Berkat Lihai Mengelola Risiko
Kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak menghambat pertumbuhan kekayaan segelintir penduduk Indonesia. Jumlah warga yang memiliki kekayaan di atas US$ 1 juta atau Rp 14,47 miliar meningkat pada tahun lalu. Berdasarkan hasil penelitian Credit Suisse Research Institute, lembaga keuangan internasional yang berbasis di Zurich, Swiss, jumlah penduduk dengan kekayaan bersih US$ 1 juta atau lebih tercatat sebanyak 171.740 orang pada 2020 atau naik 61,69 persen dibanding pada 2019.
Peneliti dari Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, berujar kelompok orang kaya dan superkaya memiliki banyak pilihan dalam mengakumulasi sumber kekayaan. Kelompok ini bisa menyesuaikan diri untuk menyelamatkan asetnya. Berkaca dari Amerika Serikat, ia memperkirakan, kenaikan kekayaan didapat dari pasar keuangan, khusunya saham. "Sektor keuangan masih merupakan salah satu sektor yang digunakan oleh orang kaya untuk mengkumulasi kekayaan," kata dia.
Adapun peneliti dari Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, berpendapat, di samping berhasil mengakumulasi kekayaan dengan mengembangkan portofolio keuangan, kelompok kaya dan sangat kaya juga sedang menahan konsumsi. "Mereka tidak jalan-jalan, sehingga secara kumulatif kekayaan mereka bertambah," kata dia. Melihat kondisi tersebut, Heri menyarankan pemerintah berfokus pada stimulus yang mendorong konsumsi masyarakat menengah atas.
(Oleh - HR1)
Modal Baru untuk Holding Pariwisata
Pembentukan induk usaha atau holding badan usaha milik negara (BUMN) bidang penerbangan dan pariwisata akan menyedot anggaran negara. Kementerian BUMN dan Dewan Perwakilan Rakyat kini tengah membahas rencana penyertaan modal negara (PMN) Rp 9,3 triliun untuk holding tersebut. Saat memaparkan rencana PMN di hadapan DPR pada 8 Juli lalu, Wakil Menteri BUMN Kertika Wijoatmodjo mengatakan pembentukan holding penerbangan dan pariwisata dimulai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2021. Aturan ini mengukuhkan PT Survai Udaara Penas (Persero) sebagai induk holding dengan nama PT Aviasi Pariwisata. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan jumlah PMN yang diusulkan pemerintah untuk BUMN hanya berfungsi untuk keperluan jangka pendek. "Jika untuk jangka panjang, yang bersifat standby masih relatif kecil."
(Oleh - HR1)
Optimalisasi Penerimaan Negara, Perburuan Pajak Youtuber Digeber
Perburuan pajak kian liar. Setelah menyasar konsumen di dunia nyata melalui penerapan skema multitarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), otoritas pajak mulai berfokus di dunia maya. Kini, bidikan panah petugas pajak mengarah ke kalangan Youtuber dan pelaku transaksi teknologi finansial.Marketplace menjadi sasaran tembak otoritas pajak ditengah suramnya prospek penerimaan akibat ekonomi yang tenggelam ke lautan resesi sejak tahun lalu. Terlebih, potensi penerimaan yang bisa digali dari marketplace cukup besar.Berdasarkan data Ditjen Pajak yang diperoleh Bisnis, potensi penerimaan pajak dari transaksi online marketplace pada tahun ini mencapai Rp3,63 triliun untuk PPN dan Rp0,91 triliun untuk Pajak Penghasilan (PPh).Angka estimasi itu diperoleh berdasarkan data Faktur Pajak atas komisi yang diterima oleh platform marketplace dalam masa pajak Januari—Desember 2019.
Dari sisi tekfin, pemerintah mencatat bahwa produk yang sangat pesat perkembangannya di Indonesia adalah fintech lending. Platform ini mempertemukan langsung pemberi dan penerima pinjaman yang sebagian besar merupakan individu masyarakat. Perkembangan serupa juga terjadi pada media sosial, yang memengaruhi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan.Berdasarkan data Hootsuite yang diolah Ditjen Pajak, pertumbuhan alokasi pelaku usaha untuk biaya promosi sepanjang 2020 (year-on-year) naik signifikan. Pengeluaran untuk iklan di media sosial tumbuh sebesar 14,4%, dan iklan melalui in-stream video tumbuh 8,6%.
