Akhir 2021, Asia Tenggara Diprediksi Miliki 350 Juta Konsumen Digital
Laporan Facebook dan Bain Company memprediksi lebih dari 70 juta orang telah berbelanja daring (online) di enam negara dalam kawasan Asia Tenggara, sejak pandemi Covid-19 dimulai. Laporan ini juga menyebutkan jumlah konsumen digital diproyeksi mencapai 350 juta hingga akhir 2021. Jumlah tersebut dipicu dorongan pemerintah yang meminta warga negaranya untuk tetap berada di rumah guna memperlambat penyebaran Covid-19. Alhasil, Asia Tenggara memperlihatkan adopsi pesat dalam hal layanan digital, seperti e-commerce, pengiriman makanan, dan metode pembayaran online. Tren ini pun kemungkinan terus berlanjut. Laporan yang dilakukan Facebook dan Bain melibatkan lebih dari 16.000 responden kawasan Asia Tenggara yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Diantara negara-negara yang di survei, laporan Facebook dan Bain mengungkapkan bahwa Indonesia-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara- Terus mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi. Populasi konsumen digitalnya diprediksi tumbuh sekitar 15% dari 144 juta 2020 menjadi 165 juta pada 2021. Disisi lain masih banyak bagian negara Asia Tenggara yang bergulat dengan kebangkitan Covid-19 karena varian delta yang sangat menular. Hal ini diperburuk dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah di beberapa negara berkembang. Ditambah lagi dengan aturan karantina (lockdown) yang selang-seling, dan pembatasan pergerakan yang menyulitkan konsumen untuk mengunjungi toko-toko fisik, sehingga mendorong banyak pasar e-commerce berkembang pesat.
Menyusul semakin banyaknya pembelian yang dilakukan secara online, layanan teknologi keuangan (Financial teknologi/fintech) seperti "beli barang, bayar nanti", dompet digital dan mata uang kripto juga ikut meluas. Laporan mengatakan, dompet digital adalah pemilihan pembayaran yang disukai oleh 37% responden, dibandingkan dengan 28% yang masih memilih memakai uang tunai, 19% untuk kartu kredit atau debit, dan 15% untuk transfer bank. Warga nagara di Philipina, Malaysia, dan Vietnam disebut mengalami peningkatan terbesar dalam hal adopsi dompet digital, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 133%, 87%,dan 82%.
Penjualan Pangan Lewat E-Commerce Diprediksi Rp 180 T
Penjualan produk pangan segar melalui perdagangan elektronik (e-commerce) diprediksi mencapai Rp 21 triliun tahun ini. Jumlah ini akan terus meningkat menjadi Rp 180 triliun lebih dalam lima tahun ke depan. "Hal tersebut menunjukkan, porsi penjualan pangan melalui e-commerce walaupun masih kecil, tetapi tumbuh sangat pesat," Kata Menteri Perdagangan (mendag) Muhammad Lutfi di jakarta, Kamis (16/9). Dia mengatakan hal itu saat Kementerian BUMN meluncurkan pemasaran produk beras premiun Rania dan minyak goreng, gula pasir, teh, serta kopi merek-merek Nusakita di aplikasi Warung Pangan di kantor BGR Kogistics Drive DKI Jakarta.
"Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan peningkatan kebutuhan fasilitas rantai pendingin untuk pangan hingga 16% per tahun. bahkan, pada industri farmasi peningkatannya mencapai 115%. " Menurut Mendag, pasar rantai pendingin global diperkirakan tumbuh dari US$ 212,25 miliar pada 2020 menjadi US$ 239,67 miliar pada 2021 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 12,93%. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, Kementerian BUMN memastikan holding pangan sebagai stabilisator untuk menjaga harga agar tetap stabil di masyarakat.
