Petani Kecewa Harga Pisang Rp 400 Per Kg
MUARADUA, SRIPO - Secara mengejutkan, harga pisang terjun bebas di level Rp 400-500 perkilogramnya (Kg). Kondisi ini diperburuk dengan pohon yang kerdil sehingga berdampak hasil panen buah tak maksimal. Diketahui, petani pisang meniadakan pemupukan karena harga jual dengan biaya operasional tidak berimbang sehingga petani memilih pasrah dan kecewa. Seorang petani bernama Rozi (47), di wilayah Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan berujar, untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal dalam setahun seharusnya melakukan pemupukan. "Setidaknya tiga kali dillakukan pemupukan setiap tahunnya, tapi dengan harga Rp 400-500, petani tidak sanggup dan pasrah dengan hasil yang didapat, katanya. Rosi menuturkan, lebih kurang setahun terakhir hasil panen buah pisang di lahan seluas 1,5 helktare (Ha) kebun miliknya merosot drastis mencapai 70 persen pasca harga pisang tak kunjung naik dan tak dilakukan pemupukan. Biasanya sekali panen mencapai 3 ton, namun sekarang tiap kali panen menghasilkan kurang dari 1 ton, dampak tidak dilakukan pemupukan dan perawatan pembersihan rumput,” katanya.
Terpisah, salah seorang pengepul di wilayah setempat, Eko mengungkapkan, harga murah pisang terjadi sejak adanya pandemic Covid-19, yang disebabkan menurunnya permintaan pasar sehingga pengiriman pisang ke Pulau Jawa terbatas. "Kita biasanya kirim ke Kota Bandung, Jakarta wilayah Pulau jawa, harga turun karena permintaan terbatas dan barangnya banyak," katanya. Pengepul sekaligus petani berharap harga buah pisang dengan berat pertandan berkisar 10-15 kilogram tersebut kembali naik seperti sebelumnya mencapai RP 1.500 hingga Rp 2.000 per kilo. Hal itu dikarenakan meningkatnya kebutuhan ekonomi yang bergantung pada hasil panen yang didapat para petani. "Kalau sekarang mau gimana lagi, jangankan melakukan pemupukan mau makan saja susah," ujar Rosi.
Omi Market Tarik Minat Pembeli dengan Elektrik Fying
PALEMBANG - PLN tengah mengenalkan electrifying lifestyle kepada masyarakat, yaitu gaya hidup masa kini dengan menggunakan peralatan serba listrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan. Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih efisien dan nyaman, misalnya dulu masyarakat mencuci pakaian secara manual menggunakan tangan, namun kini sudah ada mesin Cuci. Tidak hanya itu, saat ini aktivitas memanaskan air, memasak, menggoreng, menghangatkan makanan, hingga merebus telur menjadi lebih mudah dengan peralatan listrik. Dalam mendukung era electrifying lifestyle, di PLN UIW S2JB sudah ada tempat jajan asik yang dikenal dengan "OMI MART" Berlokasi di JI. Kapten A. Rivai, tepatnya di depan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UIW S2JB, Omi Mart menjual jajanan ala mini market.
Tidak hanya itu, disana juga ada Stroom Cafe, mini cafe untuk mengisi waktu para pengguna kendaraan listrik yang sedang mengisi daya kendaraannya. Jadi, pelanggan bisa "ngecas" kendaraan sambil menikmati kopi dan jajan snack. Yang menariknya lagi, disana juga ada UC Bakery, mini bakery yang Sudah menggunakan peralatan listrik. Ada airtyer, penggorengan tanpa minyak. Ada juga microwave, untuk menghangatkan snack. Bahkan ada alat perebus telur elektrik. Jika berangkat buru-buru, bawa bekal, tapi keburu dingin, disini pelanggan bisa dibantu menghangatkan kembali bekalnya, gratis!. "Kalo kakak bawa roti, 3 pcs gitu tapi dingin. Disini boleh ngangetin roti pake microwave nya kak, gratis, ungkap Firly, pedagang UC Bakery. Electrifying Lifestyle ini menjadi salah satu strategi Omi Mart untuk menarik minat pembeli. Terpantau sejak ada peralatan Iistrik tersebut, paling tidak terdapat 10 pelanggan sehari yang tertarik menggunakan microwave airfyer, dan perebus telur sambil jajan atau ngopi. "Kami mulai pakai microwave, airfryer dan perebus telur ini sejak Februari 2021. Lumayan banyak yang tertarik kesini, paling tidak sekitar 10 pelanggan sehari pake microvawe buat ngangetin roti." ungkap Firly. Airiyer dipandang lebih sehat, karena dapat mengoreng tanpa minyak, sehingga cenderung.rendah kolesterol Penggunaan alat perebus telur electrik juga dinilai lebih aman, tanpa harus menyalakan api pakai kompor. "Ayoo belanja disini, kami sudah menggunakan peralatan-peralatan listrik yang lebih aman dan lebih sehat"' tutup Firly saat diwawancarai.
