;

Bank Dunia Setujui Pendanaan Reformasi Investasi Ri Rp 11,4 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 17 Jun 2021 Investor Daily, 17 Juni 2021

Jakarta - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar US$ 800 juta atau setara dengan Rp 11,4 triliun untuk mendukung reformasi kebijakan investasi dan perdagangan serta membantu percepatan pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia. Persetujuan pendanaan itu diberikan di Washington. Bank Dunia menilai hambatan besar bagi investasi dan perdagangan telah membatasi kemampuan Indonesia untuk menarik investasi asing langsung yang berorientasi ekspor, mengurangi integrasi Indonesia ke dalam rantai nilai global, dan meningkatkan harga pangan di dalam negeri. Tantangan-tantangan tersebut juga telah memperlambat pertumbuhan sektor manufaktur dan nonkomoditas.

Akibat pandemi, Indonesia mengalami resesi pertamanya dalam dua dekade. Hal ini memperburuk tantangan yang dihadapi perekonomian untuk melakukan perluasan ke sektor-sektor yang lebih canggih agar dapat menciptakan lapangan kerja dengan upah yang lebih baik dan memiliki produktivitas lebih tinggi. Saat ini pemerintah Indonesia sedang menjalankan program reformasi besar untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Reformasi ini memiliki potensi mendukung transformasi ekonomi untuk beralih dari sektor komoditas kepada sektor dengan nilai tambah yang lebih tinggi. 

Pembiayaan untuk dukungan kebijakan pembangunan (development policy operation/DPO) ini disusun berdasarkan dua pilar. Pertama, bertujuan untuk meningkatkan investasi dengan membuka lebih banyak sektor bagi investasi swasta, khususnya investasi asing langsung, menambah tenaga profesional berketerampilan tinggi di pasar tenaga kerja, serta mendorong investasi swasta pada energi terbarukan. Kedua, mendukung reformasi kebijakan perdagangan untuk mendorong daya saing dan pemulihan ekonomi. Tujuannya adalah meningkatkan akses dan keterjangkauan harga komoditas pangan pokok maupun bahan baku serta memfasilitasi akses kepada input manufaktur.

(Oleh - IDS)

Saham Teknologi Melejit, Anabatic dan Multipolar Memimpin

R Hayuningtyas Putinda 17 Jun 2021 Investor Daily, 17 Juni 2021

Jakarta - Harga saham sejumlah emiten teknologi melejit pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan harga dipicu oleh aksi korporasi dan sentimen positif dari rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham GoTo serta Bukalapak. Berdasarkan data RTI, dari 21 saham teknologi, 6 saham di antaranya membukukan kenaikan harga di atas 17% dibandingkan penutupan penutupan perdagangan. Kenaikan paling tinggi dicetak oleh saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) yang meningkat 24,73% menjadi Rp 1.160 pada penutupan perdagangan. Sehari sebelumnya, harga ATC bertengger harga ATIC bertengger di posisi Rp 990.

Kemudian, saham PT Multipolar Technology Tbk (MPLT) yang melesat 24,71% ke level RP 5.350 dari Rp 4.290. Peningkatan juga terjadi pada saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) sebesar 20,69% dari Rp 2.570 menjadi Rp 3.150. Selain itu, saham PT Indointernet Tbk (EDGE) juga menjadi salah satu saham teknologi yang mencetak peningkatan harga signifikan, yakni19,93% ke level Rp 36.250. Peningkatan harga saham ini seiring dengan Digital Edge Ltd yang kini menguasai 59,1% saham Indointernet atau Indonet. 

BEI sempat menghentikan sementara (suspensi) perdagangan DCII karena adanya lonjakan harga dari Rp 13.750 pada akhir Mei 2021 menjadi Rp 50.250 pada penutupan perdagangan. BEI akhirnya kembali membuka perdagangan DCII sejak sesi I pada perdagangan. Sejak pandemi Covid-19, teknologi digital berkembang pesat, sehingga memicu peningkatan harga saham di sektor teknologi. Selain itu, sumber daya data terus meningkat dan bakal mengerek pendapatan emiten di sektor teknologi. Faktor lainnya adalah era digitalisasi yang bisa membuat emiten teknologi berkembang dan bisa memberikan terobosan dalam bisnis digital. Peningkatan harga juga ditopang oleh aksi korporasi sejumlah emiten. Kendati saham teknologi saat ini meningkat pesat, namun eksposur pasar saham Indonesia terhadap sektor teknologi masih sangat rendah. 

