Pacu Ekspor, Kementan Minta Pengusaha Manfaatkan KUR
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para pelaku usaha memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) demi mendukung program akselerasi ekspor pertanian yakni Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) 2024. Pemerintah mengalokasikan dana KUR pertanian Rp 56 triliun pada 2020 dan Rp71 triliun pada 2021. Dengan KUR, pelaku usaha bisa memaksimalkan produk dan kualitas produk pertanian sehingga kontinuitis pasokan ke pasar ekspor terjaga.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, sektor pertanian mengambil peranan penting saat pandemi Covid-19 melanda, antara lain melalui ekspor produk pertanian yang mampu menyumbang devisa hingga Rp 451,80 triliun spanjang 2020. "Saat banyak sektor tidak bisa mencipatakan uang, pertanian mampu memberikan kontribusi besar bagi negara. Pertanian bisa menghasilkan Rp 450-an triliun hanya dari ekspor, apalagi pada saat era digital seperti ini maka produk pertania bisa dijual keseluruh dunia," kata Mentan.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan Bambang menyatakan, berkat semangat Gratieks yang terus digelorakan, kini tiap daerah mulai sadar akan potensi pertaniannya dan ikut bergerak menyukseskan Gratieks. "Untuk mengakselerasi ekspor, peluangnya sangat besar, terutama bagi perusahaan yang sudah melaksanakan aktivitas usaha agribisnisnya maupun yang baru merintis. Apalagi pemerintah sudah menyediakan pembiayaan melalui KUR. Kami harap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan itu, usaha pertanian kalau diseriusi akan berhasil.
Pada 2020 ekspor pertanian RI telah menjangkau lebih dari 150 negara dan diharapkan terus bertambah. Oleh sebab itu Kementan mengajak semua pemangku kepentingan bahu membahu mewujudkan Gratieks 2024. Peranan Barantan sangatlah penting melalui peningkatan pelayanan fasilitas pertanian khususnya ekspor pertanian, juga bagian dari perlindungan sumber daya alam hayati pertanian dari ancaman hama penyakit berbahaya, "Bagi yang baru mendengar, mungkin tidak masuk akal mewujudkan Gratieks pada 2024. (yetede)
Menkes Resmikan MRHP di Kota Tangerang
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meresmikan Mandaya Royal Hospotal Puri (MRHP) di Kota Tangerang, Sabtu (9/10). Menkes mengatakan fasilitas medis yang baik di Rumah Sakit (RS) akan mendorong percepatan kesembuhan bagi pasien dan memberikan pengalaman yang baik. "Buat pengalaman yang baik dengan fasilitas yang baik juga sehingga ketika pasien datang ke RS itu, termotivasi untuk sembuh dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bagus," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam acara peresmian Mandaya Royal Hospital Puri di Kota Tangerang, Sabtu (9/10).
Menkes mengatakan, perkembangan zaman saat ini mendorong setiap RS juga harus melakukan terobosan sehingga pengalaman yang dirasakan oleh setiap pasien akan berdampak positif dan tak khawatir ketika ingin melakukan pemeriksaan. Kemudian dirinya juga mendorong setiap RS melakukan kerja sama antar RS dalam menambah pelayanan medis bagi pasien. Sebab saat ini telah banyak inovasi antar dokter di Indonesia dengan di luar negeri, President Direktur Mandaya Hospital Group, Ben Widjaya mengatakan bagi kalangan yang memilih ke luar negeri tentu ada alasan tertentu untuk melakukan itu. "Kepercayaan dan Pelayanan," ujar dia menjelaskan alasan pasien memilih berobat ke mancanegara.
Saat ini bersama MRHP telah bergabung 169 tenaga dokter specialis dan sub-spesialis. Sekitar 60 Dokter merupakan lulusan atau telah memperoleh training di luar negeri. Rumah sakit ini juga berkolaborasi dengan The Clinic-Cleveland Clinic-Rumah sakit rangking kedua terbaik di AS versi US News&World Report dan kedua di dunia dalam peringkat Rumah Sakit Terbaik Dunia Newsweek, 2021. Lalu kolaborasi juga dengan Royal Brompton & Harefield Hospital, rumah sakit terbaik dibidang jantung di Inggris versi Newsweek. CEO Mandaya Hospital Group, Dr Anastina Tahjono MARS, mengatakan MRHP benar-benar secara tegas menerapkan konsep Patient-Centered Care, perawatan yang berpusat pada pasien, bukan berpusat pada penyakit. (yetede)
Presiden Luncurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung Kecil
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Program Penyaluran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Warung Kecil di Kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu (9/10). "Pagi hari ini, saya bersama dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ingin meresmikan dimulainya pemberian bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung-warung kecil," kata Presiden Jokowi.
Ia mengatakan, pemerintah akan menyalurkan bantuan kepada 1juta PKL dan warung kecil di seluruh Indonesia sebesar Rp 1,2 juta per orang. Bantuan itu diberikan sebagai wujud dukungan pemerintah kepada pelaku usaha kecil ditengah pandemi Covid-19. "Kurang ndak?" Cukup menurut hitungan kita. Dan, dimulai pertama kali di kawasan Malioboro, Yogyakarta," kata Presiden Jokowi. Pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial (Bansos). Diantaranya Bansos Kartu Sembako sebesar Rp200.000 per bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik, seiring dengan situasi pandemi yang semakin terkendali dan didukung oleh meningkatnya jumlah masyarakat yang telah divaksin. Kepercayaan diri masyarakat untuk beraktivitas mulai meningkat, sehingga berdampak baik untuk ekonomi masyarakat yang telah divaksin. "Yogyakarta masih berada pada level 3. Secara riil Yogyakarta ada pada level 2, namun karena ada salah satu Kabupaten yang berada pada level 3, secara keseluruhan, kita akan melihat satu minggu kedepan. (yetede)
Antisipasi Dampak Krisis
Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku dari China terhitung tinggi. Krisis energi di China berpotensi mengganggu pasokan bahan baku bagi industri hilir, tetapi memberi peluang bagi industri hulu dan antara. Krisis energi di China, India, dan Eropa diperkirakan berdampak terhadap industri dalam negeri. Krisis ini dikhawatirkan menghambat produksi akibat kelangkaan bahan baku impor, tetapi sekaligus membawa peluang untuk mengembangkan industri hulu dan antara lokal. Pelaku industri dari hulu ke hilir pun bersiap mengantisipasi dampak krisis tersebut. Saat ini, China, India, dan Eropa tengah mengalami krisis energi akibat imbas kebijakan pengurangan penggunaan energi fosil. Di China, kondisi itu diperparah dengan embargo suplai impor batubara dari Australia. Pabrik-pabrik terpaksa mengurangi produksi, bahkan menutup operasionalnya lantaran terjadi pemadaman listrik bergilir.
CSR Kilang Pertamina Internasional Borong Penghargaan
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding refining and petrochemical Pertamina, memperoleh penghargaan terbanyak pada ajang Procing Leaque 2021; Kesaksian Local Hero dalam Memperluas Manfaat CSR BUMN, dari 12 katagori, Group KPI memborong delapan penghargaan. Delapan penghargaan bagi group KPI diperoleh untuk katagori The Best of Novelty Program untuk KPI RU VI Cilacap dengan Program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina; The Best of Local Hero Achievement oleh Ibu Rumdani, local hero KPI RU IV Cilacap Program Ibu Siaga Covid-19, The Best of CCSR Manager Performance oleh KPI Unit III Plaju melalui Program Mari Berkreasi. The Best of Environment Program oleh KPI Unit II Sei Pakning, Bengkali melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.
Ketua Program Studi Ilmu Kesjahteraan Sosial FISIP Universitas Padjajaran ini menjelaskan,local hero yang menjadi peserta dalam E2S Proving Leaque berhasil mempresentasikan program CSR dengan baik. Lili Hermawan, Ketua Panitia E2S Proving League 2021, menjelaskan proving League diselenggarakan sebagai bentuk komitmen E2S dalam mendukung penyebaran informasi tentang pencapaian PROFER dan mendukung formulasi pengetahuan dalam managemen pengelolaan lingkungan. Peserta Proving League 2021 adalah manager CSR dan lokal hero mitra binaan perusahaan, mempresentasikan program tersebut. Setelah itu, dengan juri yangterdiri atas Dr Resna Resnawaty (pakar CSR), Dokter Komaidi Notonegoro (pakar migas dan ekonomiE2S), dan Dudi Rahman (pakar media dan publikasi serta chairman E2S) mengajukan pertanyaan kepada peserta. (yetede)
PBoC Tidak Akan Berhenti Menindak Tekfin
Otoritas Tiongkok berjanji akan memperkuat pengawasan terhadap industri pembayaran daring dan melanjutkan tindakan keras anti- monopoli. Gubernur bank sentral Tiongkok (PBoC) Yi Gang menyatakan. Pihaknya akan terus menindak keras perusahaan-perusahaan raksasa teknologi lewat regulasi. Selama sekitar setahun pihak berwenang telah menargetkan berbagai raksasa teknologi lokal. Diantaranya raksasa e-commerce Alibaba, layanan tranportasi raksasa Didi Chuxing, dan raksasa pengiriman makanan Meituan, atas dugaan praktik monopoli dan permainan data konsumen secara agresif.
Tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas oleh pemerintah untuk memperketat cengkramannya pada ekonomi nomor dua dunia itu, termasuk menargetkan perusahaan pendidikan swasta, properti dan kasino. "Kami akan terus bekerja sama dengan otoritas anti-monopoli untuk mengekang monopoli dan secara aktif menangani diskriminasi algoritme dan bentuk baru lainnya dari perilaku anti persaingan," kata Yi Gang, Senin (8/10). Ia menyampaikan hal ini dalam pidato utama di konferensi Bank for Internasional Sattlements (BIS) tentang pengaturan atas sektor tersebut.
Regulator Tiongkok pada September 2021 memerintahkan perusahaan besar-besaran pada aplikasi pembayaran terbesar di negara itu, Alipay. Sementara partai komunis yang berkuasa mencoba mengendalikan pertumbuhan yang tidak terkendali dari raksasa teknologi. Alipay diminta untuk memecah unit usaha pinjaman mikro yang menguntungkan. Adapun perusahaan sistem pembayaran pihak ketiga tersebut telah mencatat dari satu milyar pengguna di Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya. (yetede)
Tren Mobilitas Masyarakat Naik, BI Waspadai Suplai Sektor Transportasi
Bank Indonesia (BI) mewaspadai suplai tren sektor transportasi ditengah tren peningkatan moblitas orang dan barang akibat akselerasi vaksinasi serta penurunan kasus Covid-19. "Demand yang kembali meningkat, pent-up demand tinggi, tapi kalau diimbangi dengan distribusi barang yang tidak smooth tentunya ini akan menyebabkan terjadinya tekanan harga juga. Dimana, dalam hal ini kalau kami bicara di bank sentral, yang kami konsen adalah inflasi," kata Deputi Senior BI Destry Damayanti dalam seminar nasional bertajuk Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis terhadap Distrupsi di Sektor Transportasi secara daring, Jumat (8/10)
"Di Indonesia dengan akselerasi vaksin yang dilakukan pemerintah, juga disiplin orang makin baik, kami melihat mobilitas masyarakat semakin membaik," ungkap Destry. Selain itu, dia melihat bahwa transaksi sistem pembayaran semakin baik, baik itu retail maupun korporasi. Karena itu, Bank Indonesia memprediksikan perekonomian 2021 akan membaik dengan tumbuh 3,5-4,3%. Destry menyebutkan, permintaan saat ini membaiknya terbilang cepat. Untuk konsumsi rumah tangga, lanjut dia, sudah tumbuh hampir 6% pada kuartal 11-2021.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, transportasi memang berperan penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Transportasi merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan tulang punggung proses distribusi barang maupun orang," ungkap Budi. Lebih jauh, dia menyampaikan bahwa keberadaan infrastruktur transportasi juga memiliki peran sebagai pembuka isolasi wilayah sehingga mampu mendorong konektivitas. Selain itu infrastruktur transportasi menjadi salah satu aspek dalam meningkatkan daya saing produk nasional serta menopang perkembangan sebuah kota. (yetede)
Jokowi: Bali Jadi Percontohan Rehabilitasi Hutan Mangrove
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan mereplikasi metode pengembangan tanaman bakau (Mangrove) di Taman Harian Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, ke daerah lainnya di Indonesia. Hutan Mangrove tersebut akan menjadi salah satu tempat yang dipamerkan kepada para pemimpin negara G20 tahun depan. Tahura Ngurah Rai merupakan tempat percontohan rehabilitasi hutan Mangrove di Indonesia karena memadukan pendidikan, pariwisata, dan pengutan ekonomi masyarakat. Pola pengembangan mangrove dengan model di Bali akan terus dilakukan, khususnya dikawasan pesisir pantai guna memulihkan dan melestarikan kawasan hutan mangrove, serta mengantisipasi dan memitigasi perubahan iklim dunia yang terus terjadi.
Tahura Ngurai Rai meruakan salah satau objek wisata menarik yang menghadirkan suasana alam hijau. Objek wisata hutan mangrove ini dilengkapi dengan jembatan kayu (boardwalk) menuju ketengah hutan dan telah dikenal sebagai tempat rekreasi trecking. Kawasan hutan mangrove ini memiliki luas 268 hektare (ha), sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang terbengkalai. Sejak 1992, direhabilitasi dan berhasil dengan baik, kini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan mengrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 ha.
