12 Storage BBM Pertamina Intim Siap Beroperasi
PT Pertamina Patra Niaga sebagai Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) siap mengoperasikan 12 storage atau tangki BBM baru di Indonesia timur (Intim).
Menurut dia, kahadiran tanki ini dapat menjaga ketahanan energi di wilayah tersebut. Kini 12 Storage BBM yang sudah siap beroperasi. Antara lain, Badas (NTB). Pare-Pare (Sulsel). Ternate (Malut), Masohi (Maluku). Kemudian, Bula (Maluku), Dobo (Maluku), Labuha (Maluku), Saumlaki (Maluku). Wayame (Maluku), Namlea (Maluku), Nabire (Papua), Merauke (Papua).
Kapasitas storagenya beragam, antara 500 Kilo Liter (KL) hingga 20.000 KL. Tergantung dari proyeksi kebutuhan energi di wilayah tersebut. Pembangunan storage bagian dari peningkatan kualitas layanan yang dapat Pertamina berikan kepada masyarakat. Pertamina juga terus menyiapkan pembangunan storage BBM maupun LPG di wilayah Indonesia Timur lainnya.
30 UMKM Ramaikan Dessert Project
PALEMBANG - Palembang Indah Mall (PIM) kembali gelar event tahunan Palembang Dessert Project. Event yang hadirkan beragam menu dessert dari para UMKM Metropolis ini berlangsung hingga 27 Juni 2021, di area Hobbies. "Kali ini event diikuti sebanyak 30 UMKM menghadirkan kuliner tradisional dan modern," kata Public Relation PIM (PIM), Asikin, kemarin.
Ke-30 UMKM itu di antaranya Bunda Rayya, Manda Cake, Smokey, Vinci_Donuts, Rumah Jajan Gencan/Hidaumee, Pancong Lemak oy Dessert, Le Pastry, D' Jeruk, Pempek Dos Pak Tani, Bhiba Kitchen, Boli Boli Sponsor, Dapur Ilunan, Roti Sultan, dan lainnya.
Menurutnya, lewat event ini diharapkan bisa gerakkan perekonomian Sumsel khususnya Kota Palembang serta membuat pelaku UMKM di bidang kuliner makin optimis di tengah pandemi Covid-19. "Kami fasilitasi para UMKM supaya bergerak dan maju bersama apalagi di saat ekonomi menurun," ucap dia.
Pelaksanaan event tetap menerapkan protokol kesehatan dan didukung Dinas Pariwisata Palembang, Pesona Sriwijaya, Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner Sumsel, dan BSB, Indonesian Chef Association BPD Sumsel. Untuk meramaikan event, ada acara live music, battle cooking, cooking demo, food foto contest, special talk show, hingga line dance perfor mance.
Giwang Angkat Potensi Wisata
PALEMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel terus melakukan inovasi mendorong kemajuan wisata. Salah satunya lewat aplikasi khusus yang memuat semua informasi ke pariwisataan, Gentak Informasi Wisata Andalan yang Nyaman dan Gempita (Giwang). Nama ini terinspirasi atau berfilosofi anting-anting yang merupakan sebuah perhiasan memperlihatkan keindahan dan kecantikan.
Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal, mengatakan, selama pandemi, bisnis pariwisata ini yang paling berdampak dan terpuruk. Namun, disisi lain juga membuat sektor ini dituntut lebih kreatif dan inovatif. "Hal ini melatarbelakangi dibuat aplikasi Giwang. Yang menyimbolkan kecantikan dan keindahan destinasi wisata yang ada di Sumsel ini," katanya saat launching aplikasi Giwang, kemarin malam.
Tapi tentu, aplikasi Android itu harus bersinergi atau berkolaborasi dengan stakeholder terkait. Dengan pemanfaatan aplikasi Giwang, setidaknya menjadi ajang promosi destinasi wisata yang ada di Sumsel dan fasilitas lain yang mendukung objek wisata. Warga pun cukup men-download dan klik aplikasi dimaksud, bahkan aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan pelaku usaha mempromosikan usahanya secara luas ke pasar.