(Oleh - IDS)

Dorong Bisnis Kecil Masuk ke Pasar Ekspor, PLN Berikan Pelatihan Strategi UMKM Siap Ekspor

Fadilla Anggraini 17 Jun 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, 15 Juni 2021 PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkutu (UTW S2JB) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya untuk bisa menembus pasar ekspor melalui Pelatihan UMKM Siap Ekspor yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari di Nudira Learning Center, Bogor pada 8 - 11 Juni 2021 lalu. Pelatihan yang diselenggarakan secara offline ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebanyak 3 (tiga) mitra binaan yang diikutkan pelatihan intensit tersebut yaitu: Rumah Madu Hutan Jambi Kopi Westkust Kepahiang dan Usaha Sabun Sakura, merupakan mitra unggulan yang telah dibina oleh Rumah BUMN PLN lebih dari satu tahun. Dengan omzet dan usaha yang terus berkembang, mitra-mitra unggulan tersebut diharapkan dapat segera merangsok ke pasar ekspor di Tahun 2021 ini.

Manajer Komunikasi & TJSL NUIW S2JB, Sendy Rudianto PLN mengatakan bahwa Pelatihan UMKM Siap Ekspor ini sebagai wujud komitmen PLN dalam turut mendorong perkembangan akonomi berbasis kerakyatan mela ui UMKM di daerah yang menjadi wilayah kerjanya PLN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengelola ketenagalistrikan bagi seluruh masyarakat Indonesia, juga menunjukkan partisipasi nyata dalam mendukung kemajuan ekonomi daerah dan nasional. "Ini merupakan wujud komitmon kami dalam mendorong ekonomi nasional. Kita semua tahu persis bahwa UMKM menjadi salah satu penopang roda ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Pelatihan UMKM Siap Ekspor dilaksanakan oleh PLN UIW S2-JB bekerjasama dengan Rumah BUMN Kota Jambi dan Rumah BUMN Kabupaten Kepahiang. Bersama Nudira Learning Center yang berlokasi di kawasan Brajamustika Kota Bogor, Pelatihan UMKM Stap Ekspor tersebut mendatangkan pemateri yang merupakan praktisi dan pelaku bisnis ekspor yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia bisnis ekspor impor. Dalam pelatihan tersebut para peserta mendapatkan materi dan pengetahuan yang dapat membantu UMKM dalam menuju pasar global antara lain: Memahami dan membuat strategi ekspor dan impor, Membuka sudut pandang baru untuk memperluas jangkauan pemasaran; Memahami kriteria standar produk layak ekspor. Mengkalkulasikan biaya ekspor impor, dan Mengidentifikasi resiko ekspor impor serta melakukan mitigasinya.

Sendy menambahkan dengan pelatihan tersebut, PLN berharap akan semakin banyak mitra UMKM yang dibinanya untuk dapat naik kelas menjadi usaha besar dan Go Global. Hal ini sejalan dengan program pemerintah  yang ditugaskan kepada Kamentrian BUMN dalam menjadikan perusahaan BUMN sebagal pembina UMKM sekaligus mendorong para UMKM untuk Go Moden Go Digital dan Go Global. "Semoga dengan pelatihan ini, UMKM mitra binaan kami dapat masuk ke pasar ekspor dan jika hasil evaluasinya bagus kita akan dorong UMKM lain untuk bisa mengikut jejak sukses yang sama. Diharapkan semakin banyak UMKM yang naik kelas dan berkembang kedepannya, sehingga ekonomi kita pun bisa segera bangkit kembali," pungkas Sendy

Kesempatan Miliki Motor Impian

Fadilla Anggraini 17 Jun 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN Astra Motor Sumatera Selatan bersama dengan region seluruh Indonesia serentak merayakan HUT Astra Motor ke-51. Dalam rangka memperingati HUT kali ini, Astra Motor memberikan kemudahan konsumen memiliki motor impian dengan uang muka ringan.

