Pengembangan Ekosistem Digital, Prospek Cerah Ilmuwan Data
Profesi ilmuwan data (data scientist) diyakini memiliki prospek cerah seiring langkah pemerintah untuk menggenjot transformasi digital dan perkembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup). Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan kebutuhan ilmuwan data terus meningkat karena basis pengambilan keputusan di semua sektor sudah harus berdasarkan data. “Kembali ke pengambilan keputusan yang tepat akan membuat sumber daya dan fokus setiap sektor kita lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan tepat sasaran dalam menjalankan bisnis,” ujarnya, Minggu (18/7/2021).
Berdasarkan data Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), sekitar 69 persen perusahaan fintech mengalami kesenjangan sumber daya manusia (SDM) di bidang ilmuwan data. Akibatnya sebagian dari perusahaan fintech merekrut tenaga kerja asing untuk untuk menambal kesenjangan tersebut. Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan profesi tersebut makin dibutuhkan lantaran maraknya kemunculan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.
“Data science merupakan profesi yang sangat dibutuhkan di Indonesia maupun mungkin di dunia. Ini adalah salah satu keterampilan yang relevan dan hampir dibutuhkan di semua startup. Di Indonesia masih banyak permintaannya ketimbang pasokannya,” ujarnya. Menurutnya, profesi data scientist sangat dibutuhkan, sebab banyak perusahaan mengandalkan penggunaan mahadata (big data) dan ilmu data (data science) yang diperlukan untuk melakukan analisis dalam memprediksi perkembangan bisnis, industri maupun bidang-bidang lain di masa depan.
(Oleh - HR1)
Sentimen PPKM Darurat, Emiten Jasa Logistik Tuai Untung
Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga akhir Juli 2021 berpotensi menjadi sentimen positif bagi emiten jasa logistik, terutama jika transaksi e-commerce makin meningkat.Pembatasan aktivitas masyarakat yang dipicu oleh pandemi memang menyebabkan banyak gerai ritel offline mengalami tekanan penjualan. Namun, hal itu tidak berarti masyarakat telah mengurangi belanja secara signifikan.
Pelonggaran pembatasan sosial sebelumnya memang sempat kembali menggairahkan transaksi offline, tetapi dengan berlakunya PPKM Darurat bulan ini, tren pergeseran ke belanja online bakal kembali berlanjut.Emiten pengantaran barang, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) atau SAP Express mengami hal itu. Sebelumnya, pelonggaran aktivitas masyarakat turut mendongkrak permintaan jasa logistik, sebab banyak pelaku usaha offline yang kembali buka dan turut membutuhkan jasa logistik.Di sisi lain, kontribusi dari segmen e-commerce tetap kuat seperti biasa. Total volume pengiriman SAP Express mengalami kenaikan sekitar 15% hingga 20% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. “Dari sisi kinerja justru mengalami peningkatan, semasa PPKM transaksi digital naik hingga 32%. Industri kurir adalah turunan dari industri e-commerce. Jadi, secara langsung atau tidak langsung peningkatan transaksi digital ini memberikan kontibusi positif terhadap kinerja kami,” urainya, Minggu (18/7).
(Oleh - HR1)Ekspor Komoditas Pertanian RI Meningkat
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 33,04% (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (yoy). Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi, dan sarang burung walet memberi sumbangsih besar dalam kinerja ekspor kita selama Juni 2021.
BPS mencatat nilai ekspor pertanian mencapai US$ 0,32 miliar, Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan bahwa capaian itu harus disyukuri dan terus optimistis untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.
Harvick menambahkan, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk sektor pertanian. Presiden Jokowi mengharapkan sektor pertanian dapat menyerap 1/3 dari dana KUR yang tersedia. Menurut data hingga bulan ini sudah Rp 40 triliun yang sudah tersalurkan.
Beban Tambahan di Pelabuhan
Sudah lebih dari sepekan pelaku usaha ekspor-impor mengeluhkan gangguan yang terjadi pada sistem layanan kepabeanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA). Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia, Subandi, berujar, gangguan pada sistem milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan ini membuat arus barang tersendat di berbagai pelabuhan.