Pemilik Kafe Pilih Denda Rp 15 Juta
PALEMBANG, SRIPO - Pemerintah Kota Palembang telah mengimbau agar tempat-tempat usaha mematuhi Protokol Kesehatan. Namun, sayangnya masih ditemukan sejumlah tempat usaha seperti kafe-kafe yang didapati melanggar Prokes. Di antaranya, jumlah pengunjung yang ramai hingga melewati batas waktu operasional yakni 21.00. Akibatnya, salah satu pemilik dan pengelola kafe di Palembang harus melewati sidang tindak pidana ringan dan harus membayar denda sebesar Rp 15 juta. Kasat Pol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya melalui Kabid Tibum Tranmas, Herison mengatakan, kafe yang terpaksa harus dikenai sanksi berada di Jalan Demang Lebar Daun. "Ada satu cafe yang hari ini mengikuti persidangan tipiring di kantor kami yakni cafe No Limit, lokasinya di Jalan Demang Lebar Daun, karena terbukti melanggar peraturan dan Prokes," katanya, Kamis (17/6/2021).
Denda yang dikenakan tersebut disematkan ke dua orang yakni pemilik dan pengelola/manajer kafe, dengan nominal masing-masing Rp 7,5 juta atau kurungan badan maksimal tujuh hari. "Tadi mereka membayar denda saat proses pengadilan dan ini akan masuk sebagai kas negara,” katanya. Herison mengatakan, petugas sudah cukup sering mengimbau dan mengingatkan agar pemilik ataupun pengelola kafe untuk bisa disiplin protokol kesehatan. Sebab, di tengah kondisi pandemi ini perlu upaya dan dukungan dari masyarakat sendiri guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. "Tolong patuhi dahulu aturan yang sudah ada, apalagi kita masih dalam zona merah sesuai edaran nomor 14 tahun 2021 pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 21.00," katanya. Pemkot sama sekali tidak melarang pemilik usaha untuk berjualan. Hanya saja silakan pemilik mencari solusi dengan membuka kafe lebih awal sebelum batas maksimal operasional yang telah ditentukan. "Mau buka silakan mulai sore atau siang pun tak masalah. Namun, tutuplah sampai pukul 21.00 dan dijaga benar Prokesnya. Ini berlaku untuk kafe, diskotik atau mall sekalipun, tegasnya. Tak hanya menindak tegas kafe yang melanggar Prokes, petugas juga mengamankan pasangan bukan suami istri di penginapan taman Kenten dan penginapan dempo. Total ada 7 pasang di penginapan taman kemren 1 pasang di penginapan dempo. Masing-masing orang yang diamankan membayar denda Rp 2,5 juta saat sidang tipiring Tutupnya.
Astra Honda Motor Mudahkan Konsumen
PALEMBANG, SRIPO Astra Motor Sumatera Selatan bersama dengan Region seluruh Indonesia serentak merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Astra Motor ke-51. Dalam rangka memperingati HUT kali ini, Astra Motor memberikan kemudahan konsumen memiliki motor impian dengan uang muka ringan. Chief Executive Astra Motor, Octavianus Dwi mengatakan menghadirkan promo kejutan "kejar untung jutaan rupiah" dengan memberikan spesial angsuran ringan untuk tipe matic dan sport. Cukup bayar DP Rp 2,6 juta untuk type PCX, DP Rp 1,8 juta untuk type Vario 150, DP Rp 2,5 juta untuk type Scoopy dan special untuk unit terbaru Honda yakni CB150R Streetfire dengan DP Rp 3,9 juta, konsumen sudah bisa membawa pulang dan memiliki sepeda motor Honda yang diinginkan. "Terima kasih atas kesetiaan seluruh konsumen setia Astra Motor selama 51 tahun dan seluruh pihak yang senantiasa bersinergi bersama Astra Motor dalam mewujudkan cita bersama Bangsa," ujar Octavianus, Rabu (16/06/ 2021).
Di masa pandemi Astra menghadirkan inovasi pembayaran digital menggunakan aplikasi pembayaran terbaru milik Astra yakni AstraPay sehingga mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja. "Special di HUT Astra Motor ke 51 ini, akan diberikan program cashback sebesar Rp 51.000,- khusus konsumen yang melakukan pembayaran melalui AstraPay," ujarnya. Dengan promo - promo menarik ini, Astra Motor Sumsel berharap seluruh konsumen dapat merasakan dan menikmati program-program special HUT Astra Motor ke-51," tandasnya.