Chief Executive Astra Motor, Octavianus Dwi mengatakan menghadirkann promo kejutan "kejar untung jutaan rupiah" dengan memberikan spesial angsuran ringan untuk tipe matic dan sport. Cukup bayar DP Rp 2,6 juta untuk type PCX, DP Rp 1,8 juta untuk type Vario 150, DP Rp 2,5 juta untuk type Scoopy dan special untuk unit terbaru Honda yakni CB150R Streetfire dengan DP Rp 3,9 juta, konsumen sudah bisa membawa pulang dan memiliki sepeda motor Honda yang diinginkan. "Terima kasih atas kesetiaan seluruh konsumen setia Astra Motor selama 51 tahun dan seluruh pihak yang senantiasa bersinergi bersama Astra Motor dalam mewujudkan cita bersama Bangsa," ujar Octavianus, Rabu (16/6/2021).

Di masa pandemi Astra menghadirkan inovasi pembayaran digital menggunakan aplikasi pembayaran terbaru milik Astra yakni AstraPay sehingga mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja. "Special di HUT Astra Motor ke 51 ini, akan diberikan program cashback sebesar Rp 51.000,- khusus konsumen yang melakukan pembayaran melalui AstraPay," ujarnya. Dengan promo-promo menarik ini, Astra Motor Sumsel berharap seluruh konsumen dapat merasakan dan menikmati program program special HUT Astra Motor ke-51", tutupnya.

Mei, Nilai Ekspor Sumsel Merosot

Fadilla Anggraini 17 Jun 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi nilai ekspor Sumatera Selatan pada Mei 2021 mencapai 359.59 juta dolar AS atau merosot 16,33 % dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Sumsel Zulkifli di Palembang, Rabu (16/6), mengatakan, kondisi ini dipicu pelemahan serapan pasar internasional terhadap karet, bubur kertas, bahan bakar mineral dan minyak nabati. Padahal pada tahun lalu pada periode yang sama justru mengalami peningkatan 49.31 %. "Penurunan ini masih dipengaruhi kondisi ekonomi global akibat pandemi," kata dia.

Ekspor nonmigas Sumsel pada Mei 2021 mencapai 344,91 juta dolar AS, turun 18,18 % dibanding April 2021, dan jika dibandingkan dengan Mei 2020 naik 49,40 %. Ekspor nonmigas Sumsel untuk karet mencapai 120,26 juta dolar AS atau mengalami penurunan 29,98 %, bubur kayu 102,32 juta dolar AS atau turun 11,42 %, bahan bakar mineral 79.92 juta dolar AS atau turun 18,91 % dan minyak nabati 12,96 juta dolar atau turun 33,23 %. Sedangkan ekspor migas Mei 20121 mencapai 14.68 juta dolar AS, naik 77,64 % dibanding April 2021, dan jika dibanding dengan ekspor migas Mei 2020 naik 47.13 %. Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari - Mei 2021, masing-masing mencapai 631.07 juta dolar AS, 173,27 juta dolar AS dan 133,60 juta dolar AS, dengan peranan ketiganya mencapa! 19.18 % dari total ekspor periode Januari - Mei 2021.

Sedangkan nilai impor Sumatera Selatan Mei 2021 sebesar 65,61 juta dolar AS atau turun sebesar 34,11 % jika dibandingkan bulan April 2021, akan tetapi jika dibanding impor Mei 2020 naik 13.21 %.Impor nonmigas Mei 2021 mencapai U65.44 juta dola AS atau turun 33,71 % dibandingkan April 2021, akan tetapi jika dibanding impor nonmigas Mei 2020, natk 13,71 %.Sedangkan impor migas Mei 2021 mencapai 172,98 ribu dolar AS, turun 80.11 % dibanding April 2021. dan turun 57.33 % jika dibandingkan dengan Mei 2020.Tiga Negara asal impor utama yaitu Tiongkok dengan nilai impor sebesar 289,06 juta dolar AS, diikuti Malaysia dengan nilai impor 13,38 juta dolar AS dan Kanada dengan nilai impor mencapai 12,70 juta dolar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 79,39 % dari total impor periode Januari - Mei 2021.

