;

Pemangkasan Anggaran: Efisiensi atau Beban Baru?

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tengah menggaungkan gerakan efisiensi dan penghematan anggaran sebagai respons terhadap kondisi keuangan negara yang kurang sehat. Instruksi Presiden No. 1/2025 meminta seluruh lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah untuk mengurangi anggaran belanja yang tidak penting, seperti seremonial, kajian, dan kegiatan yang tidak langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, pelaksanaan penghematan anggaran ini menghadapi beberapa tantangan, seperti kebocoran anggaran yang sering kali disalahgunakan untuk kepentingan pribadi pejabat atau kelompok tertentu, serta pengawasan yang kurang tegas dan konsisten. Selain itu, mekanisme evaluasi program yang belum sepenuhnya mengukur efektivitas dan dampak program juga menjadi kendala.

Meskipun penghematan anggaran sangat penting, penggunaan dana yang efisien harus dilakukan secara bijak. Penghematan harus difokuskan pada menyehatkan APBN dan memastikan bahwa dana yang ada digunakan untuk program-program yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang, pengawasan yang kuat, dan koordinasi yang solid agar pengelolaan keuangan negara dapat menciptakan ekonomi yang stabil dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.

China Ikut Bangun 1 Juta Rumah di Qatar

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah Qatar telah berkomitmen untuk berinvestasi dalam pembangunan sejuta rumah di Indonesia guna mendukung program 3 Juta Rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini akan dikerjakan oleh kontraktor utama asal China, yang sebelumnya telah memiliki pengalaman sukses bekerja sama dengan Qatar dalam proyek Piala Dunia. Namun, meskipun kontraktor utama berasal dari China, perusahaan nasional Indonesia akan dilibatkan sebagai sub-kontraktor untuk mengerjakan bagian tertentu dari proyek ini.

Kerja sama investasi antara Qatar dan Indonesia ini resmi dimulai pada Januari 2025, dengan pembangunan rumah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sekitar Jakarta. Proyek ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Dalam hal ini, berbagai kementerian dan lembaga Indonesia, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Keuangan, akan menyiapkan lahan yang dimiliki negara untuk mendukung proyek tersebut.


Qrish Di Bali Berkembang Pesat

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Penggunaan transaksi digital di Indonesia, khususnya melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mengalami peningkatan signifikan pada kuartal ketiga 2024. Volume dan nominal transaksi QRIS masing-masing melesat 112,80% (YoY) dan 121,33% (YoY), dengan jumlah pengguna QRIS tumbuh 27,61%, mencapai 1.065.370 pengguna, serta jumlah merchant mencapai 888.755 unit. Bali menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi besar dalam transaksi QRIS, meskipun sebaran merchant QRIS masih lebih dominan di wilayah selatan Bali, seperti Denpasar dan Badung.

Kepala BI Kantor Perwakilan Bali, Erwin Soeriadimadja, menekankan bahwa instansi mereka akan terus mendorong penggunaan QRIS di luar kawasan wisata utama untuk mempercepat digitalisasi. Bank Indonesia dan lembaga terkait akan meningkatkan sosialisasi, khususnya di daerah-daerah dengan jumlah merchant yang terbatas. Salah satu yang aktif mendorong penggunaan QRIS adalah Bank BRI, yang turut mengedukasi masyarakat melalui fasilitas seperti aplikasi BRI Merchant, yang memudahkan transaksi, termasuk untuk tempat ibadah.

Selain itu, meskipun penggunaan kartu ATM/debit dan kartu kredit mengalami perlambatan, transaksi QRIS menunjukkan adopsi digitalisasi yang semakin luas, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dalam sistem pembayaran. Transaksi QRIS juga turut mendukung perekonomian Bali yang diperkirakan akan tumbuh antara 5,1%—5,9% pada 2024, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Polri Bongkar Skandal Impor Ilegal

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Brigjen Helfi Assegaf berhasil mengungkap empat kasus impor ilegal yang terjadi antara November 2024 hingga Januari 2025, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp64,2 miliar. Keempat kasus tersebut tersebar di beberapa provinsi seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

  1. Kasus pertama melibatkan penyelundupan tali kawat baja dengan kerugian negara sebesar Rp21,56 miliar.
  2. Kasus kedua terkait penyelundupan rokok dengan kerugian negara Rp26,2 miliar.
  3. Kasus ketiga menyangkut penyelundupan barang elektronik yang mengakibatkan kerugian negara Rp5,6 miliar.
  4. Kasus keempat melibatkan penyelundupan sparepart palsu mobil dengan kerugian negara Rp10,8 miliar.

Keempat kasus ini menunjukkan upaya serius Polri dalam mengungkap praktik impor ilegal yang merugikan negara.



Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Kontan
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diprediksi tidak tercapai, dengan realisasi yang diperkirakan hanya sekitar 5%, di bawah target pemerintah dalam APBN sebesar 5,2%.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2024 hanya 4,91% yoy, melambat dibanding kuartal sebelumnya. Faktor utama perlambatan ini adalah melemahnya konsumsi rumah tangga, yang hanya tumbuh 4,85% yoy, lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Indikator perlambatan ini terlihat dari melemahnya pertumbuhan uang beredar M2, penjualan ritel yang hanya naik 1% yoy, serta penurunan jumlah penumpang transportasi dan penjualan otomotif. Selain itu, investasi juga melemah, terlihat dari penurunan penjualan semen sebesar 5,17% yoy, serta konsumsi pemerintah yang justru terkontraksi 1,3% yoy pada akhir 2024.

Namun, ekspor menunjukkan perbaikan, dengan pertumbuhan neto 3,88% yoy setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Sementara itu, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, lebih optimistis, memprediksi ekonomi kuartal terakhir 2024 tumbuh 5,18% yoy, dengan indikator positif dari PMI manufaktur dan keyakinan konsumen. Ia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 mencapai 5,51%, terdorong oleh Ramadan dan Idul Fitri, serta kebijakan penurunan BI-Rate dan batalnya kenaikan PPN.

Bambang Brodjonegoro, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, juga yakin pertumbuhan ekonomi 2024 tetap di atas 5%, didorong oleh momen seperti puasa, Lebaran, dan pemilu. Namun, angka tersebut masih di bawah target pemerintah 5,2%.

Prospek Cerah di Tengah Pemulihan Permintaan

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Kontan
Meskipun industri semen masih menghadapi kelebihan pasokan dan lesunya daya beli masyarakat, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masih memiliki peluang pertumbuhan, terutama dari ekspansi ke luar Jawa dan dorongan proyek infrastruktur pemerintah.

Analis Maybank Sekuritas, Kevin Halim, menilai INTP sebagai produsen semen dengan operasi yang efisien, terutama karena lokasi pabriknya yang strategis, termasuk pabrik terbesar di Citeureup dengan kapasitas 18,1 juta ton. Akuisisi Semen Grobogan semakin memperkuat posisi INTP di pasar Jawa, sekaligus membuka peluang ekspansi ke Sumatera. Kevin juga memperkirakan margin EBITDA INTP akan lebih tinggi dibandingkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dengan pangsa pasar yang tumbuh menjadi 29,6% pada 2024 dari 25,9% pada 2019.

Namun, Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga, menyoroti tantangan utama bagi INTP, yaitu oversupply semen dan ketatnya persaingan harga yang menekan profitabilitas. Meski demikian, Aditya melihat potensi pemulihan permintaan semen dari proyek pembangunan 3 juta rumah pada 2025, kelanjutan proyek IKN, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya. Ia memproyeksikan konsumsi semen domestik tumbuh 1% - 2,5% pada 2025, yang diharapkan meningkatkan rasio utilisasi INTP menjadi 60%.

Analis OCBC Sekuritas, Budi Rustanto, juga optimistis terhadap pertumbuhan INTP, didukung oleh penurunan suku bunga yang berpotensi mendorong penjualan properti. Ia mencatat bahwa permintaan semen curah meningkat di Jakarta dan Jawa Barat, terutama karena proyek infrastruktur seperti MRT, LRT, dan jalan tol.

Secara keseluruhan, meskipun INTP menghadapi tantangan di industri semen, strategi ekspansi dan dukungan proyek nasional dapat membantu perusahaan mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan profitabilitasnya dalam jangka panjang.

Proyeksi Pertumbuhan 2024 Berisiko Terkoreksi

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Kontan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan tidak mencapai target pemerintah yang ditetapkan dalam APBN sebesar 5,2%, dan hanya akan tumbuh sekitar 5%. Perlambatan ini disebabkan oleh melemahnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta konsumsi pemerintah di kuartal IV-2024.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 hanya 4,91% yoy, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,95% yoy. 

Namun, sektor ekspor menjadi faktor positif yang membantu menopang ekonomi, dengan pertumbuhan ekspor neto sebesar 3,88% yoy, setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Di sisi lain, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, Banjaran Surya Indrastomo, memiliki pandangan lebih optimistis. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 mencapai 5,18% yoy, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya. Menurutnya, permintaan domestik masih kuat, didukung oleh PMI manufaktur dan peningkatan keyakinan konsumen.

Untuk tahun 2025, Banjaran memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa mencapai 5,51%, didorong oleh Ramadan, Idul Fitri, dan penurunan BI-Rate yang memberikan stimulus ekonomi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Bambang Brodjonegoro, juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap di atas 5%, dengan dorongan dari momen pemilu serta puasa Lebaran. Namun, proyeksi tersebut masih di bawah target pemerintah sebesar 5,2%.

Meskipun pertumbuhan ekonomi 2024 tetap stabil di atas 5%, tantangan utama seperti pelemahan konsumsi domestik dan investasi harus diatasi agar ekonomi bisa mencapai target yang diharapkan pada tahun-tahun mendatang.

Perbankan Lokal Gencar Biayai Proyek EBT

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Kontan
Mundurnya Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Iklim Paris di era Donald Trump berpotensi mengurangi pendanaan asing untuk proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Namun, pemerintah dan perbankan lokal tetap berkomitmen menyalurkan kredit untuk mendukung transisi energi hijau.

Salah satu bank yang aktif dalam pembiayaan EBT adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA). EVP Corporate Communication and Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa hingga Desember 2024, BCA telah menyalurkan Rp 3 triliun untuk proyek EBT, termasuk PLTMH, PLTS, dan PLTA. Selain itu, BCA juga berkontribusi dalam pengurangan emisi CO2 sebesar 4.216 ton dan mendukung perbankan digital serta gedung ramah lingkungan. Kredit berkelanjutan BCA mencapai Rp 229 triliun, dengan pertumbuhan 12,5% secara tahunan.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga aktif dalam pembiayaan hijau. Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menyebut bahwa total pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp 190,5 triliun, dengan Rp 73,4 triliun dialokasikan untuk sektor hijau dan Rp 117 triliun untuk UMKM. BNI juga meningkatkan pendanaan melalui sustainability linked loan (SLL) sebesar Rp 6 triliun hingga Desember 2024.

Sementara itu, Bank Mandiri mencatat pembiayaan EBT sebesar Rp 10 triliun hingga September 2024, dengan Rp 7,2 triliun dialokasikan untuk kendaraan ramah lingkungan. Wakil Direktur Bank Mandiri, Alexandra Askandar, menegaskan bahwa Bank Mandiri akan terus meningkatkan pembiayaan di sektor energi terbarukan, termasuk ekosistem kendaraan listrik dan sarana penunjangnya.

Meskipun pendanaan luar negeri berkurang akibat kebijakan AS, bank-bank nasional tetap optimistis dalam mendukung sektor EBT. Melalui peningkatan kredit hijau dan inisiatif keberlanjutan, perbankan Indonesia berperan aktif dalam mendorong transisi energi dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Tak terbantahkan Lagi Tata Kelola Pekerja Migran jadi Prioritas

Yuniati Turjandini 05 Feb 2025 Investor Daily (H)

Tidak terbantahkan lagi bahwa keberadaan pekerja migran Indonesia (PMI) memiliki kontribusi signifikan ke perekonomian nasional, terutama pada penghimpunan devisa dari remitansi yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an. Kontribusi lainnya adalah turut memangkas tingkat kemiskinan dan pengangguran sehingga kesejahteraan masyarakat sejumlah daerah di Tanah Air terangkat. Ini di antaranya tergambar pada perbaikan rumah dan  kerbelanjutan sekolah anak-anak. Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, nilai remitansi PMI pada tahun 2023 tercatat sebesar US$ 14,22 atau setara dengan Rp232,71 triliun (kurs Rp 16.365/dolar AS). Nilai ini hampir dua kali lipat atau melonjak hingga 91,64% dari posisi sepuluh  tahun silam yang baru US$ 7,42 miliar atau sekitar RP 121,43 triliun.

Sementara selama 2024 hingga kuartal II, nilai remintansi PMI mencapai US$ 11,63 miliar, naik 10,34% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 10,54 miliar. Bahkan, data yang sama mengungkapkan, nilai remintansi PM selama 2023 tersebut separuh lebih atau 65,77% dari investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia pada periode yang sama yang mencapai US$ 21,62 miliar atau Rp353,81 triliun.  Sedangkan selama 2024, nilai investasi langsung asing yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 18,99 miliar, meningkat 15,23% dibandingkan nilai FDI periode sama tahun sebelumnya yang tercatat US$ 16,48 miliar.  (Yetede)

Danantara Siap Ekspansi, Pasar Menanti Aksi Nyata

Hairul Rizal 05 Feb 2025 Kontan (H)
Dengan pengesahan UU BUMN dalam Rapat Paripurna DPR, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini resmi menjadi pengelola utama BUMN di Indonesia, mengambil alih sebagian besar peran Kementerian BUMN. Dengan total aset mencapai Rp 10.000 triliun, Danantara akan mengelola tujuh BUMN utama, termasuk Pertamina, PLN, Telkom Indonesia, serta tiga bank besar (BRI, Mandiri, dan BNI).

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menyatakan bahwa pembentukan Danantara bertujuan untuk meningkatkan tata kelola dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri BUMN, Erick Thohir, menambahkan bahwa Danantara akan membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun melalui pengelolaan dividen dan investasi yang lebih optimal.

Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dan menyebut pihaknya sedang menyusun langkah awal untuk operasional Danantara. Meski belum mengungkap strategi konkret, sumber internal menyebut Danantara akan fokus pada investasi dalam negeri sebelum berekspansi ke luar negeri.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menekankan bahwa keberhasilan Danantara bergantung pada koordinasi yang baik dengan Kementerian BUMN. Ia menyarankan agar Danantara mengambil contoh dari China dalam mengelola BUMN dan memastikan sinergi antara perusahaan milik negara dan swasta. Toto juga menyoroti pentingnya pemetaan sektor prioritas investasi agar aset BUMN bisa dikelola secara optimal.

Sementara itu, Pengamat BUMN, Herry Gunawan, membandingkan Danantara dengan Temasek (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia). Ia menyoroti pentingnya kepastian apakah aset jumbo Danantara berbentuk kas atau aset lainnya, mengingat kas dan setara kas tujuh BUMN di bawah Rp 900 triliun. Herry menyarankan agar Danantara berperan sebagai katalis investasi daripada hanya berinvestasi sendiri.

Di sisi lain, Penasihat Khusus Presiden, Bambang Brodjonegoro, menegaskan bahwa Danantara tidak hanya berfungsi sebagai super holding BUMN, tetapi juga sebagai alat untuk menggunakan leverage guna menarik investasi lokal dan asing.

Danantara diharapkan bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan tata kelola yang lebih baik dan investasi yang lebih agresif, tetapi keberhasilannya akan sangat bergantung pada strategi implementasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pilihan Editor