Nilai Tukar Petani Sumut Naik 2,28%
Pada September 2021, NTP (Nilai Tukar Petani )Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 120,61 atau naik 2,28 % dibandingkan dengan NTP Agustus 2021.
Kenaikan NTP September 2021 disebabkan oleh naiknya NTP pada tiga subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,29 %, NTP subsektor Hortikultura sebesar 2,57 %, dan NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,88 %.
la menyebutkan, perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi perdesaan. Pada September 2021, terjadi inflasi perdesaan di Sumatera Utara sebesar 0,04 %.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumatera Utara September 2021 sebesar 120,88 atau naik sebesar 2.06 % dibanding NTUP bulan sebelumnya
8 Perusahaan Pelat Merah akan Digabung dalam Holding BUMN Pariwisata
Pemerintah akan membentuk holding BUMN pariwisata dan pendukung yang dikomandoi PT Aviasi Pariwisata Indonesia, Perusahaan yang dulunya bernama PT Survai Udara Penas (Persero) ini akan menjadi induk dari sejumlah perusahaan pelat merah.
Sejumlah BUMN akan bergabung. BUMN-BUMN itu yakni PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau INA, PT Sarinah (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam catatan detikcom, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menjelaskan mekanisme pembentukan holding sebenarnya tinggal menunggu peraturan pemerintah (PP) ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Korporasi Terimpit Tarif Pajak
Harapan kalangan pengusaha untuk memaksimalkan daya saing ditengah tantangan ekonomi yang kian menantang kembali surut, menyusul keputusan pemerintah dan DPR untuk membatalkan relaksasi tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 20% pada 2022. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani menilai, pembatalan ini dapat dipastikan bakal mendistorsi daya saing investasi yang pada tahun ini mulai pulih. "Daya saing investasi Indonesia dibandingkan negara lain akan turun karena tarif di Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain." Kata dia kepada Bisnis, Minggu (3/10).
Selain itu iklim bisnis di Tanah Air bakal terkoyak karena dunia usaha harus kembali menyusun ulang perencanan bisnis akibat beban pajak ditengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Haryadi menuturkan, pemerintah dan DPR tidak mendulang suara pengusaha terkait pembatalan relaksasi pajak ini. Menurutnya, tentu saja hal ini terimplikasi pada timbulnya daya kejut ekonomi. Sebelumnya, guna mendukung dunia usaha, pemerintah berjanji menerapkan tarif PPh Badan pada 2022 sebesar 20%.
Ketika dikonfirmasi Bisnis, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Maysrakat, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor tidak bersedia memaparkan alasan pemerintah menghapus ketentuan relaksasi pajak. Dia menuturkan, keputusan ini atas kesepakatan pemerintah dan DPR. Adapun Ketua Umum Panitia Kerja RUU KUP Dolfie O.F.P menjelaskan, tujuan pembatalan berdasarkan pada aspek kesinambungan fiskal. Pasalnya, pada 2023 pemerintah menargetkan konsolidasi fiskal yang mewajibkan batas maksimal defisit di dalam APBN kembali dibawah 3% terhadap produk domestik bruto. (yetede)
Pajak Karbon menyasar PLTU Energi Batubara
Bersiaplah, pemerintah segera menerapkan pajak karbon mulai 1 Januari 2022. Pungutan pajak anyar ini dikenakan bagi usaha pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang bertenaga batubara. Tarifnya sebesar Rp 30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Agenda tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Calon beleid ini merupakan perubahan nama dari usulan sebelumnya yakni RUU tentang Perubahan Kelima atas UU Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
Restitusi Pajak Agustus 2021 Tembus Rp 144,02 Triliun
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemkeu) mencatat restitusi atau pengembalian pajak sampai Agustus 2021 sebesar Rp 144,02 triliun, atau tumbuh 15,97% year on year (yoy) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan, restitusi pajak per jenis pajak secara nominal masih didominasi oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25/29 Badan.
Pendanaan ke Start-Up Rp 54,34 Triliun, Melesat 91%
Pendanaan modal ventura ke perusahaan rintisan (startup) semakin semarak. Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, aliran investasi masuk ke startup berbasis teknologi atau digital justru mengalami pertumbuhan signifikan. Bahkan, jumlah startup dan total pendanaan jauh lebih tinggi dari masa sebelum pandemi. Hasil riset Scale PR, menunjukkan ada 104 startup Indonesia yang memperoleh pendanaan sepanjang enam bulan pertama di tahun 2021. Angka ini meningkat 40,5% dari 74 startup dari periode yang sama pada tahun 2020. Angka ini juga meningkat 53% dibandingkan periode sama tahun 2019. Total pendanaan yang diperoleh 104 perusahaan berbasis teknologi tersebut mencapai US$ 3,8 miliar. Jika dirupiahkan mencapai Rp 54,34 triliun. Dengan asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS.
Pasar Ekspor Batubara Menanjak
Industri batubara sedang menggeliat. Harga batubara acuan (HBA) pada September 2021 menembus US$ 150 per ton, atau melonjak 152% year to date (ytd). Di saat yang sama, produsen batubara nasional terus menggenjot pasar ekspor. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai pasar ekspor batubara memiliki prospek cerah seiring permintaan yang meningkat di akhir tahun ini.
