;

Pengusahas Katering Berharap Bantuan, 1.300 Toko Ritel Tutup

Ekonomi Mohamad Sajili 23 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru
Pengusahas Katering Berharap Bantuan, 1.300 Toko Ritel Tutup

Bisnis katering pernikahan menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 karena pembatasan pemerintah. Hal ini karena menurunnya acara resepsi pernikahan karena adanya larangan kerumunan.

Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) kota Bandung Disa Sandhi (Celdi Catering) mengharapkan pemerintah bisa memberikan solusi untuk para pelaku usaha katering ini. Pasalnya hal ini benar-benar berdampak besar untuk pelaku usaha, pegawai, sampai klien. Dia mengatakan di Bandung ada sekitar 200 usaha katering yang tergabung dalam PPJI.

Disa mengungkapkan pelaku usaha katering ini tak pernah diminta pendapat oleh Pemda setempat terkait langkah atau kebijakan pembatasan berikutnya. Menurut Disa, bantuan-bantuan atau insentif yang diberikan oleh pemerintah juga tidak merata, Oleh karena itu bantuan tak bisa membantu para pelaku usaha katering.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey mengungkap sudah ribuan toko ritel yang tutup pada 2020 dan ratusan toko ritel yang tutup di tahun ini. Hal itu tidak lepas dar dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Roy menjelaskan dengan data indikatornya bahwa pada 2020 ada 5-6 toko ritel yang tutup setiap harinya, jika ditotalkan kira-kira sudah ada 1.300 toko ritel yang tutup imbas pademi. Kemudian tahun ini, pada tiga bulan pertama ada 1-2 toko ritel yang tutup per harinya, sehingga totalnya sekitar 1. 500. Dengan kondisi tersebut, Roy pun memerkirakan kerugian yang didapat oleh pengusaha ritel setelah adanya penutupan kerugian pengusaha pun bisa miliaran.

Roy meminta pemerintah bisa memprioritaskan pengusaha ritel agar sektor ritel tidak mati bahkan berdampak pada usaha lainnya. Roy mengatakan jika ritel tutup maka juga berdampak pada pabrik makanan dan minuman yang juga akan terdampak.


Tags :
#Pengusaha
Download Aplikasi Labirin :