;

Kambing Etawa Paling Laris

Fadilla Anggraini 19 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALI, TRIBUN - Penjualan hewan qurban jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap stabil meski tengah wabah Pandemi Covid-19.

Riansyah (32) penjual hewan qurban yang ada di Kelurahan Pasar Bhayangkara mengaku, bahwa pada tahun 2021 penjualan hewan qurban sama seperti tahun lalu, lantaran masih berada tengah wabah pandemi covid-19 saat ini.

"Walau tidak sesuai ekspektasi, namun Alhamdulillah hewan qurban Tahun 2021 ini penjualannya tetap stabil," ungkap Riansyah (31) penjual hewan qurban saat dijumpai di kandang ternak miliknya, Minggu (18/7).

Kendati demikian, ia mengakui untuk penjualan hewan qurban jenis kambing mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sementara hewan qurban sapi, mengalami penurunan.

Dimana, jelas dia, pada 2020 hingga kini sudah ada sebanyak 35 ekor jenis sapi dan 85 kambing 

"Namun, pada 2021 ini, penjualan kambing melonjak di angka 120 ekor, sementara sapi nurun menjadi 18 ekor. Masih ada kemungkinan untuk bertambah," kata Rian.

Dijelaskan, paling banyak dipesan itu adalah kambing jenis Etawa yang harganya kisaran Rp 5 juta sedangkan sapi Rp 17-25 juta tergantung bobot. "Tempat kami jual ini ada juga sapi Limosin yang harganya mencapai Rp 40 juta per ekor. Ini sudah laku dibeli oleh salah satu karyawan dari perusahaan BUMN," jelasnya.

Saat ini dagangannya masih tersedia puluhan ekor kambing dan belasan ekor sapi.

Selain sebagian hewan diternak secara langsung, lanjut dia, hewan qurban yang dijual ini juga didatangkan dari Provinsi Lampung.

"Hewan qurban yang kita pasarkan juga dalam kondisi sehat karena sudah beberapa kali dicek kesehatannya oleh pihak Dokter Dinas Peternakan dan Perikanan PALI," ujarnya.

Big Tech Siap Kudeta Emiten Konvensional

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Kalangan analis dan pengamat pasar modal meyakini perusahaan teknologi bervaluasi besar atau big tech bakal ‘mengkudeta’ para emiten konvensional dari singgasana kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan mencatatkan sahamnya pada 6 Agustus mendatang, tiga big tech yang bakal menyusul masuk BEI adalah GoTo, J&T Express, dan Traveloka. Hingga 16 Juli 2021, Bank Central Asia (BBCA) memimpin market cap di BEI dengan nilai Rp 745,7 triliun, disusul Bank BRI (BBRI) di urutan kedua sebesar Rp 468,9 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rp 314 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 271,4 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,1 triliun, Astra International (ASII) Rp 197,6 triliun, Unilever Indonesia (UNVR) Rp 196,5 triliun, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Rp 170,8 triliun, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Rp 153,6 triliun, dan DCI Indonesia (DCII) sebesar Rp 140,6 triliun. Dari 10 emiten tersebut, hanya DCII yang masuk klasifikasi industri teknologi. Menurut perkiraan analis, jika jadi listing di BEI, market cap GoTo setelah IPO nanti akan sekitar Rp 560 triliun dan bakal menjadi yang terbesar kedua di BEI di bawah BBCA dan akan menyalip BBRI.

Menurut Direktur PT Avrist Asset Management, Tubagus Farash Akbar Farich, rencana IPO para perusahaan teknologi seperti Bukalapak, GoTo, J&T Express, dan Traveloka akan menjadi daya tarik yang besar bagi para investor, sejalan dengan perusahaannya yang berkembang cukup pesat saat ini. “Investor saat ini menyukai perusahaan yang sedang bertumbuh, hal ini selalu dilihat pada saat IPO,” kata Tubagus Farash kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Sementara itu, Kepala Riset MNC Sekuritas Thendra Chrisnanda kepada Investor Daily, Sabtu (17/7), menyampaikan, asumsi valuasi GoTo setelah IPO sangat besar, yakni berkisar US$ 35-40 miliar atau sekitar Rp 420-560 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS). Karena itu, lanjut dia, market cap GoTo nantinya akan menjadi yang terbesar kedua di BEI, di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 742 triliun dan menyalip PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sejumlah Rp 486 triliun. Setelah rights issue, BBRI diproyeksinya akan memiliki market cap Rp 564,29 triliun. Nilai tersebut datang dari asumsi harga BBRI sebelum cum date dividend adalah Rp 3.800 dengan harga teoritis Rp 3.712 dan jumlah saham beredar BBRI setelah rights issue sebanyak 152,02 miliar lembar saham.