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest itu beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mengorve, seperti budidaya tangkap ikan, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata. "Ini bukti pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional. Dari kunjungan kerja ini dapat diperoleh gambaran akan prestasi dan komitmen ekonomi hijau RI yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20," ujar Siti. (yetede)
Pengesahan RUU HPP, Kala Pengusaha Dimanja Penguasa
Kemarin, DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi Undang-Undang. Dengan pengesahan itu, seluruh substansi siap diimplementasikan setelah ditandatangani Kepala Negara. Namun Ketidakadilan terpampang dalam undang-undang tersebut. Di satu sisi, pelonggaran dan penghapusan substansi menguntungkan pengusaha tetapi di sisi lain daya beli masyarakat kecil tergerogoti sejalan dengan naiknya tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Keberpihakan penguasa terhadap pengusaha itu tercermin dari penghapusan sejumlah pasal strategis. Pertama Pengenakan PPh minimum atau Alternative Minimum Tax (AMT) sebesar 1% untuk perusahaan yang merugi selama 5 tahun berturut-turut.
Kedua, dianulirnya General Anti Aviodance Rule (GAAR), ketentuan anti penghindaraan pajak untuk mencegah transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Ketiga, tenggelamnya substansi yang mengatur tentang tindak pidana perpajakan bagi Wajib Pajak Badan alias korporasi. Keempat, pelonggaran sanksi administrasi yang ditetapkan memiliki kurang bayar pajak, yang harus mengacu pada tarif bunga. Kelima, pelongggaran tarif untuk Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak (PPSWP) atau repatriasi harta. Klausal ini sekaligus mengonfirmasi bahwa pemeritah menyiapkan program pengampunan pajak atau tax amnesty sebagaimana dilakukan 2016.
Pelaku usaha memang mendapatkan beban tambahan yang berasal dari pembatalan relaksasi tarif PPh Badan pada tahun depan sebesar 20%. Didalam RUU HPP, tarif pajak untuk korporasi ditetapkan sebesar 22%. Privilese yang diberikan oleh pengusaha kepada pelaku usaha pun diamini oleh Menteri HAM Yasonna Laoly yang mewakili pemerintah dalam sidang peripurna di DPR. Menurutnya, pembatalan AMT dan GAAR dilandasi oleh besarnya kebutuhan pelaku usaha untuk meningkatkan keluasan bisnis ditengah pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. (yetede)
Industri Pulp & Kertas, Ketersediaan Bahan Baku Jadi Hambatan Investasi
Kendati rencana realisasi investasi perusahaan asing di industri bubur kertas atau pulp mulai direalisasikan, ketersedian bahan baku masih menjadi tantangan berat yang harus dihadapi. Direktur Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Emil Satria mengatakan kendala bahan baku tersebut membuat perusahaan kesulitan untuk memulai proses produksi. Adapun, perusahaan kertas terbesar dari China, Flying Dragon Paper, berencana berinvestasi di industri pulp dan kertas Indonesia senilai US$1 miliar dengan kapasitas produksi 6 juta ton untuk 3 juta produk kemasan dan 3 juta recycle pulp.
"Sebagian besar sudah terealisasi, namun demikian masih terdapat kendala terkait sulitnya mendapatkan bahan baku dan keterbatasan memasukan tenaga ahli untuk memulai proses produksi," katanya kepada Bisnis, Kamis (7/10). Dia melanjutkan, selain flying Dragon Paper, beberapa perusahaan asal Negeri Panda telah bermaksud melakukan investasi di industri kertas. Namun, karena pandemi, rencana tersebut masih tertunda. Sementara itu, volume produksi kertas dan pulp tercatat tumbuh 6% sampai dengan semester 1/2021.
Sekretaris Jendral Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan pertumbuhan produksi tahun ini didorong serapan yang naik di dalam negeri. Hal itu terutama karena tingginya pemakaian kemasan dan kertas tisu. Pertumbuhan produksi pada paruh pertama tahun ini diharapkan dapat bertahan sampai penghujung tahun. Sebelumnya, Liana memproyeksikan pada 2021 volume porduksi industri pulp akan meningkat 1,85% menjadi 11 juta ton, sedangkan volume produksi kertas ditarget naik 5% menjadi 14,28 juta ton. "Dikarenakan kelangkaan kontainer, dari sisi ekspor terjadi permasalahan, yaitu menurunnya (volume) ekspor sebesar 7% pada 2021 dibandingkan dengan 2020," katanya kepada Bisnis. (yetede)









