Kabar Baik, Impor Bahan Baku Mulai Meningkat
Nilai ekspor dan impor Indonesia pada bulan Mei mengalami penurunan. Periode ini nilai ekspor turun -10,25% menjadi US$ 16,59 miliar, dan impor turun -12,16% jadi US$ 14,23 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penurunan nilai impor Indonesia pada bulan Mei 2021 karena pola musiman yakni bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri. Pada Ramadan dan Idul Fitri inilah aktivitas ekspor dan impor mengalami penurunan.
Meskipun demikian secara tahunan, Kepala BPS Suhariyanto menyebut nilai impor terlihat tumbuh sebesar 68,68% year on year. Hal ini karena pengaruh rendahnya nilai impor pada periode yang sama tahun lalu akibat pandemi Covid-19.
Naiknya impor, juga karena ada permintaan dari berbagai negara seiring pemulihan yang kemudian meningkatkan harga komoditas. Secara terperinci, bahan baku atau penolong sebagai penyumbang impor terbesar, tercatat mencapai US$ 10,94 miliar. Nilai ini turun 11,6% month on month, tetapi naik 79,11% yoy. Suhariyanto berharap, peningkatan impor bahan baku ini akan berpengaruh besar pada pergerakan manufaktur Indonesia di keseluruhan tahun 2021.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, kenaikan impor juga menunjukkan peningkatan permintaan. Ini mengindikasikan upaya pemerintah dalam meningkatkan optimisme seperti dengan menghelat vaksinasi sudah mulai terlihat. la melihat, impor akan semakin meningkat pada paruh kedua 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi didukung oleh vaksinasi Covid-19 dan menguatnya permintaan maupun aktivitas investasi. Alhasil, kinerja surplus neraca perdagangan akan terhenti di paruh pertama tahun ini.
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023