;

Dampak Insentif Pajak, Titik Terang Emiten Otomotif

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Geliat penjualan emiten otomotif yang tersulut oleh bergulirnya diskon pajak diharapkan berlanjut pada kuartal II/2021 yang juga bertepatan dengan momentum Lebaran dan penyelenggaraan pameran. Induk Grup Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) optimistis kinerja penjualan akan terus terdongkrak berbagai sentimen positif seperti perluasan relaksasi pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra International, menuturkan program relaksasi PPnBM dan penambahan stok kendaraan untuk mengantisipasi Lebaran menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada Maret 2021. Per Maret 2021 Astra mencatatkan penjualan mobil domestik total sebanyak 45.521 unit, meningkat signifikan hingga 71,76% dari penjualan pada Februari 2021 sebanyak 26.502 unit.

Secara terpisah, emiten dealer kendaraan roda empat, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) juga menuai berkah dari relaksasi PPnBM mobil baru. Investor Relations Bintraco Dharma Yosef menjelaskan tren penjualan mobil pada Maret 2021 menunjukan peningkatan positif jika dibandingkan dengan Februari dan Januari 2021. “Dalam 2 bulan pertama rata-rata penjualan sekitar 890 unit sedangkan pada Maret 2021 diperkirakan kenaikan mencapai hampir 100% dari rata-rata 2 bulan pertama karena banyak pelanggan memanfaatkan realisasi dari kebijakan pemerintah melalui insentif PPnBM,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/4). Sementara itu, PT Tunas Ridean Tbk. (TURI) mencatatkan volume penjualan mobil sebanyak 7.865 unit pada kuartal I/2021. Realisasi itu turun 27% secara tahunan saat pasar mobil nasional mengalami kontraksi 21%. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, TURI ini mencatatkan penurunan pendapatan bersih 17% yoy menjadi Rp2,64 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk pada kuartal pertama 2021 merosot 23% menjadi Rp96,8 miliar. Rico Setiawan, Direktur Utama Tunas Ridean, menuturkan penurunan kinerja terjadi karena melemahnya kontribusi di semua segmen.

(Oleh - HR1)

Bursa Cryptocurrency, Kolaps Di Turki, Bagaimana Di Indonesia?

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Salah satu exchanger mata uang kripto terbesar di Turki yakni Thodex, menyatakan tidak mampu untuk melanjutkan operasionalnya, setelah pendirinya membawa kabur aset nasabahnya. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu investor khawatir dana mereka lenyap. Apalagi pihak berwenang Turki juga sedang berupaya mencari pendiri Thodex yang melarikan diri dari negara tersebut. Melansir Bloomberg Jumat (23/4/2021), fenomena tersebut memunculkan kebingungan akan berapa banyak nasabah Thodex yang terpengaruh, serta berapa banyak uang yang telah hilang. Sementara itu, Chief Executive Officer Thodex Faruk Fatih Ozer berjanji untuk mengembalikan uang investor dan kembali ke Turki untuk menyelesaian permasalahan yang telah dilakukannya. Pemerintah juga telah memblokir rekening perusahaan dan menggerbek kantor pusat di Istanbul. Adapun kerugian ditaksir mencapai US$2 miliar, menurut surat kabar Haberturk. Selain itu, pengacara para korban mengatakan uang yang diinvestasikan oleh sekitar 390.000 pengguna aktif menjadi tidak dapat diambil kembali.

Inflasi mencapai 16,2 persen pada Maret, lebih dari tiga kali lipat dari target bank sentral sebesar 5 persen. Sementara itu nilai tukar lira Turki telah melemah 10 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menurut data dari coingecko.com, pada akhir pekan lalu, volume perdagangan di pasar kripto Turki naik tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 1,2 miliar dari pekan sebelumnya. Di sisi lain regulasi di Turki cukup longgar bagi badan usaha untuk mendirikan bursa penukaran mata uang kripto. "Di sini, seseorang dapat membangun pertukaran kripto hanya dengan modal 50.000 lira (sekitar US$6.000)," kata Oguz Evren Kilic, seorang pengacara yang mewakili pengguna Thodex.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dengan populernya aset kripto, maka perlu diperkuat regulasi yang mengakomodasi aspek keamanan bagi para investor. Terlebih, pemerintah sedang mengupayakan adanya bursa berjangka khusus untuk aset kripto. Seperti diketahui pembentukan bursa berjangka untuk aset kripto telah mendapatkan lampu hijau dari Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Bahkan, kedua wakil menteri telah bertemu, dan secara khusus membahas tentang rencana pendirian pasar kripto.

CEO Indodax Oscar Darmawan menyebutkan aturan aset kripto di Indonesia bisa dikatakan cukup detail dan diatur ketat. Hal itu dilakukan untuk memitigasi agar tidak terjadi fenomena seperti di Turki. “Kita harus menyadari di Turki sendiri aturan kripto di sana masih tidak jelas berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.

(Oleh - HR1)

Petani Milenial, Agro Jabar Jadi Offtaker

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Satu bulan setelah kick off Petani Milenial, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mulai menjalankan Program Pembudidaya Ikan Milenial (PIM). Budi daya ikan perdana ditandai dengan penebaran benih ikan di 60 kolam bioflok yang khusus dibangun untuk Peserta PIM di PSDKP WS Ciherang – Cianjur dipimpin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Cianjur Herman Suherman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah dan Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar, Selasa (27/4/2021). Pada budi daya ikan perdana ini juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama kegiatan PIM antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Hermansyah dan Direktur utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar dan juga simbolis penyerahan mockup penyaluran KUR BJB kepada perwakilan peserta PIM, yaitu Rendy Triyadi dan Dimas Liggo Niode, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kegiatan PIM bertujuan mencetak Pembudidaya Ikan Milenial sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat: Menumbuhkembangkan kewirausahaan muda perikanan di Jawa Barat, Mengubah wajah perikanan menjadi segar, agar generasi milenial tertarik dengan pemanfaatan sain dan teknologi aquaculture, serta menciptakan perikanan lebih maju, mandiri, dan modern.

Direktur PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar adalah menggandeng pihaknyasebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa Kolam Bioflok (beserta aerator dan peralatan Pembudidaya Ikan lainnya) dengan mekanisme pemanfaatan Barang Milik Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kemudian Penyediaan Opex: bibit, pakan, obat-obatan, listrik, dan operasional lainya menggunakan KUR dari BJB,” katanya dalam keterangan resmi. Kurnia juga memastikan bahwa BUMD yang dia pimpin sudah melangkah lebih awal untuk menggenjot usaha di sektor pangan dari mulai melon, jahe hingga rencana peluncuran beras Juara pasca Lebaran mendatang. Dalam program PIM pihaknya akan berdiri di ujung sebagai offtaker.

(Oleh - HR1)

Ekonom Proyeksi Ekonomi Tumbuh di Bawah Target 5 Persen

Fadilla Anggraini 28 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 masih berada di kisaran negatif, yakni minus 0,5 hingga 1 persen.

Sementara pertumbuhan atau ekspansi ekonomi diprediksi baru terjadi pada kuartal II hingga akhir 2021, yakni di kisaran 4-5 persen. Sehingga sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih di level 3-4 persen.

"Jadi memang ini pertumbuhan ekonominya masih di bawah target pemerintah yakni di atas 5 persen, karena pertumbuhannya tidak diikuti oleh pemulihan konsumsi rumah tangga yang jadi penyumbang terbesar PDB hingga 55 persen," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi' yang digelar CORE Indonesia, Selasa (27/4).

Menurut Faisal, pemulihan konsumsi rumah tangga pada kuartal I tahun ini masih relatif terbatas bahkan sangat lamban. Hal ini terlihat dari inflasi inti yang belum merangkak naik.

Bahkan pada Maret, untuk pertama kalinya inflasi masuk ke zona negatif atau mengalami deflasi yakni minus 0,03 persen.

"Jadi belum ada indikasi peningkatan dari sisi konsumsi yang cukup kuat," ucapnya.

Begitu juga jika dilihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang rata-rata masih pesimis. Memang, pada Maret tahun ini, IKK mulai menunjukkan optimisme. Namun itu berasal dari masyarakat berpengeluaran tinggi yakni di atas Rp5 juta.

Dia pun melihat indikasi peningkatan konsumsi dari sektor otomotif karena meningkatnya penjualan kendaraan roda empat hingga 11 persen pada Maret lalu. Akan tetapi, hal tersebut menurutnya tak akan berkelanjutan karena pertumbuhannya ditopang oleh diskon Pajak Pembelian Barang Mewah (PPnBM).

"Jadi memang cukup bisa mendorong pembelian kendaraan bermotor sampai akhir tahun padahal kondisinya relatif lesu sebelum pandemi. Catatan kami perkirakan stimulus ini masih belum sustainable karena respons dari konsumen memanfaatkan adanya diskon, tidak murni merupakan demand yang betul-betul ingin membeli kendaraan," tandasnya.


