut warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi di Jabodetabek.
Hal itu berusaha dipecahkan oleh Kemenhub dengan meningkatkan kualitas angkutan massal. Salah satunya dengan mengembangkan layanan buy the service (BTS) atau sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum.
Untuk diketahui, BTS yang saat ini beroperasi di 5 kota, yakni Palembang, Surakarta, Denpasar, Yogyakarta, dan Medan akan diperluas di Bogor pada tahun ini.
Rencananya, bus akan dioperasikan di enam rute mulai Juni atau Juli dengan masa percobaan 3 bulan. Selama masa percobaan, layanan akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Jatim Genjot Perdagangan Antar Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur menjadikan kerjasama perdagangan antar daerah sebagai proyek strategis dalam mengendalikan inflasi dengan memasok bahan pangan ke luar daerah dari Jatim terus dimaksimalkan sebagai strategi pengendali inflasi dan meneguhkan Jatim sebagai lumbung pangan nusantara.
Dikatakan Khofifah, mengenali kebutuhan daerah yang memiliki potensi bisa disuplai oleh Jatim menjadi penting. Seperti pengiriman ayam karkas hari ini, merupakan tindak lanjut dari keglatan Misi Dagang Jatim dengan Maluku Utara yang digelar di Ternate awal bulan April lalu.
Berdasarkan data tahun 2020, perdaganganantar daerah Jatim nilainya mencapai Rp 91 trilliun, Data ini ternyata menunjukkan betapa besar potensi perdagangan antar daerah. Bahkan dibandingkan ekspor. Dimana ekspor Jatim tahun 2020 defisit Rp 8,1 trilliun.
Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit
JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing
(PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year
on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal
I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional
sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya
kepercayaan internasional. Jika pemerintah
mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan
Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi
investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun
dipastikan tercapai, sehingga perekonomian
domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.
Berdasarkan data Badan
Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) yang diumumkan Senin
(26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai
Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy).
Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter
to quarter/qtq) tumbuh 2,3%.
Realisasi penanaman modal
kuartal I tahun ini dimotori PMA
yang mencapai Rp 111,7 triliun,
meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq).
Adapun realisasi penanaman modal
dalam negeri (PMDN) turun 4,2%
secara tahunan (yoy), namun naik
4,2% secara kuartalan (qtq).
Pada kuar tal I-2021 terjadi
pergeseran tren investasi. Jika pada
kuartal I-2020 PMDN lebih dominan
dengan realisasi Rp 112,7 triliun
dibanding PMA Rp 98 triliun, pada
kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun
berbanding PMDN Rp 108 triliun.
Berdasarkan sektor, realisasi PMA
kuartal I-2021 melanjutkan tren
investasi sepanjang tahun lalu yang
didominasi industri manufaktur.
Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA
didominasi sektor jasa.
Optimistis Tercapai
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia
mengungkapkan, realisasi PMA
dan PMDN pada kuartal I-2021
sudah mencapai 25,66% dari target
investasi yang dipatok BKPM tahun
ini senilai Rp 856 triliun. Namun,
dibanding target baru pemeritah
sebesar Rp 900 triliun, realisasinya
mencapai 24,4%.
Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya
pembangunan infrastruktur dalam
lima tahun terakhir. Hal itu tercermin
pada realisasi investasi di Pulau Jawa
pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp
105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak
lain, investasi di luar Jawa naik 11,7%
(yoy) menjadi Rp 114,4 triliun.
Pemerataan investasi antara Jawa
dan luar Jawa, kata Kepala BKPM,
sangat penting untuk menciptakan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan
pertumbuhan ekonomi di luar Jawa
sudah membaik. Ini tidak terlepas dari
apa yang dilakukan Presiden selama
lima tahun terakhir, yaitu membangun
infrastruktur secara masif,” tegas dia.
Bahlil Lahadalia menambahkan,
berdasarkan asal negara, peringkat
pertama PMA pada kuartal I-2021
ditempati Singapura senilai US$ 2,6
miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta.
Selanjutnya Hong Kong dengan nilai
investasi US$ 800 juta dan Swiss US$
500 juta.
Investasi Mangkrak
Bahlil Lahadalia mengemukakan,
BKPM juga berhasil menyelesaikan
investasi mangkrak senilai Rp 517,6
triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini
setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,”
tutur dia.
Kepala BKPM mengungkapkan,
investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap
realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian.
Sebab eksekusi investasi mangkrak
tidak diselesaikan secara sekaligus,
melainkan per termin. Misalnya yang
diproses izin lahan terlebih dahulu,”
ucap dia.
Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach
(OSS RBA), proses penerbitan izin
usaha dapat lebih mudah dan cepat.
Prosesnya dilakukan berdasarkan
pengelompokkan usaha yang memiliki
risiko rendah, menengah, dan tinggi.
(Oleh - HR1)
Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM
JAKARTA - Bukalapak, salah satu
platform e-commerce di Tanah Air,
mengungkapkan, saat ini, memiliki
7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM, atau lazim
disebut sebagai Mitra Bukalapak.
Para UMKM tersebut terdiri
atas warung tradisional dan agen
individu untuk terus memberikan
layanan jual-beli kepada masyarakat,
khususnya yang berada di luar kota
tier-1 di wilayah Indonesia.
“Buka Mitra Indonesia sebagai
online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi
akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk
agar kebutuhan masyarakat dapat
selalu terpenuhi,” kata CEO Buka
Mitra Indonesia Howard Gani, dalam
keterangannya, dikutip Senin (26/4).
Gani menjelaskan, produk yang
dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG,
fresh product, barang-barang fesyen,
produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis
produk virtual untuk membuat
masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah
pandemi Covid-19.
(Oleh - HR1)
Airlangga: RI Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia
JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
mengatakan, Indonesia merupakan produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah
produksi mencapai 137 ribu
barel minyak per hari, lebih
tinggi dibandingkan angka
produksi biodiesel Amerika
Serikat, Brazil, dan Jerman.
"Indonesia menjadi negara
produsen biodiesel terbesar
di dunia dengan kapasitas 137
ribu barel minyak per hari.
Sedangkan Amerika Serikat
dengan 112 ribu barel, Brazil
99 ribu barel, dan Jerman 62
ribu barel minyak per hari,"
kata Menko dalam diskusi daring Membedah Urgensi RUU
Energi Baru dan Terbarukan
di Jakarta, Senin (26/4).
Biodiesel merupakan bahan
bakar nabati yang terdiri atas
campuran senyawa methyl ester
dari rantai panjang asam lemak
yang diperuntukkan sebagai
ba han bakar alternatif mesin
diesel.
Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO
sebagai bahan baku utama
bio diesel. Minyak sawit dipilih
karena pembudidayaanya sudah
mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia.
(Oleh - HR1)
Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta
JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan
rintisan teknologi (startup) di berbagai
sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun
ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper,
SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan
Halodoc.
Sekretaris Jenderal Asosiasi
Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi
startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan
berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.
Berdasarkan data Amvesindo,
sampai kuartal III-2020, terdapat
52 transaksi pendanaan untuk
start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain
berinvestasi di startup sektor
keuangan atau fintech, edukasi
atau edutech, dan software as a
service (SaaS).
Detail Pendanaan
Di sisi lain, Shipper, perusahaan
penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$
63 juta. Pendanaan ini dipimpin
DST Global and Sequoia Capital
India dengan partisipasi dari
Prosus Ventures, Floodgate,
Lightspeed, Insignia Ventures,
AC Ventures, dan Y Combinator.
“Pendanaan ini ditutup kurang
dari setahun setelah Shipper
mengantongi pendanaan Seri A
Juni 2020,” tulis Stat Times.
Shipper didirikan oleh Budi
Handoko selaku COO dan Phil
Opamuratawongse, CEO, pada
2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk
usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM) dan e-commerce secara
digital, baik untuk call center,
mitra pengiriman.
“Saat ini, Ruangguru melayani
22 juta pengguna di negara-negara
itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai
US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV
Capital. Investor awal Ruangguru
adalah East Ventures, Venturra
Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia.
Startup edtech lainnya, CoLearn,
telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha
Wave Incubation dan investor yang
fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru
kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC
Ventures tetap berpartisipasi. Sejak
dirilis Agustus 2020, techcrunch.
com melaporkan, CoLeard telah
diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta.
Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace
Bukalapak telah menggalang
dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth
fund Singapura GIC, dan Grup
Emtek, pemain media papan atas
Indonesia. Pendanaan ini masuk di
tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia
Tenggara. Adapun investor lain
yang masuk pendanaan itu antara
lain sayap bisnis investasi Standar
Chartered SC Ventures dan portal
berita Korea Selatan Naver Corp.
Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$
5 juta pada Maret dan April 202.
Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan
Halodoc merupakan platform
kesehatan berbasis daruing. Astra
merupakan investor utama pada
funding rounds baru dari kedua
startup asal Indonesia ini
(Oleh - HR1)









