;

Petani Kecewa Harga Pisang Rp 400 Per Kg

18 Jun 2021 Sriwijaya Post
Petani Kecewa Harga Pisang Rp 400 Per Kg

MUARADUA, SRIPO - Secara mengejutkan, harga pisang terjun bebas di level Rp 400-500 perkilogramnya (Kg). Kondisi ini diperburuk dengan pohon yang kerdil sehingga berdampak hasil panen buah tak maksimal. Diketahui, petani pisang meniadakan pemupukan karena harga jual dengan biaya operasional tidak berimbang sehingga petani memilih pasrah dan kecewa. Seorang petani bernama Rozi (47), di wilayah Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan berujar, untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal dalam setahun seharusnya melakukan pemupukan. "Setidaknya tiga kali dillakukan pemupukan setiap tahunnya, tapi dengan harga Rp 400-500, petani tidak sanggup dan pasrah dengan hasil yang didapat, katanya. Rosi menuturkan, lebih kurang setahun terakhir hasil panen buah pisang di lahan seluas 1,5 helktare (Ha) kebun miliknya merosot drastis mencapai 70 persen pasca harga pisang tak kunjung naik dan tak dilakukan pemupukan. Biasanya sekali panen mencapai 3 ton, namun sekarang tiap kali panen menghasilkan kurang dari 1 ton, dampak tidak dilakukan pemupukan dan perawatan pembersihan rumput,” katanya.

Terpisah, salah seorang pengepul di wilayah setempat, Eko mengungkapkan, harga murah pisang terjadi sejak adanya pandemic Covid-19, yang disebabkan menurunnya permintaan pasar sehingga pengiriman pisang ke Pulau Jawa terbatas. "Kita biasanya kirim ke Kota Bandung, Jakarta wilayah Pulau jawa, harga turun karena permintaan terbatas dan barangnya banyak," katanya. Pengepul sekaligus petani berharap harga buah pisang dengan berat pertandan berkisar 10-15 kilogram tersebut kembali naik seperti sebelumnya mencapai RP 1.500 hingga Rp 2.000 per kilo. Hal itu dikarenakan meningkatnya kebutuhan ekonomi yang bergantung pada hasil panen yang didapat para petani. "Kalau sekarang mau gimana lagi, jangankan melakukan pemupukan mau makan saja susah," ujar Rosi.


Tags :
Download Aplikasi Labirin :