Di aplikasi Giwang, kata dia, akan tercantum informasí destinasi, mulai dari akses ke lokasi, akses pendukung berupa jarak, harga serta fasilitas wisata di daerah tersebut. "Kita targetkan aplikasi giwang bisa mengangkat promosi dan potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Dengan begitu akan mendorong pertumbuhan dari sektor pariwisata," ulasnya lagi.
Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan semua pariwisata yang ada di Provinsi Sumsel bisa tercover dengan baik di aplikasi Giwang Hanya saja, selengkap bagai manapun juga, kalau sinyal ke kawasan tidak mendukung tentu semua ini akan sulit berkembang. Untuk itu juga perlu ada media termasuk luar ruang, portal online dan televisi. Yang mana, semua ini ada pertanggungjawaban semua pihak termasuk masyarakat.
"Sinyal komunikasi di daerah ataupun objek wisata sangatlah penting. Ini karena kebutuhan sinyal sekarang menjadi kebutuhan utama selain kuliner," tuturnya. Jadi akselerasi sinyal tersebut juga harus baik, sehingga informasi yang dibutuhkan akan tegap terkoneksi secara baik. Tolok ukur dari berhasil tidaknya industri pariwisata atau aplikasi ini, lanjut dia, tidak lain ada keinginan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Provinsi Sumsel. "Bila tidak. maka semuanya perlu ada inovasi yang lebih baik lagi," tutupnya.
TCO Jadi Pertimbangan Beli Mobil
JAKARTA - Biaya kepemiikan atau total cos of ownership (TCO) jadi salah satu poin penting dalam konsumen mempertimbangkan pembelian kendaraan. Terkait ini, Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberi estimasi biaya kepemilikan model Ignis yang diklaim berkisar Rp 53.497 per hari. Meski begitu, nominalnya akan berbeda-beda pada setiap kendaraan yang dipakai konsumen, tergantung dari pemakaian dan faktor lainnya.
"Biaya kepemilikan mobil juga diperhitungkan sebelum membeli mobil. Jika tidak, bisa menganggu perencanaan finansial. Kami berinisiatif menjabarkan estimasi biaya kepemilikan Ignis yang sangat terjangkau bagi para pelanggan, sehingga bisa meyakinkan konsumen," ujar Hariadi, Service Asst to Dept Head SIS, kemarin.
Untuk menghitung estimasi itu, variabel yang dimasukkan adalah biaya perawatan berkala, pajak, dan bahan bakar. Namun tetap disesuaikan dengan penggunaan kendaraan, kejadian tidak terduga, penyesuaian biaya di daerah masing-masing dan variabel lainnya.
Rinciannya, estimasi perawatan berkala Ignis hingga 100.000 km atau 3 tahun berkisar Rp 7.877.300 atau Rp 7.193 per hari (transmisi manual dan AGS). Biaya itu termasuk program gratis biaya jasa pada servis 1.000 km - 50.000 km. Kemudian, pajak tahunan yang diestimasikan dengan kendaraan plat lakarta kisaran Rp 2.940.000 per tahun atau Rp 8.054 per hari.
Selanjutnya estimasi penggunaan bahan bakar rata-rata 10 km per liter. Jika dalam sehari menempuh jarak 50 km. akan menghabiskan 5 liter bensin. Dikalikan harga Pertalite Rp 7.650, berkisar Rp 38.250 per hari. Dengan menghitung variabel tersebut, didapatkan Rp 53.497 per hari (hingga tiga tahun).
"Belum termasuk hal tidak terduga atau faktor lainnya. Dengan menghitung TCO ini, harapannya Ignis dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan mobil yang nyaman dan aman dengan biaya kepemilikan terjangkau serta memberikan value for money yang maksimal," tukasnya.
Harga Sawit Stabil, Ajak Tanam Porang
PALEMBANG - Tingginya permintaan tandan buah segar (TBS) di pasar domestik ikut mempengaruhi harganya di dalam negeri. Tak heran jika enam bulan terakhir, harga TBS cukup bagus dan stabil. Ini cukup membantu para petani kelapa sawit, baik itu skala besar maupun kecil.
Dirut PT Hegar, H Ganefo Rohim mengakui jika harga sawit saat ini sedang bagus-bagusnya dan cukup stabil.
