Menjajal Peruntungan Bisnis Dompet Digital
Jakarta - Industri dompet digital kedatangan pemain baru, yaitu PT Astra Digital Arta atau AstraPay, anak usaha jasa keuangan di bawah bendera raksasa otomotif Grup Astra. Saat ini pertarungan pasar dompet digital dan uang elektronik terbilang ketat dengan lima pemain utama yaitu ShopeeaPay, OVO, Gopay, DANA, dan LinkAja. Meski persaingan di industri ini tidak mudah, AstraPay mengaku tak gentar dan siap merebut pasar.
Astra optimistis mampu bersaing di tengah kepungan para pemimpin pasar kompetitor dengan sederet keunggulan yang dimiliki. Salah satunya adalah keunggulan ekosistem Grup Astra. Berdasarkan survei yang dilakukan Astra ditemukan bahwa pemakaian dan penggunaan dompet digital serta uang elektronik masih memiliki potensi besar untuk digali. Konsumen masih berniat menggunakan aplikasi dompet digital lain sesuai dengan layanan yang dibutuhkan.
AstraPay juga turut mengimplimentasikan fitur pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang memudahkan pengguna membayar perawatan kendaraan bermotor di Toyota Sales Operation, Shop&Drive, Isuzu Sales Operation, Daihatsu Sales Operation, dan AHASS. AstraPay ke depan tetap membuka ruang untuk bekerja sama dengan pemain e-commerce serta bakal menyasar pelaku usaha di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan ekspansi pamakaian platform.
Dorongan Investasi ke Proyek Destinasi Wisata
Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan semakin gencar menawarkan berbagai proyek pengembangan pariwisata kepada investor asing pada tahun depan. Kunjungan 6.500 delegasi negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke Indonesia pada akhir 2022 berpeluang mengundang minat investor asing. Iklim investasi kian kondusif karena gencarnya stimulus fiskal dari pemerintah.
Para penyedia akomodasi di area resor Teluk Lagoi sangat menantikan pemodal baru.Di sana terdapat 10 hotel dan tujuh proyek hotel baru yang bisa dikucuri modal. Selain itu, masih ada enam hotel vakum yang masih bisa dioperasikan kembali. Pada kuartal II 2021 nilai investasi asing ke sektor perhotelan dan restoran ada di posisi ke-17 dari total 23 sektor investasi. Namun prospeknya tetap cerah karena adanya pelonggaran aturan mobilitas.
Musim IPO Perusahaan Rintisan
Jakarta - Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) memproyeksikan perusahaan rintisan (start-up) dari berbagai skala berpeluang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun melakukan penawaran umum perdana saham (Initial public offering/IPO). Potensi rintisan untuk menggalang dana di pasar modal cukup besar, khususnya bagi perusahaan rintisan yang bergerak di sektor e-commerce, ride hailing, perjalanan, pendidikan, keuangan, serta kesehatan.
Strategi IPO menjadi yang paling banyak diminati karena diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan perusahaan serta meningkatkan nilai tambah dan valuasi perusahaan. Aksi IPO perusahaan rintisan non-unicorn wajar dan mungkin dilakukan, mengingat jumlah investor yang dimiliki lebih sedikit, sehingga perusahaan cenderung lebih leluasa dan berani go public untuk meningkatkan citra perusahaan. Hasil IPO Bukalapak menjadi acuan bagi perusahaan rintisan yang ingin melantai di bursa. Perusahaan rintisan akan lebih berfokus meningkatkan kinerja dan memperbaiki laporan keuangan.
Kanal Baru Penyalur Bantuan
Jakarta - Pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung melalui Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI. Skema ini berbeda dengan sebelumnya, saat bantuan diberikan melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). TNI dan Polri dilibatkan untuk mencairkan ketegangan yang kerap terjadi dengan pedagang kaki lima serta pemilik warung makan saat penegakan disiplin protokol kesehatan.
TNI dan Polri bisa mempercepat penyaluran bantuan sampai ke penerima, sekaligus mengeliminasi potensi penyalahgunaan bantuan. Poin utama penyaluran BLT adalah jaminan tidak adanya tumpang-tindih penerima. Banyaknya kanal penyaluran BLT, dari pemerintah kabupaten/kota hingga TNI dan Polri,memunculkan risiko penerima bantuan ganda. Sinkronisasi data sampai saat ini merupakan sebuah kemustahilan di Indonesia sehingga akan terjadi tumpang-tindih penerima bantuan.
Holding BUMN Pangan Segera Beroperasi
Jakarta - Pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN) kluster pangan segera rampung. Penggabungan sejumlah perusahaan ini sudah mendapat restu dari Presiden. Anggota holding akan digabungkan sesuai dengan portofolionya agar ada konsolidasi infrastruktur, sumber daya manusia, serta finansial. Pekerjaan berikutnya setelah merger adalah inbreng atau penyertaan modal. Melalui holding ini, ditargetkan bisa memperbaiki ekosistem rantai pasok pangan. Holding BUMN pangan akan hadir langsung di sisi hulu untuk menghasilkan produk pertanian, peternakan, dan perikanan. Produk tersebut akan diolah dan didistribusikan sendiri hingga sampai ke tangan konsumen akhir.
Salah satu tugas utama holding baru ini adalah memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan. Pembentukan holding pangan akan meningkatkan kinerja masing-masing anggotanya. Pemerintah harus menetapkan target kinerja holding pangan agar dapat dievaluasi. Indikator ini, penting lantaran pembentukan holding pangan diiringi dengan penyertaan modal negara (PMN). Holding BUMN pangan harus mampu menjadi solusi atas kenaikan harga bahan pangan. Peran lain yang patut diperhatikan adalah kontribusi holding ini pada program strategis nasional pemerintah, yaitu food estate.
Peluang Manis Wisata Medis
Jakarta - Pelaku industri kesehatan bersiap menyambut pengembangan industri wisata medis. Saat ini persiapan sudah mulai dilakukan rumah sakit, dari sumber daya manusia (SDM), peralatan medis prosedur operasional standar (SOP), hingga kelengkapan fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang. Sejumlah kota di Indonesia juga dinilai telah siap dan berpotensi untuk menjadi pilot project industri wisata medis karena keandalan rumah sakit serta fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Pembahasan perihal industri wisata medis telah dilakukan secara intensif bersama Kementrian Kesehatan. Adapun pengembangan wisata kesehatan terbagi atas empat ruang lingkup besar atau kluster. Kluster itu meliputi wisata berbasis layanan unggulan, wisata kebugaran dan herbal berbasis SPA, pelayanan kesehatan tradisional dan herbal, wisata olahraga kesehatan berbasis event olahraga, serta wisata ilmiah berbasis MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Konsep pariwisata kesehatan akan menyediakan fasilitas kesehatan dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik bagi para wisatawan.
Target Netral Karbon, Pemanfaatan Energi Panas Bumi Perlu Insentif
Pengembangan potensi energi panas bumi di Indonesia dinilai terlambat meski memiliki sumber daya hingga 23,7 gigawatt. Alhasil, pemerintah dituntut kerja keras dengan strategi cerdas untuk mengejar ketertinggalan guna mendukung netral karbon pada 2060. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa pemanfaatan energi panas bumi Indonesia hanya sekitar 2.175 megawatt (MW). Jumlah ini setara dengan 9,2% dari total yang ada. Dengan kondisi demikian, Direktur JSK Petrolium Academy Moch. Abadi mengatakan bahwa energi panas bumi harus dimanfaatkan secara lebih optimal demi mencapai target netral karbon pada 2060.
"Kita terlambat memanfaatkan geothermal, padahal potensi sangat tinggi sesuai target pemerintah 2060 net zero emission ,pemanfaatan geothermal harus aktif mulai sekarang" katanya, Sabtu (26/9). Dari total sumber daya panas bumi, Sumatera menjadi daerah dengan potensi paling besar itu mencapai 9,744,4 MW. Berdasarkan kajian Thingk Geo Energy pada 2020, Indonesia adalah negara kedua dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia, yaitu mencapai 23,76 GW. Negara-negara lain yang termasuk dalam radar panas bumi global adalah Filipina (4GGW), Turki (4,5 GW) dan Selandia baru (3,65 GW).
Namun pemerintah tidak tinggal diam. Upaya percepatan pengembangan energi panas bumi dilakukan dengan pengaturan tarif skema insentif, sinergi yang melibatkan BUMN terkait, dan pemanfaatan geothermal fund. Berbagai resiko pengembangan dan besaranya investasi yang harus disiapkan juga digarisbawahi oleh Sekretaris Jendral Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal. Dengan demikian pemberian insentif yang menarik bagi investor mutlak diperlukan. Ada pula biaya infrastruktur yang berkisar 15% dari investasi, belum termasuk biaya peralatan hingga managemen proyek. (yetede)
Chengxin China Akan Investasi Pabrik Baterai Listrik di RI
Perusahaan lithium asal China Chengxin Lithium akan mengambil 65 persen saham dalam proyek lithium di Indonesia senilai US$350 juta. Investasi di pabrik baterai listrik tersebut dilakukan untuk membangun kapasitas produksi di luar negeri. Stellar Investment Pte dari Singapura akan menjadi pemegang 35 persen saham sisanya dan telah diajukan kepada Bursa Efek Shenzhen. Nantinya, perusahaan patungan itu bernama PT ChengTok Lithium Indonesia. Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) akan menjadi lokasi pendirian pabrik yang membuat bahan kimia lithium dalam baterai kendaraan listrik (EV). Selain itu, kawasan ini juga akan menjadi rumah bagi beberapa proyek investasi China, termasuk nikel dan kobalt.
BI: Posisi Investasi RI Turun Karena Harga Saham Lesu
Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar US$264,1 miliar atau sekitar 23,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2021. Posisi ini menurun US$3,4 miliar atau 1,27 persen dari US$267,5 miliar yang setara 25,2 persen dari PDB pada kuartal I 2021. Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan terjadi peningkatan nilai Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) lebih rendah dari Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).
Tercatat, KFLN hanya meningkat tipis dari US$677,7 miliar menjadi US$679,1 miliar. Sementara AFLN naik lebih tinggi dari US$410,2 miliar menjadi US$415 miliar.Erwin mengatakan peningkatan KFLN agak tertahan karena harga saham di pasar modal di dalam negeri agak lesu dalam beberapa bulan terakhir.
Produksi Baja Dunia Anjlok, Pertama dalam Setahun Terakhir
Produksi baja di dunia anjlok 1,4 persen pada Agustus 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan produksi baja di dunia ini pertama kalinya dalam satu tahun terakhir. Diperkirakan, produksi baja global masih menurun lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan kebijakan produsen utama, China, yang berupaya mengurangi polusi. Data Asosiasi Baja Dunia (WSA) mencatat produksi baja mentah merosot menjadi 156,8 juta ton sampai Agustus. Penurunan produksi baja pertama sejak Juli 2020 lalu. Di China, produksi baja terpuruk 13,2 persen menjadi 83,2 juta ton.
"Mengingat bahwa pihak berwenang di China secara proaktif mendorong produksi yang lebih rendah, kemungkinan penurunan baja lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang," ungkap Caroline Bain, Kepala Ekonom Komoditas Capital Economics, dilansir Antara, Jumat (24/9). "Namun, masih harus dilihat apakah pihak berwenang China dapat tetap berada di jalurnya, terutama jika harga melonjak atau kelangkaan mulai muncul," lanjut Bain.









