Animo Investor Besar, IPO Bukalapak Dilaporkan Oversubscribed
Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
dikabarkan mengalami kelebihan
permintaan (oversubscribed) lebih dari
empat kali selama masa penawaran
awal (bookbuilding). Unicorn itu
disebut-sebut mematok harga IPO di
batas atas, yaitu Rp 850 per saham.
Menurut laporan Reuters yang
mengutip sejumlah sumber, pesanan
saham Bukalapak mencapai lebih
dari US$ 6 miliar atau Rp 87,6 triliun.
Padahal, Bukalapak menargetkan
dana hasil IPO hingga US$ 1,5 miliar
atau setara Rp 21,9 triliun. Perusahaan
all-commerce ini telah menggelar bookbuilding pada 9-19 Juli 2021.
Dari sisi penjamin emisi efek
(underwriter), Direktur Mandiri
Sekuritas Theodora Manik menyatakan bahwa animo nasabah Mandiri
Sekuritas terhadap IPO Bukalapak
sangat besar. Hal ini terlihat dari
naiknya jumlah nasabah investor
ritel baru, seiring informasi bahwa
Mandiri Sekuritas merupakan salah
satu penjamin emisi efek dalam aksi
korporasi besar ini.
“Nasabah menyambut baik, tapi
kami belum bisa bicarakan detailnya
karena bookbuilding baru selesai. Yang
pasti baik nasabah yang existing maupun nasabah baru yang berminat pada
IPO ini animonya tinggi,” kata dia.
Animo besar tersebut juga dilontarkan oleh Head of Wealth Management
Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin
Noor Hermansyah. Indikatornya
tercermin dari penambahan jumlah nasabah Mirae baru-baru ini dan banyak
pertanyaan yang muncul dari investor.
(Oleh - HR1)
Tags :
#InvestorPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023