"Sangat jauh dibanding harga komoditi karet yang sangat fluktuatif. Kondisi ini tentu sangat membantu petani sehingga menanam kelapa sawit dianggap lebih menguntungkan," ungkap pengusaha perkebunan kelapa sawit dan karet ini, kemarin (20/6). Walaupun, kata dia, biaya menanam kelapa sawit lebih mahal dibanding karet.
Kondisi ini, kata dia, membuat sejumlah petani karet pun beralih menanam sawit, baik budidaya sendiri (petani mandiri) maupun ikut plasma perusahaan. "Kendati petani karet harus menanggung rugi dan biaya tanam yang besar, mereka melihat prospek tanaman sawit lebih menjanjikan," tuturnya.
Dikatakan, harga karet bahkan sempat turun jauh sewaktu pandemi, harga murah karena ekspor turun. "Negara pengimpor kurangi impor karet atau crumb rubber. Nah sekarang memang ada perbaikan usaha karet seiring membaiknya harga dan permintaan ekspor, tapi masih tetap tinggi fluktuasinya," imbuhnya. Cuma kadang petani karet juga tidak mendapat harga yang bagus di lapangan, karena rantai distribusi.
Untuk itu, lanjut Anggota DPRD Kota Palembang ini, perlu langkah konkrit supaya harga karet tetap stabil dan perlu stimulus dari pemerintah untuk petani. Contoh, bagaimana Pemda memutus rantai distribusi, hilirisasi industri, juga memberikan bantuan ke petani karet supaya mereka tetap bertahan.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel, Ir Agus Darwa MSi melalui Kabid P2HP, H Rudi Arpian SP MSi menjelaskan kenaikan harga TBS beberapa pekan terakhir karena adanya peningkatan permintaan. Walaupun harga sempat terkoreksi Rp 189,54, pada periode Il bulan Juni 2021 penjualan 16 - 30 Juni diharga Rp 2.184,87 per kg untuk tanaman umur 10 - 20 tahun. "Kita tetap optimis harga TBS tetap bertahan di atas Rp 2.000 per kg hingga akhir tahun," imbuhnya. Karena stabilnya harga sawit ini memang buat iri petani karet, namun pihaknya tak menghendaki mereka beralih ke sawit. Yang perlu dilakukan petani karet mengoptimalkan produktivitas lahan, bukan mengganti komoditi, salah satunya dengan menanam tanaman sela dengan tanaman porang.
"Tanaman porang adalah tanaman hutan yang tak butuh cahaya matahari dan mudah perawatannya. Untuk itu kita imbau pemerintah memberikan bantuan porang sebagai tanaman sela, ini artinya pemerintah memberikan pancing bukan memberikan ikan yang sekali makan habis." pungkasnya.
Martabak India Pakai Resep Keluarga
PALEMBANG - Makin banyak pilihan resto di Metropolis. Kali ini hadir Martabak Kari India Ar Pess yang menyajikan berbagai macam martabak khas india dengan resep keluarga turun temurun. Pemilik martabak kari india Ar Pess, Khafiz, mengatakan martabak india ini memiliki empat cabang di Pangkalan Balai, Kebun Bunga, Celentang, dan yang cabang baru Maskarebet.
Pihaknya sengaja memilih lokasi Maskarebet karena kawasan residensial, banyak pemukiman dan perumahan warga di sini. Juga belum begitu banyak restoran menghadirkan menu serupa.
"Walaupun di masa pandemi, kami sengaja buka usaha ini karena sektor kuliner paling menguntungkan. Apapun kondisinya, masyarakat tentu butuh makan," ungkapnya, kemarin.
Dikatakan, pecinta martabak dan roti cane kini tak perlu jauh jauh ke cabang Celentang atau Kebun Bunga, karena di sini sudah ada cabangnya. "Kami hadir untuk mendekatkan diri dengan pecinta martabak kari india." ungkapnya, kemarin.
Dia menerangkan, menu yang dihadirkan sangat beragam, seperti martabak telur ayam, telur bebek, sayur telur ayam atau bebek, roti cane kuah kari, roti cane susu coklat, dan Prata Singapura. "Favorit martabak telur dan roti cane atau roti Mariyam yang kita sajikan dengan inovasi toping kekinian, keju dan susu. Soal harga sangat terjangkau mulai Rp 13 ribu - Rp 20 ribu," ucap dia.
