;

Realisasi Investasi Naik, Ekonomi RI Mulai Bangkit

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Realisasi penanaman modal asing (PMA) yang melonjak 14% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 111,7 triliun pada kuartal I-2021 mengindikasikan perekonomian nasional sedang bangkit sejalan dengan meningkatnya kepercayaan internasional. Jika pemerintah mampu mengoptimalkan UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI), target realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp 900 triliun dipastikan tercapai, sehingga perekonomian domestik tahun ini bisa tumbuh di atas 5%.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diumumkan Senin (26/4) kemarin, realisasi penanaman modal atau investasi langsung pada kuartal I-2021 mencapai Rp 219,7 triliun, naik 4,3% (yoy). Sedangkan dibanding kuartal IV2020 atau secara kuartalan (quarter to quarter/qtq) tumbuh 2,3%. Realisasi penanaman modal kuartal I tahun ini dimotori PMA yang mencapai Rp 111,7 triliun, meningkat 14% (yoy) dan 0,6% (qtq). Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) turun 4,2% secara tahunan (yoy), namun naik 4,2% secara kuartalan (qtq). Pada kuar tal I-2021 terjadi pergeseran tren investasi. Jika pada kuartal I-2020 PMDN lebih dominan dengan realisasi Rp 112,7 triliun dibanding PMA Rp 98 triliun, pada kuartal I-2021 PMA kembali dominan, dengan realisasi Rp 117 triliun berbanding PMDN Rp 108 triliun. 

Berdasarkan sektor, realisasi PMA kuartal I-2021 melanjutkan tren investasi sepanjang tahun lalu yang didominasi industri manufaktur. Pada 2018 dan 2019, realisasi PMA didominasi sektor jasa.

Optimistis Tercapai 

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi PMA dan PMDN pada kuartal I-2021 sudah mencapai 25,66% dari target investasi yang dipatok BKPM tahun ini senilai Rp 856 triliun. Namun, dibanding target baru pemeritah sebesar Rp 900 triliun, realisasinya mencapai 24,4%.

Menurut Bahlil, telah terjadi pemerataan investasi seiring masifnya pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Hal itu tercermin pada realisasi investasi di Pulau Jawa pada Januari-Maret 2021 sebesar Rp 105,3 triliun, turun 2,7% (yoy). Di pihak lain, investasi di luar Jawa naik 11,7% (yoy) menjadi Rp 114,4 triliun. Pemerataan investasi antara Jawa dan luar Jawa, kata Kepala BKPM, sangat penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan efek pengganda (multiplier effect) yang besar. “Pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa sudah membaik. Ini tidak terlepas dari apa yang dilakukan Presiden selama lima tahun terakhir, yaitu membangun infrastruktur secara masif,” tegas dia. Bahlil Lahadalia menambahkan, berdasarkan asal negara, peringkat pertama PMA pada kuartal I-2021 ditempati Singapura senilai US$ 2,6 miliar, diikuti Tiongkok US$ 1,0 miliar, dan Korea Selatan US$ 900 juta. Selanjutnya Hong Kong dengan nilai investasi US$ 800 juta dan Swiss US$ 500 juta.

Investasi Mangkrak 

Bahlil Lahadalia mengemukakan, BKPM juga berhasil menyelesaikan investasi mangkrak senilai Rp 517,6 triliun pada kuartal I-2021. “Angka ini setara 73% dari total investasi mangkrak yang mencapai Rp 708 triliun,” tutur dia. Kepala BKPM mengungkapkan, investasi mangkrak yang telah dieksekusi berkontribusi terhadap realisasi investasi kuartal I-2021. “Namun kontribusinya hanya sebagian. Sebab eksekusi investasi mangkrak tidak diselesaikan secara sekaligus, melainkan per termin. Misalnya yang diproses izin lahan terlebih dahulu,” ucap dia.

Kepala BKPM mengatakan, dengan adanya OSS risk ased approach (OSS RBA), proses penerbitan izin usaha dapat lebih mudah dan cepat. Prosesnya dilakukan berdasarkan pengelompokkan usaha yang memiliki risiko rendah, menengah, dan tinggi.

(Oleh - HR1)

Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA - Bukalapak, salah satu platform e-commerce di Tanah Air, mengungkapkan, saat ini, memiliki 7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM, atau lazim disebut sebagai Mitra Bukalapak. Para UMKM tersebut terdiri atas warung tradisional dan agen individu untuk terus memberikan layanan jual-beli kepada masyarakat, khususnya yang berada di luar kota tier-1 di wilayah Indonesia.

“Buka Mitra Indonesia sebagai online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk agar kebutuhan masyarakat dapat selalu terpenuhi,” kata CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani, dalam keterangannya, dikutip Senin (26/4). Gani menjelaskan, produk yang dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG, fresh product, barang-barang fesyen, produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis produk virtual untuk membuat masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah pandemi Covid-19.

(Oleh - HR1)

Airlangga: RI Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia merupakan produsen terbesar biodiesel di dunia dengan jumlah produksi mencapai 137 ribu barel minyak per hari, lebih tinggi dibandingkan angka produksi biodiesel Amerika Serikat, Brazil, dan Jerman. "Indonesia menjadi negara produsen biodiesel terbesar di dunia dengan kapasitas 137 ribu barel minyak per hari. Sedangkan Amerika Serikat dengan 112 ribu barel, Brazil 99 ribu barel, dan Jerman 62 ribu barel minyak per hari," kata Menko dalam diskusi daring Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan di Jakarta, Senin (26/4).

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang terdiri atas campuran senyawa methyl ester dari rantai panjang asam lemak yang diperuntukkan sebagai ba han bakar alternatif mesin diesel. Indonesia menggunakan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku utama bio diesel. Minyak sawit dipilih karena pembudidayaanya sudah mapan mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia.


(Oleh - HR1)

Tujuh Startup Raup Investasi US$ 572 Juta

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Sebanyak tujuh perusahaan rintisan teknologi (startup) di berbagai sektor meraup investasi US$ 532 juta tahun ini. Mereka adalah Bukalapak, Shipper, SiCepat, CoLearn, Ruangguru, Sayurbox, dan Halodoc.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro memperkirakan investasi startup kuartal I-2021 naik. Namun, dia belum bisa memastikan berapa nilainya. Yang jelas, peningkatan itu didorong oleh perekonomian yang sudah mulai pulih.

Berdasarkan data Amvesindo, sampai kuartal III-2020, terdapat 52 transaksi pendanaan untuk start up senilai US$ 1,92 miliar. Modal ventura antara lain berinvestasi di startup sektor keuangan atau fintech, edukasi atau edutech, dan software as a service (SaaS).

Detail Pendanaan 

Di sisi lain, Shipper, perusahaan penyedia logistik nasional, menutup pendanaan Seri B senilai US$ 63 juta. Pendanaan ini dipimpin DST Global and Sequoia Capital India dengan partisipasi dari Prosus Ventures, Floodgate, Lightspeed, Insignia Ventures, AC Ventures, dan Y Combinator. “Pendanaan ini ditutup kurang dari setahun setelah Shipper mengantongi pendanaan Seri A Juni 2020,” tulis Stat Times. Shipper didirikan oleh Budi Handoko selaku COO dan Phil Opamuratawongse, CEO, pada 2017. Shipper menyediakan layanan pengiriman barang untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan e-commerce secara digital, baik untuk call center, mitra pengiriman.

“Saat ini, Ruangguru melayani 22 juta pengguna di negara-negara itu. Sebelumnya, Ruangguru mendapatkan pendanaan seri C senilai US$ 150 juta pada 2019, yang dipimpin General Atlantic dan GGV Capital. Investor awal Ruangguru adalah East Ventures, Venturra Capital, and UOB Venture Management,” tulis Tech in Asia. Startup edtech lainnya, CoLearn, telah meraup US$ 10 juta dari pendanaan Seri A yang dipimpin Alpha Wave Incubation dan investor yang fokus ke sektor edtech GSV Ventures. Kedua perusahaan itu baru kali pertama berinvestasi di Indonesia. Investor lama Surge dan AC Ventures tetap berpartisipasi. Sejak dirilis Agustus 2020, techcrunch. com melaporkan, CoLeard telah diunduh 3,5 juta lali dengan pengguna aktif sekitar 1 juta. Sementara itu, Reuters melaporkan, pemain marketplace Bukalapak telah menggalang dana US$ 234 million, yang dipimpin Microsoft, sovereign wealth fund Singapura GIC, dan Grup Emtek, pemain media papan atas Indonesia. Pendanaan ini masuk di tengah meningkatnya minat investor global ke sektor teknologi Asia Tenggara. Adapun investor lain yang masuk pendanaan itu antara lain sayap bisnis investasi Standar Chartered SC Ventures dan portal berita Korea Selatan Naver Corp.

Terakhir, Grup Astra menyuntik Halodoc dan Sayurbox masing-masing US$ 35 juta dan US$ 5 juta pada Maret dan April 202. Sayurbox adalah e-commerce grocery farm-to-table platform dan distributor sayuran segar, sedangkan Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis daruing. Astra merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua startup asal Indonesia ini

(Oleh - HR1)

99% Laba Adaro untuk Dividen

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui pembagian dividen sebesar US$ 146,8 juta kepada pemegang saham. Dividen tersebut sekitar 99,2% dari laba bersih 2020.

Tahun lalu, Adaro Energy meraih laba bersih sebesar US$ 147 juta. Selain digunakan untuk pembayaran dividen tunai, perseroan mengalokasikan sisa laba sebesar US$ 110,8 ribu sebagai laba ditahan. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri batu bara pada 2020 dan menyebabkan penurunan signifikan terhadap permintaan maupun harga batu bara. Meski demikian, pihaknya tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para karyawan serta meminimalkan dampak pandemi terhadap aktivitas operasional. Dengan strategi tersebut, Adaro Energy berhasil mempertahankan marjin yang sehat, melalui fokus yang berkesinambungan pada keunggulan operasi dan pengendalian biaya. “Kami menjaga komitmen untuk memberikan pengembalian pemegang saham dengan membagikan dividen tunai secara berkala, yang mencapai US$ 146,8 juta untuk tahun buku 2020,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (26/4).

Chief Financial Officer (CFO) Adaro Energy Luckman Lie mengatakan, perseroan juga berupaya menyesuaikan kondisi kas internal dengan pembayaran dividen tahun buku 2020. Pihaknya akan menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan pengembalian kepada pemegang saham. Sementara itu, Adaro bersiap menambah lini bisnis baru yakni energi ramah lingkungan atau disebut Adaro Green Initiative. Bisnis tersebut akan menjadi pilar bisnis kesembilan perseroan. Selama ini, perseroan memiliki delapan pilar bisnis antara lain Adaro Mining, Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power, Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan Adaro Foundation.

(Oleh - HR1)

KBI Siap Fasilitasi Perdagangan Aset Kripto

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Investor Daily, 27 April 2021

JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan kesiapannya untuk menjadi lembaga kliring dalam ekosistem investasi di aset kripto. Pernyataan ini sejalan dengan diterbitkannya perdagangan aset kripto melalui bursa yang sedang dalam tahap persetujuan. Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan diri hingga 100% baik dari segi permodalan maupun infrastrukturnya. Nantinya, tugas KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, rekomendasi sistem dan anggota.

Perdagangan Aset Kripto melalui bursa masih menunggu persetujuan dari otoritas yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Setelah rampung, otoritas akan memperlengkap kelembagaan perdagangan kripo mulai dari bursanya yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Fajar menambahkan, pihaknya sebagai lembaga kliring akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait investasi ini. Karena bagaimanapun, sebuah investasi selalu memiliki resiko yang harus dipahami secara baik.

(Oleh - HR1)

Atur Ulang Tax Holiday

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah akan mengevaluasi kebijakan insentif tax holiday menyusul minimnya wajib pajak dan penanaman modal yang merealisasikan investasinya di Tanah Air setelah mendapatkan persetujuan fasilitas fiskal tersebut.

Setelah mendapatkan tax holiday, dalam waktu maksimal 1 tahun, investor sebagai wajib pajak harus segera merealisasikan investasinya. Namun, kenyataannya banyak dari mereka yang mengulur-ulur waktu.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat komitmen investasi dari fasilitas tax holiday itu mencapai lebih dari Rp1.000 triliun.

Data tersebut sama dengan penghitungan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan yang sejak 2018—11 Oktober 2020 terdapat 85 penanaman modal dan 82 wajib pajak penerima tax holiday dengan rencana investasi Rp1.261,2 triliun.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan secara inheren pemantauan dan evaluasi merupakan bagian dari desain kebijakan tax holiday. Oleh sebab itu, evaluasi atas kebijakan tersebut tetap dilakukan.

“Idealnya, pemberian insentif ada trade off dengan nilai tambah ekonomi. Itu logika tax holiday,” katanya kepada Bisnis, Senin (26/11).

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mencatat ada beberapa persoalan dalam tax holiday.

Di antaranya standar baku, kriteria penerima, transparansi, akuntabilitas, dan formulasi. Oleh sebab itu, menurutnya, tax holiday sepatutnya dievaluasi. Apalagi, kebijakan ini berdampak pada pembengkakan belanja pajak (tax expenditure), sehingga pemberian insentif harus jelas dan diperketat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya masalah teknis dalam rencana korporasi asing maupun dalam negeri untuk investasi.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan BKPM akan fokus memburu investor penerima tax holiday yang lalai merealisasikan investasinya jika penyelesaian investasi mangkrak telah mencapai 100%.

Secara total, ujarnya, realisasi investasi pada kuartal I/2021 sebesar Rp219,7 triliun. Angka ini tumbuh 2,3% secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-t-q) dan 4,3% secara tahunan (year-on-year/y-o-y).

(Oleh - HR1)

Komoditas Pangan, Asa Bulog Merajut Bisnis Komersial

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa menciptakan pasar pangan dengan volume fantastis. Pasar besar inilah yang potensial dimanfaatkan Bulog.

“Kirain beras Bulog kualitasnya rendah. Ternyata kualitasnya oke banget. Terima kasih ya,” ulas seorang konsumen bernama Boyke sekitar 5 bulan lalu, di laman toko daring Perum Bulog di sebuah lokapasar ternama.

Dia menjadi satu dari 270 orang yang memberi ulasan lima bintang untuk beras kemasan 5 kilogram (kg) bermerek Beras Kita, yang dipasarkan perusahaan secara online.

Ulasan positif ini bukan satu-satunya. Komentar-komentar itu pun seperti angin segar di tengah kabar miring yang kerap menerpa beras Bulog.

Lama ditugasi sebagai pemasok beras khusus untuk kelompok menengah ke bawah, perusahaan pelat merah yang telah berdiri lebih dari 5 dekade itu pelan-pelan mengupayakan perubahan wajah. Untuk bisnis komersial, menanggalkan stigma bukanlah perkara mudah.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan fasilitas MRMP bakal menjadi cikal-bakal pembentukan pasar beras di dalam negeri dengan Bulog sebagai salah satu pemain utama. Fasilitas tersebut diyakini akan memutus persoalan ketergantungan petani terhadap tengkulak karena Bulog bakal menyerap secara langsung dalam bentuk gabah.

“Kami akan bangun fasilitas di wilayah pusat produksi dan membeli gabah hasil petani. Kami akan tampung dalam mesin pengering dan penyimpanan sehingga tidak mudah rusak,” ungkapnya, dalam sebuah diskusi daring.

Seluruh fasilitas tersebut berlokasi di titik-titik pusat produksi di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Lokasi pembangunan mencakup Bojonegoro, Magetan, Jember, Banyuwangi, Sragen, Kendal, Grobogan, Subang, Karawang, Cirebon, Bandar Lampung, Sumbawa, dan Luwu Utara.

Saat ini, ketentuan HET beras masih mengacu Permendag Nomor 57/2017, yang dibagi menjadi tujuh wilayah. HET beras untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan adalah Rp9.450/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium. Sementara itu, HET beras wilayah Sumatra kecuali Lampung dan Sumatra Selatan adalah Rp9.950/kg untuk medium dan Rp12.800/kg untuk premium.

Pengembangan MRMP untuk mendorong produksi beras berkualitas ini pun se­jalan dengan rencana Bulog untuk mem­per­luas porsi penjualan beras komersial.

Budi menyampaikan sejauh ini, sebagian besar beras yang dikelola Bulog berstatus cadangan beras pemerintah (CBP) yang penggunaannya harus sesuai penugasan sebagaimana diamanatkan peraturan. Sebagai contoh, dari 448.251 ton beras yang diserap Bulog per 21 April 2021, hanya sekitar 30% atau 134.475 ton yang bersifat komersial.

(Oleh - HR1)

Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.

Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.

Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.

Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.

Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.

Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.

Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.

(Oleh - HR1)

Jejaring Usaha Ekosistem Pariwisata

Mohamad Sajili 27 Apr 2021 Koran Tempo

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membentuk jaringan usaha yang akan menghubungkan bisnis anggota holding atau usaha gabungan bidang pariwisata.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan pembentukan holding perhotelan yang menggabungkan lebih dari 20 aset hotel dan akomodasi merujuk pada paparan program holding pariwisata yang disosialisasi oleh Kementerian BUMN pada Oktober 2020, skema peryatuan usaha itu akan melibatkan berbagai BUMN dan anak usahanya.

Entitas utama yang akan bergabung adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels and Resorts yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas (Persero) ditunjuk sebagai induk holding.

Keanggotaan holding terbagi dalam empat kluster. Bila sesuai dengan rencana, kluster bandara dipegang Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Sementara itu, kluster penerbangan digarap Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Ada juga kluster manajemen destinasi yang beranggotakan lima korporasi, termasuk ITDC. Kluster terakhir terkait dengan servis aviasi dan logistik yang ditangani 11 entitas, termasuk PT Sarinah dan beberapa anak usaha BUMN.

 


Pilihan Editor