(Oleh - HR1)Sistem Pembayaran, Songsong Era New Normal
Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah penggunaan uang elektronik meningkat 38,62% dari Rp145 triliun menjadi Rp201 triliun sepanjang tahun lalu. Jumlah transaksi di e-commerce juga melonjak 22,81% secara tahunan, yang terjadi bersamaan dengan transaksi digital di perbankan.Menariknya, apa yang terjadi pada 2020, ternyata baru fondasi awal saja. Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan tren pada Tahun Kerbau Logam ini tidak akan kalah mencengangkan.“Kita baru berada di awal. Ke depan, penerapan digitalisasi dalam sistem pembayaran akan makin tumbuh pesat,” ujarnya dalam seminar daring Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus dan Vaksinasi, Rabu (7/7).Fili menuturkan transaksi digital di perbankan misalnya, diprediksi menembus nominal Rp32.206 triliun hingga akhir tahun, tumbuh 19% dari realisasi 2020. Padahal, pertumbuhan transaksi ini tak sampai 2 persen tahun lalu.
(Oleh - HR1)Sektor Pertanian Disebut Jadi Penyelamat Ekonomi saat Pandemi
Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI mengapresiasi upaya dan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) selama 2 tahun terakhir, Apresiasi ini diberikan karena sektor pertanian mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dilaporkan bahwa sektor pertanian pada triwulan II 2020 tumbuh sebesar 16,24 (QtoQ) dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79% atau sekitar Rp 451,77 triliun. Lalu pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga masih tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 (YoY). Sektor pertanian sejauh ini terbukti mampu menjadi penyelamat anjloknya ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan.
Anggota Komite II DPD Christiandy Sanjaya juga mengapresiasi capaian Kementan dalam mengelola sektor pertanian selama 2 tahun terakhir. Sektor pertanian kini dinilai menjadi lebih maju, mandiri, dan modern.
Wamendag Ungkap 3 Produk Pangan RI yang Paling Diincar Pasar Ekspor
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melansir tiga produk makanan olahan asal indonesia teratas atau yang paling dicari di pasar ekspor yaitu udang kemasan, kopi instan, dan makanan olahannya.
Kita dapat lihat bahwa tiga produk makanan olahan teratas tujuan ekspor ini sangat memengaruhi kinerja ekspor kita secara keseluruhan di mancanegara.
Wamendag memaparkan untuk produk udang kemasan, pangsa pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat yang mencapai 78,8 persen. Selanjutnya Jepang sebesar 11 persen diikuti Belanda, Puerto Rico, hingga inggris.
Produk selanjutnya yakni kopi instan dengan tujuan utama ekspor atau sebesar 72,9 persen ke Filipina. Kemudian 7,2 persennya ke Malaysia, Uni Emirat Arab (3,3 persen), Singapura (1,6 persen), dan China (1,5 persen).
Aneh Tapi Nyata : Ekonomi RI Merosot tapi Orang Kaya Baru Makin Banyak
Sebuah fakta terungkap bahwa jumlah orang kaya di Indonesia pada tahun lalu semakin bertambah meskipun kondisi sedang memprihatinkan karena terjadi wabah pandemi Covid-19. Jumlah orang kaya bertambah salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga aset. Pandemi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot tetapi jumlah orang dengan kekayaan di atas US$ 1 juta meningkat tajam.
Pandemi mengakibatkan perekonomian Indonesia merosot (kontraksi). Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas USD1 juta naik tajam sebesar 61,7%, dari 106.215 orang tahun 2019 menjadi 171,740 orang.
Menurut laporan tersebut, jumlah orang kaya di tanah Air bertambah karena kenaikan harga aset. Salah satunya didorong oleh suku bunga rendah yang mendorong harga aset di pasarkeuangan. Tidak hanya di sektor keuangan, harga aset fisik seperti properti pun masih membukukan kenaikan meski lajunya melambat. Pada 2020, indeks harga hunian residensial naik 1,55% yoy (year on year).
Harga Kopi Green Bean Masih Stabil
Bisnis kopi kini sedang bagus-bagusnya. Harganya stabil di posisi Rp 50 ribu per kilogram. Menurut Founder Biji Kopi Borneo, Dwi Putra Kurniawan, harga itu adalah harga kopi dalam bentuk atau jenis Green Bean atau masih beras kopi.
