Covid-19 Buat Omzet Pedagang Terjen Bebas
Hantaman pandemi Covid-19 begitu terasa bagi pelaku UMKM di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khususnya pedagang ikan salai. Penjualan makanan khas daerah Sumsel ini pun turut menyusut dari pembeli karena faktor sulitnya ekonomi. Salah satu penjual ikan salai di daerah Sekayu, kabupaten Muba, Nurbaiti mengaku, dirinya merasakan betul sepinya pembeli terutama dari luar Sekayu semenjak pandemi. "Dulu sehari bisa dapat Rp 5 - 6 juta (sebelum Pandemi). Tapi sekarang masuk Rp 1 juta pun tak sampai. Bahkan pernah tak ada yang beli sama sekali dalam sehari," ujarnya.
Selain itu, untuk mendapatkan bahan baku ikan pun juga sulit. Karena sekarang cari ikan pun susah. "Ikan juga sekarang sudah terutama jenis ikan baung. Kalau membeli di pasar bisa Rp 80.000/Kg dan kalau dijual kembali setelah diasapi bisa Rp 300 ribu per kilo," ungkap nya. Namun jenis ikan yang cukup mahal. Bahkan saat ini stoknya kosong untuk ikan salai. Selain baung dan salai, ia juga menjual gabus, seluang, dan sebagainya. "Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan pelaku UMKM seperti dirinya. Apalagi menjual makanan khas yang bisa mengangkat nama daerah, bantu promosi kalau ada acara bantu dipamerkan," katanya.
Sementara itu, Iwan Taruna pembeli salai yang ketika melintas mengaku bahwa ia sering membeli ikan salai disini, walaupun harganya lebih tinggi dari tempat lain namun kualitas tetap terjaga. "Kalau harga tidak masalah karena kualitas disini bagus dan diasap dan tanpa pengawet. Musim covid seperti ini, pemerintah harus bisa mendukung UMKM seperti ini dalam masa pandemi agar usahan tidak mati karena kurangnya perhatian seperti modal dan promosi,"ujarnya.
Postingan Terkait
UMKM Masih Bisa Nikmati PPh Final Nol
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023