;

Kota Palembang di Mata UMKM dan Milenial, Minta Lebih Diperhatikan, Seimbang Pembangunan Seberang Ilir dan Ulu

17 Jun 2021 Tribun Sumsel
Kota Palembang di Mata UMKM dan Milenial, Minta Lebih Diperhatikan, Seimbang Pembangunan Seberang Ilir dan Ulu

MENANGGAPI HUT kota Palembang yang tepat diperingati hari ini, 17 Juni 2021, Meiy, Pemilik usaha mikro "Warung 2021, Makan Mardi" menyampaikan selamat."Selamat ulang tahun untuk kota palembang yang ke- 1338, saya berharap kepada pemerintah agar dapat mengatasi pandemi covid-19 karena masih ada beberapa wilayah di kota Palembang yang masih zona merah sampai sekarang," ungkapnya, Rabu (16/6). Meiy melanjutkan, dengan berbagai masalah yang masih dihadapi kota Palembang saat ini, menurutnya kota Palembang telah menjadi kota yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal yang pertama yang rasakan di saat sedang susah dirinya mendapat bantuan dana dari pemerintah. "Kami sebagai pelaku UMKM berterima kasih kepada pemerintah karena sampai saat ini pemerintah masih memberikan dana bantuan untuk untuk kami senilai Rp. 2,4 juta setiap 3 bulan sekali,"

Beda Meiy, beda Heru, pedagang kecil di kota Palembang yang menjajakan gorengan, dirinya mengatakan saat ini kota Palembang memang ada kemajuan, namun tidak kepada para pedagang kecil. "Ya, ulang tahun kota Palembang. memang ada kematian dari kota Palembang, tapi saya sebagai pedagang kaki lima tidak merasakan apa-apa. Sampai saat ini tidak ada bantuan dari pemerintah untuk orang-orang seperti kami malahan harga bahan baku untuk buat gorengan sekarang semakin naik," keluhnya.

Sementara Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam, Sandesta, mewakili kaum millenial, menilai Palembang saat ini bagaikan dua mata sisi uang koin yang berbeda. "Di satu sisi (Seberang Ilir) menampakkan kemegahan kota Palembang dengan keberadaan pusat perbelanjaan, infrastruktur perkantoran dan pemukiman yang didominasi kemajuan Sedangkan sisi lain (Seberang Ulu) Kota Palembang menampakan kawasan yang identik dengan kekumuhan dan tertinggal. Hal ini jelas menunjukkan ketimpangan dan kesenjangan sosial," Kata dia. Sandesta melanjutkan, kondisi pandemi yang melanda kota Palembang saat ini, menyebabkan tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. "Ditambah lagi kondisi pandemi yang melanda Indonesia, terkhusus kota Palembang yang saat ini berstatus zona merah, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat begitu signifikan dari 60.242 jiwa dengan IPT 7,94 % 2018 menjadi 82.771 jiwa dengan TPT 9,86 %. Hal ini, hampir setara dengan angka kemiskinan nasional 10,17 %," ungkapnya. Menurutnya, hal inilah yang menjadi PR pemerintah kota Palembang kedepan serta harus merangkul semua elemen masyarakat, kaum pemuda milenial untuk menjadikan persoalan ini perhatian penting dan serius.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :