Merengguk Triliunan Rupiah dari Bisnis Minyak Jelantah
Harga komoditas energi terus merangkak naik. Bahkan, harga salah satu komoditas andalan Indonesia, minyak sawit mentah (CPO), sudah menyentuh US$ 816 per ton. Harga ini sudah menguat 10% sejak awal tahun (ytd). Bukan hanya CPO, produk turunannya seperti minyak goreng hingga minyak jelantah (limbah minyak goreng) pun laris manis.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga menyebut, berdasarkan perkiraan lembaganya, volume minyak jelantah di Indonesia saat ini 18%-22% dari total pemakaian minyak goreng biasa per tahun. Jadi, jika pemakaian minyak goreng biasa 5,8 juta ton per tahun, maka volume minyak jelantah berkisar 1,1 juta ton per tahun. Dengan asumsi harga minyak jelantah senilai Rp 5.000 per kilogram, maka potensi bisnis dan perputaran uang dalam transaksi minyak jelantah Indonesia mencapai Rp 5,5 triliun dalam setahun.
Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir, ekspor minyak jelantah menyasar berbagai negara, termasuk kawasan Eropa yang ternyata punya minat tinggi Fakta ini cukup mengejutkan. Sebab, di satu sisi Eropa menentang produk minyak sawit Indonesia hingga memboikotnya. Namun di sisi lain mereka justru mengimpor minyak jelantah dari Indonesia.
WHO Rekomendasikan RI Gelar Pembatasan Ketat
Lonjakan kasus Covid-19 semakin tinggi pada pekan keempat setelah Idul Fitri. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sejak Idul Fitri hingga pekan keempat pasca Idul Fitri lonjakan kasus mencapai 112,22%, jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang sekitar 93,11%.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikuti Channel News Asia merekomendasikan agar Indonesia melakukan penerapan langkah-langkah protokol kesehatan masyarakat lebih ketat, termasuk pembatasan sosial berskala besar. Rekomendasi ini seiring meningkatnya penularan variant ofconcern (seperti varian delta yang cepat menyebar) sehingga perlu tindakan segera untuk mengatasi situasi.
Ada tiga provinsi yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur yang mengalami lonjakan zona merah dengan kasus tertinggi. Tiga pemerintah daerah harus segera mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi lonjakan kasus. Data Satgas menyebut Jawa Tengah mengalami lonjakan kasus sebanyak 281,59%, DKI Jakarta sebesar 263,26%, dan Jawa Timur 102,74%.
DKI Jakarta akan menggerakkan ibu-ibu dasawisma untuk menggelar kampanye penerapan protokol kesehatan secara masif. Ada lebih dari 70.000 kader dasawisma di Jakarta. Satu kader mengampu 10-20 rumah. Sementara sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, Jateng menutup semua destinasi wisata dan membatasi kegiatan keagamaan. Selain mewajibkan Rumah Sakit menambah 30% kapasitas tempat tidur, baik kamar ICU ataupun isolasi pasien Covid.
Harga Minyak Berpotensi Dorong Penerimaan Migas
Tren kenaikan harga minyak mentah dunia membawa angin segar bagi anggaran negara. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini bakal memperoleh surplus penerimaan migas.
Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis Brent Rabu (16/6) ditutup seharga US$ 74,39 per barel. Angka tersebut menguat 43,61% year to date (ytd) dibandingkan penutupan pada akhir tahun lalu sebesar US$ 51,80 per barel. Bahkan, posisi harga tersebut berada dalam level tertinggi sepanjang tahun. Secara tahunan, harga minyak Brent menguat 82,73% yakni berada di posisi US$ 40,71 pada periode sama tahun lalu.
Dari sisi penerimaan, harga minyak mentah akan mengerek pajak penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi (migas) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) migas. Catatan Kemkeu, realisasi penerimaan PPh migas Januari - April 2021 sebesar Rp 17,22 triliun, tumbuh 14,88% year on year(yoy). Namun, realisasi PNBP SDA migas sebesar Rp 21,54 triliun hingga akhir April 2021, turun 35,67% yoy.