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Arief Prasetyo Adi mengatakn, BUMN klaster pangan pokok melalui kerjasama distribusi pangan tengah melakukan pengembangan hilirisasi produk petani. "Kami menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok melalui kerja sama distribusi pangan melalui mitra ritel daring, salah satunya Warung Pangan. Kami berharap pelaku usaha usaha UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi roda perekonomian usahanya, Selain itu, nantinya juga diharapkan lebih banyak lagi pelaku UMKM yang masuk kedalam ekosistem digital," jelas Arief. (yetede)
Akhir 2021, Indonesia Miliki 165 Juta Konsumen Digital
Facebook dan Bain & Company, menerbitkan laporan bertajuk SYNC Southeast Asia untuk mendalami tren ekonomi digital dan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pada akhir 2021, Indonesia disebut akan punya 165 juta konsumen digital, bertumbuh 14,58% dibandingkan 144 juta akhir tahun lalu. Menurut Facebook, Bain & Company, pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 12,9% dibandingkan pada akhir 2020 sekitar 310 juta. Artinya, hampir 80% konsumen Asia Tenggara akan beralih ke ranah digital pada akhir tahun ini. Sementara itu, ada 165 juga konsumen digital di Indonesia pada akhir tahun ini, naik 14,58% dibandingkan 144 juta pada akhir tahun.
Country Director Facebook Indonesia Pieter Lydian mengatakan, melihat perjalanan belanja online konsumen di Indonesia dan gaya hidup digital yang semakin berkembang, sangatlah penting bagi pengelola platform dan pemilik merek untuk mengatur kembali strategi guna berinteraksi dengan konsumen. "Langkah ini akan menghadirkan peluang bisnis untuk membangun merek dan terhubung dengan konsumen. Di Facebook, kami menghadirkan solusi bagi bisnis untuk membantu orang dengan mudah menemukan dan membeli hal-hal yang disukai," ujar Pieter, dalam pernyataannya, Kamis (16/9). Selain itu, mereka membeli lebih banyak kategori secara online. Responden yang disurvei mengaku kini membeli secara online dengan rata-rata 8,8 katagori, 70% lebih tinggi dari rata-rata 5,1 yang terlihat pada 2020.
Di sisi lain, Facebook, Bain & Company juga memaparkan bahwa gaya hidup home-centric semakin mengakar di Indonesia. Laporan ini memprediksi bahwa sekitar 85% waktu yang dihabiskan untuk makan di rumah dari jasa antar makan tetap berlanjut pasca pandemi Covid-19. Media sosial juga diakui tetap menjadi saluran teratas untuk fase pencarian produk di Indonesia, terutama untuk produk di Indonesia, terutama untuk video di media sosial (19%). Facebook juga berharap dapat berperan positif dalam mendukung bisnis di Indonesia untuk bereksperimen dengan fitur jual- beli seperti shops.
Laporan menunjukkan bahwa disrupsi lebih terlihat pada sektor kesehatan dan pendidikan. Karena, kedua sektor tersebut berkembang pesat untuk beradaptasi dengan kebiasaan konsumsi konsumen di rumah, seperti kegiatan belajar-mengajar dan telemedice. "Nilai transaksi bruto (GMV) e-commerce tumbuh lebih dari 60% setiap tahun dan harapannya akan lebih banyak ruang untuk pertumbuhan ritel digital seiring dengan semakin banyak konsumen yang berbelanja online," pungkas Partner dari Bain & Company Edi Widjaya. (yetede)
Bappenas: Baru 22,4% Korporasi Jalankan Beneficial Ownership
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) menyatakan, hingga Agustus 2021 baru 22,36% perusahaan di Indonesia yang telah menerapkan transparansi soal pemilik manfaat (beneficial ownership/BO) dari perusahaan. Penerapan BO ini masih belum dipahami dan menjadi tantangan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga diseluruh dunia. "Sayangnya baru 22,36% korporasi (di Indonesia) yang melakukan transparansi data (beneficial ownership), ini karena terdapat perbedaan pemahaman," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Webinar Stranas PK Transparansi Benefial Ownership, Bangun Iklim Usaha Yang Transparansi pada Kamis (16/9). Menurut dia, pemerintah sudah memberikan dukungan regulasi tetapi masih terjadi kendali saat pelaksanaan di lapangan. Selain dari pemerintah, implementasi keterbukaan BO ini juga perlu dukungan pemangku kepentingan lain termasuk perusahaan agar ikut aktif dalam menjalankan kebijakan beneficial ownership.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pihaknya sangat mendukung kalangan pengusaha untuk menerapkan tranparansi beneficial ownership. Dia mengatakan, ada sejumlah keuntungan bagi korporasi yang menjalankan kebijakan tersebut. "Kadin Indonesia sebagai rumah dari pengusaha mikro, kecil, menengah sampai besar melihat, beneficial ownership ini adalah yang sangat penting bagi komitmen kita sebagai bangsa," ujar Arsjad pada kesempatan yang sama. Sejumlah keuntungan itu adalah pertama, langkah itu akan menjadi bukti yang menunjukkan komitmen transparan dari korporasi. Menurut Arsjad korporasi yang mengungkapkan beneficial ownership akan dipandang propemberantasan terorisme. Selain itu, ada suatu nilai positif yang akan didapatkan oleh perusahaan, contohnya yield yang lebih menggantungkan saat menerbitkan obligasi. "Ini sangat korporasi apalagi kalau kita bicara soal investor," ucap Arsjad. (yetede)
Wajib Pajak UMKM Meningkat Jadi 2,31 Juta
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, pertumbuhan wajib Pajak UMKM mengalami peningkatan sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan dari usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu. PP tersebut memberikan skema kemudahan dan insentif bagi UMKM dengan mengurangi tarif pajak penghasilan (PPh) final menjadi 0,5%. Oleh sebab itu, Wajib Pajak UMKM pada 2016 mencapai 1,45 juta, pada 2019 tumbuh menjadi 2,31 juta wajib pajak atau naik 59%.
