Produksi 3 Ton Sehari, Pekerjakan Remaja Putus Sekolah
Tak sulit mencari sentra pembuatan ikan asin di Kota Palembang. Lokasinya berada di bibir Sungai Musi dan dapat dilacak-melalui google maps. Tepatnya berada di Jl KH Azhari, di lingkungan RT 04 dan RT 05, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1. Ada dua lorong tersambung tempat pengolahan ikan segar menjadi ikan asin, Lorong Keramat I dan Lorong Keramat II.
Jika ingin melalui akses mudah lainnya, Sungai Kedukan bisa menjadi patokan bagi pelancong maupun warga yang berkeinginan melihat langsung kampung Siabang. Nah, begitu sampai di dua lorong tersebut pengunjung hanya perlu berjalan 30 meter. Sepanjang itu juga aroma ikan asin sudah semerbak di hidung kita.
Warga yang tinggal di sana dengan ramah akan memberitahukan kampung tersebut. Melalui jalan cor setapak yang dibangun pemerintah, kita bisa berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor. Jarak yang akan ditempuh lebih kurang 300 meter. Nah, begitu sampai kita akan disuguhi puluhan warga kampung bergerumul tengah menyiangi ikan yang baru datang dibawa tongkang berasal dari Sungsang.
"Kalau untuk bahan produksi memang kita masih bergantung dengan wilayah penghasil ikan, yakni Sungsang Banyuasin," kata Joni (41), salah seorang juragan ikan asin. Menggeluti kurang lebih 20 tahun, pengerjaan ikan asin. Membuat dia semakin matang dalam mengelola barang mentah menjadi barang jadi. Dikatakan Joni, ikan yang masuk melalui kapal nelayan berupa tongkang setiap hari datang.
Jumlah ikan yang diangkut pun beragam. Kadang seberat 2 ton - 3 ton. Di lingkungan RT 04 dan RT 05 sendiri ada sebanyak 20 orang pembuat ikan asin. Dari tiap tiap toke "juragan" ikan asin mempekerjakan paling sedikit 10 orang tenaga kerja di rumah mereka. Tugasnya cuma satu. Membersihkan serta menyiangi ikan yang datang, lalu selanjutnya di bilas dengan air bersih dan direndam dengan garam.
"Kalau ikan lagi datang banyak Jumlah pekerja saya bisa mencapai 20 orang. Tetapi, kalau ikan yang datang sedikit jumlah yang bekerja tentu juga sedikit. Seperti hari ini hanya ada 8 orang saja. Karena ikan yang bakal kita jadikan ikan asin cuma ada 300 kg," ujarnya. Masing masing pekerja pembersih ikan, menurut Joni, mendapatkan upah setiap per kilograinnya yang mereka bersihkan Rp 700.
Rata-rata pekerja, banyak ibu rumah tangga. Mereka membantu menambah penghasilan suami mereka. Karena di sini banyak kaum pria yang bekerja sebagai buruh harian. Jadi jika istri mereka bekerja, akan sangat membantu kehidupan mereka. "Begitupula adanya remaja yang putus sekolah dan belum bekerja. Juga kita ajak untuk membantu menjemur serta mengeringkan ikan asin", ujar Joni.
Proses pembuatan ikan asin sebelum dijemur ternyata harus dibersihkan sebersih-bersihnya. Setelah itu, ikan direndam dengan garam. Biasanya untuk 300 kg ikan, garam yang kita gunakan sebanyak 50 kg. jadi per 60/kg ikan. Digunakan 10 kg garam. Setelah digarami, selanjutnya dibiarkan selama satu malam. "Baru keesokan harinya di jemur," ujarnya.
Proses penjemur sendiri, jika memasuki musim kemarau seperti sekarang ini hanya dibutuhkan satu hari Agak berbeda jika masuk musim hujan. Maka proses penjemuran bisa memakan waktu hingga 3 - 4 han "Alhamdulil lah saat ini musim kemarau. Jadi kalau kita jemur pagi, petangnya sudah dapat kita angkat dan siap jual," kata Joni.
Sejauh ini ada beberapa jenis ikan yang diubah dari ikan segar menjadi ikan asin Antara lain ikan kepala batu, ikan bilis, ikan lidah, ikan pari, ikan baung dan ikan bulu ayam. Dari setiap jenis ikan yang dibuat, ternyata ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan bulu ayam. "Yang paling mahal adalah ikan bulu ayam. Cuma memang ikan bulu ayam sangat langka. Jadi kadang ada, kadang tidak. Seperti sekarang ini, ikan asin bulu ayam kosong," ulasnya.
Khusus untuk ikan kepala batu, ikan bilis, ikan lidah, dan ikan pari, Joni memberi harga Rp 20 ribu/kg Sedikit berbeda dengan ikan baung. Dimana ikan baung dijual dengan harga Rp 25 ribu /kg. Apalagi ikan bulu ayam, bisa mencapai angka Rp 38 ribu per kilogramnya.
Sedikit membongkar rahasia modal yang mereka keluarkan, Dijelaskannya biasanya ikan segar yang mereka ambil dari nelayan Rp 6.500 /kg. namun bilangan ini bukan berarti mengambil untuk besar. Dimana ada juga cost yang mesti mereka keluarkan. Disamping upah penyiang ikan dan beli garam, juga ada sewa tempat pengeringan ikan asin. "Kita tidak punya lahan sendiri. Jadi terpaksa harus menyewa tempat," kata dia.
Khusus untuk pemasaran, Warga Lorong Keramat, tidak pernah pusing. Sebanyak apa pun ikan yang mereka produksi akan diambil oleh agen dan distributor. "Ikan kita bersih dan murah. Selain itu, tidak terlalu asin Walaupun nama nya ikan asin. Bila mereka yang tidak ingin ikannya asin, rendam sebentar dengan air, maka ikannya menjadi agak tawar," jelasnya.
Namun kini ada persoalan baru yang dialami oleh pembuatan ikan asin. Kurangnya modal dan belum adanya sentuhan dari pemerintah, membuat produksi mereka tidak bisa ditingkatkan. Ditambah lagi pandemik Covid-19 yang berkepan jangan, membuat harga ikan asin Siabang, turun drastis. "Pandemi membuat konsumsi akan ikan asin semakin berkurang," ujarnya.
Sedangkan agen dan distributor masih memiliki cadangan ikan asin di gudang mereka. "Inilah yang sering menjadi persoalan. Kadang terpaksa kita harus menjual banting harga. Karena kita tidak memiliki gudang penyimpanan. Kalau mereka ada gudang penyimpanan yang sejuk. Jadi kita berharap kalau adanya bantuan dari pemerintah. Akan sangat membantu pembuatan ikan asin di Kelurahan 5 Ulu," harapnya.
Terpisah, camat Seberang Ulu 1, Mukhtiar Hijrun SSTP MSi didampingi Lurah 5 Ulu Dewi Khadijah ST, mengatakan, ke depan Sentra Pembuatan Ikan Asin Palembang (Siabang, red) rencananya akan di kembangkan lagi. Begitupula akses jalan dua lorong akan disatukan dengan kampung Palembang, yang bersebelahan dengan Lorong Keramat "Sehingga tak hanya destinasi wisata yang dapat dinikmati pelancong ke depannya. Mereka juga bisa membeli oleh oleh atau buah tangan berupa ikan asin Palembang," tukasnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023