;

Berkilau di Pasar Ekspor

Mohamad Sajili 20 Jul 2021 Koran Tempo

Kinerja ekspor mobil, baik dalam bentuk utuh maupun terurai, meningkat pada paruh pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan ekspor mobil utuh mencapai 146.985 unit pada semester I tahun ini; atau naik 39,7 persen dari semester I 2020 yang sebanyak 105.229 unit. Sementara itu, total ekspor mobil dalam bentuk terurai mencapai 52.816 unit; atau naik 135,2 persen dari 22.457 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang merupakan agen pemegang merek Toyota, berhasil mencatatkan ekspor terbesar di Indonesia. Total mobil utuh yang diekspor Toyota Manufacturing mencapai 31.506 unit sepanjang semester I tahun ini. Angka itu naik 8,5 persen dari penjualan tahun lalu yang hanya 29.042 unit. Ekspor mobil terurai pun naik 65,3 persen menjadi 34.490 unit dari sebelumnya 16.910 unit.

Adapun Honda Prospect Motor berhasil membukukan ekspor sebanyak 3.750 unit pada semester I 2020 dari yang sebelumnya hanya 2.400 unit atau naik 56,3 persen. Khusus pada Juni lalu, ekspor mobil utuh Honda tercatat sebanyak 780 unit.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Honda Prospect, Yusak Billy, berujar Honda mengekspor mobil utuh Honda Brio ke Filipina dan Vietnam. "Ekspor mobil Honda Prospect menuju dua negara tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana, " ujar Billy.

Ia pun memastikan target ekspor mobil utuh Honda masih sama dengan target yang ditetapkan pada awal tahun ini. Menurut Billy, tingkat produksi saat ini masih sejalan dengan permintaan dari negara importir. Untuk ekspor, kami mengikuti semua permintaan dari importir yang sejalan dengan pertumbuhan tiap-tiap negara.


Bank Digital Dongkrak Harga Saham

Fadilla Anggraini 19 Jul 2021 Sriwijaya Post

JAKARTA, SRIPO - Rencana sejumlah bank untuk bertransformasi menjadi bank digital disambut baik oleh para pelaku pasar. Hal tersebut terlihat dari harga saham-sahamnya yang belakangan ini melesat signifikan.

Contohnya adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang dalam sebulan terakhir sudah naik 268,8% menjadi Rp 2.720 per saham. Bank yang sebelumnya bernama. PT Bank Harda Internasional Tbk ini baru saja melaksanakan penambahan modal sebesar Rp 7,49 triliun melalui rights issue.

Rencananya, Allo Bank akan menggunakan dana tersebut untuk memenuhi modal inti minimum bank demi mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital

Selain itu, PT BPD Banten Tbk (BEKS) juga naik 2,2% dalan sebulan terakhir dan jumat (16/07/2021) melesat 8,14% menjadi Rp 93 per saham. Baru-baru ini, Bank Banten mengumumkan rencananya untuk merealisasikan layanan bank digital melalui kerja sama dengan penyedia layanan komputasi cloud, Amazon Web Services (AWS).

Tak mau ketinggalan, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga berencana bertransformasi menjadi bank yang menyalurkan kredit secara digital Dalam sebulan terakhir, saham AGRO melesat 54,24% menjadi Rp 2.090 per saham dan BBYB naik 49,76% menjadi Rp 635 per saham.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, kenaikan harga saham-saham tersebut seiring dengan tingginya ekspektasi pelaku pasar terhadap bisnis bank digital. "Pasalnya, akselerasi dari perbankan digital dimulai dapat memperkuat bisnis perbankan itu sendiri," kata Okie, Jumat (15/07/2021), 

Menurut Okie, saat ini investor berfokus pada nilai saham kedepan sehingga mahal murahnya harga saham tersebut bersifat relatif Berdasarkan realisasi kinerja per Maret 2021, harga saham BBHI saat ini mencerminkan rasio price to book value (PBV) sebesar 36,35 kali, BEKS 2.72 kali, AGRO 10.51 kali, dan BBYB 3.98 kali.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, agak sulit untuk menentukan prospek saham-saham tersebut kedepannya. Pasalnya, belum ada wujud konkret dari rencana transformasi digital bank-bank tersebut. "Mana yang pasti terwujud belum ada yang diketahui pastinya Sentimen bank digital saat ini mirip sekali dengan mobil listrik, sama-sama baru terealisasi sebagian tapi ekspektasi pasar sudah tinggi sekali ungkap William. 

