;

Gojek Membeli Saham Hypermart Rp 355 Miliar

Hairul Rizal 08 Oct 2021 Kompas

Hypermart memerlukan modal untuk terus bertumbuh dan juga untuk mengeksekusi strategi ritel omnichannel dan memperkuat neraca keuangan. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek membeli saham PT Matahari Putra Prima Tbk, yang merupakan pengelola hipermarket Hypermart. Dana yang dikeluarkan Gojek untuk akuisisi saham ini sekitar Rp 355 miliar. Transaksi tersebut telah diselesaikan pada 4 Oktober 2021. Pemegang saham lama, yaitu PT Multipolar Tbk, menjual saham Matahari Putra Prima sebanyak 6,74 persen kepada Gojek. Adapun harga per saham senilai Rp 700.”Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian keterangan CEO Gojek Andre Soelistyo kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (7/10/2021). Sebelumnya, Gojek tidak memiliki saham di Matahari Putra Prima.

Kekhawatiran Di Balik Integrasi Peduli Lindungi

Hairul Rizal 08 Oct 2021 Kompas

Aplikasi Peduli Lindungi sudah resmi terintegrasi dengan aplikasi Tokopedia dan Gojek. Integrasi membuat masyarakat bisa mengakses Peduli Lindungi di dua aplikasi yang menjadi bagian dari ekosistem GoTo itu. Namun, kekhawatiran muncul terkait langkah tersebut. Keamanan data pribadi masih menjadi isu yang diperbincangkan publik terkait aplikasi Peduli Lindungi. Kasus kebocoran data yang masih berulang terjadi membuat sebagian masyarakat waswas menggunakannya. Apalagi ada sejumlah data pribadi yang mesti diunggah sebelum menggunakannya. Kini, aplikasi itu bahkan menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi warga untuk beraktivitas di tempat publik, seperti pusat perbelanjaan, obyek wisata, restoran, bahkan pasar rakyat.Ada kekhawatiran integrasi PeduliLindungi dengan aplikasi lain mengabaikan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi. Sebab, ada ketidakjelasan tujuan untuk terhubung satu sama lain serta pengelolaan dan kedalaman pemrosesan data.Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, penelusuran kontak(contacttracing) dengan memanfaatkan teknologi penting untuk mempercepat penanggulangan Covid-19. Pihaknya mengapresiasi sikap GoTo yang responsif menjadikan Tokopedia dan Gojek sebagai aplikasi pertama yang menyediakan akses pada aplikasi Peduli Lindungi.Budi Gunadi berharap platform digital lain dapat mengikuti langkah GoTo untuk memperkuat deteksi berbasis contact tracing. Dia menegaskan bahwa aplikasi Peduli Lindungi dikelola sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan. Kerja sama dengan aplikasi lain,seperti GoTo, tidak membuat proses verifikasi atau pemrosesan data pribadi dilakukan pihak aplikasi lain selain aplikasi Peduli Lindungi.

Lonjakan Harga Batubaru & CPO Kerek Harta Taipan

Hairul Rizal 08 Oct 2021 Kontan

Sederet taipan Indonesia pemilik bisnis batubara dan kelapa sawit tengah menikmati berkah lonjakan harga komoditas tersebut. Harga batubara, misalnya, sempat menembus US$ 238,30 per ton atau melonjak 202% sejak awal tahun atau year to date (ytd). Sementara harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga sudah menembus US$ 1.100 per ton atau melesat 56% sejak awal tahun ini.


Pamor Fintech Kian Memikat

Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Ditengah pandemi Covid-19 yang masih jadi perhatian utama di seluruh dunia, minat masyarakat untuk memanfaatkan perusahaan layanan financial technologi atau fintech sebagai kanal alternatif pembiayaan makin tinggi. Tingginya minat tersebut turut membuka peluang perbankan menjalin aliansi lebih luas guna meningkatkan porsi pembiayaan, khususnya dari penyaluran pembiayaan skala UMKM. 

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang juga CEO PT Invesrtree Radhika Jaya (Investree) Adrian Gunadi menyatakan, peluang yang terbuka lebar itu disambut dengan cepat oleh perbankan selaku pendana (lender) Institusi. "Kami rasa lender institusi penting untuk menjaga kestabilan sumber pendanaan bagi UMKM. Dimana pada umumnya lender institusi dapat melakukan pendanaan dalam jumlah yang lebih besar dengan waktu yang lebih singkat, sehingga dapat membantu borrower UMKM segera mendapatkan modal," katanya, Rabu (6/10).