"Melalui skema pajak dalam PP Nomor 23 Tahun 2018, UMKM mendapatkan beberapa manfaat penting, yaitu penghitungan pajak dengan cara yang mudah dan sederhana, beban pajak yang lebih ringan, tarif rendah yang memotivasi kemudahan berwirausaha, peningkatan kepatuhan sehingga UMKM lebih bankable dan akses UMKM naik kelas lebih terbuka," ucap Teten dalam webinar "Aspek perpajakan Akuntansi, dan Digital Marketing untuk UMKM," Kamis (16/9). Dia mengatakan, pelaku UMKM merupakan potensi wajib pajak yang sangat besar. Jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit atau 99,9% dari populasi pelaku usaha dengan kontribusi terhadap produk domestik Bruto (PDB) sebesar 61.7%
"Akan tetapi, meski jumlah wajib pajaknya sudah meningkat, kontribusi pajak UMKM tercatat masih sangat rendah," kata Teten. Ia mendorong kepatuhan wajib pajak UMKM dengan adanya skema penyederhanaan penghitungan, pelaporan, dan pengenaan satu jenis pajak untuk UMKM. Selain memberikan pengurangan PPh final menjadi 0,5% PP Nomor 23 Tahun 2018 juga memberikan alokasi waktu yang dapat digunakan UMKM belajar pembukuan dan pelaporan keuangan yaitu tujuh tahun untuk WP perorangan, empat tahun untuk WP badan usaha berbentuk koperasi, CV, atau Firma, dan tiga tahun untuk WP badan berupa PT. (yetede)
Blibli Akuisisi Supra Boga Lestari
Perusahaan e-commerce milik Group Djarum, PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menjadi pengendali baru PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), setelah mengakusisi 51% saham emitan yang mengoperasikan supermarket Ranch Market, Farmest Market, The Gourmet by Ranch Market, dan Day2Day by Farmers Market tersebut. Adapun BliBli mengakuisisi kepemilikan dari tujuh entitas pemegang saham Supra Boga, yakni PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Eka Putra Mandiri, Kusumodjojo, Suhamo Kusumodjojo, dan Herman Siswanto. "Tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem perseroan sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia." ungkap management dalam keterangan resmi, Kamis (16/9).
Rencana pengambilalihan ditargetkan selesai selambat-lambatnya 40 hari kalender sejak penandatanganan perjanjian atau tanggal lainnya sebagaimana telah disepakati oleh para pihak. Sampai dengan tanggal pengumuman negosiasi ini, perseroan tidak memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, saham-saham yang telah diterbitkan oleh Supra Boga. Secara terpisah, CEO&Co-founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan, akuisisi Supra Boga Lestari merupakan bentuk komitmen Blibli dalam mempercepat pengembangan dan perluasan ekosistem bisnis sebagai salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia.
