;

Sebar Brosur Dor to Dor Hingga Up Date Motede Pembayaran

Fadilla Anggraini 21 Jun 2021 Tribun Sumsel

Hal tersebut dilakukan, Lily, Penjual makanan beku di toko "Happy Frozen Food", JI Jenderal Ahmad Yani, Kec. Seberang Ulu II, Tangga Takat, Palembang. Lily mengatakan, Untuk bertahan di masa pandemi tokonya harus memiliki insiatif lebih untuk memasarkan produknya kepada masyarakat. "Saat ini untuk bertahan, kami berusaha mempromosikan toko kami, seperti memperbanyak brosur yang kami bagikan kepada beberapa instansi yang ada di sekitar sini, juga ke perumahan-perumahan, dan juga kami promosikan lewat Instagram," tuturnya, Juma't (18/06/2021).

Demi bertahan Lily,menjelaskan tokonya harus mampu memanfaatkan berbagai peluang salah satunya dengan berbagai aplikasi yang telah tersedia saat ini. "Kalau untuk pembelian bisa langsung beli di sini, dan kami juga melayani pembeli secara online, bisa lewat aplikasi Grab Food, GoFood, dan bisa pesan lewat Instagram kami, serta untuk memudahkan pelanggan kami menyiadakan berbagai metode pembayaran, bisa lewat debit ATM dan lewat aplikasi ShopeePay," ungkapnya.

Lily memberi tips bagi para pemilik UMKM lainnya yang sedang mengalami kesulitan karena pandemi. "Tipsnya untuk para pemilik usaha lainnya, harus terus update dengan perkembangan teknologi sekarang, serta harus mampu melihat kondisi pasar, apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini," tutur Lily.

Pemilik usaha lain, dirasakan, Fatma, yang menjual minuman milk tea "Storytea". Tokonya masih tetap berjaya walaupun di masa pandemi. Fatma menarik pelanggan dengan berbagai strategi agar tokonya tetap laku di masa pandemi. "Toko ini sudah kami pasang lewat aplikasi online ada di GoFood,dan GrabFood, jadi pembeli yang lokasinya jauh pun tetap bisa membeli minuman kami".

Selain memasarkan secara online, Fatwa mengatakan tokonya juga sering memberikan berbagai macam promo untuk menarik pembeli. "Strategi kami untuk menarik pembeli, biasanya kami berikan promo untuk beberapa minuman, kemudian ada juga promo buy 2 get 1 dan berbagai promo menarik lainnya yang kami share di Instagram." Beber Fatma.

Penjualan Ikan Salai Turun 80 Persen

Fadilla Anggraini 21 Jun 2021 Tribun Sumsel

SEKAYU, TRIBUN - Hantaman pandemi begitu terasa bagi pelaku UMKM di kabupaten Muba, khususnya pedagang ikan salai. Penjualan makanan khas daerah Sumsel ini pun turut menyusut dari pembeli karena faktor sulitnya ekonomi. Salah satu penjual ikan salai di daerah Sekayu, kabupaten Muba, Nurbaiti mengaku, dirinya merasakan betul sepinya pembeli terutama dari luar Sekayu semenjak pandemi. "Dulu sehari bisa dapat Rp 5 - 6 juta (sebelum Pandemi). Tapi sekarang masuk Rp 1 juta pun tak sampai. Bahkan pernah tak ada yang beli sama sekali dalam sehari," ujarnya.

Selain itu, untuk mendapatkan bahan baku ikan pun juga sulit. Karena sekarang cari ikan pun susah. "Ikan juga sekarang sudah mahal, terutama jenis ikan baung. Kalau membeli di pasar bisa Rp 80 ribu per kilo dan kalau dijual kembali setelah diasapi bisa Rp 300 ribu per kilo,"ungkapnya. Namun jenis ikan yang cukup mahal. Bahkan saat ini stoknya kosong untuk ikan salai. Selain baung dan salai, ia juga menjual gabus, seluang, dan sebagainya. "Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan pelaku UMKM seperti dirinya. Apalagi menjual makanan khas yang bisa mengangkat nama daerah, bantu promosi kalau ada acara bantu dipamerkan," tutupnya.

Sementara itu, Iwan Taruna pembeli salai yang ketika melintas mengaku bahwa ia sering membeli ikan salai di sini, walaupun harganya lebih tinggi dari tempat lain namun kualitas tetap terjaga. "Kalau harga tidak masalah karena kualitas disini bagus dan diasap dan tanpa pengawet. Musim covid seperti ini, pemerintah harus bisa mendukung UMKM seperti ini dalam masa pandemi agar usahan tidak mati karena kurangnya perhatian seperti modal dan promosi," ujarnya.

Budi Berharap Harga Kopi Naik

Fadilla Anggraini 21 Jun 2021 Tribun Sumsel

MUARADUA, TRIBUN Petani kopi di seluruh wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (ÖKUS) mulai menyibukan diri sebulan terakhir memetik hasil panen buah kopi, Minggu (20/6). "Kalau mulai memanen buah kopi yang sudah bisa dipetik sudah sejak beberapa bulan lalu, namun saat ini sedang dalam puncak musim panen," terang Budi petani Kopi di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan. Minggu (20/6). la menuturkan, saat panen kopi tahunan normalnya dilakukan sebanyak tiga kali pemetikan dengan jeda waktu satu hingga dua pekan. Panen pertama permulaan yakni memetik buah kopi yang telah berwarna merah alias matang namun belum dalam jumlah yang banyak. Setelahnya, beberapa pekan ke depan yakni pemetikan tahapan kedua barulah pemanenan buah kopi yang dalam jumlah banyak dan sebagian buah kopi yang belum layak dipetik masih disisakan. "Kalau yang awal pemetikan sedikit, sebab masih memilah buah yang sudah matang namun kalau yang kali kedua buah yang bisa dipetik hampir seluruhnya, hanya menyisakan sedikit,"tambahnya. Ditahap akhir, pemetikan kali ketiga sebagai buah penghabisan. Buah kopi yang ditinggalkan karena belum layak untuk dipetik dilakukan pemetikan di pemetikan tahap ketiga.

Sementara, untuk harga biji kopi saat ini belum memuaskan bagi para petani di harga Rp 17.000 - Rp 17.500 per kilogramnya. Sebagai penghasilan tahunan para petani berharap harga kopi dapat stabil diharga Rp 20 ribu perkilo. "Saat ini harga tertinggi kisaran Rp 17.500 perkilo paling lebih tinggi kisaran 100 - 200 perak, sementara kebutuhan semakin meningkat termasuk untuk biaya masuk sekolah anak,"ujar petani kopi Setyo di Kecamatan Kisam Ilir.

Tetap Bertahan Meski Harga Relatif Murah

Fadilla Anggraini 21 Jun 2021 Tribun Sumsel

Taufik salah satu petani pepaya di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, mengatakan, saat ini dia menjual pepaya ke tengkulak atau pengepul dengan harga Rp 1000 per kilogram. "Kalau untuk sekarang saya jual langsung di kebun ke tengkulak itu harganya Rp 1.000 per kilo tapi kalau saya antar sendiri ke lokasi tengkulak atau pengepul bisa Rp 1.200 per kilonya," katanya, saat ditemui Sabtu (19/06/2021). Taufik mengatakan, pernah menjual pepaya ke pengepul dengan harga Rp 1.800 hingga Rp 2.000 per kilogram. Namun ketika harga sedang sangat jatuh ia juga pernah menjual hanya Rp 300 per kilogram. "Paling tinggi pernah di beli sampai Rp 2.000 rupiah per kilo tahun lalu, sedang kan paling murah pernah hanya Rp 300 rupiah saja per kilonya," katanya.