"Jika sudah diolah, pastinya akan lebih mahal dari itu, " kata pria yang juga ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia Kalsel itu. Dijelaskan dia, saat ini, dirinya dan tim menggerakkan sektor ekonomi di bidang bisnis kopi dan sektor pertanian kopi.
Kopi yang kami kembangkan di Kalsel ada empat jenis yaitu, pertama. Kopi Liberika yang ada di Tanahlaut, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah dan rencana juga dikembangkan di Barito Kuala.
Dari semua jenis kopi, kemudian digarap dengan tim petani lokal dengan pola kerja sama. Kedepan kami akan mencoba mencatatkan rekor MURI terhadap pengembangan kopi empat jenis sekaligus di sebuah Kota Banjarbaru atau Kebun Kopi Edukasi dan Kabupaten HST.
Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira mendukung petani kopi di Kalsel ini dikembangkan. Sebab, menurut Fajar kopi ini punya potensi dikembangkan di Kalsel. Apalagi di sektor kopi liberika yang bisa tumbuh di rawa.
Rotan Kalteng Sampai ke Negeri Cina
Bisnis rotan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggeliat seiring kenaikkan harga jualnya. Pembeli datang langsung ke petani, bahkan banyak yang dari luar negeri.
Beberapa petani rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur, seperti di Desa Terantang dan desa lainnya di bantaran Sungai Mentaya, mengakui, permintaan rotan dari provinsi tetangga seperti Kalbar dan Kalsel. Bahkan, ada pula dari Korea dan Cina yang langsung membeli pada petani.
Abdul Kadir, satu petani rotan di Kotim, menuturkan, harga rotan memang mulai membaik sepenuhnya. Hal itu membuat kebanyakan pengepul dari Kalsel dan Kalsel mendatangi petani untuk transaksi.
Dia mengatakan, para petani rotan di Kotawaringin Timur dan Katingan, mengaku senang atas naiknya harga jual tersebut. Karena sejak adanya larangan menjual rotan mentah ke luar negeri, rotan mereka malah tak terjual karena harga hancur di pasaran.
Investasi Asing US$ 16 Miliar Siap Masuk, Pembangunan Infrastruktur Logistik Wajib Didukung Value Creation
Infrastruktur sangat
menentukan dan besar pengaruhnya
dalam dua hal penting, yaitu pengembangan ekonomi dan logistik berdaya saing. Namun, infrastruktur
tidak serta merta dapat langsung
memberikan kontribusi terhadap
kedua hal penting tersebut. Sebab, diperlukan pengembangan
pendukung lainnya atau value creation agar terwujud peningkatan
perekonomian dengan kehadiran
infrastruktur tersebut.
Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H
Sumadilaga mengatakan, di samping
pembangunan infrastruktur yang
dilakukan oleh pemerintah pusat,
ada pengembangan lain yang harus
dilakukan oleh daerah sekitarnya
untuk mendukung upaya pengembangan logistik.
“Artinya, jangan sampai setelah
dibangunnya infrastruktur tapi
terhadap land uses aktivitasnya atau
value creation-nya tidak terbangun
sehingga tidak menimbulkan value
pada daerah sekitarnya,” ungkap
Danis H Sumadilaga dalam acara
Investor Daily Summit 2021 bertajuk
“Mewujudkan Infrastruktur Logistik
yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan harian Investor Daily secara
virtual, Selasa (13/7).
Pada kesempatan yang sama,
Chief Risk Officer INA Marita
Alisjahbana menjelaskan, sejumlah investor asing sudah
berbicara dengan INA dan sudah menunjukkan minatnya
untuk berinvestasi melalui INA.
Beberapa di antaranya bersifat
government to government (G to
G) dengan nilai mencapai US$
16 miliar yang terdiri atas Uni
Emirat Arab (UAE) US$ 10 miliar, Japan Bank for International
Cooperation (JBIC) US$ 4 miliar,
dan US International Development Finance Corporation (US
DFC) US$ 2 miliar.
“Investor asing sampai sekarang sudah banyak diajak
bicara dan sudah bekerja sama
dengan INA atau sudah menunjukkan minatnya itu adalah yang
dari hubungan G to G yang
sudah sering dengar dari UEA
US$ 10 miliar, JBIC sudah mengatakan US$ 4 miliar, dari US
DFC US$ 2 miliar,” kata Marita.
(Oleh - HR1)