"Di Blibli, formula terpenting menjalankan bisnis adalah kualitas layanan, inovasi, kolaborasi. Diperkuat dengan ekosistem teknologi bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G, Blibli terus fokus membangun kepercayaan, memberikan pengalaman ritel terbaik, memastikan kebutuhan pelanggan, memberdayakan mitra bisnis, dan menciptakan inovasi solusi nyata," katanya kepada Investor Daily. Disisi lain, Blibli.com dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public of fering saham pada awal tahun 2022. Perusahaan akan bekerja sama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki kemungkinan penjualan saham ke publik tersebut. (yetede)
Hotel Smart Pangkas Harga Kamar
LUBUKLINGGAU - Hotel Smart Lubuklinggau siap menyambut event-event besar di Kota Lubuklinggau. Sepanjang September 2021, pihaknya pun promo harga kamar berupa diskon 50 persen. Manajer Operasional Hotel Smart, Sherly Susanti, mengatakan promo ini untuk meningkatkan okupansi hotel.
"Kamar standar yang tadinya di harga Rp525 ribu per malam, kami beri diskon 50 persen Cukup bayar Rp250 ribu. Itu sudah termasuk breakfast dan free berenang" jelasnya, kemarin (17/9).
Tak hanya soal harga yang kompetitif, pihaknya juga memberikan kenyamanan dan keamanan, terutama di masa pandemi Covid-19. "Kita secara ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tamu yang masuk wajib memakai masker, di pintu masuk disiapkan thermogun pengukur suhu tubuh tamu, bilik disinfektan, dan tempat cuci tangan," tegasnya.
Untuk menghindari kerumunan, sarapan pagi tamu pun diantar ke kamar. "Resto tetap kita buka dengan tetap menerapkan prokes," lanjutnya. Di masa PPKM Level 11 di Lubuklinggau, pihaknya juga sudah membuka ballroom dengan kapasitas terbatas.
"Kapasitas ballroom kita 1.500 orang, namun kita batasi kurang dari 50 persen. Ya paling diisi 500-600 orang saja, katanya. Begitu pun ruang meeting sudah mulai dibuka, dengan kapasitas 50 persen.
Penyelenggaraan event di Kota Lubuklinggau ikut meningkatkan kunjungan tamu. Karena itu, pihaknya mengapresiasi jika dalam waktu dekat Kota Lubuklinggau menjadi tuan rumah peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpenas) Ke-14. Dalam event tingkat Provinsi Sumsel tersebut akan ada Pameran Property pada 24-30 September.
"Ya kami senang dan mendukung adanya penyelenggaraan event di Lubuklinggau. Kami berharap bisa meningkatkan okupansi, sebab di event itu ada potensi tamu yang akan menginap," pungkasnya.
Ekspor Sumsel Naik 14 Persen
PALEMBANG - Meski dalam situasi pandemi Covid-19, pertumbuhan ekspor Sumsel cukup menggembirakan. Diiringi peningkatan ekspor beberapa komoditas. Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya bersyukur situasi pandemi terus turun, aktivitas ekspor ke Singapura dan peti kemas meningkat.
"Saya bangga dengan kapasitas Pelabuhan Boom Baru saat ini yang sudah lebih tinggi dari Pelabuhan Lampung," ujarnya saat memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Ke-50 Tahun di Dermaga Pelindo II Cabang Palembang, Jumat (17/9).
Harapannya ini terus didorong dengan dibangunnya Pelabuhan Samudra Tanjung Api-Api. "insya Allalh, ground breakingnya dicanangkan Presiden akhir tahun ini, jelas Mawardi. Progresnya saat ini sudah pada hasil Kepres Presiden.
Dia menilai, banyak pelabuhan provinsi lain yang memiliki peralatan dan fasilitas. Namun sejak pembangunan Pelabuhan Boom Baru justru belum pernah tersentuh perbaikan. Karena itu, harapannya Pelabuhan di Tanjung Api-Api segera terealisasi.
General Manager PT Pelindo lI Cabang Palembang, Silo Santoso, mengungkapkan pertumbuhan ekspor Sumsel cukup menggembirakan. "Ekspor kita semester 1 tahun ini meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Pada kondisi pandemi, ekspor masih bisa terlayani, sehingga pertumbuhannya positif," tukasnya.
Kebanyakan komoditas yang diekspor pertanian, seperti karet dan kelapa yang memberi kontribusi besar, selain minyak CPO. Hampir 80 persen didominasi ekspor karet latex. Di sisi lain, tingkat ekspor mendominasi 60 persen ketimbang impor. "Kemarin sudah ada satu lagi kapal baru masuk Palembang, membawa barang impor dari Singapura. Sore sandar dan tadi subuh sudah berangkat lagi membawa komoditi karet sekitar 300 kontainer," katanya.
Total kapasitas kontainer di Pelabuhan Boom baru lebih banyak 25 persen dari Pelabuhan Lampung. Sehingga, dalam seminggu ada 2-3 kapal ke Singapura dan 3-4 kapal ke Jakarta. Untuk pelaksanaan Pelabuhan lanjung Carat, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Isuzu Soekarno Hatta Support Penuh Bisnis J&T
PALEMBANG - Pasar commercial truck masih begitu besar di Metropolis. Diyakini, walau kondisi pandemi Covid-19, market segmen ini masih tetap bagus. Untuk itu, Astra Isuzu Palembang pun terus mengupayakan memperluas cakupan market, salah satunya membidik sektor ekspedisi dan logistik.
"Hari ini (kemarin, red) kita serah terima unit truk NMR 71 T SDL bor kepada perusahaan J&T. Kami support penuh kebutuhan dan operasional bisnis J&T di Palembang sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik," ungkap Branch Manager Astra Isuzu Palembang, Dimas Ariananta didampingi Marketing Isuzu Dadang Eriansyah dan Ali Kosai, usai serah terima 2 unit truk secara simbolis kepada pihak J&T Palembang, kemarin (15/9).
Isuzu sendiri menyiapkan produk dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis pengiriman ekspres. "Dengan harga produk yang bersaing dan dukungan after sales Isuzu yang sangat kuat. Kami menyediakan layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) dan layanan servis spare part bagi J&T selama 24 jam," imbuhnya.
Layanan ini juga sebagai bentuk dukungan mengingat J&T harus memberikan pelayanan pengiriman barang setiap hari secara cepat dan prima kepada Customer. "Kalau secara nasional, perusahaan J&T sudah menggunakan produk Isuzu ratusan unit,” pungkas Dimas.
Kampung Industri Kreatif Rumahan
PALEMBANG - Kampung Kreatif Kawilahan Cindo (Kampung Industri Olahan), terletak di wilayah RT 06, RW 09, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat Satu (IB-1) Palembang.
Kampung ini diprakarsai kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun. Camat IB-1 Palembang, Muflih SSTP MH, mengatakan pihaknya ikut nembantu mempromosikan Kampung Kawilahan Cindo dan membina kampung tersebut.
"Ini menjadi salah satu kampung unggulan Kelurahan Siring Agung karena terdapat industri kreatifrumahan yang membantu pergerakan ekonomi masyarakat sekitar dan juga membantu penyaluran kreativitas warga Kelurahan Siring Agung," tuturnya.
la berharap kampung Kawilahan Cindo bisa dikenal masyarakat Kota Palembang dan menjadi destinasi pilihan wisata bagi masyarakat. Sementara itu, Plt Lurah Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat Satu (IB-1) Palembang Rosmala Dewi SE, mengatakan, Kawilahan Cindo (Kampung Industri Olahan) merupakan destinasi wisata pilihan.
"Kampung ini dibangun dengan dua nilai utama yaitu edukasi dan rekreasi," ujarnya kemarin. Dikatakannya, konsep Kampung Kawilahan Cindo berbasis kreativitas pangan olahan dan pemanfaatan pekarangan oleh warga khususnya KWT Hijau Daun yang sudah sampai tahapan menerinma bantuan dari Kementerian Pertanian.
"Kawilahan Cindo berfokus pada olahan kedelai," jelasnya lagi. Di kampung ini ada kreasi pengolahan hasil tanaman pangan (kedelai) seperti susu kedelai, pempek kedelai, somay kedelai dan peyek kedelai. Tak hanya itu, kenapa kampung ini sangat kreatif, masyarakat juga ada tanaman vertikultur dengan rak bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang," sebutnya.
Kampung Kawilahan Cindo, juga ada budidaya jamur tiram dan produk olahannya berupa keripik jamur. "Keripik ini juga menjadi produk olahan rumahan oleh ibu-ibu KWT Hijau Daun" sambungnya. Bahkan, di kampung ini juga ada kolam pembibitan ikan lele. "Industri kreatif rumahan yang membantu pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Semua bisa menopang perekonomian warga," jelasnya.