(Oleh - HR1)


AS akan Menjadi Pusat Penambangan Bitcoin Baru Dunia

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Amerika Serikat (AS) sekarang sedang menjadi pusat kegiatan (hub) penambangan kesayangan dunia yang baru bagi para penambang bitcoin, dan tujuan penambangan terbesar kedua di planet bumi ini. Data terbaru yang dirilis Cambridge University menunjukkan kemungkinan, bahwa para penambang bicoin yang diusir dari Tiongkok berbondong-bondong menuju AS. Bahkan, jauh sebelum Tiongkok mengambil tindakan tegas terhadap para penambang ini. Tercatat hampir 17% dari semua penambang bitcoin dunia pada April 2021 atau naik 151% dari September 2020. “Selama 18 bulan terakhir, kami mengalami pertumbuhan infrastruktur pertambangan yang serius di AS. Kami telah melihat peningkatan besar-besaran dalam operasi penambangan yang ingin pindah ke Amerika Utara, sebagian besar di AS,” ujar Darin Feinstein, pendiri Blockcap dan Core Scientific, yang dikutip CNBC, pada Sabtu (17/7). “Awalnya sebanyak 500.000 rig penambang Tiongkok sedang mencari tempat tinggal di AS. Jika mereka dikerahkan, itu artinya Amerika Utara akan memiliki hampir 40% dari hashrate global pada akhir 2022,” kata Fred Thiel dari Marathon Digital.

“Para penambang besar yang diperdagangkan secara publik mampu mengumpulkan modal untuk melakukan pembelian besar,” tutur CEO perusahaan mata uang digital Foundry, Mike Colyer, yang membantu membawa peralatan pertambangan ke Amerika Utara senilai lebih dari US$ 300 juta. Colyer menambahkan, perusahaan-perusahaan, seperti operator penambangan kripto Amerika Utara, Core Scientific terus membangun ruang layanan online sepanjang musim penurunan harga kripto sehingga mereka memiliki kapasitas untuk memasang peralatan baru. “Sebagian besar peralatan baru yang diproduksi dari Mei 2020 hingga Desember 2020 dikirim ke AS dan Kanada,” kata dia. Sedangkan Alex Brammer dari Luxor Mining – sebuah wadah mata uang kripto (cryptocurrency) yang dibangun untuk penambang tingkat lanjut – menunjukkan bahwa pasar modal dan instrumen keuangan yang matang di sekitar industri pertambangan turut memainkan peran besar dalam pesatnya pertumbuhan industri di AS.

(Oleh - HR1)

Yellen akan Bahas Stablecoin dengan Regulator

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dijadwalkan melakukan pertemuan pada Senin (19/7) waktu setempat, dengan regulator Kelompok Kerja Presiden urusan Pasar Finansial (President’s Working Group on Financial Markets) untuk membahas peranan yang dapat dimainkan stablecoin dalam sistem keuangan. Menurut pengumuman yang dikeluarkan Departemen Keuangan (Depkeu) AS pada Jumat (16/7), pertemuan tersebut akan melibatkan perwakilan-perwakilan dari Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (Office of the Comptroller of the Currency) dan Korporasi Asuransi Deposit Federal (Federal Deposit Insurance Corporation). 

“Menyatukan regulator akan memungkinkan kami untuk menilai potensi manfaat stablecoin sambil mengurangi risiko yang dapat ditimbulkannya kepada para pengguna, pasar, atau sistem keuangan. Mengingat pertumbuhan pesat dalam aset digital, penting bagi lembaga-lembaga untuk berkolaborasi dalam regulasi sektor ini dan pengembangan rekomendasi untuk otoritas baru,” ujar Yellen dalam sebuah pernyataan Jumat, yang dikutip CNBC. Stablecoin sendiri merupakan mata uang digital yang dirancang agar tidak terlalu fluktuatif dibandingkan mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya dengan mengelompokkan nilai pasarnya ke aset luar, seperti dolar AS.

(Oleh - HR1)

162 Perusahaan Berminat Relokasi Investasi Rp 1.222 Triliun ke Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sebanyak 162 perusahaan dari 10 negara dengan total rencana investasi US$ 84,18 miliar atau setara Rp 1.222 triliun menyatakan minat untuk merelokasi atau ekspansi usaha ke Indonesia. Bahkan, 23 perusahaan di antaranya, dengan total rencana investasi US$ 8,13 miliar, sudah memastikan keputusan untuk relokasi atau ekspansi tersebut.

“Sampai saat ini ada 162 perusahaan yang berminat relokasi investasi ke Indonesia, termasuk dari Tiongkok,” ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman dalam webinar yang berlangsung akhir pekan lalu. Menurut Ikmal, secara keseluruhan, 162 perusahaan tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 331.060. Sedangkan 10 negara asal 162 perusahaan tersebut adalah Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, Belgia, Jerman, Swiss, dan Belanda. Ia merinci, 162 perusahaan tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, yakni sebanyak 23 perusahaan sudah pasti melakukan relokasi atau diversifikasi investasi ke Indonesia de ngan rencana nilai investasi sebesar US$ 8,13 miliar. Investasi tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 70.950. Kelompok kedua adalah perusahaan yang memiliki intensi relokasi atau diversifikasi ke Indonesia sebanyak 25 perusahaan dengan nilai investasi sebanyak US$ 35,55 miliar yang berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 103.680.

(Oleh - HR1)

Mochtar Riady: Blockchain Sangat Penting untuk Ekonomi Masa Depan

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Universitas Pelita Harapan (UPH) membuka program studi (prodi) Magister (S2) Teknik Informatika, salah satunya spesialisasi Komputasi Awan (Cloud) dan Teknologi Blockchain. Khusus Teknologi Blockchain, spesialisasi ini sangat penting diaplikasikan untuk menopang ekonomi masa depan. Founder Lippo Group Mochtar Riady pun mengapresiasi inisiatif UPH karena blockhain yang merupakan sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi kini menjadi sangat penting, khususnya untuk mencegah pemalsuan dan meningkatkan efisiensi dalam sistem keuangan. “Kita sudah menyaksikan Bitcoin menggunakan blockchain, sehingga Bitcoin menjadi suatu alat pembayaran yang tidak bisa di-hack oleh siapa pun. Ini sangat penting bagi perkembangan perekonomian dunia akan datang,” kata Mochtar, dalam webinar peluncuran prodi Magister Teknik Informatika UPH, Sabtu (17/7). Menurut dia, teknologi blockchain bisa mencegah terjadinya pemalsuan karena barang apa pun bisa terdeteksi keasliannya

Dia melanjutkan, hal yang terpenting untuk mendorong penetrasi blockchain di Indonesia, pertama, harus didorong dari pemerintah, dan kedua, dimulai dari unit-unit yang kecil. “Katakan Lippo, bisnis ini, mungkin kita bisa mulai menggunakan blockchain dalam pembukuan. Di situ bisa terus berkembang. Kalau setiap grup bisnis mempunyai pandangan begini, maka perkembangan, pertumbuhan teknologi blockchain akan sangat cepat,” ujarnya.

(Oleh - HR1)

Kenaikan Harga CPO Global Berlanjut

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional pada paruh pertama tahun ini akan berlanjut pada periode paruh kedua. Permintaan yang masih tinggi, terutama dari pasar India, menjadi pemicu kenaikan harga komoditas perkebunan tersebut. Harga CPO pada semester II-2021 diperkirakan bisa meningkat 6-8% dari semester I-2021 dan rata-rata harga komoditas itu sepanjang tahun ini tetap bertengger di angka US$ 1.000 per ton. Dalam data Bank Dunia disebutkan, harga CPO sepanjang semester I-2021 telah mencapai US$ 1.049 per ton. Angka itu jauh melebihi rata-rata harga CPO pada semester I-2020 yang hanya US$ 700 per ton. Selain itu, jauh lebih tinggi dari ratarata harga sepanjang tahun 2020 sebesar US$ 752 per ton dan sepanjang 2019 yang hanya sebesar US$ 601 per ton. Bank Dunia sendiri memproyeksikan harga CPO sepanjang tahun ini di angka US$ 975 per ton dan pada 2022 sebesar US$ 983 per ton. 

