Tren Mobilitas Masyarakat Naik, BI Waspadai Suplai Sektor Transportasi
Bank Indonesia (BI) mewaspadai suplai tren sektor transportasi ditengah tren peningkatan moblitas orang dan barang akibat akselerasi vaksinasi serta penurunan kasus Covid-19. "Demand yang kembali meningkat, pent-up demand tinggi, tapi kalau diimbangi dengan distribusi barang yang tidak smooth tentunya ini akan menyebabkan terjadinya tekanan harga juga. Dimana, dalam hal ini kalau kami bicara di bank sentral, yang kami konsen adalah inflasi," kata Deputi Senior BI Destry Damayanti dalam seminar nasional bertajuk Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis terhadap Distrupsi di Sektor Transportasi secara daring, Jumat (8/10)
"Di Indonesia dengan akselerasi vaksin yang dilakukan pemerintah, juga disiplin orang makin baik, kami melihat mobilitas masyarakat semakin membaik," ungkap Destry. Selain itu, dia melihat bahwa transaksi sistem pembayaran semakin baik, baik itu retail maupun korporasi. Karena itu, Bank Indonesia memprediksikan perekonomian 2021 akan membaik dengan tumbuh 3,5-4,3%. Destry menyebutkan, permintaan saat ini membaiknya terbilang cepat. Untuk konsumsi rumah tangga, lanjut dia, sudah tumbuh hampir 6% pada kuartal 11-2021.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, transportasi memang berperan penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Transportasi merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan tulang punggung proses distribusi barang maupun orang," ungkap Budi. Lebih jauh, dia menyampaikan bahwa keberadaan infrastruktur transportasi juga memiliki peran sebagai pembuka isolasi wilayah sehingga mampu mendorong konektivitas. Selain itu infrastruktur transportasi menjadi salah satu aspek dalam meningkatkan daya saing produk nasional serta menopang perkembangan sebuah kota. (yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023