Harga Sawit Stabil, Ajak Tanam Porang
PALEMBANG - Tingginya permintaan tandan buah segar (TBS) di pasar domestik ikut mempengaruhi harganya di dalam negeri. Tak heran jika enam bulan terakhir, harga TBS cukup bagus dan stabil. Ini cukup membantu para petani kelapa sawit, baik itu skala besar maupun kecil.
Dirut PT Hegar, H Ganefo Rohim mengakui jika harga sawit saat ini sedang bagus-bagusnya dan cukup stabil.
"Sangat jauh dibanding harga komoditi karet yang sangat fluktuatif. Kondisi ini tentu sangat membantu petani sehingga menanam kelapa sawit dianggap lebih menguntungkan," ungkap pengusaha perkebunan kelapa sawit dan karet ini, kemarin (20/6). Walaupun, kata dia, biaya menanam kelapa sawit lebih mahal dibanding karet.
Kondisi ini, kata dia, membuat sejumlah petani karet pun beralih menanam sawit, baik budidaya sendiri (petani mandiri) maupun ikut plasma perusahaan. "Kendati petani karet harus menanggung rugi dan biaya tanam yang besar, mereka melihat prospek tanaman sawit lebih menjanjikan," tuturnya.
Dikatakan, harga karet bahkan sempat turun jauh sewaktu pandemi, harga murah karena ekspor turun. "Negara pengimpor kurangi impor karet atau crumb rubber. Nah sekarang memang ada perbaikan usaha karet seiring membaiknya harga dan permintaan ekspor, tapi masih tetap tinggi fluktuasinya," imbuhnya. Cuma kadang petani karet juga tidak mendapat harga yang bagus di lapangan, karena rantai distribusi.
Untuk itu, lanjut Anggota DPRD Kota Palembang ini, perlu langkah konkrit supaya harga karet tetap stabil dan perlu stimulus dari pemerintah untuk petani. Contoh, bagaimana Pemda memutus rantai distribusi, hilirisasi industri, juga memberikan bantuan ke petani karet supaya mereka tetap bertahan.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel, Ir Agus Darwa MSi melalui Kabid P2HP, H Rudi Arpian SP MSi menjelaskan kenaikan harga TBS beberapa pekan terakhir karena adanya peningkatan permintaan. Walaupun harga sempat terkoreksi Rp 189,54, pada periode Il bulan Juni 2021 penjualan 16 - 30 Juni diharga Rp 2.184,87 per kg untuk tanaman umur 10 - 20 tahun. "Kita tetap optimis harga TBS tetap bertahan di atas Rp 2.000 per kg hingga akhir tahun," imbuhnya. Karena stabilnya harga sawit ini memang buat iri petani karet, namun pihaknya tak menghendaki mereka beralih ke sawit. Yang perlu dilakukan petani karet mengoptimalkan produktivitas lahan, bukan mengganti komoditi, salah satunya dengan menanam tanaman sela dengan tanaman porang.
"Tanaman porang adalah tanaman hutan yang tak butuh cahaya matahari dan mudah perawatannya. Untuk itu kita imbau pemerintah memberikan bantuan porang sebagai tanaman sela, ini artinya pemerintah memberikan pancing bukan memberikan ikan yang sekali makan habis." pungkasnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023