Dia mengatakan, racikan makanan di sini merupakan resep turun temurun dari sang kakek. AR Pess merupakan sang kakek Abdul Kadir dan orang tuanya Syaimen Abdulah Khadir sebagai pendiri Martabak Kari India Ar Pess. Menu dan bumbu hasil racikan sendiri berbeda dengan tempat lain. "Kami ingin melestarikan makanan ini, dan memang usaha turun temurun dari kakek hingga cucu. Kami ingin usaha ini terkenal dan punya branding," tuturnya.
Produksi 3 Ton Sehari, Pekerjakan Remaja Putus Sekolah
Tak sulit mencari sentra pembuatan ikan asin di Kota Palembang. Lokasinya berada di bibir Sungai Musi dan dapat dilacak-melalui google maps. Tepatnya berada di Jl KH Azhari, di lingkungan RT 04 dan RT 05, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Ada dua lorong tersambung tempat pengolahan ikan segar menjadi ikan asin, Lorong Keramat I dan Lorong Keramat II.
Jika ingin melalui akses mudah lainnya, Sungai Kedukan bisa menjadi patokan bagi pelancong maupun warga yang berkeinginan melihat langsung kampung Siabang. Nah, begitu sampai di dua lorong tersebut pengunjung hanya perlu berjalan 30 meter. Sepanjang itu juga aroma ikan asin sudah semerbak di hidung kita.
Warga yang tinggal di sana dengan ramah akan memberitahukan kampung tersebut. Melalui jalan cor setapak yang dibangun pemerintah, kita bisa berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor. Jarak yang akan ditempuh lebih kurang 300 meter. Nah, begitu sampai kita akan disuguhi puluhan warga kampung bergerumul tengah menyiangi ikan yang baru datang dibawa tongkang berasal dari Sungsang.
"Kalau untuk bahan produksi memang kita masih bergantung dengan wilayah penghasil ikan, yakni Sungsang Banyuasin," kata Joni (41), salah seorang juragan ikan asin. Menggeluti kurang lebih 20 tahun, pengerjaan ikan asin. Membuat dia semakin matang dalam mengelola barang mentah menjadi barang jadi. Dikatakan Joni, ikan yang masuk melalui kapal nelayan berupa tongkang setiap hari datang.
Jumlah ikan yang diangkut pun beragam. Kadang seberat 2 ton - 3 ton. Di lingkungan RT 04 dan RT 05 sendiri ada sebanyak 20 orang pembuat ikan asin. Dari tiap tiap toke "juragan" ikan asin mempekerjakan paling sedikit 10 orang tenaga kerja di rumah mereka. Tugasnya cuma satu. Membersihkan serta menyiangi ikan yang datang, lalu selanjutnya di bilas dengan air bersih dan direndam dengan garam.
"Kalau ikan lagi datang banyak Jumlah pekerja saya bisa mencapai 20 orang. Tetapi, kalau ikan yang datang sedikit jumlah yang bekerja tentu juga sedikit. Seperti hari ini hanya ada 8 orang saja. Karena ikan yang bakal kita jadikan ikan asin cuma ada 300 kg," ujarnya. Masing masing pekerja pembersih ikan, menurut Joni, mendapatkan upah setiap per kilograinnya yang mereka bersihkan Rp 700.
Rata-rata pekerja, banyak ibu rumah tangga. Mereka membantu menambah penghasilan suami mereka. Karena di sini banyak kaum pria yang bekerja sebagai buruh harian. Jadi jika istri mereka bekerja, akan sangat membantu kehidupan mereka. "Begitupula adanya remaja yang putus sekolah dan belum bekerja. Juga kita ajak untuk membantu menjemur serta mengeringkan ikan asin", ujar Joni.
Proses pembuatan ikan asin sebelum dijemur ternyata harus dibersihkan sebersih-bersihnya. Setelah itu, ikan direndam dengan garam. Biasanya untuk 300 kg ikan, garam yang kita gunakan sebanyak 50 kg. jadi per 60/kg ikan. Digunakan 10 kg garam. Setelah digarami, selanjutnya dibiarkan selama satu malam. "Baru keesokan harinya di jemur," ujarnya.