Sementara itu, harga CPO di Bursa Malaysia juga menunjukkan tren peningkatan sejak awal bulan ini. Harga CPO sempat turun jauh pada Juni dengan titik terendah RM 3.375 per ton namun pada Juli ini menunjukkan pergerakan hingga di atas RM 3.700 per ton. Harga CPO di Bursa Malaysia sempat menyentuh RM 4.500 per ton pada Mei 2021. Sementara itu, harga CPO di bursa tersebut pada Senin (12/7) mencapai RM 3.863 per ton dan terus menanjak menjadi RM 4.111 per ton pada Kamis (15/7). Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Togar Sitanggang menuturkan, harga CPO pada semester II2021 masih akan menguat de ngan kenaikan dibanding semester I-2021 di kisaran 8% dan hingga akhir tahun harga CPO tetap di angka US$ 1.000 per ton. Faktor utama yang mempengaruhi harga CPO tetap berada di level terkuatnya adalah permintaan terhadap minyak nabati dunia yang terus meningkat, terutama untuk soybean yang diekori CPO. “Harga CPO pasti akan mengikuti permintaan soy bean, jika harga soybean naik pasti harga CPO juga terdampak positif, ikut naik,” kata dia saat dihubungi Investor Daily, Jumat (16/7).

Ekonom senior Indef Fadhil Hasan mengatakan, harga CPO pada semester II-2021 akan terus menguat dan tetap stabil tinggi. Kenaikan harga CPO dipengaruhi permintaan minyak nabati global yang meningkat dan CPO menjadi pilihan komoditas yang dicari. Kebijakan India yang memangkas tarif bea masuk (BM) juga berpengaruh pada harga CPO global ditambah India merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia. Karena kondisi Covid-19 di India semakin meningkat maka pemerintahnya memberlakukan insentif pemangkasan tarif BM dan kebijakan ini berdampak positif pada pergerakan harga CPO. “Harga CPO terus membaik dan akan terus menguat hingga akhir tahun, saya tidak bisa memperkirakan pada level berapa tetapi tidak akan menurun,” ujar dia, Sabtu (17/7)

(Oleh - HR1)

Regulasi Tuna Indonesia Sudah Memadai

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Regulasi sistem pengelolaan tuna di Indonesia telah cukup lengkap dan memadai dengan mengadopsi sistem yang bersifat regional dan internasional. Dalam mengelola sumber daya ikan tuna, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi dan mengadopsi aturan internasional ke dalam hukum nasional terkait pemanfaatan tuna dan sejenisnya sehingga pengelolaan ikan tuna di Tanah Air berjalan lancar. Contoh, aturan dasar dalam United Nations Convention on The Law of The Sea (Unclos) 1982 pasal 64 telah diratifikasi Pemerintah RI melalui UU No 17 Tahun 1985 yang salah satu isinya adalah pemanfaatan dan konservasi tuna di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan laut lepas harus dilakukan melalui kerja sama internasional. Indonesia hingga saat ini juga tercatat sebagai anggota Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), ini membuktikan bahwa potensi tuna yang ada di Indonesia sangat menjanjikan. 

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Trian Yunanda mengatakan, pemerintah juga sudah membuat beberapa payung hukum pengelolaan tuna melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP). “Regulasi internasional sudah banyak yang diratifikasi. Apabila pemerintah tidak meratifikasi peraturan internasional tentang tuna ke dalam peraturan nasional maka risikonya ikan tuna asal Indonesia tidak bisa diekspor dan ditolak oleh pasar dunia, padahal tuna termasuk produk unggulan,” kata dia saat diskusi daring bertema Menuju Pengelolaan dan Keberlanjutan Produksi Ikan Tuna Indonesia, kemarin.

(Oleh - HR1)

Peta Jalan Industri, Mobil Listrik & Nasib Emiten Nikel

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Peta jalan kendaraan listrik di Indonesia sudah meluncur, berikut dengan target operasional pabrik baterai listrik. Bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja dan saham emiten produsen nikel?. Penjualan mobil listrik di dalam negeri pada semester I/2021, memang mengalami perbaikan angka ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Namun, bisnis segmen kendaraan ini bukannya tanpa kendala.Meski meningkat, angka penjualan yang berkisar 1.900 unit pada paruh pertama tahun ini, masih jauh dari kata memuaskan. Apalagi, jika ditarik ke target pemerintah.Atas situasi tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut harga sebagai faktor kunci.“Kalau ingin berkembang di Indonesia, kita perlu menekan harga mobil listrik di bawah Rp300 juta agar daya beli masyarakat dapat menjangkau,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nagoi dalam seminar daring, Rabu (14/7).

Seperti diutarakan Kementerian BUMN usai pembentukan Indonesia Battery Company (IBC) pada Maret 2021, kemitraan dari berbagai produsen kelas dunia untuk memproduksi kendaraan di Indonesia diharapkan bakal menekan harga. Begitu pula pembentukan holding baterai listrik yang bertugas menyiapkan infrastruktur pengisian daya berikut ketersediaan baterai.Khusus untuk perkara terakhir, bukan cuma Erick Thohir dan Kementerian BUMN yang memberi penegasan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitra juga yakin dengan makin agresifnya produksi baterai listrik, maka secara otomatis harga mobil listrik juga bakal lebih terjangkau. Dalam roadmap yang disebut Agus, secara spesifik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan penjualan mobil tahunan di Indonesia bisa menembus 2,1 juta unit dan ekspor 900.000 unit, atau total 3 juta unit pada 2030. Dari angka tersebut, sebanyak 20% atau 600.000 unit di antaranya ditargetkan berjenis mobil listrik.

Di sisi lain, produsen nikel seperti enggan terlambat menangkap sinyal yang dimaksud pemerintah. Seperti diketahui, komoditas tambang ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi baterai kendaraan listrik.PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) alias Antam misal, menargetkan produksi biji nikel sebanyak 8,44 juta metrik ton sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi produksi nikel perseroan yang berkisar 4,67 juta metrik ton pada 2020.Sementara itu, penjualan feronikel Antam juga ditargetkan bisa mencapai 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik dari produksi 25.970 TNi pada tahun lalu.Dari sisi penjualan, Antam mematok target bijih nikelnya terjual 6,71 juta metrik ton pada tahun ini, meningkat 104% dari realisasi penjualan 3,3 juta metrik ton sepanjang tahun lalu. Untuk penjualan feronikel, perusahaan masih mematok target 26.000 TNi atau tak beda jauh dari tahun lalu.


(Oleh - HR1)


Lonjakan Kebutuhan Oksigen dan Tabung, Harga Acuan Belum DIperlukan

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah sejauh ini belum menerbitkan regulasi mengenai harga acuan oksigen dan tabung oksigen di tengah lonjakan permintaan dan harga. Namun keputusan untuk membebaskan bea masuk terhadap dua produk esensial tersebut diharapkan dapat mempercepat terciptanya keseimbangan pasokan dan permintaan. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan mengancam pembekuan dan pencabutan izin usaha bagi badan usaha yang terbukti menaikkan barang keperluan penanganan Covid-19 di atas batas wajar.Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Fridy Juwono menjelaskan pembebasan bea masuk diberikan sebagai antisipasi pasokan. Sementara untuk tabung gas dan isotank, Indonesia merupakan net importer.“Dengan regulasi ini, perusahaan sekarang bisa melakukan impor dengan lebih leluasa. Saat ini kondisinya mirip seperti awal pandemi ketika kita membutuhkan masker tambahan impor, relaksasi diperlukan sehingga masyarakat bisa segera akses barangnya,” katanya, Minggu (18/7).Fridy mengatakan sebagian besar produksi oksigen sebelumnya ditujukan untuk industri. Oksigen pun didistribusi dalam bentuk gas melalui pipa penyaluran. Sementara itu, oksigen untuk medis memiliki kriteria bentuk cair dengan tingkat kemurnian yang berbeda.

Senada, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan sekaligus juru bicara untuk penanganan Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejauh ini belum ada regulasi harga eceran tertinggi untuk oksigen dan tabung oksigen.Dia tidak memperjelas apakah pemerintah akan menerbitkan regulasi HET dalam waktu dekat. Namun jika merujuk pada laporan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), terdapat lonjakan harga untuk oksigen portable di kisaran 16%—900% di pasaran.Adapun harga tabung oksigen ukuran 1 m3 di lokapasar bervariasi di kisaran Rp500.000—Rp700.000.Merujuk data Covid-19 Oxygen Needs Tracker yang dirilis oleh Path.org, kebutuhan oksigen harian Indonesia per 16 Juli 2021 mencapai 1,85 juta meter kubik (m3). Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan dengan kebutuhan rata-rata per 5 Juli yang berkisar di angka 1,07 juta m3 dan kebutuhan harian rata-rata pada April yang berada di kisaran 200.000 m3.Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa kebutuhan oksigen harian di Jawa Bali telah melampaui pasokan harian dari para produsen. Jika dikalkulasi, kebutuhan oksigen di wilayah tersebut mencapai 2.032 ton per hari.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor