Impor Bahan Baku Tumbuh 59,9%, Neraca Perdagangan Cetak Rekor, Pemulihan Ekonomi Tengah Berlangsung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 mengalami surplus hingga US$ 4,47miliar, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rekor surplus tertinggi sebelumnya adalah sebesar US$ 3,58 miliar yang dibukukan pada Oktober bulan lalu. Pencapain ini dinilai semakin memperkuat optimisme bahwa pemulihan ekonomi tengah berlangsung. Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2021 yang merupakan surplus bulanan ke-17 secara berturut-turut tersebut terutama ditopang oleh kinerja ekspor yang melonjak bersamaan dengan kenaikan ekspor yang tinggi.
Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, nilai ekspor pada Agustus 2021 yang sebesar US$ 21,42 miliar itu juga merupakan rekor tertinggi sejak Agustus 2021. Ia juga memaparkan, komoditas non migas yang menyumbang surplus terbesar pada Agustus 2021 adalah lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sementara itu, neraca perdagangan dengan beberapa negara mengalami defisit, diantaranya dengan Australia sebesar US$ 453,9 juta, Thailand USD 334 juta, dan Tiongkok US$ 175,5 juta.
Sedangkan barang impor modal mencapai US$ 2,41 miliar yang secara bulanan menunjukkan kenaikan 34,56%. Kontribusi impor barang modal terhadap keseluruhan impor mencapai 14,47%. Peneliti Center of Return on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, kondisi neraca perdagangan yang mengalami surplus pada Agustus 2021. Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono memandang, surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. "Kedepannya, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi," kata dia. (YTD)
Hyundai dan LG Mulai Bangun Pabrik Baterai EV US$ 1,1 Miliar
Hyundai Motor Group dan LG Energi Solution Ltd memulai membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik (electric Vehicle/EV) di Karawang. Jawa Barat, dengan total investasi US$ 1,1 miliar. Kapasitas produksi terpasang pabrik ini mencapai 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (Nikel, kobalt, mangan, aluminium) per tahun. Kapasitas sebesar itu cukup untuk memenuhi kebutuhan 150 ribu unit mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). Pembangunan pabrik ini untuk mendukung visi Hyundai menjadi pemain terdepan BEV dunia.
Adapun Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, President & CEO Hyundai Mobis Sung Hwan Cho, dan President & CEO LG Energi Solution Jong-hyun Kim mengikuti acara itu secara virtual dari Korea Selatan. "Nilai tambahnya meningkat 6-7 kali lipat kalau nikel jadi sel baterai. Kalau jadi mobil listrik, nilai bertambah 11 kali lipat ," kata Presiden dalam seremonial peletakan batu pertama pabrik yang disiarkan secara virtual, Rabu (15/9).
Sel baterai yang diproduksi di pabrik Karawang ini akan diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik Hyundai Motor dan Kia yang dibangun diatas platform khusus BEV, Elektronic-Global Modular Platfrom. Sementara itu Bahlil Lahdalia menuturkan, Hyundai akan memulai produksi mobil listrik paling lambat Mei 2022 di Indonesia. Hyundai membentuk konsorsium yang terdiri atas Hyundai Motor Group Company, Kia Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution untuk bekerjasama dengan PT Industri Baterai Indonesia. (YTD)
Raih Pendanaan US$ 150 Juta, Xendit Jadi Unicorn Baru
Fintech payment gateway, Xendit, meraih pendanaan seri C senilai Rp 2,1 triliun (US$ 150 juta), yang menjadikannya sebagai start-up berstatus unicorn baru di Indonesia. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Tiger Global Management dengan partisipasi dari investornya saat ini, yaitu Accel, Amasia, dan Goat Capital yang dimiliki oleh Justin Khan. Founder dan CEO Xendit Moses Lo menyampaikan, dana segar ini akan digunakan perusahaan untuk terus berinovasi pada berbagai produk, termasuk dalam rangka ekspansi pada negara-negara terpilih.