Sama halnya dengan Taufik, petani pepaya lainnya Udin, menjelaskan untuk saat ini harga jual pepaya ke pengepul rata-rata Rp 1000 per kilogram. Ia sangat berharap harga bisa segera stabil kembali pada kisaran Rp 1500 bahkan kalau bisa naik menjadi Rp 2.000 kembali.  "Ya begitulah harga tidak bisa kita prediksi beberapa minggu ini 1.000 perkilo nya, mudah-mudahan bisa sampai 2000 seperti kemarin bahkan lebih," katanya.

MyFood, Aplikasi Telkomcel untuk UMKM Timor-Leste

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Jakarta - Telkomcel, perusahaan telekomunikasi di Timor-Leste yang merupakan bagian dari Telkom Group, meluncurkan MyFood. Aplikasi tersebut dibuat untuk memfasilitasi restoran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Dili guna mengembangkan dan meningkatkan transsaksi secara digital di Timor-Leste. Hal tersebut merupakan bagian dari solusi di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Saat ini, kegiatan dan pergerakan makin berkurang, seperti terjadi di banyak negara yang tengah melakukan lockdown, termasuk di Timor-Leste. 

Telkomcel melihat bahwa Timor-Leste merupakan negara yang sudah semakin berkembang dan memiliki generasi milenial sangat aktif dalam memanfaatkan teknologi. MyFood diharapkan bisa menjadi aplikasi untuk menggerakkan roda perekonomian pada masa State Emergency. Myfood merupakan pengembangan fitur dari MyTimor, khusus untuk membangun UMKM, terutama restoran yang ada di Timor-Leste  di masa pandemi Covid-19. 

(Oleh - IDS)

Target Investasi Rp 1.200 T Disebar ke 6 Wilayah

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menyebar target investasi 2022 sebesar Rp 1.200 triliun, naik 33,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp 900 triliun ke enam wilayah yang telah dipetakan. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke luar Jawa. Target realisasi investasi tahun depan akan dikejar baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 

Ada empat hal kunci untuk mendorong pencapaian target investasi. Pertama, penyebaran investasi yang merata di berbagai daerah. Kedua, investasi yang berkualitas. Ketiga, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan terakhir terkait pemerataan pendapatan. Hingga saat ini masih ada permasalahan investasi yang terjadi. Pertama, terkait dengan rencana tata ruang, pembebasan lahan, status dan kepemilikan lahan, tumpang tindih kepemilikan konsesi, regulasi dan perpajakan, perizinan amdal, izin lingkungan IPPKH, serat kepastian jangka waktu. Kemudian masalah perjanjian kerja sama, ketenagakerjaan, dan perpajakan. 

(Oleh - IDS)

Kadin: PPN Sembako untuk Saat Ini Belum Tepat

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Jakarta - Kadin Indonesia menyatakan,pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sembako untuk saat ini belum tepat, meski kebijakan itu hanya diberlakukan pada sembako kelas premium sekalipun. Alasannya, kebijakan PPN akan mempengaruhi konsumsi dan iklim usaha berbasis komoditas, termasuk perikanan. Komoditas premium di sektor perikanan antara lain salmon dan lobster. Imbas pandemi Covid-19 telah dirasakan masyarakat dan hampir sebagian besar pelaku usaha di Tanah Air. Di sisi lain, sektor berbasis sumber daya alam, seperti perikanan dan akuakultur, dinilai sebagai sektor usaha yang masih bisa diandalkan untuk menopang perekonomian. Karena itu, isu rencana pengenaan PPN sembako untuk komoditas premium tidak luput menjadi sorotan pelaku usaha.

Sektor perikanan dan akuakultur bisa dikembangkan lebih jauh serta diharapkan agar pengenaan PPN sembako tidak akan terlalu berdampak kepada komoditas perikanan. Sebab, hal itu akan memiliki efek lanjutan yang cukup serius. Efek lanjutan yang bisa dialami adalah terhadap nilai penerimaan negara bukan pajak (PNPB) pascapanen, dikhawatirkan bahan baku yang dihasilkan tidak berdaya saing lagi. Kadin Indonesia juga berharap agar sektor perikanan dan akuakultur bisa dibangkitkan untuk menopang perekonomian, terutama untuk banyak daerah yang memiliki potensi. 

Tidak sedikit daerah di Indonesia yang sukses dengan kinerja budidaya dan hulu-hilir industri perikanannya. Pelaku usaha harus dapat menjaga jaringan bisnisnya, selain mempertahankan volume produksinya. Pasalnya, pandemi membawa imbas pada rantai pasok industri, mengecilnya pasar, juga faktor kebijakan perdagangan suatu negara karena isu proteksi. 

(Oleh - IDS)

Ekspor Kendaraan Capai US$ 3,65 Miliar

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Nilai ekspor kendaraan dan bagiannya sepanjang Januari-Mei 2021 mencapai US$ 3,65 miliar atau setara Rp 51,95 triliun, naik 44,96% dibanding periode sama tahun lalu US$ 2,52 miliar. Ekspor tersebut berupa 165.959 unit kendaraan dan 37.965.242 unit komponen otomotif. Ekspor dilakukan oleh 10 pabrikan otomotif, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Handal Indonesia Motor, PT Sokonnindo Automobile, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kendaraan tersebut mengontribusi 4,59% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia dalam lima bulan pertama tahun ini. Ekspor produk dengan nomor HS 87 tersebut dilakukan baik dalam bentuk kendaraan utuh (completely build up/CBU), kendaraan terurai (completely knock down/CKD), dan suku cadang kendaraan (spare part). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam situs resminya, Minggu (20/6) menyebutkan, ekspor CBU dilakukan oleh sembilan perusahaan, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Handal Indonesia Motor, PT Sokonnindo Automobile, dan PT SGMW Motor Indonesia. Selama lima bulan 2021, pabrikan-pabrikan tersebut mengekspor 121.326 unit CBU, naik 25,8% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 96.480 unit. Sementara itu, ekspor komponen otomotif pada Januari-Mei 2021 tumbuh 68,1% menjadi 37.965.242 unit dibanding periode sama tahun lalu 22.586.311 unit. Ekspor komponen itu dilakukan oleh empat pabrik, yakni PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Hino Motors Manufacturing Indonesia. Beberapa negara tujuan ekspor sparepart tersebut adalah Argentina, India, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Afrika Selatan, Thailand, Venezuela, Australia, Brasil, Taiwan, Vietnam, Jepang, dan Meksiko.

(Oleh - HR1)

Salurkan Kredit Lewat Platform Digital, BRI Agro Gandeng Koinworks

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2021 Investor Daily, 21 Juni 2021

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks), untuk menunjang pertumbuhan ekosistem digital sektor keuangan dan perbankan. Adapun perjanjian kerja sama ini dilaksanakan secara online dan ditandatangani.

Kolaborasi antara BRI Agro dengan KoinWorks menjadi salah satu strategi BRI Agro sebagai house of fintech and home of gig economy untuk memperluas akses permodalan, khususnya kepada masyarakat dari berbagai sektor bisnis. Kerja sama dengan fintech lending merupakan langkah BRI Agro dalam menjadi house of fintech dan perbankan dapat saling berkolaborasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Kerja sama yang telah dilakukan BRI Agro selama ini dengan beberapa fintech yang ada di Indonesia telah menunjukan hasil yang positif.

(Oleh - IDS)

KPK dan BKN Turunkan Kredibilitas Negara

Mohamad Sajili 21 Jun 2021 Kompas

Tidak transparannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara dinilai menurunkan kredibilitas negara. Hendrik Yosdinar mengatakan, KPK dan BKN menolak permintaan keterbukaan informasi publik dari Foini, khususnya menyangkut dokumen yang berisi soal-soal tertulis TWK serta dokumen panduan dan pertanyaan wawancara dalam TWK.

Ketidak transparanan ini menjadi preseden yang tidak baik karena menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas KPK dan BKN. Sikap KPK yang tertutup juga dinilai bertentangan dengan Undang-Undang KPK yang menyebutkan asas KPK adalah keterbukaan. Presiden pun diminta menegur KPK dan BKN karena melanggar asas-asas penyelenggaraan negara yang baik. (EDN)


Pilihan Editor