Peringati HUT Kota Palembang, Bank bjb Gelar Promo "Bagi-bagi Tandamata"
PALEMBANG - Untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1338 yang jatuh pada Kamis 17 Juni 2021, bank bjb kembali hadir dengan program promo Bagi-bagi Tandamata" Promo berlaku bagi para nasabah bank bjb di wilayah tersebut. Promo yang diberikan berupa keuntungan potongan harga di sejumlah gerai kuliner dan merchant lifestyle lainnya. Promo berlaku bagi nasabah yang melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan produk digital payment bank bjb meliputi bjb DIGI dan bjb DigCash. Adapun diskon yang diberikan mencapai 60%, dengan maksimal potongan harga sebesar Rp 60.000. Promo tersebut berlaku pada 17-23 Juni 2021.
"Selain untuk memeriahkan HUT Kota Palembang, promo Bagi-bagi Tandamata ini merupakan program yang diselenggarakan guna mendukung perkembangan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Palembang di tengah pandemi Covid-19. Terutama bagi para merchant yang telah bekerjasama dengan bank bjb, ungkap Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto. Adapun promo diskon ini berlaku di gerai Kedai Tiga Nyonya, Pagi Coffe & Eatery, First Laundry, Pondok Wakman, dan MM Graha Tiara Potongan harga dapat diklaim oleh 60 pengguna pertama per-hari. Diskon hanya berlaku untuk satu kali transaksi per-orang per-merchant setiap harinya.
Ekonomi Kota Palembang Tumbuh di Tengah Pandemi
Memasuki usia ke 1338, Kota Palembang masih memiliki Pekerjaan Rumah yang belum dituntaskan. Diantaranya persoalan kemacetan, banjir dan juga mengentaskan masalah kemiskinan. Walikota Palembang, H Harnojoyo menyebutkan, sejak pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi selama satu tahun terkontraksi 0,25 %. Namun, nilai ini masih jauh lebih baik, jika dibandingkan kota-kota besar lainnya di Indonesia sehingga Palembang masih masuk dalam kategori Kota yang ekonominya tetap tumbuh. Namun, kalau dibandingkan daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur lebih baik di Sumatera." Artinya kebijakan yang dilakukan pemerintah ini baik. Kalau Indek Pembangunan Manusia atau IPM tidak menurun, masih terjaga dengan baik, kata Walikota.
Di sisi lain, Perencanaan pembangunan bidang infrastruktur telah dilakukan dan tinggal pengerjaan fisik. Seperti pembangunan Flyover Simpang Sekip, Underpass Sudirman, Jalan Lingkar Timur Nurdin Pandji-Boom Baru. Dan program pengentasan masalah banjir, dengan akan dibangunnya kolam retensi di simpang bandara dan sudah mendapatkan respon positif dari Gubernur Sumsel H Herman Deru. "Meskipun di tengah pandemi, tetapi program kerja tetap dikerjakan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah Jangka Menengah Daerah atau RKPJMD," ujarnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan untuk mencegah kemacetan di Kota Palembang yang menjadi salah satu fokus Walikota Palembang. "Program pembangunan realisasinya sudah bisa dilihat, salah satunya Flyover Sekip dan Underpass Sudirman. untuk flyover sedang berlangsung pembebasan lahan dan diharapkan pembangunan selesai awal Tahun 2023 mendatang," katanya.
Singapura akan Jadi Pusat Keuangan Hijau
Singapura berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam membangun ekonomi hijau yang baru. Darurat iklim telah menimbulkan ancaman eksistensial sekaligus memberikan peluang baru seputar keberlanjutan. Singapura, yang memiliki luas wilayah lebih kecil dari New York itu, telah bekerja sama bertahun-tahun untuk melestarikan garis pantainya dari kenaikan permukaan laut dan kerusakan lingkungan lainnya.
Sebagian besar wilayah Singapura terletak dalam jarak 15 meter di atas permukaan laut rata, dan sekitar 30% kurang dari 5 meter di atas permukaan laut rata-rata. Setiap penambahan kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh perubahan iklim, merupakan ancaman langsung bagi negara kota ini. Mengenai kriteria yang digunakan dalam melakukan investasi hijau, Singapura memepertimbangkan berbagai langkah yang berbeda.
Di sisi lain, investor negara Singapura, telah berkomitmen sebesar US$ 600 juta dengan manajer aset BlackRock untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang bekerja untuk mengurangi emisi karbon. Pemerintah dunia dan perusahaan-perusahaan swasta telah meluncurkan target pengurangan emisi karbon yang ambisius guna membendung apa yang banyak diperingatkan bakal menjadi bencana iklim, akibat peningkatan permukaan laut dan suhu global.