Pada tahun 2021, nilai ekonomi digital di kawasan ini akan melebihi US$ 100 miliar, dan diproyeksikan meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 300 miliar pada tahun 2025, "Kami sedang melihat pergeseran besar-besaran keranah digital yang dilakukan hampir semua pelaku usaha, baik pemilik toko kecil di Instagram, sampai perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Semua usaha kini harus bisa hadir secara digital," kata Moses dalam konferensi pers daring, Rabu (15/9).
Co-founder & COO Xendit Tessa Wijaya menuturkan, Xendit mampu membangun solusi-solusi yang menjadi terobosan baru di pasar. "Xendit mencatatkan peningkatan total volume pembayaran lebih dari 200% year over year di Indonesia dan Philipina, melanjutkan rekam jejak kami yang tumbuh lebih dari 10% dari bulan ke bulan, sejak awal pendirian kami." ujar Tessa. Xendit juga merupaka start-up teknologi Indonesia pertama yang berhasil lulus dari program inkubator YCombinator dan merupakan perusahaan Asia Tenggara terbaik dalam daftar YC Top 100. (YTD)
GoTo Serius akan Melantai di Bursa Efek Indonesia
Gojek dan Tokopedia (GoTo) serius akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah di Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang masuk bursa pada Agustus lalu. "Bukalapak sudah membuka karpet merah bagi kami semua pelaku teknologi nasional untuk nantinya akan melantai di Bursa Efek Indonesia," Kata CEO Tbk Tokopedia William Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (15/9). Baik William maupun CEO Gojek Kevin Aluwi, keduanya memang tengah fokus menyiapkan GoTo untuk menjadi raksasa global yang tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk kompetisi di pasar global. Keputusan merger antara Gojek dan Tokopedia yang diambil pada masa pandemi ini juga akan menguntungkan ekosistem yang ada.
Artinya, ada dua juta mitra pengemudi yang memiliki Gojek kemudian di gabung dengan 10 juta mitra UMKM Tokopedia, maka GoTo telah mempunyai total 12 juta mitra UMKM. Hasilnya transaksi yang dikontribusikan oleh platform GoTo kini pun sudah menembus 2% dari PDB nasional. William menegaskan, kombinasi antara Gojek dan Tokopedia bukan untuk sekedar mengejar efisiensi dan menghilangkan opsi masyarakat, tetapi justru untuk mengakselerasi dan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja. Menurut dia, di era revolusi indusri ini, Indonesia mempunyai harapan bukan hanya sebagai target pasar, tetapi juga beberapa tahun terakhir Indonesia juga terbukti telah melahirkan unicorn-unicorn perusahan nasional yang berhasil naik kelas di panggung dunia. Hal ini menunjukkan, jika talenta-talenta yang dimiliki negara ini diasah, maka akan lahir banyak perusahaan teknologi baru. (YTD)
Astra Siap Bersaing dengan Para Penyelenggara Dompet Elektronik
PT Astra Internasional Tbk (ASII) optimistis bisa bersaing dengan para penyelenggara dompet elektronik (e-wallet) dari kalangan perbankan maupun non-bank. Sebab Astra memiliki lebih dari 50 juta pelanggan, yang bisa menjadi tumpuan dalam meningkatkan penetrasi pasar ke depan.
Presiden Komisaris PT Astra Digital Arta (AstraPay) Margono Tanuwijaya menjelaskan, berdasarkan survei pasar, potensi penggunaan dompet elektronik sangat besar. Margono menegaskan, hal yang membedakan Astra dengan penyelenggara lainnya adalah ekosistem Astra yang cukup besar. Selain lebih dari 50 juta pelanggan, tidak menutup kemungkinan pengguna dompet elektronik di tempat lain akan menggunakan AstraPay. Dalam bersaing dengan penyedia dompet elektronik lainnya, AstraPay tidak hanya menggunakan strategi promosi berupa pembelian berupa cashback ataupun yang lainnya. Namun, hal terpenting lainnya adalah adanya kemudahan dalam pemakaian dan keamanan data. "Ekosistem ini yang menjadikan modal utama AstraPay untuk bisa melakukan penetrasi, tanpa harus melakukan bakar uang secara masif," ujar dia.
Sementara itu, Direktur in Astra Financial, Tranportasi, dan Logistik Suparno Djasmin menambahkan, sejauh ini, Astra sudah membenamkan investasi ke salah satu e-commerce, yakni GoTo. Namun untuk berkolaborasi, pihaknya akan terus membangun AstraPay dan mengedepankan unique enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan di group Astra. AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Selebihnya, AstraPay juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa atau paket data. Selain Astra, saat ini sudah ada beberapa perusahaan lain yang menyediakan layanan dompet elektronik. Salah satunya adalah Gojek yang memiliki dompet digital, GoPay. Lalu ada PT Visonet Internasional melalui OVO, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melalui Mandiri e-cash, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melalui Yap!, PT Dompet Digital Indonesia (DANA), ShopeePay, PT Fintek Karya Nusantara melalui LinkAja, Hingga Sakuku dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (YTD)
Perburuan Aset Negara, 4 Obligor BLBI Tak Terdeteksi
Sebanyak empat obliglor Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) yang selama puluhan tahun menyepi di Singapura ini tak kedapatan rimbanya. Hal ini diketahui setelah satuan tugas dan perwakilan Pemerintah Indonesia di negara tetangga itu melacak keberadaan pengemplang uang negara tersebut. Berdasarkan data KBRI Singapura, tercatat ada delapan obligator Bantuan Likuidasi Bank Indonesia yang menetap di negara tersebut. Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengatakan obligator yang berkomunikasi dengan KBRI dan satgas BLBI adalah Kwan Benny Abadi dari Bank Orient, yang memiliki tagihan senilai Rp 143,3 miliar.
Adapun tiga orang lainnya berkomitmen untuk kooperatif tetapi dalam prosesnya dilimpahkan kepada hukum. Penggunaan kuasa hukum ini juga telah mendapat persetujuan Satgas dan legalitas dari KBRI, dengan pertimbangan secara nyata para obligator tersebut menetap di Singapura. Di sini pemerintah tidak bisa memaksa para obligator tersebut untuk kembali ke Indonesia mengingat DPR belum meratifikasi perjanjian ekstradisi dengan Singapura. Akan tetapi pria yang akrab dipanggil Tomi ini optimis misi Satgas dalam memburu obligator BLBI akan membuahkan hasil selama menggunakan pendekatan dan komunikasi yang tepat.
"Kami akan menggunakan semua kewenangan untuk melihat apakah debitur dan obligator punya aset atas nama yang bersangkutan, entah dalam bentuk dana di bank, perusahaan, tanah, atau bentuk lainnya," Tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sejauh ini aset yang berhasil disita oleh Satgas adalah 49 bidang tanah seluas 5.291.200 m yang berlokasi di Medan, Pekan Baru, Tangerang dan Bogor. Satgas juga melakukan penguasaan aset tanah dan/atau bangunan eks BLBI di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, dan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dia menambahkan Satgas BLBI akan melakukan penguasaan atas 1.677 bidang tanah dengan luas total 15.813.163 meter, yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Indonesia pada tahap selanjutnya. (YTD)
Astrapay Ikut Meramaikan Persaingan Dompet Digital
Persaingan dompet digital bakal semakin sengit. Bertambah lagi satu pemain di dompet digital. Tak main-main, PT Astra International Tbk, konglomerasi lokal meluncurkan dompet digital terbaru, yakni AstraPay. CEO AstraPay, Meliza Musa Rusli mengungkapkan, sebagai aplikasi pembayaran digital yang tumbuh dalam ekosistem Astra, AstraPay mempunyai value proposition yang khas, yang berbeda dengan pemain pembayaran digital lain. "AstraPay akan mempunyai kekuatan di sektor dan ekosistem tersebut. Tentunya kekuatan di ekosistem tersebut terus dikembangkan juga untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat," kata Meliza, saat konferensi pers secara virtual, Rabu (15/9). Menurutnya, sesuai tujuan awal, AstraPay adalah aplikasi pembayaran digital milik Grup Astra yang memberikan kemudahan terhadap pengguna dalam melakukan pembayaran digital. Kehadiran Astra akan menambah persaingan dompet digital yang pemain lainnya juga didukung oleh grup besar. Misalnya Gopay yang mendapatkan dukungan dari GoTo yang merupakan gabungan dari Gojek dan Tokopedia. Lalu ada ShopeePay yang didukung oleh perusahaan teknologi asal Singapura Sea Group. Dan Ovo dengan dukungan dari Grab di dalam ekosistem transportasi.
Pabrik Baterai Mobil Listrik Mulai Digarap
Kongsi Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd kemarin (15/9) memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Nilai investasi fasilitas pabrik ini mencapai US$ 1,1 miliar. Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group menyatakan, dengan menggandeng LG Energy Solution, Hyundai telah membangun pabrik kendaraan listrik pertama di luar kawasan seperti Korea, China dan Jepang. Hyundai berharap pabrik baterai kendaraan listrik menjadi pemicu semakin berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Likuiditas Bank Melimpah, Bank Perkuat Bisnis Wealth Management
Masih kuatnya pertumbuhan dana masyarakat disiasati oleh kalangan perbankan untuk memperkuat bisnis wealth management dengan menawarkan berbagai produk perlindungan maupun investasi kepada nasabahnya. Jika menunjuk data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Juli 2021, tren pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) untuk kelompok simpanan Rp500 juta-Rp 1 miliar dan kelompok simpanan Rp2 miliar-Rp5 miliar, relatif tidak mengalami lonjakan jumlah simpanan yang signifikan. Jika pada periode pertengahan tahun lalu hingga penghujung 2020, rata-rata kelompok simpanan tumbuh tinggi, situasi itu berubah sepanjang 2021.
Bagi perbankan, melimpahnya dana nasabah perlu disiasati dengan cara menekan biaya dana. Strategi itu dapat dilakukan dengan menawarkan produk-produk investasi dan proteksi kepada nasabahnya. Director Wealth & Personal Banking PT Bank HSBC Indonesia Adhi Tjatja Negara mengatakan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia makin didominasi oleh kelompok milenial atau usia dibawah 40 tahun. Semua nasabah Premier 2,0 berusia 17 tahun-28 tahun yang sedang bersekolah diluar negeri bisa menikmati berbagai fasilitas yang sama tanpa biaya tambahannya.
Sementara itu, Direktur Retail Banking PT Bank Permata Tbk Djumariah Tentram mengatakan dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang, masyarakat dituntut bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru yang terhubung secara digital, termasuk dalam pengelolaan keuangannya. "Kami berusaha memberikan wawasan, ide dan perspektif segar kepada masyarakat untuk lebih memaknai esensi wealth yang sesungguhnya,"" ujarnya dalam satu event yang digelar pada Rabu (15/9).Dalam kesempatan sebelumnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) menjalin kerja sama dengan PT BNI Life Insurance untuk mengembangkan produk asuransi bagi nasabah prioritas.
Akal-Akalan Pelapak Daring demi Imbal Tunai
BDK (34), BBK (35), HM (47), dan AT (35) tergiur cara instan untuk mendapatkan cashback atau imbal tunai dari penjualan barang di Tokopedia. Para pelapak itu pun menyaru sebagai pembeli dari tokonya sendiri bermodalkan beberapa akun palsu. Keempatnya mengakui sudah beraksi selama satu tahun. Dalam empat bulan terakhir ini saja, mereka berhasil meraup imbal tunai sebesar Rp 400 juta. Aksi para penjual gawai dan peralatan rumah tangga itu akhirnya kandas di tangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Banten. Bermodal laporan warga pada Jumat (27/8/2021), polisi meringkus keempatnya dari toko masing-masing yang terletak di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. BDK, BBK, dan HM memiliki toko seluler. Sementara AT (35) mempunyai toko pompa. Berbekal akun palsu, mereka mulai melakukan transaksi fiktif. Caranya, dengan memesan barang yang tersedia di toko daring, tetapi mengirimkan barang lain ke alamat acak. Dalam alamat tersebut, mereka tetap mencantumkan nomor sendiri sebagai penerima karena nomor itulah yang akan mendapatkan imbal tunai.









