Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Industri Perhotelan dan Restauran Perlu Suntikan Dana
Bisnis - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Makassar, Sulawesi Selatan seperti buah simalakama bagi pelaku industri perhotelan dan restoran. Di satu sisi, industri harus bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19. Namun di sisi lain ada aturan yang harus ditaati sebagai upaya menekan penularan Covid-19. Pandemi yang terjadi lebih dari setahun ini membuat kinerja industri hotel dan restoran terus merosot termasuk di Makassar. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel mencatat sejak ditetapkannya kebijakan PPKM Mikro, okupansi perhotelan maupun restoran rerata hanya mencapai 18% bahkan ada yang hanya 8%.
2021 menjadi tahun yang sulit bagi industri hotel dan restoran untuk bertahan lama karena kondisi yang makin tidak menentu. Dibandingkan denga setahun lalu, kondisi sekarang lebih berat. Pengusaha hotel dan restoran masih bisa bertahan dengan mengandalkan pencairan devisa. Diharapkan adanya uluran tangan dari pemerintah untuk memberikan insentif. Usulan tersebut juga sedang digodok oleh PHRI pusat di mana ada permintaan insentif 50% untuk karyawan, pembayaran listrik, dan lainnya. Meski tidak ada yang bisa memprediksi, diharapkan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bisa segera berakhir sehingga tidak ada lagi aturan atau kebijakan PPKM Mikro yang terus menghambat aktivitas perekonomian.
(Oleh - IDS)
Pembagian Dividen Emiten, Hujan Cuan Di Bulan Juli
Bulan Juli barangkali adalah periode paling dinanti investor publik di pasar modal pada tahun ini. Tak kurang dari 21 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan keputusannya untuk membagikan dividen cum date alias tanggal penentuan pada rentang 1-31 Juli 2021.Apabila dihitung-hitung, jumlah 21 emiten pada bulan ini naik 75% ketimbang Juli tahun lalu, yang hanya sebanyak 12 emiten.Dari ke-21 emiten tersebut, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menjadi perusahaan dengan nominal dividen per saham terbesar.Dengan total dividen dibagi Rp5 triliun, dividen yang bisa dinikmati para pemegang saham emiten rokok tersebut menyentuh Rp2.600 per saham.
“Pemegang saham akan memperoleh dividen tunai yang dibayarkan ke dalam rekening dana dan/atau bank kustodian. Konfirmasi tertulis mengenai hasil pendistribusian dividen tunai akan disampaikan oleh KSEI kepada perusahaan efek dan/atau kustodian,” tulis manajemen GGRM usai RUPS Tahunan yang menyepakati pembagian dividen, Kamis (8/7).Khusus bagi pemegang saham GGRM yang loyal menggenggam kepemilikan di emiten tersebut sejak lama, pembagian dividen ini makin terasa melegakan. Pasalnya, tahun lalu, para investor GGRM terpaksa gigit jari lantaran perusahaan memutuskan menggunakan dana laba tahun buku 2019 untuk keperluan ekspansi.Dividen GGRM kali ini juga jumlahnya tak menurun dibandingkan dividen terakhir perusahaan pada masa prapandemi. Sejak tahun buku 2015-2018, perusahaan selalu membagikan dividen senilai Rp5 triliun atau 20%-40% dari laba bersih dengan nominal dividen per saham yang juga sama persis.
Kendati dividen per saham yang dikucurkan perusahaan hanya mentok di Rp500 per saham, secara proporsi total dividen yang dibagikan produsen semen merek Tiga Roda tersebut setara Rp1,8 triliun.Apabila ditambah dengan dividen interim Rp225 per saham atau total Rp800 miliar lebih yang dibukukan perseroan pada tahun lalu, maka total dividen yang dikucurkan dari tahun buku 2020 setara Rp2,66 triliun. Jumlah tersebut sama dengan 100% laba perusahaan pada 2020, ditambah saldo laba ditahan perusahaan dari periode sebelumnya.
(Oleh -- HR1)Luhut Pandjaitan Sebut RI Dapat Tekanan Saat Mau Kembangkan Nikel Jadi Baterai
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mendapat tekanan usai melarang ekspor nikel, Menurutnya, nikel dibutuhkan untuk pengembangan industri baterai lithium di Indonesia. Dia mengatakan ketika pemerintah mulai membangun industri baterai, banyak pihak yang menekan, banyak pihak yang meminta Luhut untuk mengizinkan kembali nikel diekspor.
Indonesia sendiri memang sudah melarang nikel untuk diekspor, sebagai gantinya nikel akan fokus untuk dikembangkan alias memaksimalkan proses hilirisasi. Salah satunya, dikembangkan untuk membuat bateral lithium Luhut pernah mengatakan indonesia akan bisa memproduksi baterai lithium di 2023.
Pemerintah akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai indonesia atau indonesia Battery Corporation (IBC) kerja sama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).
Pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.
Pengusahas Katering Berharap Bantuan, 1.300 Toko Ritel Tutup
Bisnis katering pernikahan menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 karena pembatasan pemerintah. Hal ini karena menurunnya acara resepsi pernikahan karena adanya larangan kerumunan.
Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) kota Bandung Disa Sandhi (Celdi Catering) mengharapkan pemerintah bisa memberikan solusi untuk para pelaku usaha katering ini. Pasalnya hal ini benar-benar berdampak besar untuk pelaku usaha, pegawai, sampai klien. Dia mengatakan di Bandung ada sekitar 200 usaha katering yang tergabung dalam PPJI.
Disa mengungkapkan pelaku usaha katering ini tak pernah diminta pendapat oleh Pemda setempat terkait langkah atau kebijakan pembatasan berikutnya. Menurut Disa, bantuan-bantuan atau insentif yang diberikan oleh pemerintah juga tidak merata, Oleh karena itu bantuan tak bisa membantu para pelaku usaha katering.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey mengungkap sudah ribuan toko ritel yang tutup pada 2020 dan ratusan toko ritel yang tutup di tahun ini. Hal itu tidak lepas dar dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.
Roy menjelaskan dengan data indikatornya bahwa pada 2020 ada 5-6 toko ritel yang tutup setiap harinya, jika ditotalkan kira-kira sudah ada 1.300 toko ritel yang tutup imbas pademi. Kemudian tahun ini, pada tiga bulan pertama ada 1-2 toko ritel yang tutup per harinya, sehingga totalnya sekitar 1. 500. Dengan kondisi tersebut, Roy pun memerkirakan kerugian yang didapat oleh pengusaha ritel setelah adanya penutupan kerugian pengusaha pun bisa miliaran.
Roy meminta pemerintah bisa memprioritaskan pengusaha ritel agar sektor ritel tidak mati bahkan berdampak pada usaha lainnya. Roy mengatakan jika ritel tutup maka juga berdampak pada pabrik makanan dan minuman yang juga akan terdampak.
Sebentar Lagi Perdagangan RI-China Tak Pakai Dolar AS
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah merampungkan seluruh persyaratan maupun teknis operasional antara China dan Indonesia. Indonesia telah sepakat membentuk kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung atau local currency settlement (LCS).
Kesepakatan ini telah diteken pada September tahun lalu. LGS diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara. Gubernur Perry Warjiyo mengungkapkan bahkan bank sentral sudah menunjuk bank dan mekanisme teknis sudah diselesaikan.
Perry mengungkapkan operasional atau implementasi ini disatukan dengan program pendalaman pasar keuangan. Dengan demikian, bank-bank yang disepakati dan ditunjuk LCS ini tak hanya memfasilitasi perdagangan dan investasi yuan dan rupiah tapi juga diarahkan untuk diimplementasikan program pendalaman pasar uang.
Harga Porang dan Walet Tinggi, Banyak Petani di Sulsel Naik Haji
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif mengatakan berkat bantuan Kementerian Pertanian, porang dan walet kini menjadi primadona di Sulsel, Bahkan, harga jual porang dan walet yang cukup tinggi membuat banyak petani yang naik haji.
Saat mendampingi kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, Syahruddin mengatakan masyarakat Sulsel sebenarnya sudah lama memproduksi porang dan walet. Hanya saja waktu itu harganya tidak semahal sekarang. Dan sekarang harganya cukup tinggi, sehingga banyak petani yang naik haji gara gara menanam porang dan walet.
Syahruddin berjanji akan mendukung gerakan pemerintah untuk menghidupkan dan mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Khususnya untuk komoditas porang dan walet. Hari ini gerakan tanam porang bersama Pak Menteri akan dimasifkan, Ini luar biasa dan berkah buat masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat kabupaten Pangkep. Indonesia saat ini memiliki unggulan ekspor yang bisa mendongkrak ekonomi nasional.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemkab Pangkep mulai menggarap lahan porang di Kampung Celai, Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Sulawesi Selatan. Ada kurang lebih mencapai 550 hektare lahan porang yang digarap dari total 1000 hektare lahan yang disiapkan di dua kecamatan.
Gairah Transaksi di Bursa Komoditas
Volume transaksi komoditas di bursa berjangka masih bergairah dan cenderung stabil pada masa pandemi Covid-19. Emas mendominasi transaksi bursa.
Di Bursa Berjangka Jakarta (JFX), transaksi selama semester I 2021 mencapai 4 juta lot atau relatif sama dengan semester I 2020. Dia menargetkan transaksi hingga 11,1 juta lot hingga akhir tahun nanti.
Menurut Stephanus, hingga akhir tahun nanti, kontrak emas Loco London masih akan mendominasi volume transaksi di JFX. Sebab, harga mineral tersebut masih berpotensi meningkat secara global. Kontrak komoditas lainnya dia perkirakan fluktuatif pada semester kedua, sehingga berpotensi dijadikan momentum untuk mengambil untung oleh para investor.
Transaksi multilateral Bursa Berjangka Jakarta hingga Juni lalu sebanyak 798.228 lot. Angka itu turun jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 806.473 lot. Namun sejumlah produk multilateral mengalami kenaikan signifikan. Stephanus mencontohkan kontrak kakao naik 53 persen menjadi 32.610 lot dari 15.313 lot pada periode yang sama tahun lalu.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat bursa berjangka dalam negeri mengalami tren positif sejak beberapa tahun terakhir. Setidaknya, sejak empat tahun terakhir, volume transaksi di bursa berjangka rata-rata tumbuh 17,68 persen.
Perubahan PPnBM menjadi PPN akan Berlaku secara Bertahap
Pemerintah bakal mengganti skema pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi pajak pertambahan nilai (PPN). Rencananya, kebijakan ini akan dimulai bertahap. Pasal 7A Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), pemerintah akan menerapkan multi tarif PPN yakni 5% untuk barang yang dibutuhkan masyarakat dan 25% untuk barang mewah. Tarif PPN tertinggi itulah yang akan mengakomodasi pengenaan barang yang jadi objek PPnBM yang berlaku saat ini.
Berdasarkan Naskah Akademik RUU KUP, implementasi perubahan skema pengenaan PPnBM atas penyerahan barang kena pajak (BKP) yang tergolong mewah menjadi pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi akan diberlakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama, pengenaan tarif PPN lebih tinggi akan diberlakukan bagi kelompok BKP yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor. Terhadap BKP yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor akan tetap dikenakan PPnBM. Tahap kedua, pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi terhadap kelompok BKP yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor. Artinya, pada tahapan ini kendaraan bermotor tak kena PPnBM.Ekonomi Sulit, Masyarakat Mulai Menguras Tabungan
Ekonomi negara sedang sulit. Pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua, menyebabkan masyarakat semakin susah menabung. Pendapatan yang kian seret sebagai dampak dari berbagai pembatasan aktivitas masyarakat, membuat simpanan nasabah bank cenderung stagnan. Menilik data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Mei 2021, pertumbuhan nominal dari berbagai tiering nyaris stagnan. Bahkan di bawah Rp 100 juta terkontraksi 0,5% dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan simpanan semua tiering nominal di awal Januari 2021 dibanding bulan sebelumnya kompak turun.
Di lain sisi, Mandiri Institute memantau secara historis belanja masyarakat menurun akibat berbagai pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat oleh pemerintah. "Cakupan penerapan pembatasan di berbagai kawasan meliputi Jawa dan Bali membuat indeks belanja kontraksi," tulis Mandiri Institute dalam risetnya. Fakta ini klop. Masyarakat semakin irit belanja karena pegangan uang mereka sudah menipis. Bahkan kemungkinan ada yang sudah "mantab" alias makan tabungan. Ekonom dan Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai, tabungan saat ini bukan lagi untuk investasi. Bila ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi, dana harus ditempatkan ke instrumen investasi.Minat Berinvestasi di Pasal Modal Melonjak
Seiring tren penurunan suku bunga, masyarakat, terutama generasi milenial, makin tertarik berinvestasi pada instrumen obligasi dan saham. Imbal hasil kedua instrumen pasar modal tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito perbankan yang terus menurun.
Kondisi tersebut salah satunya terindikasi dari meningkatnya jumlah investor di pasar modal. Di Mandiri Sekuritas, misalnya, jumlah nasabah per Juni bertumbuh 73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah rekening dana nasabah pun bertumbuh 75 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu ditopang oleh investor baru dari generasi milenial dan generasi Z yang bertumbuh 91 persen secara tahunan. Naiknya jumlah investor mendorong lonjakan frekuensi transaksi harian hingga 220 persen secara tahunan. Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim menjelaskan, kenaikan jumlah investor dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada obligasi dan saham.