(Oleh - IDS)
Start-up Finantier Raih Pendanaan Tahap Awal
Jakarta - Finantier, start-up open finance yang menyediakan platform application programming interface (API) bagi institusi keuangan dalam mengakses dan menganalisa data finansial konsumen, telah meraih pendanaan tahap awal yang dipimpin oleh Global Founders Capital (GFC) dan East Ventures (EV). Tanpa disebutkan nilainya, pendanaan yang diperoleh sebesar tujuh digit sudah melebihi target dan diperoleh pada valuasi post-money sebesar lebih dari 20 kali dibandingkan valuasi pre-seed bukan November 2020. Pendanaan tersebut akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan dan memperbesar penawaran produk Finantier, melakukan ekspansi di Indonesia dan sekitarnya, serta menggandakan jumlah karyawan.
Finantier sebelumnya merupakan bagian dari batch musim dingin 2021 Y Combinator. Sejak awal tahun, perusahaan telah menambah timnya lebih dari lima kali lipat menjadi 50 karyawan, serta memperbanyak klien dan kemitraan hingga lebih dari 50% per bulan. Finantier memberikan kebebasan keuangan untuk semua orang di kawasan Asia Tenggara. Setiap orang kini pun dapat dengan mudah membagikan data transaksi digitalnya dilakukan dengan berbagai merchant dan dapat membantu membangun kelayakan kreditnya. Finantier memberikan solusi dengan menggabungkan dari data dari sumber-sumber data alternatif seperti platform gig economy dan telekomunikasi. Perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 150 perusahaan dan memberikan akses ke beragam set data.
(Oleh - IDS)
Diskursus Pajak Sembako
Rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok (sembako) menuai kritik tajam dari masyarakat. Polemik dan kritik pun bermunculan, hingga timbul diksi ‘kolonialisme’ atau ‘tidak manusiawi’ yang sangat tidak tepat untuk dilontarkan. Ruang demokrasi ‘sependapat’ atau ‘tidak sependapat’ terhadap rencana pengenaan pajak atas sembako adalah cara terbaik yang patut dihargai, namun perlu diksi tepat agar demokrasi memberi pelajaran penting. Pada tataran ini, pemikiran hukum yang tidak mudah, coba penulis tuangkan menilai pajak atas sembako.
Persoalan pajak sembako khususnya mengenai 11 jenis barang kebutuhan pokok sudah diatur dalam Pasal 4A ayat (2) huruf b UU PPN No. 42 Tahun 2009 (UU PPN), yakni beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Bahkan, PMK No 99/ PMK.010/2020 mengatur lebih te gas dengan menambah 4 jenis barang, yakni berupa ubi-ubian, bumbu-bumbuan, gula konsumsi, dan ikan. Persoalan hukum muncul ketika sembako hendak dikenai PPN. Mengapa? Publik menilai pengenaan PPN tidak adil karena akan menambah jumlah masyarakat miskin akibat daya beli turun. Di sisi lain timbul ketidakadilan karena sembako yang tidak dikenai PPN juga dinikmati masyarakat mampu alias kaya. Esensinya, norma hukum harus berkeadilan. Kalau begitu, persoalannya bukan pada nama sembakonya, tetapi pada penormaannya atau pengaturan norma yang tidak tepat. Ketika bicara sembako kerap identik dengan kebutuhan masyarakat luas (miskin, sederhana, tidak mampu), padahal ada golongan kaya bahkan amat kaya pun sama-sama menikmati sembako.
(Oleh - HR1)
Airlangga: Krisis Pandemi Jadi Momentum Reformasi Struktural
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, krisis akibat pandemi Covid-19 harus menjadi momentum penting untuk melakukan reformasi struktural di Indonesia secara Komprehensif. Hal tersebut menjadi tekad pemerintah dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan inklusif berkelanjutan. Empat pilar reformasi struktural tersebut meliputi, menciptakan lingkungan yang mendukung pasar untuk terbuka, transparan, dan kompetitif serta meningkatkan pemulihan dan ketahanan bisnis terhadap guncangan di masa depan. Kemudian, memastikan semua kelompok masyarakat memiliki akses sama terhadap peluang pertumbuhan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kesejahteraan,
Upaya tersebut dilakukan berdasarkan peta jalan reformasi struktural Indonesia yakni mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih hijau, lebih produktif, dan berkeadilan. Pemerintah Indonesia turut berkomitmen mengurangi emisi gas sebesar 30% pada 2030 dengan memprioritaskan pembangunan rendah karbon sebagai intisari rencana pembangunan nasional. Sektor industri telah menerapkan ekonomi sirkular dengan mengesahkan green industry standardization yang berstandar internasional. Pemerintah menerapkan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian berkelanjutan dengan berkomitmen mengurangi sampah rumah tangga sebesar 30% dan sampah plastik di laut 70% pada 2025.
(Oleh - IDS)