Industri Keramik, Investasi Baru Siap Meluncur
JAKARTA — Kementerian Perindustrian menyatakan akan ada investasi baru untuk industri keramik di Kawasan Industri Batang senilai Rp5 triliun hingga 2024. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan dengan meningkatnya permintaan dalam negeri dan ekspor, sejumlah produsen keramik nasional telah melakukan ekspansi atau perluasan. Hal tersebut mengundang ketertarikan beberapa investor baru.
Sementara itu, Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) menandatangani kerja sama dengan perusahaan pengembang properti di bawah REI guna mendukung penyerapan produk komponen bangunan lokal. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian ini merupakan satu terobosan dan wujud kerja nyata pemerintah untuk membantu pemulihan industri keramik dan penguatan industri keramik dalam rangka substitusi impor.(Oleh - HR1)
Palembang dapat 123 Miliar
PALEMBANG, TRIBUN - Di momen hari ulang tahun (HUT) ke-1338, Kota Palembang mendapat hadiah dari Gubernur Sumsel, Herman Deru berupa bantuan Rp 123 miliar. Saya juga mengantarkan hadiah bantuan Gubernur sebesar Rp 123 miliar untuk infrastruktur kota Palembang," kata Deru saat menghadiri acara sidang paripurna HUT Kota Palembang ke 1338 di DPRD Kota Palembang, kamis (17/6/2021). la mengatakan kado tersebut diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur di kota Palembang. "Silahkan walikota dan dewan mengatur ini yang peruntukkannya untuk pembangunan infrastruktur," tegas dia. Deru mengaku bangga karena sudah banyak perbaikan yang telah dilakukan oleh kota Palembang. "Banyak prestasi, stamina masyarakat bukan hanya kesehatan juga tapi ekonominya. Kesejahteraan masyarakat meningkat walaupun ditengah pandemi saya memang tak melihat sebesar apa tapi ini artinya ada perbuatan yang luar biasa yang dilakukan pemerintah kota Palembang dengan mitra-mitranya sehingga Palembang tidak termasuk ekonominya turun," jelas dia.
Walikota Palembang, Harnojoyo pun berterima kasih. "Kita sangat berterima kasih atas bantuan Gubernur sebesar Rp 123 miliar ini yang diperuntukan untuk infrastruktur akan kita realisasikan," ujar dia. la mengatakan Pemerintah kota Palembang terus berupaya untuk melakukan pembangunan di kota Palembang. "Kita bersyukur di tengah pandemi kontraksi pertumbuhan ekonomi dibandingkan kota lain masih baik dengan adanya kebijakan kita," ungkapnya. Lanjut dia, dengan banyaknya prestasi dan penghargaan yang telah diraih kota Palembang selama ini dapat menjadi acuan, terobosan untuk bisa lebih baik lagi. "Semua kita evaluasi, yang belum baik kita perbaiki lagi dan kita juga harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi," tegas dia.
Dalam perayaan HUT tersebut, juga hadir Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian yang menyampaikan sambutannya secara virtual. Tito meminta kepada pemerintah kota Palembang untuk bisa mengambil peluang atau memanfaatkan apa yang menjadi sumber daya alam yang ada di kota Palembang. Kata dia, Palembang sebagai kota tertua di Indonesia dan kota dengan wisata, kuliner yang sudah terkenal. Pemerintah kota Palembang harus bisa mengambil peluang ini. "Seperti Sungai Musi bukan hanya sekadar transportasi sungai sebagai sumber air tapi juga bisa kota wisata seperti di Bangkok," jelasnya. Tak hanya itu, kota Palembang juga sangat diuntungkan sebagai ibu kota negara yang dikelilingi daerah dengan SDM luar biasa baik di bidang pertambangan, batu bara, minyak, gas, perkebunan, karet dan lain sebagainya. "Dengan berada di tempat strategis ini kota Palembang bisa mengambil dampak ini seperti membuat industri semacam perbankan misalnya sehingga kota palembang bisa menjadi kota jasa dan kegiatan pertambangan, kota lainnya," tegas dia. Dengan demikian disamping menyerap tenaga kerja dan bisa mendapatkan pendapatan asli daerah dengan kantornya ada di kota Palembang. "Jadi pusat ada di kota Palembang mulai dari daftar NPWP dan lain sebagainya. Ini perlu kejelian kota Palembang" jelasnya. Ditambah lagi, Palembang juga telah memilili LRT, komplek olahraga terbesar di Indonesia. "Nah tentu ini harus dikaji lebih jeli bersama stakeholder agar bisa termanfaat dengan baik dengan adanya infastruktur yang telah ada Ini," beber mantan Kapolri ini.
Pengusahan Tunda Ekspansi
PALEMBANG, TRIBUN - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Sumatera Selatan menilai kondisi perekonomian di Sumsel saat ini masih belum kondusif sehingga pengusaha harus memiliki inovasi agar tetap bertahan di masa pandemi. Ketua DPD APPBI Sumsel Co Ing mengatakan, salah satu yang dilakukan pengusaha yakni dengan melakukan sejumlah efisiensi di sana sini mulai dari pengeluaran rutin hingga efisiensi karyawan. "Kondisi ekonomi saat ini masih naik turun, lebaran lalu diprediksi lebih baik dari tahun lalu namun menjelang lebaran mendadak Palembang zona merah sehingga pertumbuhan ekonomi tertahan," ujar Co Ing, Kamis (17/6/2021).
Ketidakpastian ini membuat perngusaha sangat sulit menyesuaikan ditambah lagi dengan dampak pandemi ini yang membuat jumlah penderita covid masih naik membuat fokus pemerintah pada penanganan covid sehingga pertumbuhan ekonomi hingga kini belum terlalu bagus. "Belum ekspansi menjadi salah satu cara pengusaha berinovasi karena bisnis belum pulih benar," tambah Co Ing. Adanya vaksinasi bagi sejumlah tenant di Palembang Icon yang dilakukan Polresta dinilai Co Ing bisa memberikan harapan karena seharusnya layanan publik yang harus diutamakan karena setiap hari beroperasi dan bertemu dengan banyak orang melayani konsumen.
OMI Mart Tarik Minat Pembeli dengan Elektik Faling Life Stayle
PALEMBANG - PLN tengah mengenalkan electrifying lifestyle kepada masyarakat, yaitu gaya hidup masa kini dengan menggunakan peralatan serba listrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan. Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih efisien dan nyaman. Contohnya memanaskan air, memasak, menggoreng, menghangatkan makanan, hingga merebus telur menjadi lebih mudah dengan peralatan listrik.
Dalam mendukung era electrifying lifestyle, di PLN UIW S2JB sudah ada tempat jajan asik yang dikenal dengan "OMI MART". Berlokasi di JI. Kapten A. Rivai, tepatnya di depan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UIW S2JB, Omi Mart menjual jajanan ala mini market. Tidak hanya itu, di sana juga ada Stroom Cafe, mini cafe untuk mengisi waktu para pengguna kendaraan listrik yang sedang mengisi daya kendaraannya. Jadi, pelanggan bisa "ngecas" kendaraan sambil menikmati kopi dan jajan snack. Yang menariknya lagi, disana juga ada UC Bakery, mini bakery yang sudah menggunakan peralatan listrik. Ada airfyer, penggorengan tanpa minyak. Ada juga microwave, untuk menghangatkan snack. Bahkan ada alat perebus telur elektrik. Jika berangkat buru-buru, bawa bekal, tapi keburu dingin, di sini pelanggan bisa dibantu menghangatkan kembali bekalnya, gratis!
"Kalo kakak bawa roti, 3 pcs gitu tapi dingin. Di sini boleh ngangetin roti pake microwave nya kak. gratis,” ungkap Firly, pedagang UC Bakery.
Electrifying Lifestyle ini menjadi salah satu strategi Omi Mart untuk menarik minat pembeli. Terpantau sejak ada peralatan listrik tersebut, paling tidak terdapat 10 pelanggan sehari yang tertarik menggunakan microwave airtyer, dan perebus telur sambil jajan atau ngopi. "Kami mulai pakai microwave, airfryer dan perebus telur ini sejak Februari 2021. Lumayan banyak yang tertarik kesini, paling tidak sekitar 10 pelanggan sehari pake microvawe buat ngangetin roti," katanya. Airfyer dipandang lebih sehat, karena dapat mengoreng tanpa minyak, sehingga cenderung rendah kolesterol. Penggunaan alat perebus telur electrik juga dinilai lebih aman, tanpa harus menyalakan api pakai kompor.
Satu Telur Dibelah Empat
LUBUKLINGGAU, TRIBUN - Sudah sepekan terakhir sejumlah kebutuhan makanan pokok di Pasar Intruksi Presiden (Inpres) Kota Lubuklinggau mulai merangkak naik. Pantauan tribunsumsel.com, dilapangan sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan cukup drastis yakni telur dan daging ayam. Sebelumnya harga telur masih dikisaran Rp 45 ribu perkarpet kini harga telur di Kota Lubuklinggau tembus Rp 48 ribu per karpet. Akibatnya banyak pedagang nasi di kota ini mengeluh, salah satunya pedagang nasi uduk yang terpaksa mengurangi ukuran.
Diana penjual nasi uduk di wilayah Kelurahan Water Vang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I mengaku, karena mahalnya harga telur saat ini terpaksa mengurangi ukuran telur untuk satu bungkus nasi uduk. “Biasanya satu bungkus nasi uduk telurnya separuh, semenjak naik ini satu telur kita buat untuk empat bungkus," kata Diana pada wartawan, Kamis (17/6/2021). Diana mengatakan bila tetap menggunakan separuh telur untuk satu porsi nasi uduk, ia akan merugi mengingat saat ini harga telur dipasaran naik signifikan per karpetnya. "Kalau masih separuh rugi kita, itulah untuk menyiasatinya telurnya kita buat seperempat saja, tapi untuk nasi nya kita tambah," ujarnya.
Sementara, Rus pedagang telur di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau mengatakan naiknya harga telur di Kota Lubuklinggau memang dari agennya. “Kita beli dari agen memang sudah naik, akhirnya kita menjualnya juga naik,” ungkapnya. Kenaikan harga telur ayam akhir-akhir ini secara bertahap sejak sepekan lalu. Sebelumnya, harga telur ayam masih dikisaran Rp 45 ribu hingga sekarang menyentuh Rp 48 ribu perkarpet. la mengungkapkan, menurut informasi dari sesama temannya agen telur, naiknya harga naik telur ayam ini disebabkan oleh naiknya harga pakan ayam di Lampung. "Kalau dengar kemaren naik karena pakannya juga naik, otomatis suplayer menaikkan harga ke agen-agen, apalagi informasinya pakannya ini hanya diproduksi di Lampung ungkapnya," la mempridiksi harga telur ayam akan kembali naik menjelang Lebararn Idul Adha mendatang. Karena semakin banyaknya permintaan maka semakin tinggi harga telur ayam. "Kalau sekarang masih aman masih banyak stoknya, lonjakan permintaan belum ada, bahkan sekarang cendrung sepi, biasanya kemarin sehari sampai 50 karpet sekarang hanya laku 40 karpet," ujarnya.
Selain telur ayam, harga ayam potong juga mengalami kenaikan, sebelumnya harga ayam potong Rp 35 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 40 ribu perkilogram. Sementara untuk harga cabai sekarang turun drastis, semula harga cabai merah bisa mencapai Rp 25 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram.
Harga Pisang Rp 400 per Kilogram
MUARADUA, TRIBUN - Rozi Petani pisang di wilayah Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan tak bisa berbuat banyak dengan merosotnya harga pisang yang hanya Rp 400-500 perkilogramnya. Rozi mengatakan, untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal dalam setahun seharusnya melakukan pemupukan. “Agar hasilnya yang maksimal dalam setahun seharusnya 3 kali pemupukan, tapi dengan harga Rp 400 - 500 kita tidak sanggup dan pasrah dengan hasil yang didapat,” terangnya. la menuturkan lebih kurang setahun terakhir hasil panen buah pisang di lahan seluas 1,5 hektare kebun miliknya merosot drastis mencapai 70 persen pasca harga pisang tak kunjung naik dan tak dilakukan pemupukan. “Biasanya sekali panen mencapai 3 ton, namun sekarang tiap kali panen menghasilkan kurang dari 1 ton, dampak tidak dilakukan pemupukan dan perawatan pembersihan rumput,” tambahnya.
Terpisah salah seorang pengepul di wilayah setempat, Eko mengungkapkan harga murah pisang terjadi sejak adanya pandemi Covid-19, yang disebabkan menurunnya permintaan pasar sehingga pengiriman pisang ke Pulau Jawa terbatas. "Kita biasanya kirim ke Bandung, Jakarta wilayah Pulau Jawa, harga turun karena permintaan sedikit dan barangnya banyak,” terangnya. Pengepul sekaligus petani berharap harga buah pisang dengan berat pertandan berkisar 10 -15 kilogram tersebut kembali naik seperti sebelumnya mencapai Rp 1.500 - Rp 2.000 perkilogram. Hal itu dikarenakan meningkatnya kebutuhan ekonomi yang bergantung pada hasil panen yang didapat para petani.
80 Persen Pekerja Seni Alih Profesi
PALEMBANG- Pekerja seni di Metropolis menjadi komunitas paling berdampak. Pasalnya, pada masa pandemi Covid-19 mereka kehilangan kesempatan dan panggung lantaran tempat pentas mereka salah satunya Pendestrian Sudirman ditutup sejak awal pandemi. Total ada 1.000 pekerja seni dan hampir 80 % kehilangan nafkah dan memilih untuk alih profesi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang, Iqbal Rudianto. Menurutnya, selama pandemi hampir seluruh anggota tidak bisa melakukan kegiatan seni lantaran adanya larangan kerumuman. "Kalau pun ada yang berkesenian mereka sifatnya hanya terbatas,” katanya ketika Mini Konser dan Virtual dan Launching Lagu HUT Kota Palembang di Gunz Cafe kemarin.
lqbal mengakui, memang tidak semua anggota yang pure mengantungkan hidupnya dari berkesenian. Ada beberapa dari mereka yang punya usaha, pegawai dan pekerja. Mereka menjalankan kesenian sekadar hobi. Namun tidak sedikit pula yang menggantungkan hidup dari kesenian.
Nah, mereka yang terhenti nafkahnya ini memilih untuk alih profesi membuka usaha membuka seperti kuliner, tempat ngopi dan lainnya. Meski ada juga yang tetap menggelar event atau kegiatan tapi melalu Virtual. "Jiwa seni para pekerja seni akan tetap dilakukan meski dengan cara virtual dan terbatas tapi tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif,” paparnya.
Bahkan, kata dia, pada pandemi iní para pekerja seni pun membikin lagu untuk HUT Kota Palembang yang diciptakan oleh Andi Risu dan pihaknya pun berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Kota Palembang menggelar lomba kesenian Kota Palembang yang dimenangkan oleh Cek Gaya dan Geger." Kami menggelar mini konser dan launching lagu HUT Kota Palembang. Kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Kota Palembang tercinta semoga Kota Palembang tetap menjadi kota yang membanggakan menjadi kota yang lebih baik,”
Pihaknya berharap kegiatan ini agar menjadi agenda rutin dan menjadi wadah bagi para pekerja seni. Kegiatan ini pun diharapkan dapat membangkitkan kembali iklim kesenian yang ada di Palembang khususnya di tengah pandemi. Selain sebagai bentuk kontribusi dan persembahan kepada pemerintah kota. "Setelah sempat terpuruk di masa pandemi, kami harap kehadiran event ini jadi pemacu semangat, harapnya.
Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah kota memberikan perhatian kepada para pekerja seni sebab kehadiran pekerja seni ini jadi roh dan identitas diri bagi Kota Palembang, Jangan lagi dijadikan sebagal pelengkap di suatu daerah. "Kami butuh apresiasi dan kerja sama sebab potensi dan kesenian Kota Palembang tidak sama dengan daerah lain,” ujarnya.
Bantuan yang diharapkan berupa fasilitasi dan ruang bagi pekerja seni seperti tempa maupun dana. Sinergi dan kolaborasi pemda, swasta dan pékerja seni sangat penting untuk menjaga eksistensi. "Tentu untuk melaksana beragam kegiatan yang dilakukan harus tetap memperhatiakn prokes yang ketat dan beragam kegiatan yang kami lakukan untuk memberikan semangat agar tetap berkarya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani menambahkan, pihaknya Sangat menyambut baik kegiatan ini, Diharapkan kegiatan rutin dan digelar untuk agar kesenian Kota Palembang eksis dan terus berkembang. Kami sangat support para pekerja seni termasuk event yang digelar dan penciptaan lagu HUT Kota Palembang dan konser ini. Kehadiran ini dapat mengobati rindu. Makanya, kami harap jadi agenda rutin dan untuk itu kolaborasi dan sinergi dilakukan di awal tahun agar masuk agenda event dan dijual kepada wisatawan,” tukasnya








