Giwang Angkat Potensi Wisata
PALEMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel terus melakukan inovasi mendorong kemajuan wisata. Salah satunya lewat aplikasi khusus yang memuat semua informasi ke pariwisataan, Gentak Informasi Wisata Andalan yang Nyaman dan Gempita (Giwang). Nama ini terinspirasi atau berfilosofi anting-anting yang merupakan sebuah perhiasan memperlihatkan keindahan dan kecantikan.
Kepala Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal, mengatakan, selama pandemi, bisnis pariwisata ini yang paling berdampak dan terpuruk. Namun, disisi lain juga membuat sektor ini dituntut lebih kreatif dan inovatif. "Hal ini melatarbelakangi dibuat aplikasi Giwang. Yang menyimbolkan kecantikan dan keindahan destinasi wisata yang ada di Sumsel ini," katanya saat launching aplikasi Giwang, kemarin malam.
Tapi tentu, aplikasi Android itu harus bersinergi atau berkolaborasi dengan stakeholder terkait. Dengan pemanfaatan aplikasi Giwang, setidaknya menjadi ajang promosi destinasi wisata yang ada di Sumsel dan fasilitas lain yang mendukung objek wisata. Warga pun cukup men-download dan klik aplikasi dimaksud, bahkan aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan pelaku usaha mempromosikan usahanya secara luas ke pasar.
Di aplikasi Giwang, kata dia, akan tercantum informasí destinasi, mulai dari akses ke lokasi, akses pendukung berupa jarak, harga serta fasilitas wisata di daerah tersebut. "Kita targetkan aplikasi giwang bisa mengangkat promosi dan potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Dengan begitu akan mendorong pertumbuhan dari sektor pariwisata," ulasnya lagi.
Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan semua pariwisata yang ada di Provinsi Sumsel bisa tercover dengan baik di aplikasi Giwang Hanya saja, selengkap bagai manapun juga, kalau sinyal ke kawasan tidak mendukung tentu semua ini akan sulit berkembang. Untuk itu juga perlu ada media termasuk luar ruang, portal online dan televisi. Yang mana, semua ini ada pertanggungjawaban semua pihak termasuk masyarakat.
"Sinyal komunikasi di daerah ataupun objek wisata sangatlah penting. Ini karena kebutuhan sinyal sekarang menjadi kebutuhan utama selain kuliner," tuturnya. Jadi akselerasi sinyal tersebut juga harus baik, sehingga informasi yang dibutuhkan akan tegap terkoneksi secara baik. Tolok ukur dari berhasil tidaknya industri pariwisata atau aplikasi ini, lanjut dia, tidak lain ada keinginan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Provinsi Sumsel. "Bila tidak. maka semuanya perlu ada inovasi yang lebih baik lagi," tutupnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023