Investree menyuguhkan rata-rata imbal hasil atas pendanaan mencapai 16,7% pertahun untuk para lender. Sebelumnya, PT Bank DBS Indonesia juga mengumumkan komitmen pendanaan bersama atau joint financing sebesar Rp1 triliun melalui kerja sama dengan Kredivo. "Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun kami mengharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan," kata Consumer Banking DBS Indonesia Rudy Tandjung. (yetede)

Industri Keramik, Tarif Safeguard Dipastikan Turun

Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Besaran bea masuk tindakan pengamanan atau safeguard produk keramik dipastikan turun sesuai dengan aturan WTO yang mewajibkan pemangkasan tarif pada periode berikutnya. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edi Suyanto mengungkapkan besaran safeguard keramik akan turun menjadi 13-17% selama tiga tahun kedepan. Sebelumnya, selama kurun 2018-2021 besaran safeguard 19%-23%. Dia berharap beleid perpanjangan safeguard keramik segera diteken oleh Kementerian Keuangan sehingga mampu menghalau serbuan produk impor, khususnya dari India dan Cina.

Asaki memperkirakan dengan besaran import bulanan rata-rata Rp500 miliar, negara akan kehilangan Rp90 miliar sehingga Rp100 miliar jika safeguard tidak diperpanjang. "Jangan sampai katalis positif harga gas yang diharapkan bisa membantu meningkatkan daya saing dan menggerek pertumbuhan industri keramik terdistrupsi oleh gangguan impor," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/10). Terkait harga gas, pihaknya kini berharap pada kemudahan perluasan alokasi harga gas industri sebesar US$6/MMMBtu untuk menaikkan daya saing.

Sementara itu, safeguard untuk keramik yang diterapkan sejak 2018 dinilai belum efektif membendung serbuan produk impor. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyebut tak cukup menerapkan safeguard untuk membangun ketahanan industri dalam negeri. Kenyataannya, meski dikenakan safeguard, keramik dari negara pesaing seperti China, India, dan Vietnam masih mampu mempertahankan daya saing berkat dukungan struktur biaya produksi yang kuat. (yetede)


Perdagangan Elektronik, 15,9 Juta UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital

Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah yang terhubung dengan ekosistem digital  meningkat 100% sejak pandemi Covid-19. Menteri Koperasi dan UKM Tenten Masduki mengatakan kini jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. "Pada 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung kedalam platform digital. Dengan tergabungnya ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif," katanya, Rabu (6/10).

Teten menjelaskan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional. Terlebih dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 menurut  laporan Google dan Temasek. Dia berharap keikutsertaan pelaku usaha dalam seller Conference Lazada bisa mendorong UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital. "Melalui seller Conference Lazada, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan skala bisnis serta kualitas produknya sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang," kata Teten. SVP Seller Operation Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro mengajak para pedagang di platformnya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi festival belanja 11.11 dan 12.12 tahun ini.

Berkaca pada capaian tahun lalu, Haikal memperjelas barang yang diikutsertakan dalam kampanyae 11.11 dan 12.12 memperlihatkan kenaikan omzet hingga tiga kali lipat. Kunjungan ke toko juga naik 1,2 kali lipat, traffic hanya naik satu kali lipat dan tingkat konversi hanya satu kali, tambahnya. "Ketika berjualan secara online, yang namanya mata uang untuk para seller adalah traffic, jadi harus berlomba-lomba mendapat tingkat kunjungan yang tinggi." Kata Haikal. Sebelumnya Kementerian Perdagangan melaporkan nilai transaksi dagang-el pada semester 1/2021 mencapai Rp186,75 trilliun naik 63,63% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. (yetede) 

Dompet Digital, UMKM Manfaatkan GOTO Financial

Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Ekosistem pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung dengan platform GoTo Financial diproyeksikan mampu mencapai Rp53,2 triliun pada 2021 dan berpotensi mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dalam lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LD FEB UI) bertajuk 'Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi CC.K Walandouw memaparkan, 70%  responden merchant ekosistem ini mengaku memanfaatkan GoPay karena banyak digunakan oleh konsumen. "Apalagi di era pandemi ini transaksi nontunai itu sudah banyak digunakan konsumen. Jadi merchant mulai menyediakan akses pembayaran online pun semakin penting," jelasnya, Selasa (5/10).

Adapun, 60% responden pertama kali menyediakan akses transaksi nontunai setelah bergabung di ekosistem. Lainnya, tertarik menggunakan akses dari GoTo Finansial untuk mempermudah belanja, berinvestasi, menjadi lebih profesional dengan menerima pembayaran via kartu kredit, dan memanfaatkan riwayat digital dari usahanya untuk mengajukan pinjaman modal usaha. "Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan GoTo Financial membantu meningkatkan skala usaha dan efisien usaha dari para UMKM yang bergabung dalam ekosistem," tambahnya.

Sementara itu Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi yang memaparkan pengaruh GoTo Financial dari sisi konsumen, menyebutkan bahwa GoPay mempu menjadi gerbang pembuka minat mereka ke akses keuangan digital lain, seperti investasi, asuransi, sampai rekening bank digital. Kemudian sebanyak 72% mengaku tertarik membuat rekening bank, 25% membuat rekening bank, 24% tertarik mengajukan pinjaman, 13% menginginkan akses kartu kredit, 9% berminat membeli asuransi di dalam aplikasi. (yetede) 

Indonesia Serukan Ekonomi Indonesia Yang Lebih Insklusif

Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Investor Daily

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menilai ekonomi yang inklusif, digitalisasi yang semakin luas, dan ekonomi yang berkelanjutan relevan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Ia menyampaikan hal ini dalam Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-15 UNCTAD pada 4-7 Oktober 2021 berlangsung secara hybrid dengan lokasi pertemuan fisik secara terbatas di Jenewa. Swiss, dan Bridgetown, Barbados, kegiatan mengusung tema "From Inequality and Vulnerability to Properity for All" Dan diikuti oleh 195 negara anggota UNCTAD. Pada sesi debat umum ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Wamenlu Negeri RI mengajak seluruh anggota UNCTAD untuk mengarahkan perhatian kepada 3 elemen utama untuk mengatasi dampak Covid-19.

"Pertama pembangunan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan ekonomi kreatif," ujar Wamenlu, Rabu (6/10). Ia menyampaikan pengembangan kreatif ekonomi dapat membantu negara-negara untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan juga membantu transformasi ekonomi. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), wanita, maupun pemuda harus diberdayakan untuk memaksimalkan manfaat peluang-peluang yang diciptakan oleh ekonomi kreatif. Hal ini bertepatan dengan Momentum 2021 yang ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (Res/A/74/198)."Kedua memberi dukungan terhadap perluasan digitalisasi." lanjut Wamenlu.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil pada pandemi ini bahwa adalah kegiatan bisnis dapat bertahan dari keterpurukan ekonomi apabila dapat beradaptasi dan menggunakan ekonomi digital, sebagai sarana memasarkan produk dan memperluas jaringan konsumen. Oleh sebab itu, perlu perhatian khusus untuk menjembatani digital antar negara dan antar wilayahnya dengan harga yang terjangkau. Selain itu, akses terhadap infrastruktur digital harus dapat diandalkan, khususnya di negara berkembang. "Ketiga, transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan." imbuhnya. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan perdagangan dan investasi untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan lingkungan dari Agenda 2030. (yetede)

AMT Dihapus sebagai Kompromi Politik

Hairul Rizal 07 Oct 2021 Kontan

Fraksi-fraksi di DPR sepakat untuk menghapuskan ketentuan pengenaan pajak minimum bagi perusahaan merugi atau dikenal dengan alternative minimum tax (AMT) dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan atau disebut RUU HPP. Penghapusan ketentuan ini sebagai jalan kompromi, karena pada RUU ini, pemerintah dan DPR sepakat membatalkan rencana penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) bagi badan usaha menjadi 20% yang semula berlaku tahun depan, menjadi tetap berlaku tarif PPh Badan sebesar 22%.


Cadangan Devisa RI Diprediksi Masih Stabil

Hairul Rizal 07 Oct 2021 Kontan

Tren kenaikan cadangan devisa sejak Juni lalu, diprediksi tak akan berlanjut. Cadangan devisa Indonesia akhir September 2021, diperkirakan stagnan setelah mencatat rekor tertinggi US$ 144,8 miliar akhir Agustus 2021. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, di satu sisi, cadangan devisa naik saat permintaan global terhadap komoditas Indonesia. Bahkan, kemungkinan besar neraca dagang pada September 2021 masih surplus.


Pilihan Editor