Konglomerasi Menguasai Asuransi Umum
Konglomerasi lokal menguasai industri asuransi umum. Peta penguasaan ini berbeda dengan asuransi jiwa yang dikuasai oleh asing. Nah di tengah tengah kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan asuransi mulai meningkat, beberapa perusahaan asuransi umum pun mulai mengalami peningkatan pendapatan preminya. "Kontributor besar asuransi umum didominasi oleh perusahaan asuransi yang memiliki captive market, sehingga portofolio banyak disokong oleh grup," ujar Dody Dalimunthe, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), kemarin.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh kontan.co.id, perusahaan asuransi yang menguasai pangsa pasar industri asuransi umum berdasarkan pendapatan premi yang didapat ialah PT Asuransi Sinar Mas yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas dan PT Asuransi Astra Buana milik Grup Astra. Melihat laporan keuangan keduanya, sejatinya pendapatan premi mereka mengalami penurunan di semester pertama kemarin. Premi bruto Asuransi Sinarmas turun 28,67% yoy menjadi Rp 3,48 triliun dan premi bruto Asuransi Astra turun tipis 0,59% yoy menjadi Rp 2,35 triliun.
Bahan Baku Tekstil, Antisipasi Kendala Pasokan China
Belum selesai dengan kemacetan pengapalan karena kelangkaan container dan ongkos kirim yang melonjak, krisis energi yang terjadi di China kini mengancam bahan baku textil untuk industri dalam negeri. Hingga saat ini sebagian besar bahan baku untuk industri tekstil dalam negeri masih dipasok oleh Negeri Panda tersebut. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh mengatakan kendala ini dapat menjadi dorongan bagi pelaku industri hulu untuk memaksimalkan suplai bahan baku lokal. Pasalnya, lanjut Elis, Industri tekstil dan pabrik tekstil (TPT) Indonesia memilki struktur yang lengkap, mulai dari hulu (serat dan benang), antara (kain), hingga hilir (garmen).
Adapun, Kemenperin menargetkan penurunan impor di sekitar TPT dan alas kaki senilai Rp21,02 triliun sepanjang tahun ini, untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022. Selain kendali suplai bahan baku dari China, harga kapas di pasar dunia juga tengah melonjak karena cuaca buruk merusak panen di Amerika Serikat. Namun demikian, Elis mengatakan Indonesia tidak lagi bergantung pada kapas sebagai bahan baku tekstil karena telah bergeser ke bahan substitusi, yakni rayon dan poliester. Sementara itu, Asosiasi pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan kemandirian bahan baku lokal sebagai solusi jangka panjang mengatasi gangguan rantai pasok industri tekstil, termasuk yang saat ini dipicu oleh krisis listrik di China.
Sekretaris Jendral API Rizal Tanzil Rakhman mengaku sebagian besar bahan baku tekstil Indonesia masih didatangkan dari China sehingga krisis ini lambat laun akan menekan pelaku industri dalam negeri. "Kalau mau jangka panjang ya kemandirian bahan baku. Itu jadi solusi, kita jadi tidak bergantung pada negara lain sehingga industri lokalnya bagus." kata Rizal kepada Bisnis. Dia menerangkan kendala listrik di China saat ini belum berdampak signifikan pada suplai bahan baku tekstil. Namun dampaknya diperkirakan segera dirasakan jika kondisi ini berkepanjangan. (yetede)
Prospek Pasar Modal Kuartal IV/2021, Dana Asing Siap Mengalir Deras
Aliran modal asing diperkirakan mengalir deras pada kuartal IV/2021 sekaligus menjadi bahan bakar bagi indeks harga saham gabungan atau IHSG yang siap melaju. Berdasarkan data Blooberg, investor asing telah melakukan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp2,15 triliun pada kuartal III/2021. Jumlah itu naik 457%% bila dibandingkan dengan kuartal 1/2021 yang mencatat net sell Rp1,18 triliun. Presiden Direktur RHB Sekuritas Indonesia Iwanho mengatakan IHSG berpotensi melaju hingga level 6.500 pada akhir tahun. Level itu lebih tinggi 4,36% dibandingkan dengan penutupan Jumat (1/10) di posisi 6.228.
Iwanho menjagokan beberapa sektor seperti batu bara dan minyak kelapa sawit. Selain itu, telekomunikasi serta ritel high-end seperti MAPI dan saham-saham sektor properti dinilai layak untuk dikoleksi. "Telekomunikasi didorong dengan kepastian merger antara ISAT dan Hutchinson yang diharapkan menurunkan kompetisi di industri," imbuhnya. Dia pun mengamini aliran modal asing berkat pemulihan ekonomi secara global dan nasional. Terkait hal tersebut, Iwanho berpendapat pemulihan ekonomi pada pasar global akan terus membuat investor untuk pro-cyclical, yaitu kecenderungan menargetkan sektor yang mempunyai potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Sementara itu, Presiden Direktur BCA Sekuritas Mardy Sutanto mengatakan perseroan masih melakukan kalkulasi untuk menghitung kemungkinan level IHSG dan dana asing yang masuk. Namun katanya, selama tidak ada krisis baru dari pandemi, kemungkinan aliran dana asing yang masuk akan terus membesar. Adapun, strategi perseroan pada kuartal IV/2021 adalah dengan terus meningkatkan intensitas hubungan dengan investor asing. "Kami senantiasa rajin melakukan enggagement dengan para nasabah institusi dengan memberikan informasi faktual positif mengenai keadaan dan potensi Indonesia." katanya kepada Bisnis. (yetede)