Inovatif, Kinerja Perusahaan Asuransi Tetap Moncer

Fadilla Anggraini 17 Jun 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - Asuransi Generali Indonesia mencatat laba tertinggi selama beroperasi sejak tahun 2008 sebagai Rp 263,6 Milyar atau mencapai 145% di banding tahun 2019. CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman mengungkapkan keberhasilan ini diraih berkat kepercayaan nasabah karena komitmen Generali memenuhi janji kepada nasabah, sepanjang tahun 2020 Generali telah membayar klaim jiwa dan kesehatan sebesar lebih dari Rp 648 Milyar kepada 166.000 keluarga di Indonesia. Untuk pembayaran klaim COVID-19 sendiri sejak awal masa pandemi hingga Mei 2021 Generali telah membayarkan Rp 121 Milyar kepada 2.410 nasabah, baik yang meninggal dunia karena Covid maupun dirawat di rumah sakit. "Kunci keberhasilan Generali terus berinovasi yang berbeda, solutif, dan memiliki nilai tambah itu, ujar Edy Tuhirman disela diskusi virtual. Rabu (16/6/2021). Edy menambahkan loyalitas nasabah pada proteksi Generali terbukti melalui pencapaian premi lanjutan yang tinggi sehingga total premi bruto mencapai lebih dari Rp 2,3 Triliun di tahun 2020

Perolehan laba ini juga didukung portofolio yang lebih stabil dimana 97% penjualan produk berfokus pada reguler premium, sedangkan sisanya 3% adalah single premium. Sementara itu pertumbuhan aset Generali mencapai lebih dari Rp 7,3 Trilliun. Dari sisi komposisi jalur distribusi perolehan premi, jalur keagenan masih memberikan kontribusi terbesar yakni sebesar 74%.

Selain itu, perolehan premi dari jalur distribusi ini juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan lebih dari Rp 1,6 Triliun. Kinerja finansial Generali di tahun 2020 juga didukung oleh optimalisasi digital, produk dan layanan inovatif serta ekspansi bisnis untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Untuk mengoptimalkan unit link nasabah, fitur Robo ARMS yang sudah berjalan sejak tahun 2019 menunjukkan kinerja yang semakin baik.  Hasil investasi nasabah menjadi lebih optimal dimana hingga April 2021, 98% kinerja porsi investasi nasabah dengan Robo ARMS bisa di atas IHSG bahkan diantaranya bisa mencapai 40% di atas IHSG.

Dari sisi layanan nasabah, di saat kondisi physical distancing saat pandemi, Generali semakin memperkuat aplikasi nasabah Gen iClick, dimana terdapat fitur telemedicine Dokter Leo, klaim online, discharge button yang membantu administrasi keluar dari RS lebih cepat.

Kota Palembang di Mata UMKM dan Milenial, Minta Lebih Diperhatikan, Seimbang Pembangunan Seberang Ilir dan Ulu

Fadilla Anggraini 17 Jun 2021 Tribun Sumsel

MENANGGAPI HUT kota Palembang yang tepat diperingati hari ini, 17 Juni 2021, Meiy, Pemilik usaha mikro "Warung 2021, Makan Mardi" menyampaikan selamat."Selamat ulang tahun untuk kota palembang yang ke- 1338, saya berharap kepada pemerintah agar dapat mengatasi pandemi covid-19 karena masih ada beberapa wilayah di kota Palembang yang masih zona merah sampai sekarang," ungkapnya, Rabu (16/6). Meiy melanjutkan, dengan berbagai masalah yang masih dihadapi kota Palembang saat ini, menurutnya kota Palembang telah menjadi kota yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal yang pertama yang rasakan di saat sedang susah dirinya mendapat bantuan dana dari pemerintah. "Kami sebagai pelaku UMKM berterima kasih kepada pemerintah karena sampai saat ini pemerintah masih memberikan dana bantuan untuk untuk kami senilai Rp. 2,4 juta setiap 3 bulan sekali,"

Beda Meiy, beda Heru, pedagang kecil di kota Palembang yang menjajakan gorengan, dirinya mengatakan saat ini kota Palembang memang ada kemajuan, namun tidak kepada para pedagang kecil. "Ya, ulang tahun kota Palembang. memang ada kematian dari kota Palembang, tapi saya sebagai pedagang kaki lima tidak merasakan apa-apa. Sampai saat ini tidak ada bantuan dari pemerintah untuk orang-orang seperti kami malahan harga bahan baku untuk buat gorengan sekarang semakin naik," keluhnya.

Sementara Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam, Sandesta, mewakili kaum millenial, menilai Palembang saat ini bagaikan dua mata sisi uang koin yang berbeda. "Di satu sisi (Seberang Ilir) menampakkan kemegahan kota Palembang dengan keberadaan pusat perbelanjaan, infrastruktur perkantoran dan pemukiman yang didominasi kemajuan Sedangkan sisi lain (Seberang Ulu) Kota Palembang menampakan kawasan yang identik dengan kekumuhan dan tertinggal. Hal ini jelas menunjukkan ketimpangan dan kesenjangan sosial," Kata dia. Sandesta melanjutkan, kondisi pandemi yang melanda kota Palembang saat ini, menyebabkan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. "Ditambah lagi kondisi pandemi yang melanda Indonesia, terkhusus kota Palembang yang saat ini berstatus zona merah, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat begitu signifikan dari 60.242 jiwa dengan IPT 7,94 % 2018 menjadi 82.771 jiwa dengan TPT 9,86 %. Hal ini, hampir setara dengan angka kemiskinan nasional 10,17 %," ungkapnya. Menurutnya, hal inilah yang menjadi PR pemerintah kota Palembang kedepan serta harus merangkul semua elemen masyarakat, kaum pemuda milenial untuk menjadikan persoalan ini perhatian penting dan serius.

Usulan Aturan Pajak Bermasalah Dihapus di RUU KUP

Mohamad Sajili 17 Jun 2021 Kontan

Kontroversi Rancangan Undang Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) mengenai rencana penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) atas sembako jasa pendidikan jasa kesehatan dan lain-lain di makin menuai kontroversi di banyak kalangan.

Anggota Komisi XI DPR Fauzi H Amro meminta pemerintah menyiapkan draf revisi RUU KUP dengan pertimbangan dan kajian yang lebih mendalam. la harap, substansi dari revisi aturan KUP tersebut tidak membebani masyarakat di tengah kondisi pandemi korona yang masih terus berlangsung hingga kini.

Fauzi mengusulkan agar pemerintah membuat draf aturan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor lainnya. Salah satunya dari pajak digital dalam RUU KUP. Menurutnya, penerimaan pajak dari sektor ini terbilang belum optimal. "Bicara e-commerce belum, potensi pajaknya besar disana, " sarannya.

la juga menegaskan akan menolak substansi pengenaan PPN bagi pangan dan pendidikan tapi tidak menolak RUU KUP secara keseluruhan.


Otak Atik Saham Pengendali IPO Start-Up

Mohamad Sajili 17 Jun 2021 Kontan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat aturan mengenai penerapan saham dengan hak suara multipel dalam satu perusahaan. Beleid ini disiapkan untuk mengakomodasi initial public offering (IPO) perusahaan rintisan berskala unicorn atau di atasnya.

OJK mengatur, total jumlah maksimal saham berbentuk SDHSM mencapai 47,3%. Selebihnya merupakan saham biasa. Pemegang SDHSM dimungkinkan memiliki saham lebih dari 47,3%, tapi selebihnya dianggap saham biasa.

Semakin kecil SDHSM yang dimiliki pemegang saham, makin besar hak setara saham biasa yang dimiliki pemegang saham itu. SDHSM ini tidak berlaku selamanya. Pertimbangan OJK, 10 tahun merupakan waktu yang dibutuhkan perusahaan rintisan mencapai visi dan misi.

Ketua Indonesia Fintech Society (IF Soc) Mirza Adityaswara menyambut baik langkah OJK mengakomodasi IPO perusahaan rintisan ini. IPO akan membuka kesempatan investor lokal memiliki saham startup.


Biaya Tarik Tunai ATM Link Dibatalkan

Mohamad Sajili 17 Jun 2021 Kompas

Himpunan Bank-bank Milik Negara atau Himbara resmi membatalkan rencana pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai di jaringan ATM Link. Inisiatif awal untuk mendorong nasabah perlahan beralih ke layanan digital perbankan tidak terwujud dan malah menimbulkan polemik. Atas dasar ini, rencana tersebut dibatalkan. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto menjelaskan, empat bank Himbara telah membatalkan rencana tersebut serta tidak akan mengenakan tarif cek saldo dan tarik tunai antarbank Himbara tersebut.

Sebelumnya bank-bank yang tergabung dalam jaringan ATM Link Himbara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN), berencana mengenakan biaya dalam kegiatan perbankan di ATM Link mulai 1 Juni. Biaya Rp 2.500 dikenakan untuk cek saldo dan Rp 5.000 untuk penarikan tunai dari ATM Link, dari sebelumnya tidak dikenai biaya. Adapun biaya transfer antarbank tidak mengalami perubahan, yakni tetap dikenakan tarif Rp 4.000.

Pilihan Editor