Dampaknya luar biasa terhadap ketersediaan pasokan bahan baku, barang modal, dan barang jadi. Selain itu, gangguan CEISA menimbulkan biaya yang sangat tinggi. Bahkan ia memperkirakan efeknya masih terasa setelah sistem pulih.
Pelaku usaha harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar biaya tambahan akibat penumpukan kontainer. Kemudian Subandi dan kawan-kawan juga harus membayar biaya pemindahan lokasi serta denda demurrage (batas waktu pemakaian peti kemas). Subandi menghitung kerugian yang diderita importir bisa mencapai ratusan miliar rupiah akibat gangguan pada CEISA sejak 8 Juli lalu itu.
Dalam beberapa hari terakhir, database sistem CEISA yang dipakai Bea dan Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan. Dampaknya, beberapa aplikasi pelayanan kepabeanan dan cukai terganggu secara signifikan. Gangguan tersebut mengakibatkan layanan kepabeanan.
Penjualan Purun Meningkat Jelang Idul Adha
Kebijakan pemerintah yang mengimbau panitia kurban di Iduladha untuk tidak menggunakan kantong plastik, berimbas kepada pembelian dan pemesanan purun.
Dia mengaku orderan tas purun bertambah jelang Idul adha. Ada yang pesan seribu. Katanya mau dipakai untuk wadah daging kurban. Sehingga pesanan itu dibagi di kelompok kami. Dalam sehari ini, Hamsiah dengan keluarganya bisa membuat lima buah tas. Namun kalau orderan banyak, maka akan dibagi pergrup sehingga memudahkan penggarapan.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menjelaskan bahwa pihaknya mendukung pemakaian kantung purun untuk dijadikan wadah daging kurban dimomen lebaran dan mengimbau kepada panitia kurban tidak menggunakan kantong kresek.
Safrizal mengimbau, para pemangku kepentingan baik Lembaga/pemerintah daerah/organisasi kemasyarakatan dan panitia, agar melakukan pengurangan penggunaan kemasan kantung, botol dan gelas berbahan plastik sekali pakai.
Kongsi Tsingshan Batal, Freeport Gandeng Chiyoda
Teka-teki pelaksanaan proyek smelter PT Freeport Indonesia mulai terjawab. Pada Kamis (15/7) lalu, Freeport dan PT Chiyoda International Indonesia telah meneken kontrak kerjasama untuk kegiatan engineering, procurement and construction (EPC) proyek smelter Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengungkapkan, saat ini pengerjaan smelter di Gresik telah mencapai 7%. "Hingga Juni 2021, pembangunan Smelter Manyar sudah 7%. Kemajuan ini termasuk menyelesaikan fase front-end engineering design, dimulainya detail engineering, serta kemajuan pada penguatan atau persiapan lahan," ungkap dia kepada KONTAN, Jumat (16/7). Adapun nilai investasi untuk proyek smelter tersebut masih berada di kisaran US$ 3 miliar.Kripto : Harga Doge Koin Masih Sulit untuk Bangkit Kembali
Sempat menjadi salah satu aset kripto paling populer, kini nasib dogecoin (doge) justru tersungkur. Bahkan, kinerjanya diperkirakan sulit bangkit lagi. Merujuk coinmarketcap.com, harga doge Jumat (16/7) pada 17.15 WIB berada di level US$ 0,18 atau turun 7,09% dalam 24 jam terakhir. Sementara jika dihitung dalam sepekan, penurunannya sudah mencapai 18,33%.
Co-founder Cryptowatch dan pengelola kanal Duit Pintar Christopher Tahir melihat, prospek doge ke depan masih belum jelas. Sedari awal, mata uang kripto ini memang dibuat tanpa dasar apapun. Bahkan pembuatnya sudah dengan jelas menyatakan, doge dibuat untuk eksperimen dan iseng belaka. "Memang cukup sulit untuk melihat potensi doge, karena penggunaannya hanya sebatas pada spekulasi," kata Christopher, Jumat (16/7). Christopher menilai, Jika masih ada yang mendengungkan doge bisa menuju US$ 1, dalam jangka pendek-menengah itu adalah hal yang hampir tidak mungkin. "Kecuali, Elon berkicau ataupun harga bitcoin menguat tajam, sehingga doge dan koin lainnya mengekor," kata dia.Mobil Murah Dominasi Penjualan di Sulsel
Mobil murah ramah lingkungan atau juga dikenal dengan istilah low cost green car (LCGC) jadi incaran sebagian masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel). Apalagi masih dalam kondisi pandemi seperti saat ini membuat sebagian orang menghemat biaya untuk membeli mobil pribadi.