Proses penjemur sendiri, jika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini hanya dibutuhkan satu hari Agak berbeda jika masuk musim hujan. Maka proses penjemuran bisa memakan waktu hingga 3 - 4 han "Alhamdulil lah saat ini musim kemarau. Jadi kalau kita jemur pagi, petangnya sudah dapat kita angkat dan siap jual," kata Joni.
Sejauh ini ada beberapa jenis ikan yang diubah dari ikan segar menjadi ikan asin Antara lain ikan kepala batu, ikan bilis, ikan lidah, ikan pari, ikan baung dan ikan bulu ayam. Dari setiap jenis ikan yang dibuat, ternyata ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan bulu ayam. "Yang paling mahal adalah ikan bulu ayam. Cuma memang ikan bulu ayam sangat langka. Jadi kadang ada, kadang tidak. Seperti sekarang ini, ikan asin bulu ayam kosong," ulasnya.
Khusus untuk ikan kepala batu, ikan bilis, ikan lidah, dan ikan pari, Joni memberi harga Rp 20 ribu/kg Sedikit berbeda dengan ikan baung. Dimana ikan baung dijual dengan harga Rp 25 ribu /kg. Apalagi ikan bulu ayam, bisa mencapai angka Rp 38 ribu per kilogramnya.
Sedikit membongkar rahasia modal yang mereka keluarkan, Dijelaskannya biasanya ikan segar yang mereka ambil dari nelayan Rp 6.500 /kg. namun bilangan ini bukan berarti mengambil untuk besar. Dimana ada juga cost yang mesti mereka keluarkan. Disamping upah penyiang ikan dan beli garam, juga ada sewa tempat pengeringan ikan asin. "Kita tidak punya lahan sendiri. Jadi terpaksa harus menyewa tempat," kata dia.
Khusus untuk pemasaran, Warga Lorong Keramat, tidak pernah pusing. Sebanyak apa pun ikan yang mereka produksi akan diambil oleh agen dan distributor. "Ikan kita bersih dan murah. Selain itu, tidak terlalu asin Walaupun nama nya ikan asin. Bila mereka yang tidak ingin ikannya asin, rendam sebentar dengan air, maka ikannya menjadi agak tawar," jelasnya.
Namun kini ada persoalan baru yang dialami oleh pembuatan ikan asin. Kurangnya modal dan belum adanya sentuhan dari pemerintah, membuat produksi mereka tidak bisa ditingkatkan. Ditambah lagi pandemik Covid-19 yang berkepan jangan, membuat harga ikan asin Siabang, turun drastis. "Pandemi membuat konsumsi akan ikan asin semakin berkurang," ujarnya.
Sedangkan agen dan distributor masih memiliki cadangan ikan asin di gudang mereka. "Inilah yang sering menjadi persoalan. Kadang terpaksa kita harus menjual banting harga. Karena kita tidak memiliki gudang penyimpanan. Kalau mereka ada gudang penyimpanan yang sejuk. Jadi kita berharap kalau adanya bantuan dari pemerintah. Akan sangat membantu pembuatan ikan asin di Kelurahan 5 Ulu," harapnya.
Terpisah, camat Seberang Ulu 1, Mukhtiar Hijrun SSTP MSi didampingi Lurah 5 Ulu Dewi Khadijah ST, mengatakan, ke depan Sentra Pembuatan Ikan Asin Palembang (Siabang, red) rencananya akan di kembangkan lagi. Begitupula akses jalan dua lorong akan disatukan dengan kampung Palembang, yang bersebelahan dengan Lorong Keramat "Sehingga tak hanya destinasi wisata yang dapat dinikmati pelancong ke depannya. Mereka juga bisa membeli oleh oleh atau buah tangan berupa ikan asin Palembang," tukasnya.
Covid-19 Buat Omzet Pedagang Terjen Bebas
Hantaman pandemi Covid-19 begitu terasa bagi pelaku UMKM di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khususnya pedagang ikan salai. Penjualan makanan khas daerah Sumsel ini pun turut menyusut dari pembeli karena faktor sulitnya ekonomi. Salah satu penjual ikan salai di daerah Sekayu, kabupaten Muba, Nurbaiti mengaku, dirinya merasakan betul sepinya pembeli terutama dari luar Sekayu semenjak pandemi. "Dulu sehari bisa dapat Rp 5 - 6 juta (sebelum Pandemi). Tapi sekarang masuk Rp 1 juta pun tak sampai. Bahkan pernah tak ada yang beli sama sekali dalam sehari," ujarnya.
Selain itu, untuk mendapatkan bahan baku ikan pun juga sulit. Karena sekarang cari ikan pun susah. "Ikan juga sekarang sudah terutama jenis ikan baung. Kalau membeli di pasar bisa Rp 80.000/Kg dan kalau dijual kembali setelah diasapi bisa Rp 300 ribu per kilo," ungkap nya. Namun jenis ikan yang cukup mahal. Bahkan saat ini stoknya kosong untuk ikan salai. Selain baung dan salai, ia juga menjual gabus, seluang, dan sebagainya. "Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan pelaku UMKM seperti dirinya. Apalagi menjual makanan khas yang bisa mengangkat nama daerah, bantu promosi kalau ada acara bantu dipamerkan," katanya.
Sementara itu, Iwan Taruna pembeli salai yang ketika melintas mengaku bahwa ia sering membeli ikan salai disini, walaupun harganya lebih tinggi dari tempat lain namun kualitas tetap terjaga. "Kalau harga tidak masalah karena kualitas disini bagus dan diasap dan tanpa pengawet. Musim covid seperti ini, pemerintah harus bisa mendukung UMKM seperti ini dalam masa pandemi agar usahan tidak mati karena kurangnya perhatian seperti modal dan promosi,"ujarnya.
Petani Dambakan Harga Kopi Naik
MUARADUA, SRIPO - Di puncak musim panen buah kopi, petani kopi hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) mulai menyibukan diri sebulan terakhir memetik hasil panen buah kopi. Minggu (20/6/2021). Namun sayangnya disaat panen, harga kopi belum membaik sehingga pertani berharap ada terobosan dan intervensi pemerintah agar harga kopi naik.
"Kalau mulai memanen buah kopi yang sudah bisa dipetik sejak beberapa bulan lalu, namun saat ini sedang dalam puncak musim panen," kata Budi, petani kopi di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan. Minggu (20/6/ 2021).
Ia menyebutkan, saat mulai pemamanan, panen normalnya bisa dilakukan sebanyak tiga kali pemetikan dengan jeda waktu satu hingga dua pekan. Panen pertama yakni memetik buah kopi yang telah berwama merah alias matang, namun belum dalam jumlah yang tidak begitu banyak.
Setelahnya, beberapa pekan ke depan yakni pemetikan tahapan kedua barulah pemanenan buah kopi yang dalam jumlah banyak dan sebagian buah kopi yang belum layak dipetik masih disisakan. "Kalau yang awal pemetikan sedikit, sebab masih memilah buah yang sudah matang namun kalau yang kali kedua buah yang bisa dipetik hampir seluruhnya, hanya menyisakan sedikit," katanya.
Ditahap akhir, pemetikan kali ketiga sebagai buah penghabisan. Buah kopi yang ditinggalkan karena belum layak untuk dipetik dilakukan pemetikan di pemetikan tahap ketiga.
Sementara, untuk harga biji kopi saat ini belum memuaskan bagi petani karena masih di harga Rp 17.000 - Rp 17.500 per kilogramnya. Namun petani berharap buah tahunan ini bisa dihargai Rp 20.000/Kg. "Saat ini harga mentok kisaran Rp 17.500 per kg paling lebih tinggi kisaran Rp 100 - 200 perak, sementara kebutuhan semakin meningkat termasuk untuk biaya masuk sekolah anak," ujar petani Setyo di Kecamatan Kisam Ilir
Dalam kondisi ini, warga berharap pemerintah melakukan intervensi pasar atau setidaknya membantu petani sehingga petani terus dibina. "Kalau dibiarkan kondisi seperti ini, untuk pada ada instansi perdagangan, pertanian dan lain-lain," kata seorang petani.
Potensi Wisata Baru di Bawah Pohon Duku









