Budi Berharap Harga Kopi Naik
MUARADUA, TRIBUN Petani kopi di seluruh wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (ÖKUS) mulai menyibukan diri sebulan terakhir memetik hasil panen buah kopi, Minggu (20/6). "Kalau mulai memanen buah kopi yang sudah bisa dipetik sudah sejak beberapa bulan lalu, namun saat ini sedang dalam puncak musim panen," terang Budi petani Kopi di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan. Minggu (20/6). la menuturkan, saat panen kopi tahunan normalnya dilakukan sebanyak tiga kali pemetikan dengan jeda waktu satu hingga dua pekan. Panen pertama permulaan yakni memetik buah kopi yang telah berwarna merah alias matang namun belum dalam jumlah yang banyak. Setelahnya, beberapa pekan ke depan yakni pemetikan tahapan kedua barulah pemanenan buah kopi yang dalam jumlah banyak dan sebagian buah kopi yang belum layak dipetik masih disisakan. "Kalau yang awal pemetikan sedikit, sebab masih memilah buah yang sudah matang namun kalau yang kali kedua buah yang bisa dipetik hampir seluruhnya, hanya menyisakan sedikit,"tambahnya. Ditahap akhir, pemetikan kali ketiga sebagai buah penghabisan. Buah kopi yang ditinggalkan karena belum layak untuk dipetik dilakukan pemetikan di pemetikan tahap ketiga.
Sementara, untuk harga biji kopi saat ini belum memuaskan bagi para petani di harga Rp 17.000 - Rp 17.500 per kilogramnya. Sebagai penghasilan tahunan para petani berharap harga kopi dapat stabil diharga Rp 20 ribu perkilo. "Saat ini harga tertinggi kisaran Rp 17.500 perkilo paling lebih tinggi kisaran 100 - 200 perak, sementara kebutuhan semakin meningkat termasuk untuk biaya masuk sekolah anak,"ujar petani kopi Setyo di Kecamatan Kisam Ilir.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mendaur Ulang Sampah Plastik sisa Gerai Kopi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023