Data Police Registration (Polreg) periode Januari-Juni atau Semester I 2021 menunjukkan peningkatan cukup baik pada penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulsel. Penjualan 6 bulanan di angka 16.612 unit atau rerata penjualan 2.769 unitper bulan.
Dibandingkan rerata penjualan tahun lalu, hanya 2.144 per bulan. Artinya terjadi peningkatan sekitar 29 persen. Mobil LCGC Hatchback mendominasi penjualan dengan 3.837 unit atau sekitar 23,09 persen dari total penjualan 16.612 unit. Tiga pruduk dengan penjualan teratas yakni, Brio Satya, Agya dan Ayla.
Bila berkaca penjualan per bulan, Januari 2021 total penjualan hampir menyentuh angka 3 ribu unit, tepatnya 2.655 unit. Kemudian pada Maret 2021, total penjualan meningkat di angka 2.925 unit. Pada Mei kembali kontraksi sekitar 4,4 persen secara bulanan, dengan total penjualan 2.732 unit. Selama Juni, terjadi peningkatan cukup besar, di angka 3.026 unit. Angka itu naik 11 persen secara bulanan.Semester I, Realisasi Pajak di Sulsel Baru 40,39%
Tren prospek pemulihan ekonomi dijaga pemerintah melalui instrumen APBN sebagai motor penggerak utama perekonomian di daerah. Beberapa komponen fiskal periode Semester I 2021 menunjukkan perbaikan dibandingkan Semester I 2020.
Dalam rilis kinerja APBN Sulsel, target pendapatan negara sebesar Rp13,32 triliun telah terealisasi Rp5,38 trillun atau sekitar 40,39 persen. Realiasi tersebut tumbuh 1,38 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi penerimaan perpajakan yang naik 6,04 persen dengan total penerimaan perpajakan sebesar Rp4,47 triliun.
Agregat realisasi Belanja Negara sebesar Rp23,54 triliun atau sekitar 46,25 persen dari pagu Rp50,89 triliun, terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Dibandingkan dengan realisasi belanja Semester I 2020 yang sebesar Rp23,48 trillun, pada periode ini realisasi belanja naik tipis sekitar Rp53,71 miliar.
Kepala Kanwil DJPb Sulsel Syaiful mengatakan, dilihat lebih dalam, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp8,41 triliun dari pagu Rp20,36 trillun. Tingkat penyerapan pagu anggaran paling tinggi pada jenis Belanja Pegawai dan Belanja Bansos, masing-masing terserap 50,61 persen dan 41,63 persen. Dan pagu Belanja Modal yang sebesar Rp3,83 triliun telah terealisiasi Rp1,16 triliun atau setara 30,33 persen.
Keringanan Pajak Diperpanjang
Pemerintah memperpanjang waktu pemberian fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 hingga 31 Desember 2021. Fasilitas PPh tersebut diatur dalam PP 29 Tahun 2020, Dan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Pajak, perpanjangan keringanan pajak itu terus disosialisasikan ke sejumlah kalangan.
Kanwil DJP Jatim II melalui talkshow virtual dan sejumlah kegiatan dalam peringatan hari pajak, program keringanan itupun menjadi materi utamanya. Dalam talkshow virtual bersama bersama para wajib pajak dari berbagai daerah, Lusiani menyampaikan bahwa DJP terus berkomitmen melaksanakan kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, salah satunya dengan kembali memperpanjang pemberian insentif pajak hingga akhir tahun 2021.
Melalui PMK 83/2021, pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian fasilitas pajak penghasilan (PPh) dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 hingga 31 Desember 2021. Pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap insentif perpajakan yang diberikan kepada wajib pajak dalam rangka menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Para wajib pajak pun menyambut antusias kebijakan perpanjangan insentif pajak itu. Mereka berharap, kebijakan tersebut dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat luas sehingga dapat diketahui dan segera dimanfaatkan.