Meskipun begitu, Willam tetap melihat peluang pertambahan nilai pada Saham saham tersebut.

UMKM Dominasi Implementasi QRIS

Fadilla Anggraini 19 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat implementasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) didominasi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama di wilayah kota Palembang.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel Hari Widodo di Palembang, Minggu (18/7), mengatakan, sebanyak 244.300 merchant di Sumsel yang telah terdata per Mei 2021, 95,93 % di antaranya merupakan merchant UMKM. "Ini sebagian besar didominasi Kota Palembang dengan angka 62,47 %," kata dia.

la mengatakan, dari target nasional sebanyak 12 juta merchant pada tahun ini setidaknya Sumsel telah memberikan kontribusi cukup baik.

Namun, yang menjadi perhatian saat ini bagaimana caranya agar QRIS ini bukan hanya bertumbuh pesat di Kota Palembang tapi juga di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Ini juga sesuai harapan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi.

QRIS merupakan kanal pembayaran yang telah diluncurkan pada 17 Agustus 2019. QRIS wajib diimplementasikan untuk QR pembayaran sejak 1 Januari 2020.

Sejauh ini jumlah merchant telah menyasar semua sektor di antaranya, pasar tradisional, minimarket, supermarket. masjid, gereja, pura, vihara, SPBU, pempek, instansi pemerintah, apotik, klinik, RS, dokter, hotel, Pondok Pesantren, Universitas, sekolah, kursus, donasi, songket dan lainnya.

Ke depan, BI juga mendorong penggunaan QRIS ini dilingkup pemerintah untuk mendorong transparansi keuangan. Menurutnya, untuk itu dibutuhkan dukungan dari para kepala daerah.

Sementara, mendukung penggunaan QRIS PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng ratusan gerai kopi di seluruh Indonesia untuk mengembangkan akses pembayaran dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di aplikasi mobile banking Livin by Mandiri.

SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengharapkan pembayaran dengan QRIS dapat semakin digemari dan menjadi pilihan utama bertransaksi di masa pandemi.

"Seiring dengan keinginan Bank Mandiri menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, kami akan terus menambah jumlah akseptasi pembayaran menggunakan Livin By Mandiri untuk memperluas ekosistem pembayaran cashless bagi masyarakat," ujar Josephus, belum lama ini. 

Bank Sumsel Babel juga gencar mensosialisasikan QRIS.

Direktur Kepatuhan Bank Sumsel Babel Mustakim di Palembang, mengatakan fasilitas QRIS ini akan mempermudah para nasabah serta para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam bertransaksi non tunai.

"Transaksinya nontunai artinya tidak kontak secara langsung. Artinya ini sesuai dengan kondisi saat ini, yakni adanya upaya pembatasan kontak fisik secara langsung, kata Mustakim.

Kambing Etawa Paling Laris

Fadilla Anggraini 19 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALI, TRIBUN - Penjualan hewan qurban jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap stabil meski tengah wabah Pandemi Covid-19.

Riansyah (32) penjual hewan qurban yang ada di Kelurahan Pasar Bhayangkara mengaku, bahwa pada tahun 2021 penjualan hewan qurban sama seperti tahun lalu, lantaran masih berada tengah wabah pandemi covid-19 saat ini.

"Walau tidak sesuai ekspektasi, namun Alhamdulillah hewan qurban Tahun 2021 ini penjualannya tetap stabil," ungkap Riansyah (31) penjual hewan qurban saat dijumpai di kandang ternak miliknya, Minggu (18/7).

Kendati demikian, ia mengakui untuk penjualan hewan qurban jenis kambing mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sementara hewan qurban sapi, mengalami penurunan.

Dimana, jelas dia, pada 2020 hingga kini sudah ada sebanyak 35 ekor jenis sapi dan 85 kambing 

"Namun, pada 2021 ini, penjualan kambing melonjak di angka 120 ekor, sementara sapi nurun menjadi 18 ekor. Masih ada kemungkinan untuk bertambah," kata Rian.

Dijelaskan, paling banyak dipesan itu adalah kambing jenis Etawa yang harganya kisaran Rp 5 juta sedangkan sapi Rp 17-25 juta tergantung bobot. "Tempat kami jual ini ada juga sapi Limosin yang harganya mencapai Rp 40 juta per ekor. Ini sudah laku dibeli oleh salah satu karyawan dari perusahaan BUMN," jelasnya.

Saat ini dagangannya masih tersedia puluhan ekor kambing dan belasan ekor sapi.

Selain sebagian hewan diternak secara langsung, lanjut dia, hewan qurban yang dijual ini juga didatangkan dari Provinsi Lampung.

"Hewan qurban yang kita pasarkan juga dalam kondisi sehat karena sudah beberapa kali dicek kesehatannya oleh pihak Dokter Dinas Peternakan dan Perikanan PALI," ujarnya.

Big Tech Siap Kudeta Emiten Konvensional

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Kalangan analis dan pengamat pasar modal meyakini perusahaan teknologi bervaluasi besar atau big tech bakal ‘mengkudeta’ para emiten konvensional dari singgasana kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan mencatatkan sahamnya pada 6 Agustus mendatang, tiga big tech yang bakal menyusul masuk BEI adalah GoTo, J&T Express, dan Traveloka. Hingga 16 Juli 2021, Bank Central Asia (BBCA) memimpin market cap di BEI dengan nilai Rp 745,7 triliun, disusul Bank BRI (BBRI) di urutan kedua sebesar Rp 468,9 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rp 314 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 271,4 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,1 triliun, Astra International (ASII) Rp 197,6 triliun, Unilever Indonesia (UNVR) Rp 196,5 triliun, Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Rp 170,8 triliun, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Rp 153,6 triliun, dan DCI Indonesia (DCII) sebesar Rp 140,6 triliun. Dari 10 emiten tersebut, hanya DCII yang masuk klasifikasi industri teknologi. Menurut perkiraan analis, jika jadi listing di BEI, market cap GoTo setelah IPO nanti akan sekitar Rp 560 triliun dan bakal menjadi yang terbesar kedua di BEI di bawah BBCA dan akan menyalip BBRI.

Menurut Direktur PT Avrist Asset Management, Tubagus Farash Akbar Farich, rencana IPO para perusahaan teknologi seperti Bukalapak, GoTo, J&T Express, dan Traveloka akan menjadi daya tarik yang besar bagi para investor, sejalan dengan perusahaannya yang berkembang cukup pesat saat ini. “Investor saat ini menyukai perusahaan yang sedang bertumbuh, hal ini selalu dilihat pada saat IPO,” kata Tubagus Farash kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Sementara itu, Kepala Riset MNC Sekuritas Thendra Chrisnanda kepada Investor Daily, Sabtu (17/7), menyampaikan, asumsi valuasi GoTo setelah IPO sangat besar, yakni berkisar US$ 35-40 miliar atau sekitar Rp 420-560 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS). Karena itu, lanjut dia, market cap GoTo nantinya akan menjadi yang terbesar kedua di BEI, di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 742 triliun dan menyalip PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sejumlah Rp 486 triliun. Setelah rights issue, BBRI diproyeksinya akan memiliki market cap Rp 564,29 triliun. Nilai tersebut datang dari asumsi harga BBRI sebelum cum date dividend adalah Rp 3.800 dengan harga teoritis Rp 3.712 dan jumlah saham beredar BBRI setelah rights issue sebanyak 152,02 miliar lembar saham.

(Oleh - HR1)


AS akan Menjadi Pusat Penambangan Bitcoin Baru Dunia

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Amerika Serikat (AS) sekarang sedang menjadi pusat kegiatan (hub) penambangan kesayangan dunia yang baru bagi para penambang bitcoin, dan tujuan penambangan terbesar kedua di planet bumi ini. Data terbaru yang dirilis Cambridge University menunjukkan kemungkinan, bahwa para penambang bicoin yang diusir dari Tiongkok berbondong-bondong menuju AS. Bahkan, jauh sebelum Tiongkok mengambil tindakan tegas terhadap para penambang ini. Tercatat hampir 17% dari semua penambang bitcoin dunia pada April 2021 atau naik 151% dari September 2020. “Selama 18 bulan terakhir, kami mengalami pertumbuhan infrastruktur pertambangan yang serius di AS. Kami telah melihat peningkatan besar-besaran dalam operasi penambangan yang ingin pindah ke Amerika Utara, sebagian besar di AS,” ujar Darin Feinstein, pendiri Blockcap dan Core Scientific, yang dikutip CNBC, pada Sabtu (17/7). “Awalnya sebanyak 500.000 rig penambang Tiongkok sedang mencari tempat tinggal di AS. Jika mereka dikerahkan, itu artinya Amerika Utara akan memiliki hampir 40% dari hashrate global pada akhir 2022,” kata Fred Thiel dari Marathon Digital.

“Para penambang besar yang diperdagangkan secara publik mampu mengumpulkan modal untuk melakukan pembelian besar,” tutur CEO perusahaan mata uang digital Foundry, Mike Colyer, yang membantu membawa peralatan pertambangan ke Amerika Utara senilai lebih dari US$ 300 juta. Colyer menambahkan, perusahaan-perusahaan, seperti operator penambangan kripto Amerika Utara, Core Scientific terus membangun ruang layanan online sepanjang musim penurunan harga kripto sehingga mereka memiliki kapasitas untuk memasang peralatan baru. “Sebagian besar peralatan baru yang diproduksi dari Mei 2020 hingga Desember 2020 dikirim ke AS dan Kanada,” kata dia. Sedangkan Alex Brammer dari Luxor Mining – sebuah wadah mata uang kripto (cryptocurrency) yang dibangun untuk penambang tingkat lanjut – menunjukkan bahwa pasar modal dan instrumen keuangan yang matang di sekitar industri pertambangan turut memainkan peran besar dalam pesatnya pertumbuhan industri di AS.

(Oleh - HR1)

Yellen akan Bahas Stablecoin dengan Regulator

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dijadwalkan melakukan pertemuan pada Senin (19/7) waktu setempat, dengan regulator Kelompok Kerja Presiden urusan Pasar Finansial (President’s Working Group on Financial Markets) untuk membahas peranan yang dapat dimainkan stablecoin dalam sistem keuangan. Menurut pengumuman yang dikeluarkan Departemen Keuangan (Depkeu) AS pada Jumat (16/7), pertemuan tersebut akan melibatkan perwakilan-perwakilan dari Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (Office of the Comptroller of the Currency) dan Korporasi Asuransi Deposit Federal (Federal Deposit Insurance Corporation). 

“Menyatukan regulator akan memungkinkan kami untuk menilai potensi manfaat stablecoin sambil mengurangi risiko yang dapat ditimbulkannya kepada para pengguna, pasar, atau sistem keuangan. Mengingat pertumbuhan pesat dalam aset digital, penting bagi lembaga-lembaga untuk berkolaborasi dalam regulasi sektor ini dan pengembangan rekomendasi untuk otoritas baru,” ujar Yellen dalam sebuah pernyataan Jumat, yang dikutip CNBC. Stablecoin sendiri merupakan mata uang digital yang dirancang agar tidak terlalu fluktuatif dibandingkan mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya dengan mengelompokkan nilai pasarnya ke aset luar, seperti dolar AS.

(Oleh - HR1)

162 Perusahaan Berminat Relokasi Investasi Rp 1.222 Triliun ke Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sebanyak 162 perusahaan dari 10 negara dengan total rencana investasi US$ 84,18 miliar atau setara Rp 1.222 triliun menyatakan minat untuk merelokasi atau ekspansi usaha ke Indonesia. Bahkan, 23 perusahaan di antaranya, dengan total rencana investasi US$ 8,13 miliar, sudah memastikan keputusan untuk relokasi atau ekspansi tersebut.

“Sampai saat ini ada 162 perusahaan yang berminat relokasi investasi ke Indonesia, termasuk dari Tiongkok,” ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ikmal Lukman dalam webinar yang berlangsung akhir pekan lalu. Menurut Ikmal, secara keseluruhan, 162 perusahaan tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 331.060. Sedangkan 10 negara asal 162 perusahaan tersebut adalah Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, Belgia, Jerman, Swiss, dan Belanda. Ia merinci, 162 perusahaan tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, yakni sebanyak 23 perusahaan sudah pasti melakukan relokasi atau diversifikasi investasi ke Indonesia de ngan rencana nilai investasi sebesar US$ 8,13 miliar. Investasi tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 70.950. Kelompok kedua adalah perusahaan yang memiliki intensi relokasi atau diversifikasi ke Indonesia sebanyak 25 perusahaan dengan nilai investasi sebanyak US$ 35,55 miliar yang berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 103.680.

(Oleh - HR1)

Mochtar Riady: Blockchain Sangat Penting untuk Ekonomi Masa Depan

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Universitas Pelita Harapan (UPH) membuka program studi (prodi) Magister (S2) Teknik Informatika, salah satunya spesialisasi Komputasi Awan (Cloud) dan Teknologi Blockchain. Khusus Teknologi Blockchain, spesialisasi ini sangat penting diaplikasikan untuk menopang ekonomi masa depan. Founder Lippo Group Mochtar Riady pun mengapresiasi inisiatif UPH karena blockhain yang merupakan sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi kini menjadi sangat penting, khususnya untuk mencegah pemalsuan dan meningkatkan efisiensi dalam sistem keuangan. “Kita sudah menyaksikan Bitcoin menggunakan blockchain, sehingga Bitcoin menjadi suatu alat pembayaran yang tidak bisa di-hack oleh siapa pun. Ini sangat penting bagi perkembangan perekonomian dunia akan datang,” kata Mochtar, dalam webinar peluncuran prodi Magister Teknik Informatika UPH, Sabtu (17/7). Menurut dia, teknologi blockchain bisa mencegah terjadinya pemalsuan karena barang apa pun bisa terdeteksi keasliannya

Dia melanjutkan, hal yang terpenting untuk mendorong penetrasi blockchain di Indonesia, pertama, harus didorong dari pemerintah, dan kedua, dimulai dari unit-unit yang kecil. “Katakan Lippo, bisnis ini, mungkin kita bisa mulai menggunakan blockchain dalam pembukuan. Di situ bisa terus berkembang. Kalau setiap grup bisnis mempunyai pandangan begini, maka perkembangan, pertumbuhan teknologi blockchain akan sangat cepat,” ujarnya.

(Oleh - HR1)

Kenaikan Harga CPO Global Berlanjut

R Hayuningtyas Putinda 19 Jul 2021 Investor Daily, 19 Juli 2021

Tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar internasional pada paruh pertama tahun ini akan berlanjut pada periode paruh kedua. Permintaan yang masih tinggi, terutama dari pasar India, menjadi pemicu kenaikan harga komoditas perkebunan tersebut. Harga CPO pada semester II-2021 diperkirakan bisa meningkat 6-8% dari semester I-2021 dan rata-rata harga komoditas itu sepanjang tahun ini tetap bertengger di angka US$ 1.000 per ton. Dalam data Bank Dunia disebutkan, harga CPO sepanjang semester I-2021 telah mencapai US$ 1.049 per ton. Angka itu jauh melebihi rata-rata harga CPO pada semester I-2020 yang hanya US$ 700 per ton. Selain itu, jauh lebih tinggi dari ratarata harga sepanjang tahun 2020 sebesar US$ 752 per ton dan sepanjang 2019 yang hanya sebesar US$ 601 per ton. Bank Dunia sendiri memproyeksikan harga CPO sepanjang tahun ini di angka US$ 975 per ton dan pada 2022 sebesar US$ 983 per ton. 

Sementara itu, harga CPO di Bursa Malaysia juga menunjukkan tren peningkatan sejak awal bulan ini. Harga CPO sempat turun jauh pada Juni dengan titik terendah RM 3.375 per ton namun pada Juli ini menunjukkan pergerakan hingga di atas RM 3.700 per ton. Harga CPO di Bursa Malaysia sempat menyentuh RM 4.500 per ton pada Mei 2021. Sementara itu, harga CPO di bursa tersebut pada Senin (12/7) mencapai RM 3.863 per ton dan terus menanjak menjadi RM 4.111 per ton pada Kamis (15/7). Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Togar Sitanggang menuturkan, harga CPO pada semester II2021 masih akan menguat de ngan kenaikan dibanding semester I-2021 di kisaran 8% dan hingga akhir tahun harga CPO tetap di angka US$ 1.000 per ton. Faktor utama yang mempengaruhi harga CPO tetap berada di level terkuatnya adalah permintaan terhadap minyak nabati dunia yang terus meningkat, terutama untuk soybean yang diekori CPO. “Harga CPO pasti akan mengikuti permintaan soy bean, jika harga soybean naik pasti harga CPO juga terdampak positif, ikut naik,” kata dia saat dihubungi Investor Daily, Jumat (16/7).

Ekonom senior Indef Fadhil Hasan mengatakan, harga CPO pada semester II-2021 akan terus menguat dan tetap stabil tinggi. Kenaikan harga CPO dipengaruhi permintaan minyak nabati global yang meningkat dan CPO menjadi pilihan komoditas yang dicari. Kebijakan India yang memangkas tarif bea masuk (BM) juga berpengaruh pada harga CPO global ditambah India merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia. Karena kondisi Covid-19 di India semakin meningkat maka pemerintahnya memberlakukan insentif pemangkasan tarif BM dan kebijakan ini berdampak positif pada pergerakan harga CPO. “Harga CPO terus membaik dan akan terus menguat hingga akhir tahun, saya tidak bisa memperkirakan pada level berapa tetapi tidak akan menurun,” ujar dia, Sabtu (17/7)

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor