Pengembangan Mata Uang Virtual, Membalut Kripto Dalam Sebuah Burger
Kafe Red Ruby di Seminyak, Bali punya cara unik untuk memperkenalkan produknya. Mereka menawarkan produk burger dan koktail dibalut dengan hadiah token kripto StarX.Cara baru ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan industry hospitality dengan kripto.Nantinya, poin kripto yang diperoleh sebanyak 100 token StartX untuk setiap pembelian burger dan koktail tidak dapat diperjual belikan.Kripto tersebut hanya dapat digunakan seperti poin sebagaimana ketika kita membeli di sebuah tempat belanja. Bedanya, token tersebut tidak memiliki batas waktu. Untuk saat ini kegunaan token hanya sebatas reward.Namun, kedepannya tidak menutup kemungkinan ditukar dengan kripto lain seperti bitcoin atau cryptocurrency lain dengan catatan apabila izin Startwork sudah diperoleh.“Selanjutnya, bisa diuangkan atau bisa ditransfer ke kripto wallet. Tapi itu langkah ke depannya tidak sekarang,” ujar Director Startworks Global Graham J Bristow kepada Bisnis akhir pekan lalu.Startworks Global merupakan perusahaan yang memelopori transaksi berhadiah kripto tersebut. Ditegaskan oleh Graham, saat ini kripto yang dikembangkan belum dapat difungsikan sebagai alat pembayaran pengganti mata uang rupiah. Hal ini karena Startworks masih dalam proses registrasi di Bappebti, dan ditarget sebelum Desember 2021 rampung.
(Oleh - HR1)Pembatasan Tetap Perlu
Lonjakan kasus Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat membuat utilitas dan produktivitas sejumlah sektor industri manufaktur menurun. Kendati dilematis, pembatasan tetap diperlukan untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 serta menstabilkan pemulihan ekonomi jangka panjang.
Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) mencatat bahwa kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III-2021 berpotensi melambat dengan perkiraan angka sebesar 49,89 persen. Kondisi tersebut lebih rendah dari capaian sebelumnya, yakni 51,45 persen pada triwulan II-2021 dan 50,01 persen pada triwulan I-2021.
BI memperkirakan volume produksi industri pada triwulan III-2021 akan terkontraksi dengan indeks sebesar 47,17 persen sebagai akibat dari PPKM darurat. Sebagai perbandingan, pada triwulan II-2021, volume produksi meningkat dan ada di level ekspansi 54,2 persen.
Pelambatan pada triwulan III-2021 juga diprediksi terjadi pada indikator volume pesanan barang input, yang diperkirakan menyentuh 53,52 persen meski masih dalam fase ekspansi. Indikator lain, seperti volume persediaan barang jadi dan jumlah tenaga kerja, juga diperkirakan menurun pada triwulan III-2021 karena dampak PPKM darurat.
Meski PPKM darurat juga ternyata tidak sepenuhnya efektif dalam menekan laju penularan Covid-19, kalau dilepas dan dilonggarkan kembali dampaknya justru akan lebih berbahaya bagi perekonomian.
Eko mengatakan, saati ni prioritas pemerintah adalah mengutamakan keselamatan dan kesehatan di lingkungan industri. Oleh karena itu, kami terus ingatkan industri untuk melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat supaya industri bisa bertahan dan berdaya saing.
Industri Manufaktur Minta Bisa Beroperasi
Pemerintah mewacanakan untuk memperpanjang penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Namun para pelaku usaha di sektor industri manufaktur meminta pemerintah untuk mempertimbangkan sejumlah aspek. Tujuannya agar titik keseimbangan antara upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi nasional tetap bisa berjalan secara beriringan.
Para pelaku usaha yang bernaung dalam berbagai organisasi dan asosiasi itu juga meminta agar pemberlakukan PPKM Darurat tetap memperkenankan industri manufaktur untuk bisa beroperasi dengan sejumlah syarat yang ketat.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, mengatakan, pada dasarnya para pelaku ekonomi mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk meredam laju pandemi. Namun para pelaku usaha sektor industri manufaktur juga perlu memberikan masukan dan pertimbangan kepada pemerintah terkait wacana perpanjangan kebijakan PPKM Darurat tersebut.
Arus Kapal dan Barang Meningkat di Semester I/2021
Aktivitas distribusi logistik yang perlahan membaik mencatatkan pertumbuhan arus kapal dan barang di lingkungan pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III. Pertumbuhan itu tercatat pada semester 1 tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.
VP Corporate Communication Pelindo III Suryo Khasabu menyebut pertumbuhan arus kapal dan barang di lingkungan perseroan berkisar pada angka 6-7 persen. Dia menyebut arus kapal misalnya, pada periode semester 1 2021 tercatat sebanyak 38.534 unit sementara di tahun 2020 tercatat sebanyak 36.384 unit.
Arus kapal secara satuan unit di semester 1 tahun 2021 ini tumbuh 6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk satuan gross tonnage (GT) mengalami pertumbuhan 7 persen dari 147,5 juta GT di tahun 2020 menjadi 157,9 juta GT di tahun 2021.
Pertumbuhan arus kapal dipengaruhi oleh adanya peningkatan arus kapal general cargo dalam negeri dan curah kering baik domestik maupun internasional pada Pelabuhan Gresik. Peningkatan arus kapal juga terjadi pada kegiatan kapal Ro-Ro di Pelabuhan Lembar.
Pertahankan Usaha Kripik dan Kerajinan Anyaman
Lebih Memilih Jual Gabah
Tambal Sulam Anggaran Pemulihan Ekonomi
Kementerian Keuangan melakukan pengalihan fokus (refocusing) dan realokasi anggaran untuk menambal kebutuhan program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN). Yang diminta melakukan refocusing adalah seluruh kementerian dan lembaga negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kementerian dan lembaga negara menghemat belanja barang dan belanja modal, khusus yang bersifat non-operasional. Refocusing juga menyasar sisa anggaran belanja yang belum terserap hingga 30 Juni 2021. Namun skema ini tidak berasal dari alokasi belanja pegawai, belanja operasional, anggaran tahun jamak (multiyears contract), maupun dana penanganan pandemi yang dialokasikan oleh berbagai lembaga.
Akhir pekan lalu, Sri Mulyani mengatakan negara membutuhkan tambahan Rp 55,21 triliun untuk program PCPEN tahun ini. Kebutuhan anggaran mungkin meningkat jika pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Anggaran PCPEN pun naik dari Rp 699,43 triliun menjadi Rp 744,75 triliun.
Sri menyebutkan potensi anggaran hasil refocusing mencapai Rp 26,2 triliun. Pemerintah memangkas pagu belanja perjalanan dinas, renovasi gedung, maupun dari tunjangan kinerja aparat sipil negara (ASN). Kementerian Keuangan juga menyisir daerah yang belum melakukan penyesuaian dan refocusing anggaran.
Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Said Abdullah, mengatakan, bila potensi refocusing belanja digabung dengan penarikan anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 5 triliun, akan ada Rp 31 triliun dana tambahan. DPR, menurut Said, meminta pemerintah menyiapkan skenario anggaran terburuk bila tingkat kasus harian Covid-19 tak juga reda.
Bank Pangkas Kantor Cabang
JAKARTA, SRIP0 - Perbankan semakin gencar mengembangkan layanan digital. Bahkan, bank memilih mengalihkan layanannya ke digital dari pada menambahkan jumlah kantor cabang. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan, per April 2021 jumlah kantor cabang perbankan sebayak 29.780 unit, berkurang 1.232 unit dibanding periode yang sama tahun lalu.
PT Bank Negara Indonesia atau BNI misalnya. Salah satu inisiatif BNI adalah dengan meningkatkan digital capability, baik untuk memberikan pelayanan dan kebutuhan transaksi nasabah maupun kebutuhan proses internal BNI.
Di tengah kondisi pandemi ini, BNI mengambil kebijakan yang sejalan dan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi potensi penularan. Jumlah outlet BNI yang ditutup sementara selama, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sesuai dengan zonasi tingkat risiko di masing-masing daerah," ujar Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Ronny venir, Senin (19/07/2021).
Ronny menjelaskan, BNI terus mendorong nasabahnya melalui edukasi dan program untuk shifting transaksi ke digital melalui perangkat e-channel/e-banking BNI. "Antara lain BNI memperkuat kantor cabang dengan Mesin DigiCS, Sprint dan CRM untuk memudahkan nasabah dalam membuka rekening, mengganti kartu, mencetak rekening koran dan menabung atau transfer tanpa melalui petugas bank," tambahnya.
"Untuk saat ini BNI lebih meningkatkan kapabilitas kantor dengan perangkat otomasi atau digital, dan memperkuat fungsi mobile banking sebagai channel BNI yang dapat melayani masyarakat diberbagai segmen. Dengan demikian, alokasi investasi BNI lebih ditingkatkan kepada aspek ini. Kantor cabang semakin diperkuat dengan perangkat digital yang dapat digunakan oleh nasabah secara self-service. Sehingga point of service BNI semakin luas di berbagai kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia," papar Ronny.
Beralih ke informasi dari bank lain, PT CIMB Niaga misalnya, yang dalam beberapa tahun terakhir sudah banyak mengurangi kantor cabang konvensional seiring dengan meningkatnya adaptasi digital di sektor perbankan. "Dalam limar tahun terakhir, sudah ada sekitar 150 kantor cabang konvensional ditutup," ujar. Direktur Consumer Banking CIMB Lani Darmawari baru-baru ini.
Lani juga menjelaskan, CIMB Niaga telah memiliki cabang digital lounge hingga saat ini sebanyak 37 unit terhitung per Maret 2021. "Sebagian kami konversi ke cabang digital lounge tanpa costumer service dan teller terutama di area mal, kampus dan perumahan. Ini sudah kami lakukan dalam 5-6 tahun terakhir," tambah Lani.
Kata Lani, dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, adaptasi digital semakin cepat dan investasi digital sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. "Tidak ada investasi khusus untuk digital lournge, karena semua rencana sudah termasuk bussiness as usual," jelasnya.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Persero Tbk mengakui, hingga saat ini perseroan mencermati bahwa masih terdapat layanan keuangan perbankan yang belum dapat diganti secara digital, seperti setoran tunai dan pinjaman dalam jumlah besar. "Kedepannya, BCA akan terus mengevaluasi kebutuhan masyarakat terkait kantor cabang BCA," ujar. Executive Vice President Sec- retariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn, Senin (19/07/2021).
Hera menjelaskan, jumlah kantor cabang BCA pada akhir Maret 2021 tercatat ada sebanyak 1.244 kantor cabang yang tersebar di Indonesia. "Terkait penambahan, relokasi, penutupan kantor cabang, BCA masih membuka beberapa jaringan kantor di area yang potensial. Namun, pada beberapa area yang sudah dapat tercover jaringan cabang terdekat lainnya dilakukan relokasi atau penutupan," tambah Hera.Jangan Lupa UMKM Daftar
JAKARTA, TRIBUN - ASEAN Coordinating Committee on Electronic Commerce (ACCEC) kembali menyelenggarakan event belanja online secara serentak di 10 negara ASEAN melalui ASEAN Online Sale Day.
Mengutip dari akun Instagram @djpen.kemendag Selasa (20/7/2021), acara ini diselenggarakan mulai dari tanggal 8-10 Agustus 2021. Acara ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan perlu dimanfaatkan oleh para pelaku e-Commerce Indonesia untuk memasarkan produknya yang tidak hanya kepada konsumen di pasar lokal tetapi juga pasar ASEAN melalui penawaran harga dan promo spesial.
Demi Persaingan Sehat Produk yang bisa ditawarkan pada event ini sangat beragam mencakup barang dan jasa mulai dari makanan, ke butuhan sehari-hari, perlengkapan rumah, pakaian, sampai dengan paket perjalanan, asuransi, hotel dan akomodasi secara online.
Harga Minyak Jatuh Hingga 5 Dolar AS/Barel
JAKARTA, TRIBUN - Harga minyak merosot sekitar lima dolar AS per barel pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (20/7/2021) setelah kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan produksi memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 dari varian Delta yang lebih menular mengancam permintaan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September menetap di 68,62 dolar AS per barel, kehilangan 4,97 dollar AS atau 6,8 %. Minyak berjangka Nest Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus anjlok 5,39 dollar AS atau 7,5 % menjadi ditutup pada 66,42 dollar AS per barel.
Kontrak berjangka minyak mentah WTI untuk pengiriman September menetap di 66,35 dolar As per barel atau merosot 5,21 dollar AS. Pemulihan minyak mentah selama setahun telah terhenti selama dua minggu terakhir karena prospek pasokan baru merusak kasus untuk harga yang lebih tinggi.
Dengan varian Delta dari Virus corona yang menyebar ke seluruh dunia memicu kenaikan 70 % dalam infeksi di AS minggu lalu. Masih belum jelas bagaimana varian tersebut akan mempengaruhi permintaan minyak. Konsumsi di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia, terus menguat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi India, importir terbesar ketiga, telah mengurangi impor karena kelebihan pasokan dan kekhawatiran berkurangnya permintaan.
"Pasar sangat terpaku pada potensi meledaknya varian Delta," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago. "Karena itu, kami kehabisan uang." Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, mencapai kompromi pada Minggu (18/7/2021) untuk meninggkatkan pasokan minyak mulai Agustus untuk mendinginkan harga, yang telah mencapai level tertinggi bulan ini dalam lebih dari dua tahun. "Kami masih menghadapi defisit yang signifikan dalam hal pasokan versus permintaan, tetapi untuk saat ini, tambahan barel dianggap cukup untuk mengempiskan dan membunuh reli baru-baru ini, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
Beberapa bank besar berpendapat pasar akan terus reli, dengan Goldman Sachs mengulangi pada Senin (19/7/2021) bahwa ia melihat lebih banyak kenaikan. Dikatakan, perjanjian OPEC sejalan dengan pandangannya bahwa produsen “harus fokus pada mempertahankan pasar fisik yang ketat sambil memandu kapasitas mendatang yang lebih tinggi dan mengurangi persaingan investasi."
Namun, kesepakatan OPECP menghilangkan lebih banyak pembatasan pasokan yang telah menjadi landasan pasar selama setahun. Saat ini, OPEC+ menahan sekitar 5,8 juta barel minyak mentah per hari dari pasar, angka yang akan turun 2 juta barel per hari pada akhir tahun. Jangka panjang, kapasitas produksi bebas dan tambahan dari negara-negara OPEC+ adalah alasan utama mengapa kami mnelinat minyak bergerak lebih rendah lagi." kata analis Julius Baer, Carsten Menke.