Kerugian Ekonomi Akibat Macet Jabodetabek Capai Rp71,4 T

Fadilla Anggraini 28 Apr 2021 CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengungkapkan kemacetan yang terjadi di daerah terpadat di Indonesia, Jabodetabek, mengakibatkan kerugian ekonomi senilai Rp71,4 triliun per tahun.

Kepala BPTJ Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan kerugian berasal dari pemborosan bahan bakar minyak (BBM) dan menurunnya produktivitas karena hilangnya waktu masyarakat selama terjebak macet.

Dari kajiannya, per hari terjadi pemborosan BBM sebanyak 2,2 juta liter di enam kota metropolitan yang menjadi acuan. Sedangkan, nilai waktu yang hilang dinyatakan sebesar 6 juta orang-jam per hari.

Belum lagi, kerugian lingkungan yang diakibatkan. Kemacetan, menurut Polana, mengurangi kualitas lingkungan untuk masyarakat di kota terkait.

"Ujung-ujungnya tentu mengakibatkan kerugian ekonomi. Di Jabodetabek akibat kemacetan yang luar biasa terjadi kerugian sebesar Rp71,4 triliun per tahun, akibat pemborosan waktu dan BBM," katanya pada diskusi BPTJ bertajuk Skema Pembelian Layanan Buy The Service (BTS) di Kota Bogor, Rabu (28/4).

Lebih jauh ia mengatakan kemacetan kronis di Jabodetabek disebabkan oleh keengganan masyarakat untuk menggunakan transportasi publik atau massal. Ia menyebut warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi di Jabodetabek.

Untuk menarik minat masyarakat untuk beralih menggunakan tranportasi publik, ia mengatakan harus disediakan transportasi yang nyaman, aman, dan berstandar.

Hal itu berusaha dipecahkan oleh Kemenhub dengan meningkatkan kualitas angkutan massal. Salah satunya dengan mengembangkan layanan buy the service (BTS) atau sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum.

Untuk diketahui, BTS yang saat ini beroperasi di 5 kota, yakni Palembang, Surakarta, Denpasar, Yogyakarta, dan Medan akan diperluas di Bogor pada tahun ini.

Rencananya, bus akan dioperasikan di enam rute mulai Juni atau Juli dengan masa percobaan 3 bulan. Selama masa percobaan, layanan akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.



Jatim Genjot Perdagangan Antar Daerah

Mohamad Sajili 28 Apr 2021 Surya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur menjadikan kerjasama perdagangan antar daerah sebagai proyek strategis dalam mengendalikan inflasi dengan memasok bahan pangan ke luar daerah dari Jatim terus dimaksimalkan sebagai strategi pengendali inflasi dan meneguhkan Jatim sebagai lumbung pangan nusantara.

Dikatakan Khofifah, mengenali kebutuhan daerah yang memiliki potensi bisa disuplai oleh Jatim menjadi penting. Seperti pengiriman ayam karkas hari ini, merupakan tindak lanjut dari keglatan Misi Dagang Jatim dengan Maluku Utara yang digelar di Ternate awal bulan April lalu.

Berdasarkan data tahun 2020, perdaganganantar daerah Jatim nilainya mencapai Rp 91 trilliun, Data ini ternyata menunjukkan betapa besar potensi perdagangan antar daerah. Bahkan dibandingkan ekspor. Dimana ekspor Jatim tahun 2020 defisit Rp 8,1 trilliun.


Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing (PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya kepercayaan internasional. Jika pemerintah mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun dipastikan tercapai, sehingga perekonomian domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diumumkan Senin (26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy). Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) tumbuh 2,3%. Realisasi penanaman modal kuartal I tahun ini dimotori PMA yang mencapai Rp 111,7 triliun, meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq). Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) turun 4,2% secara tahunan (yoy), namun naik 4,2% secara kuartalan (qtq). Pada kuar tal I-2021 terjadi pergeseran tren investasi. Jika pada kuartal I-2020 PMDN lebih dominan dengan realisasi Rp 112,7 triliun dibanding PMA Rp 98 triliun, pada kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun berbanding PMDN Rp 108 triliun. 

Berdasarkan sektor, realisasi PMA kuartal I-2021 melanjutkan tren investasi sepanjang tahun lalu yang didominasi industri manufaktur. Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA didominasi sektor jasa.

Optimistis Tercapai 

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi PMA dan PMDN pada kuartal I-2021 sudah mencapai 25,66% dari target investasi yang dipatok BKPM tahun ini senilai Rp 856 triliun. Namun, dibanding target baru pemeritah sebesar Rp 900 triliun, realisasinya mencapai 24,4%.

Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Hal itu tercermin pada realisasi investasi di Pulau Jawa pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp 105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak lain, investasi di luar Jawa naik 11,7% (yoy) menjadi Rp 114,4 triliun. Pemerataan investasi antara Jawa dan luar Jawa, kata Kepala BKPM, sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa sudah membaik. Ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan Presiden selama lima tahun terakhir, yaitu membangun infrastruktur secara masif,” tegas dia. Bahlil Lahadalia menambahkan, berdasarkan asal negara, peringkat pertama PMA pada kuartal I-2021 ditempati Singapura senilai US$ 2,6 miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta. Selanjutnya Hong Kong dengan nilai investasi US$ 800 juta dan Swiss US$ 500 juta.

Investasi Mangkrak 

Bahlil Lahadalia mengemukakan, BKPM juga berhasil menyelesaikan investasi mangkrak senilai Rp 517,6 triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,” tutur dia. Kepala BKPM mengungkapkan, investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian. Sebab eksekusi investasi mangkrak tidak diselesaikan secara sekaligus, melainkan per termin. Misalnya yang diproses izin lahan terlebih dahulu,” ucap dia.

Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach (OSS RBA), proses penerbitan izin usaha dapat lebih mudah dan cepat. Prosesnya dilakukan berdasarkan pengelompokkan usaha yang memiliki risiko rendah, menengah, dan tinggi.

(Oleh - HR1)

Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA - Bukalapak, salah satu platform e-commerce di Tanah Air, mengungkapkan, saat ini, memiliki 7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM, atau lazim disebut sebagai Mitra Bukalapak. Para UMKM tersebut terdiri atas warung tradisional dan agen individu untuk terus memberikan layanan jual-beli kepada masyarakat, khususnya yang berada di luar kota tier-1 di wilayah Indonesia.

“Buka Mitra Indonesia sebagai online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk agar kebutuhan masyarakat dapat selalu terpenuhi,” kata CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani, dalam keterangannya, dikutip Senin (26/4). Gani menjelaskan, produk yang dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG, fresh product, barang-barang fesyen, produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis produk virtual untuk membuat masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19.

(Oleh - HR1)

Airlangga: RI Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia merupakan produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari, lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. "Indonesia menjadi negara produsen biodiesel terbesar di dunia dengan kapasitas 137 ribu barel minyak per hari. Sedangkan Amerika Serikat dengan 112 ribu barel, Brazil 99 ribu barel, dan Jerman 62 ribu barel minyak per hari," kata Menko dalam diskusi daring Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan di Jakarta, Senin (26/4).

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang terdiri atas campuran senyawa methyl ester dari rantai panjang asam lemak yang diperuntukkan sebagai ba han bakar alternatif mesin diesel. Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama bio diesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia.


(Oleh - HR1)

Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan rintisan teknologi (startup) di berbagai sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper, SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan Halodoc.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.

Berdasarkan data Amvesindo, sampai kuartal III-2020, terdapat 52 transaksi pendanaan untuk start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain berinvestasi di startup sektor keuangan atau fintech, edukasi atau edutech, dan software as a service (SaaS).

Detail Pendanaan 

Di sisi lain, Shipper, perusahaan penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$ 63 juta. Pendanaan ini dipimpin DST Global and Sequoia Capital India dengan partisipasi dari Prosus Ventures, Floodgate, Lightspeed, Insignia Ventures, AC Ventures, dan Y Combinator. “Pendanaan ini ditutup kurang dari setahun setelah Shipper mengantongi pendanaan Seri A Juni 2020,” tulis Stat Times. Shipper didirikan oleh Budi Handoko selaku COO dan Phil Opamuratawongse, CEO, pada 2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan e-commerce secara digital, baik untuk call center, mitra pengiriman.

“Saat ini, Ruangguru melayani 22 juta pengguna di negara-negara itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV Capital. Investor awal Ruangguru adalah East Ventures, Venturra Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia. Startup edtech lainnya, CoLearn, telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha Wave Incubation dan investor yang fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC Ventures tetap berpartisipasi. Sejak dirilis Agustus 2020, techcrunch. com melaporkan, CoLeard telah diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta. Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace Bukalapak telah menggalang dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth fund Singapura GIC, dan Grup Emtek, pemain media papan atas Indonesia. Pendanaan ini masuk di tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia Tenggara. Adapun investor lain yang masuk pendanaan itu antara lain sayap bisnis investasi Standar Chartered SC Ventures dan portal berita Korea Selatan Naver Corp.

Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$ 5 juta pada Maret dan April 202. Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis daruing. Astra merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua startup asal Indonesia ini

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor